9 TIPS MENGONSUMSI JUS LEMON

| on
March 19, 2019

Halo!

Selama tiga minggu terakhir saya sedang mencoba untuk menjaga kesehatan dengan meminum jus lemon hangat setiap pagi saat perut masih kosong. Hal ini saya lakukan setelah membaca beberapa artikel tentang jus lemon yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan, bahkan dapat diminum sebagai terapi untuk penderita kanker. Dan memang akhir-akhir ini saya cukup sering mengalami gangguan kesehatan seperti nyeri pada leher, bagian ketiak, kram pada kaki kanan, sampai nyeri di bagian pinggul kanan dan rasanya sangat tidak nyaman

Di salah satu artikel yang saya baca, lemon dapat digunakan sebagai detoks alami pada tubuh, terutama untuk membersihkan usus dari racun. Saya sendiri awalnya mencoba minum jus lemon dengan harapan untuk mengurangi keluhan nyeri-nyeri di tubuh saya, setelah membaca buku karya Dr. Hiromi Shinya tentang revolusi makan dengan menjaga kesehatan usus. Menurut Dr. Hiromi segala nyeri-nyeri di badan bisa jadi karena kondisi usus kita yang kotor dan perlu detoksifikasi.

Dulu, juga pernah tau manfaat lemon bagus banget dari Alodita yang selalu mengonsumsi honey lemon shot setiap hari. Tapi biasa, karena waktu itu belum ada keluhan nyeri-nyeri, ada aja alesannya untuk menunda memulai (jangan ditiru ya!). Pas sudah mulai nyeri-nyeri, nah baru deh kan...

Setelah tiga minggu mengonsumsi jus lemon setiap pagi, Alhamdulillah segala nyeri di kaki maupun di pinggul sudah tidak berasa lagi. Di badan juga enteng banget rasanya. Saya juga sempat sharing tentang jus lemon ini di IG story saya untuk membagi manfaat jus lemon berdasarkan pengalaman saya kepada teman-teman. Ternyata cukup lumayan juga teman-teman yang dm balik ke saya buat nanya-nanya bagaimana cara membuatnya, lemon jenis apa, aman kah untuk penderita asam lambung, dll.

Sebenarnya saya juga sudah menjawab pertanyaan teman-teman via postingan IG story, tapi bagaimanapun rasanya kurang afdol kalau belum di post di blog :P

Berikut rangkuman tips dalam mengonsumsi jus lemon berdasarkan pengalamn saya serta hasil membaca berbagai artikel tentang lemon:

1. Jenis lemon yang digunakan bisa lemon lokal atau lemon impor, senemunya aja. Kalau ada yang lokal ya lokal, kalau ga ada ya impor tapi belinya ga banyak-banyak kalau impor haha. Beli lemon yang paling murah ya di pasar, biasanya lemon lokal. Di Kang sayur juga biasanya bawa lemon, kadang lokal, kadang impor. Di beberapa supermarket, terutama yang tag line nya 'super murah' lemon nya cukup murah juga, tapi milihnya harus ekstra usaha karena biasanya sudah hampir overrapped.

2. Cara membuat jus lemonnya sendiri macam-macam. Terserah teman-teman mama-mama mau diapakan lemonnya, dibuat senyaman mungkin supaya minumnya juga nikmat tiada beban :)

Kalau saya biasanya dibelah dua. Dibagi buat pagi dan malam buat jaga-jaga juga supaya perutnya tidak syok pagi-pagi diguyur lemon sebiji, diperas, dicemplungin sekalian kulitnya, disiram air panas. Tungguin sampai agak hangat, terus diminum deh.

Opsi kedua, bersihkan lemon dengan sikat yang kaku/keras, kemudian masukkan ke dalam kulkas dan bekukan selama dua jam. Dua jam kemudian, keluarkan dari kulkas dan iris (15-20 irisan per lemon), lalu masukkan ke dalam wadah tertutup. Tambahkan madu, air dingin dan rendam irisan lemon, setelah itu tutup wadahnya dan dinginkan di kulkas. Besoknya, ambil dua irisan lemon, kemudian seduh dengan air panas/matang.

Opsi ketiga, Bikin honey lemon shot ala Alodita. Jadi lemon diperas lalu ditambahin madu tanpa air.

3. Rendaman air lemon sebaiknya encer untuk mengurangi rasanya kecut nya. Biasanya setengah buah yang diperas saya tambahin +/- 300-400 ml air. Bisa juga dengan dibuat infuse water.

4. Lemon yang direndam air sebaiknya dengan kulitnya, karena senyawa flavonoid yang terkandung dalam kulit lemon sangat tinggi, bahkan lebih bernilai daripada isinya, tapi sebelumnya harus dicuci bersih dulu yaa, khawatir nya masih ada residu pestisida yg tertinggal.

5. Teman-teman juga bisa menggosok permukaan kulit lemon dengan garam untuk menghilangkan bakteri pada lemon.

6. Jangan gunakan air panas kalau minumnya pakai  madu yaa karena madu mengandung enzim, yang akan mengeluarkan hydroxymethylfurfural (salah satu gula utama dalam madu, yang terbentuk sangat cepat ketika madu dipanaskan) yang berlebihan, sehingga nutrisi dalam madu akan hancur.

7. Untuk penderita asam lambung, sebaiknya mencoba minum jus lemon di sela waktu makan ya, misalnya saat menjelang makan siang. Kalau ternyata perutnya nyeri, sebaiknya tidak diteruskan ya.

8. Sebaiknya setelah meminum jus lemon tidak langsung makan untuk memberi waktu bagi usus mencerna jus lemon dengan baik lebih dulu. Lebih baik lagi jika setelahnya kita mengonsumsi buah lebih dulu, dan 30 menit kemudian baru deh makan menu utama kita.

9. Sebaiknya tidak mengonsumsi lemon bersamaan dengan mengonsumsi udang ya. Pada dasarnya udang mengandung senyawa Arsenic Pentoxide (As2O5) dan jika bertemu dengan lemon yang mengandung Vitamin C,  akan terjadi reaksi kimia di dalam perut yang mengubah As3O5 menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pada hati, jantung, ginjal, dan pembuluh darah.


Overall, kurang lebih beberapa tips diatas yang biasa saya lakukan setiap mengonsumsi jus lemon. Kalau teman-teman mama-mama punya tips jus lemon juga, boleh banget share disini :)

Semoga sharing saya bermanfaat ya!

Selamat mencoba dan keep healthy!

MUSHROOMS RICE

| on
March 14, 2019
Halo!

Siapa yang suka banget masak dengan bahan jamur champignon? Saya salah satu yang cukup sering masak pakai jamur ini, karena selain harganya lumayan terjangkau, jamur champignon juga mudah didapatkan, mulai dari supermarket, pasar, sampai kang sayur langganan :)

Sebenarnya rasa jamur champignon ini agak kuat bagi saya. Kalau saya langsung merebusnya dan air rebusannya dicampur dengan sup, rasa supnya menjadi terlalu 'jamur' dan saya pribadi kurang doyan :D Jadi saya coba untuk mengurangi rasanya yang kuat dengan merebusnya secara terpisah.

Nah kali ini saya ingin mencoba berbagi resep nasi jamur yang menurut saya yaah lumayan enak lah rasanya (enak atau enggak disini sangat relatif yaa :)) Siapa tau bisa jadi inspirasi untuk modifikasi resep jamur champignon di rumah :)




Berikut bahan dan cara membuat mushrooms rice ala-ala :)

Bahan:

Jamur Champignon 1 pack, bagi dua bagian
Kaldu sayur (resep kaldu sayur dapat dilihat disini ya)
Mentega/butter/unsalted butter 1 sdm
Beras (bisa pakai beras jenis apa saja) -/+ 1 cup
Daging sapi iris tipis (banyaknya sesuai selera)
Wortel (bisa diambil dari wortel kaldu sayur)
Brokoli, rebus sebentar, sisihkan
Bawang Putih +/- 2 siung haluskan
Bawang Bombay 1 buah iris 
Garam 
Lada
Lada hitam (optional)


Cara membuat:

Nasi Jamur:
1. Rendam beras -/+ 1 jam atau rendam selama semalaman lebih baik.
2. Iris-iris setengah bagian dari jamur champignon. 
3. Lelehkan mentega/butter/unsalted butter di dalam panci yang akan digunakan untuk memasak nasi. Tumis bawang putih, sebagian bawang bombay dan jamur champignon yang telah diiris di no.2. Tumis sampai jamur agak layu ya. Angkat jamur. Jangan bersihkan panci nya ya, karena karamelisasi yang terbentuk dari hasil tumisan jamur rasanya sangat enak untuk digunakan memasak nasi.
3. Masukkan beras ke dalam panci, dan tambahkan kaldu sayur secukupnya.
4. Masak beras dengan diaduk sesekali agar tidak gosong.
5. Masukkan jamur champignon setengah bagian yang lain & setengah buah bawang bombay ke dalam panci.
6. Aduk-aduk beras dan jamur sampai beras menjadi nasi.
7. Seasoning nasi dengan garam dan lada, kalau punya kaldu jamur bubuk juga bisa ditambahkan :)
8. Aduk-aduk nasi sampai matang.
9. Angkat nasi dari panci, tiriskan.

Daging iris:

1. Lelehkan mentega/butter/unsalted butter lalu tumis bawang putih halus dengan irisan bawang bombay.
2. Masukkan irisan daging, tumis sebentar lalu tambahkan air sedikit demi sedikit agar daging cepat empuk.
3. Seasoning dengan garam, lada, dan sedikit kecap.
4. Masak sampai air asat dan daging empuk.

Plating nasi jamur dengan topping jamur champignon tumis, daging iris, brokoli dan wortel. Jadi deh mushrooms rice nya :)
Alhamdulillah Aliyah suka dengan menu mushrooms rice ini :)

Teman-teman mama-mama ada yang punya resep nasi jamur andalan juga ga? Yuk share sama-sama di sini :)

Semoga sharing saya bermanfaat ya!

Selamat memasak!




BELAJAR MENGENAL HURUF DENGAN BAHAN MAKANAN #1

| on
March 05, 2019
Halo!

Semua ibu pasti sepakat kalau anak dengan usia toddler setiap hari tumbuh semakin aktif. Semakin aktif bermain yang diiringi dengan rasa ingin tahu yang semakin besar. Di usia Aliyah yang menginjak 3,5 th, Aliyah juga tumbuh menjadi anak yang semakin aktif dan semakin sibuk ingin melakukan ini itu :')  Seringkali saya dibuat bingung karena harus menemani Aliyah main setiap hari dan Aliyah tipikal anak yang mudah bosan. 

Berhubung Aliyah sudah mulai mengenal lingkungan sekolah, salah satu aktivitas yang cukup sering kami lakukan bersama adalah belajar mengenal huruf. Sebenarnya Aliyah sudah mengenal huruf A-Z sejak usia 2,5 th lebih seingat saya, melalui nyanyian. Seiring semakin besar Aliyah, saya mulai mencoba menaikkan sedikit level pengenalan huruf kepada Aliyah dari sekedar bernyanyi, bertahap ke aktivitas mulai menulis pelan-pelan dan mengenal huruf besar dan kecil, serta huruf-buruf di dalam ejaan namanya.

Kali ini saya coba mengenalkan huruf dengan bahan makanan, karena tidak perlu beli ini itu, dan bisa diambil langsung dari dapur, hehe. Bahan dasar yang saya gunakan adalah garam dan beras.

Mengenal Huruf Besar dan Huruf Kecil dengan garam



Bahan dan alat:

Garam dapur 250 gr (satu bungkus ukuran kecil)
Wadah kaca
Karton bekas
Spidol
Kuas
Kertas origami ukuran besar



Cara membuat:

1. Potong karton bekas sesuai dengan ukuran wadah kaca. Disini saya memotong karton dengan bentuk persegi panjang sesuai dengan ukuran wadah kaca.

2. Buat tulisan huruf kecil a-z di karton. Tulisan huruf kecil dapat disesuaikan dengan besarnya kertas karton. Tidak apa-apa jika tidak cukup dari a-z, bisa dibuat secukupnya asalkan ukuran tulisan tidak terlalu kecil :) Misalnya cukup dari huruf a-l.

3. Potong kertas origami menjadi empat bagian. Tulis huruf besar di setiap bagian kecil kertas origami. Buat sesuai dengan jumlah huruf yang ada di kertas karton.

4. Letakkan kertas karton dibawah wadah kaca, lalu isi wadah kaca dengan garam.

Cara bermain:

Teman-teman mama-mama bisa menunjukkan huruf besar di kertas origami pada anak, lalu minta anak untuk mencari pasangan huruf kecil dari huruf besar tersebut di dalam wadah kaca yang berisi garam. Mencarinya bisa dengan menggunakan kuas. :) Silakan diulangi dengan mengganti huruf besarnya :)



Selain untuk huruf besar-kecil, wadah kaca & garam ini juga saya gunakan untuk mengenalkan huruf hijaiyah pada Aliyah :) Kebetulan Aliyah punya puzzle huruf hijaiyah yang langsung saya letakkan di bawah wadah kaca. Aliyah tinggal mencari huruf yang sama dengan huruf  yang saya tunjukkan dengan kartu huruf hijaiyah :)

Oh iya, setelah bosan dengan main huruf, garam di dalam wadah digunakan Aliyah untuk berimajinasi dengan mainan bus kecil nya. Ceritanya bus kecil mainannya sedang berada di dalam jalanan bersalju :D Saya pun ikut bermain dengan menabur salju menggunakan saringan dari set mainan pasir pantai :D, seolah-seolah sedang turun salju. Intinya setelahnya bebas lah mau dibuat main apa saja garamnya :) 

Untuk cuplikan video bermainnya dapat dilihat disini yaa :)

Manfaat stimulasi:

1. Anak dapat mengenal huruf besar dan kecil
2. Melatih motorik halus anak dengan memegang kuas, yang bertujuan untuk  melatih jari-jari anak dalam memegang alat tulis.
3. Melatih sensori anak dengan menyentuh garam.
4. Mengenalkan rasa asin garam kepada anak.
5. Melatih kemampuan berpikir pada anak dalam mencari huruf yang tersembunyi.
6. Malatih daya imajinasi anak.


Menulis Huruf dengan Beras warna warni


Sebenarnya menulis huruf dengan beras warna-warni sudah saya upload di akun instagram saya sebulan yang lalu, hehe. Namun baru saya posting sekalian di blog post ini :) Untuk cuplikan video bermain nya dapat dilihat disini yaa :)

Bahan dan alat:

Beras 1 cup
Pewarna makanan (boleh pakai 1 warna saja sesuai dengan stok di rumah :))
Wadah kecil sesuai jumlah pewarna makanan
Air
Piring plastik
Kuas
Wadah untuk alas beras warna-warni (bisa tray plastik/kayu, nampan, dll)
Kertas Origami ukuran besar


Cara membuat:

1. Bagi beras menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah warna yang akan dibuat. Disini saya menggunakan tiga jenis warna.

2. Siapkan air secukupnya di wadah kecil, tidak perlu terlalu banyak. Komposisi air dengan beras kurang lebih 1:1. Teteskan pewarna makanan ke dalam air yang telah disiapkan.

3. Masukkan beras ke dalam air berwarna.

4. Rendam beras -/+ 30-60 menit.

5. Tuang beras ke dalam piring plastik, lalu jemur dibawah sinar matahari sampai kering.

6. Atur beras warna-warni diatas tray.

7. Potong kertas origami menjadi empat bagian. Tulis huruf besar di setiap bagian kecil kertas origami. Disini saya haya membuat beberapa huruf besar dari ejaan nama Aliyah sebagai awal untuk Aliyah belajar mengenal huruf pada namanya sendiri dan kelak dapat menulis namanya sendiri.

Cara bermain:

Teman-teman mama-mama bisa menunjukkan huruf besar di kertas origami pada anak, lalu minta anak untuk menulis huruf nya diatas beras dengan menggunakan kuas :) Silakan diulangi dengan mengganti huruf besarnya :) selain untuk belajar mengenal dan menulis huruf, permainan ini juga dapat digunakan untuk belajar mengenal dan menulis angka dan bentuk. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan anak kita :)

Untuk melatih sensori anak, teman-teman mama-mama dapat meminta anak untuk memegang berasnya, dan bercerita bahwa tekstur beras itu kasar. Selain itu, kita juga dapat bercerita bahwa beras merupakan bahan makanan yang berasal dari padi, dan menjadi cikal bakal nasi yang dimakan oleh anak sehari-hari :)

Seteleh bosan menulis huruf, Aliyah menggunakan beras nya untuk bermain memindahkan beras dari satu wadah ke wadah lainya dengan menggunakan sendok :)

Manfaat stimulasi:

1. Anak dapat mengenal huruf dari ejaan namanya sendiri.
2. Melatih motorik halus anak dengan memegang kuas, yang bertujuan untuk  melatih jari-jari anak dalam memegang alat tulis.
3. Melatih sensori anak dengan menyentuh beras.
4. Mengenalkan konsep bahan makanan beras pada anak.
5. Melatih kemampuan motorik anak saat memindahkan beras dengan menggunakan sendok.


Nah, kalau teman-teman mama-mama bahan makanan apa yang biasanya digunakan untuk bermain dengan anak?

Semoga sharing saya bermanfaat yaa..

Selamat bermain!

OYO 204 BLESSING RESIDENCE: MENGINAP HEMAT DI KAWASAN ELIT SURABAYA BARAT

| on
February 28, 2019

Halo!

Di keluarga kecil kami, weekend adalah saatnya menghabiskan waktu bersama semaksimal mungkin (kurang lebih sama dengan keluarga yang lainnya :)) dimanapun. Biasanya ya jalan ke mall, ke alun-alun kota, tiba-tiba naik kereta api keluar kota, atau menginap di penginapan. Berhubung rumah kami termasuk di pinggiran Surabaya (bahkan pinggiran Sidoarjo :')) jadi bisa main-main ke tengah kota Surabaya (terutama daerah Surabaya Barat dan Surabaya Timur) itu salah satu kesempatan yang langka mengingat semakin ramainya Surabaya yang diiringi dengan semakin macetnya lalu lintas di jalanan Surabaya-Sidoarjo.

Minggu lalu suami saya tiba-tiba mengajak saya dan Aliyah untuk menginap di kawasan Surabaya Barat. Suami saya memang tipikal orang yang spontan (kadang saya suka protes juga karena spontannya dia, berarti riwehnya saya yang harus siapin ini itu dadakan :')) dan seringnya dia tiba-tiba aja 'Yank, ada promo nih tempat nginepnya. Ayo berangkat, sudah aku bayar!',gitu. Ya sudahlah, kalau sudah begitu ya berangkatlah kita. 

Kali ini kami menginap di OYO 204 Blessing Residence. Sebelum saya lanjut cerita, mari samakan persepsi dulu bahwa ini adalah tipe budget hotel (lebih ke guesthouse sih menurut saya) dengan fasilitas sederhana, tanpa free breakfast seperti kebanyakan penginapan lainnya. OYO 204 Blessing Residence berada di dalam kawasan elit Citraland Surabaya, tepatnya di dalam cluster Eastwood. 
Salah satu yang membuat kami tertarik untuk menginap di OYO 204 Blessing Residence selain karena promo (wajib sih ini :P) adalah desain ruangan yang unik dan cukup instagenic (syarat wajib untuk content creator :P)


Kami tiba di OYO 204 Blessing Residence sekitar pukul 5 sore. Membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 1-1.5 jam dari Sidoarjo tempat kami untuk sampai di OYO 204 Blessing Residence, dan kurang lebih sama jika teman-teman mama-mama berangkat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Pertama sampai kami cukup terkejut apakah benar sesuai dengan tempat yang kami tuju atau tidak, karena ternyata OYO 204 Blessing Residence bersebelahan persis dengan Blessing Kost. Rupanya memang OYO 204 Blessing Residence dan Blessing Kost dibawah satu manajemen yang sama. Area resepsionis OYO 204 Blessing Residence pun berada di bangunan Blessing Kost dan untuk menuju kamar di OYO 204 Blessing Residence perlu melewati deretan kamar kost. Pada saat check-in kita akan diminta untuk meninggalkan uang deposit sebesar Rp 200 ribu yang akan dikembalikan pada saat kita check-out


Di OYO 204 Blessing Residence terdapat 6 room yang terletak saling berhadapan, 3 room disisi kanan, dan 3 room disisi kiri, Setiap weekend room-room yang ada selalu terisi penuh. Desain interior kamarnya mengusung tema skandinavian dengan ruangan yang sangat bersih dan wangi. Kamar mandi nya sederhana dengan toilet, wastafel dan shower yang dilengkapi dengan water heater.



Kamar di OYO 204 Blessing Residence terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah terdapat kamar mandi, ruang tengah lengkap dengan televisi dan antena lokal, kulkas tanpa isi yang sangat bersih dan area dapur lengkap dengan bak cuci piring. Semua perabotnya sepertinya masih sangat baru dan bersih. Handuk mandi dan air mineral dapat kita temukan di meja yang terletak di bawah tangga kamar. 









Ruang tidur terletak di lantai atas dengan tempat tidur double size dan satu meja kecil di samping tempat tidur. Di lantai atas juga terdapat satu set meja dan kursi yang sangat nyaman digunakan untuk bekerja. Desain lantai atas juga tidak kalah unik karena terdapat dua ruangan (besar dan kecil) seperti panggung kosong yang entah kegunaannya untuk apa. Untuk ruangan yang berukuran kecil saya gunakan untuk sholat. Sedangkan ruangan yang besar menurut suami saya ukurannya sangat sesuai dengan ukuran kasur double size. Mungkin seharusnya kasurnya terletak disana. Poin plus nya adalah, jika kita kesini beramai-ramai dengan keluarga, maka ruangan kosong ini dapat diberi extra bed untuk tempat tidur anggota keluarga lainnya.





Poin plus lainnya adalah sangat mudah menemukan colokan listrik di seluruh area ruang kamar di OYO 204 Blessing Residence, sehingga mempermudah untuk yang menginap namun harus menyelesaikan berbagai pekerjaan. 

Secara keseluruhan kami cukup nyaman menginap disini, karena kondisi kamarnya yang sangat bersih walaupun tergolong bugdet hotel dan berada satu atap dengan kos-kosan. 

Beberapa tips yang dapat saya bagi untuk teman-teman mama-mama yang akan menginap disini:

1. Hati-hati dengan anak tangga kamarnya.
Untuk mama-mama dengan anak usia toddlers seperti saya, anak tangga adalah hal yang menyenangkan bagi anak. Namun, menurut saya anak tangga di ruangan kamar ini agak curam untuk anak kecil dengan celah tangga yang cukup lebar. Aliyah selalu kami temani saat akan naik turun. Namun saat Aliyah kami rasa sudah cukup cakap, maka saya akan menunggunya turun di ujung bawah anak tangga. 





2. Hati-hati dengan pagar pembatas di lantai dua
Pagar pembatas di lantai dua berjarak cukup lebar antara satu tiang dengan tiang lainnya. Aliyah dengan usia 3,5 th dan berat 13,5 kg cukup untuk melewati pagar pembatas tersebut.

3. Membawa termos air panas atau pemanas air
Saya agak kesulitan saat ingin membuatkan Aliyah susu karena tidak membawa termos dan pemanas air dan di ruangan penginapan juga tidak tersedia pemanas air. Saya perlu turun kebawah, ke dapur kos-kosan untuk memasak air panas.

4. Membeli persediaan makanan sebelum ke penginapan.
Berhubung penginapannya terletak di dalam cluster dan perlu berkendara jika ingin keluar membeli sesuatu, maka sebaiknya kita membeli lebih dulu persediaan makanan yang dibutuhkan seperti air mineral, snacks, buah, dll. 



5. Gunakan jasa transportasi online untuk order makanan
Jika teman-teman mama-mama kesulitan untuk keluar membeli makanan, menggunakan jasa trasnportasi online untuk membeli makanan merupakan salah satu keputusan yang tepat. Beragam pilihan restoran tersedia di sekitar lokasi penginapan. Saat makan malam kami memutuskan untuk memesan chinese food di area G-Walk Surabaya via transportasi online, dan sarapan di pecel di Pasar Segar Citraland (untuk ke pasar segar dapat dijangkau dengan berjalan kaki).




Jika teman-teman mama-mama mempunyai keperluan di daerah Surabaya Barat dan berencana menginap dalam waktu lama, OYO 204 Blessing Residence ini salah satu rekomendasinya, mengingat harga yang ditawarkan sangat terjangkau untuk standar kawasan elit di Surabaya Barat. Untuk jarak tempuh menuju OYO 204 Blessing Residence tergolong 'lumayan' jika ditempuh dari beberapa lokasi transportasi utama, seperti bandara, terminal dan stasiun.

Berikut kisaran jarak tempuh menuju OYO 204 Blessing Residence:
  • Dari rumah saya di daerah pinggiran Sidoarjo 36 km
  • Dari Bandara Internasional Juanda Surabaya 32 km
  • Dari Terminal Bungurasih Surabaya 20 km
  • Dari Stasiun Surabaya Gubeng 16 km
  • Dari Pusat Kota Surabaya (Monumen Bambu Runcing) 15 km                                                  
Di sisi lain, karena berada di kawasan Citraland Surabaya Barat, kita tidak akan kesulitan untuk berwisata kuliner dan mencari hiburan di sekitar penginapan (dengan catatan tetap memerlukan kendaraan untuk keluar cluster karena area Citraland yang sangat luas). 

Penginapan ini sangat dekat dengan:
  • Pasar Segar Citraland Surabaya
  • Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat Surabaya
  • Ciputra Waterpark
  • Universitas Ciputra
  • Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
  • G-Walk Surabaya
  • Lopp Surabaya
  • National Hospital Surabaya
  • Supermall Pakuwon Surabaya
  • Lenmarc Mall Surabaya
Sangat mudah menemukan OYO 204 Blessing Residence di google maps untuk panduan perjalanan kita. Untuk memesan kamar di OYO 204 Blessing Residence dapat melalui aplikasi OYO Rooms atau berbagai aplikasi travelling/penginapan dengan beragam harga di kisaran Rp 250 ribu- Rp 350 ribu (tanpa promo). Saya sendiri dapat harga promo di Rp 170 ribu, hehehe. 

Bagaimana dengan weekend teman-teman mama-mama? Ada yang juga punya pengalaman menginap di OYO 204 Blessing Residence? Yuk share di sini :)

Semoga sharing saya kali ini bermanfaat ya!

Happy Weekend!