Showing posts with label TRAVELLING WITH TOODLRES. Show all posts
Showing posts with label TRAVELLING WITH TOODLRES. Show all posts

OMAH ANIN GUEST HOUSE BATU | TEMPAT MENGINAP NYAMAN DEKAT BATU SECRET ZOO

| on
January 28, 2020

Halo!

Teman-teman mama masih ingat tidak beberapa waktu yang lalu, saya sempat berbagi cerita tentang pengalaman pertama kalinya main-main ke Batu Secret Zoo? Nah, di blog post kali ini saya ingin berbagi tentang tempat kami menginap sewaktu kami ke Batu. Penginapan ini tidak fancy, dan tergolong budget guest house. Kami memang tipikal keluarga yang jarang menginap di tempat yang fancy, biasanya karena memang menyesuaikan budget. Kalau kami berencana ingin mengunjungi tempat wisata maka kami biasanya memilih penginapan yang tergolong budget, namun jika ingin sekedar staycation, yaah sesekali boleh lah menginap di tempat yang lebih fancy :P (ini sih kode haha). 


Omah Anin Guest House source: airyroom

Oke, jadi waktu itu kami menginap di Omah Anin Guest House. Letaknya tepat di seberang jalan Jatim Park 2. Dari Batu Secret Zoo kami hanya perlu berjalan sedikit, lalu menyeberang jalan ke sebuah gang perumahan yang merupakan lokasi Omah Anin Guest House. Omah Anin Guest House sendiri langsung terlihat kok dari pinggir jalan :) Menurut saya, Omah Anin Guest House adalah salah satu alternatif penginapan untuk yang sedang backpackeran ke Batu, Malang. Sebenarnya di dalam area Batu Secret Zoo juga ada hotel yang lebih fancy. Tapii, ya itu tadi, karena kami ke Batu dengan modal backpackeran, jadilah kami menginap di Batu Secret Zoo bagian geser sedikit :D

Source: airyroom

Kami check in di Omah Anin Guest House saat menjelang sore hari, setelah kami selesai berkeliling dari Batu Secret Zoo. Awalnya saya agak underestimated dan tidak ekspektasi yang bagaimana-bagaimana. Begitu check in, resepsionis menyampaikan bahwa kamar kami berada di lantai 3 (uwooww..) Lumayan juga ternyata menapaki anak tangga ke lantai 3, karena tipikal anak tangganya yang agak tinggi. Namun untuk Aliyah justru kesenangan karena sepertinya dia memang hobi berolahraga :') Kalau suami saya, cenderung diam saja, mungkin sambil menahan nafas yang ngos-ngosan karena sambil membawa ransel sekaligus menenteng stroller :D


Begitu sampai di lantai 3, saya yang tadinya agak underestimated mulai sadar kalau saya salah. Ternyata lantai 3 Omah Anin Guest House merupakan bangunan baru dengan desain yang sangat homey. Tembok bata yang dipoles dengan sangat baik, lantai keramik dengan motif tegel rasanya sangat nyaman sekali meski tergolong budget guesthouse.

Omah Anin Guest House lantai 3

Begitu masuk ke dalam kamar, ternyata kami dapat combo bed (ini istilah karangan saya sendiri sih :P). Kenapa combo bed? Karena kamarnya terdiri dari double bed dan single bed. Kami yang tadinya ingin mengajak serta mertua saya (tapi akhirnya tidak jadi) agak menyesal juga, sayang banget mama mertua tidak jadi ikut. Benar-benar recommended sih kalau kita ke Batu nya ramai-ramai.

Bedroom Omah Anin Guest House


Berhubung masih bangunan baru, jadi kondisi kamarnya sangat bersih. Fasilitas lainnya standar saja seperti televisi dengan channel lokal, AC yang masih baru dan kamar mandi dengan wastafel (yang ukurannya pas sekali dengan tinggi badan Aliyah), shower air panas dan dingin, plus gayung dan ember kecil (pardon the gayung dan ember lah ya :D)



Oh iya untuk shower nya, kebetulan kami dapat shower yang air panas nya tidak bisa di setting hangat, jadi panas nya sungguh-sungguh begitu. Mungkin ini adalah jawaban kenapa the gayung dan ember ada disitu, sepertinya untuk air hangat disilakan mengoplos sendiri antara air panas dan dingin di ember, hihi.


Bagian favorit saya, si ibu-ibu erte adalah di dalam kamar tersedia wastafel (seperti tempat cuci pirirng) dan termos air panas (membantu banget untuk teman-teman mama yang perlu memasak air untuk susu anak). Saya yang saat backpackeran selalu membawa banyak kotak makan (niat sekali nge bekel nya anda) tentu saja happy sekali bisa cuci-cuci tanpa ribet :)

Balkon Omah Anin Guest House

Bagian kedua favorit si ibu-ibu erte lainnya adalah balkon yang dilengkapi dengan jemuran. Lumayan sekali untuk menjemur baju berenang Aliyah dan bapaknya yang habis bermain-main di waterpark Batu Secret Zoo. Seandainya tidak ada jemuran, si ibu backpackeran akan kembali ke Sidoarjo Raya dengan tas ransel super berat karena isinnya baju basah :')

Oh iya, berhubung Omah Anin Guest House adalah budget guesthouse jadi harga menginap per malamnya tidak termasuk sarapan pagi. Kami pun sarapan dengan memesan makanan melaui aplikasi online, hehe. Meski kamar kami di lantai 3, ternyata ada hikmahnya juga.



Saat bangun pagi, kami bisa menyaksikan sunrise kota Batu yang cantik, dengan udara yang dingin alami, plus pemandangan Gunung Arjuna dengan siluet atap-atap rumah yang berbaris rapi. MasyaAllah... 


Overall, kami sekeluarga senang menginap semalam di Omah Anin Guest House. Sangat sesuai dengan slogannya, A Comfy Room, ruangan nya benar-benar nyaman sih. Kalau pun ada kurangnya, sepertinya hanya kamar yang tidak tersedia lemari pakaian (untuk budget guest house ini masih wajar sih) garasi untuk parkir mobil yang hanya cukup untuk dua mobil saja. Kalau seperti kami yang ke Batu selalu menggunakan transportasi kereta api, tentu bukan masalah. Tapi kalau teman-teman mama berencana membawa kendaraan pribadi ke Batu, bisa dikoordinasikan lebih  dulu dengan pihak Omah Anin Guest House nya :) Satu lagi, setiap lantai di Omah Anin Guest House memilik tema yang berbeda-beda. Namun, jika teman-teman mama ingin tipe kamar seperti kamar kami, mungkin bisa mengajukan request lebih dulu :)

Omah Anin Guest House terletak di Jalan Cendrawasih no. A7-8 Kota Batu, Malang. Untuk pemesanan teman-teman mama dapat melalui aplikasi traveling. Kalau kami kemarin memesan via Airy Room dengan rate di kisaran Rp 250,000. 

Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Selamat piknik!



SEWA STROLLER DI BATU DAN MALANG: @SEWASTROLLERBATU

| on
December 12, 2019

Halo!

Bulan lalu saya sempat berbagi cerita di blog post tentang liburan weekdays kami sekeluarga ke batu Secret Zoo. Nah, kalau teman-teman sempat membaca blog post saya tersebut,di beberapa foto terlihat Aliyah yang sedang duduk di atas stroller. Area Batu Secret Zoo yang sangat luas membuat saya memutuskan untuk mendudukkan Aliyah diatas stroller agar saya tidak kelelahan menggendongnya ia tidak mudah kelelahan. Aliyah sendiri tipikal anak yang suka sekali duduk di atas stroller, padahal kami terakhir kali punya stroller saat Aliyah berusia hampir dua tahun :)) Jadi, selama ini Aliyah hanya suka test drive stroller saja kalau pas sedang ke baby shop, haha. Sepertinya ia suka berimajinasi sedang mengendarai kendaraan ketika sedang duduk di atas stroller.

Oke, kembali ke menggunakan stroller saat di Batu Secret Zoo. Dua minggu sebelum berangkat ke Batu, saya sudah sounding-sounding ke suami untuk menyewa stroller/ micro trike untuk dibawa ke Batu. Jelas, pilihannya adalah dengan menyewa di tempat persewaan mainan anak/keperluan anak. Dua minggu mencari, ternyata stroller/ micro trike di beberapa tempat persewaan langganan pada rent out semua. Saat itu kami mencari stroller/micro trike yang ringkas, karena kami ke Malang dengan menggunakan transportasi kereta api. Kalau pun stroller nya ada di tempat persewaan lain, jatuhnya jadi lebih mahal di biaya antar karena dikirim dari Surabaya ke rumah kami di Sidoarjo. Belum lagi suami saya yang sebenarnya agak keberatan kalau kami harus menenteng-nenteng stroller di dalam perjalanan ke Malang. Katanya sih, "kita kan backpakeran, masa mau bawa-bawa stroller" :D

Kebingungan selama dua minggu, sampai sehari sebelum berangkat, kami masih juga belum menemukan tempat menyewa stroller untuk kami bawa ke Malang. Dan tepat  sehari sebelum keberangkatan, suami saya akhirnya menemukan tempat sewa stroller di Batu. Iya, akhirnya kami menemukan tempat menyewa stroller di Batu yang khusus menyewakan stroller untuk daerah wisata Batu dan sekitarnya. Ini win-win solution banget untuk kami. Aliyah tetap dapat duduk diatas stroller, saya tidak repot menggendongnya selama di Batu Secret Zoo, dan suami saya tidak perlu menenteng-nenteng stroller sepanjang perjalanan kami menuju Malang. 


Adalah Sewa Stroller Batu @sewastrollerbatu tempat kami menyewa stroller untuk Aliyah. Saya pun mencoba untuk menghubungi admin yang ternyata juga owner @sewastrollerbatu via whatsapp di siang hari saat sehari sebelum keberangkatan. Ketika itu saya masih bertanya-tanya dulu ke ownernya untuk ketersediaan stroller/ micro trike yang kami ingin sewa. Ternyata micro trike nya rent out dan tersedia alternatif lain seperti Baby Elle Rider dan Cocolatte Pockit.


Pilihan stroller di @sewastrollerbatu sangat banyak. Mulai dari stroller untuk anak yang masih bayi sampai toddlers seperti Aliyah. Stok stroller nya sangat banyak, karena setiap tipe bisa terdiri dari beberapa warna. Belum pernah tau sih tempat sewa yang menyediakan stroller sebanyak di @sewastrollerbatu.

Karena saat siang hari saya belum memutuskan akan jadi meminjam yang mana , maka saya pun belum melakukan fix order (padahal sudah tau butuh, masih milih juga :')) Last time banget, tepat menjelang pukul 9 malam, saya kembali whatsapp dengan owner @sewastrollerbatu untuk meminjam Baby Elle Rider untuk Aliyah.

Nilai plus banget untuk @sewastrollerbatu yang masih melayani saya di malam hari. Stroller fix, dan kita pun melakukan payment saat itu juga. Karena baru pertama kali meminjam, sempat terbesit rasa khawatir juga apakah meminjam di @sewastrollerbatu trusted atau enggak. Ternyata kita bisa melakukan order dan payment via Traveloka! Ini beneran kali pertama kami meminjam via Traveloka, dan emang bisa ternyata.




Di @sewastrollerbatu kita bisa meminjam stroller dengan jangka waktu harian. Rate rata-rata untuk meminjam di kisara Rp 40 rb - Rp 60 rb /hari.



Keesokan harinya, sesampai kami di Batu Secret Zoo, stroller pun diantar oleh kurir @sewastrollerbatu. Untuk pengantaran hanya bisa sebatas di gerbang masuk parkiran Batu Secret Zoo, karena dari pihak Jawa Timur Park Grup yang tidak mengizinkan adanya serah terima barang di dalam area wisata. Untuk hal tersebut tidak masalah sih bagi kami. Kondisi stroller nya sendiri sangat wangi saat kami terima. Aliyah pun nyaman dengan dudukan Baby Elle Rider. Sampai saat malam hari ketika kami berjalan-jalan di alun-alun Batu pun, Aliyah sempat tertidur di atas stroller, hihi.


Overall, pengalaman kami meminjam stroller di @sewastrollerbatu sangat memuaskan. Owner nya sangat komunikatif karena kami pun berusaha untuk terus update dengan owner nya seperti pukul berapa kami berangkat dari Sidoarjo dan sampai di Batu, sampai saat waktu mengembalikan pun kami tetap berkabar posisi kami dimana.

Untuk detail tentang info @sewastrollerbatu, teman-teman bisa cek di instagram @sewastrollerbatu atau website www.sewastrollerbatu.com :)

Semoga bermanfaat :)


MENJELAJAH EKSOTISME BANYUWANGI LEBIH HEMAT DENGAN OYO HOTELS INDONESIA

| on
December 06, 2019

Halo!

Masih segar di dalam ingatan saya ketika bertahun-tahun yang lalu, saat mudik lebaran bersama keluarga ke Banyuwangi untuk mengunjungi orangtua dari Bapak. Jalur pantai utara selalu menjadi pilihan Bapak setiap kali kami mudik ke Banyuwangi. Indahnya cahaya lampu PLTU Paiton di malam hari, putihnya pasir di sepanjang pantai di Situbondo, kokohnya ribuan pohon jati di sepanjang hutan Baluran yang terletak di antara jalur Situbondo - Banyuwangi menjadi pemandangan yang sangat memanjakan mata dan membuat kami selalu rindu untuk pulang. 

"Bertahun-tahun kemudian, Kota Banyuwangi mulai banyak berubah. Banyuwangi mulai membuka diri dengan menunjukkan segala keindahan alam yang dimiliki kepada khalayak."

Teringat  saat  saya, suami dan Aliyah berkesempatan untuk kembali berkunjung ke Banyuwangi di bulan Oktober tahun 2017 yang lalu. Awalnya dengan niat menyambangi kakak ipar yang kebetulan menetap di Banyuwangi dan berujung kami diajak berwisata mengunjungi beberapa tempat di Banyuwangi. Diantaranya adalah Taman Nasional Baluran, Air Terjun Telunjuk Raung, dan Hutan Pinus Songgon. Senangnya bukan main! Selain karena bisa quality time  bersama keluarga,  Taman Nasional Baluran yang hanya saya lewati bertahun-tahun, akhirnya bisa saya kunjungi kali ini. 

Tentang Taman Nasional Baluran

Africa Van Java, begitu julukan untuk Taman Nasional Baluran. Luasnya area padang savana dengan berbagai macam satwa liar di dalamnya membuat Taman Nasional Baluran pantas dijuluki sebagai Africa Van Java. Monyet ekor panjang, banteng, rusa, ular, kerbau dan merak menjadi penghuni tetap di taman yang namanya diambil dari nama Gunung Baluran ini.


Memerlukan waktu tempuh selama kurang lebih 1 jam 30 menit dari tempat kami di Rogojampi untuk sampai di Taman Nasional Baluran. Berangkat dari rumah menjelang siang hari, membuat kami tiba di Taman Nasional Baluran saat matahari sedang terik-teriknya. Kondisi jalan di dalam taman yang penuh bebatuan tidak membuat kami menyerah.  Keringat yang menetes tidak menjadi penghalang kami untuk menikmati indahnya Taman Nasional Baluran.


Sepanjang jalan kami bertemu dengan kelompok-kelompok kera yang setengah kelaparan. Dan sesampainya di pos pertama, MasyaAllah, meski cuaca terik, tetapi keringat kering terkena angin sepoi-sepoi. Gagahnya Gunung Baluran terlihat jelas dengan mata telanjang. Interaksi dengan monyet ekor panjang yang liar, membuat kami belajar untuk peka dan peduli dengan mahluk lain ciptaanNya.



Sejenak berhenti di titik Savana Bekol untuk mengabadikan momen, kami kembali melanjutkan perjalanan ke pantai yang terletak di ujung Taman Nasional. Adalah Pantai Bama, dengan pasirnya yang putih dan deru ombak yang memanjakan telinga.  Aliyah sempat bermain ayunan, meski sesekali digoda oleh si monyet ekor panjang. Ada satu warung yang menjual beberapa cemilan, toilet dan mushola di pantai Bama. Kami tidak berlama-lama karena matahari mulai menjorok ke barat.


Meski tidak lama, namun perjalanan ke Taman Nasional Baluran kali ini membekas dalam ingatan :) Suasana taman dan pantai seindah ini tidak bisa kami dapatkan di kehidupan sehari-hari yang dilalui di tengah kebisingan kota metropolitan. Kali lain, kami akan datang lebih pagi dengan membawa bekal makanan untuk kami, sekaligus untuk teman baru kami, si monyet ekor panjang.

Tentang Air Terjun Telunjuk Raung

Air Terjun Telunjuk Raung menjadi destinasi wisata pada hari kedua kami di Banyuwangi. Satu jam perjalanan kami tempuh dari Rogojampi untuk bisa sampai di Kecamatan Songgon, dimana lokasi Air Terjun Telunjuk Raung berada. Daerah Songgon yang berada di dataran tinggi membuat suhu disekitar lebih sejuk jika dibandingkan dengan suhu di Rogojampi ataupun di Kota Banyuwangi.


Sebelum turun ke bawah air Terjun, kami sempat menaiki rumah pohon dan berswafoto bersama. Tidak menyia-nyiakan kesempatan di alam terbuka seperti ini, saya mencoba menghirup dalam-dalam udara bersih yang masih sangat alami. Segar sekali rasanya.


Setelah dari rumah pohon, kami lalu turun menapaki anak tangga untuk menuju Air Terjun Telunjuk Raung. Berada di kaki Gunung Raung, air terjun yang sangat indah ini memang sekilas berbentuk seperti jari telunjuk. Air nya sangat jernih dan dingin. Meski cukup ngos-ngosan saat menuruni anak tangga sambil menggendong Aliyah,  rasanya terbayar dengan atmosfir alam yang tenang yang sangat jarang kami temui di kehidupan hiruk pikuk perkotaan.



Puas rasanya menikmati keindahan alam di Air Terjun Telunjuk Raung. Kali ini, karena kami datang lebih pagi, maka kami dapat menikmati pesona Air Terjun Telunjuk Raung tanpa perlu berbagi dengan pengunjung yang lain :))

Tentang Taman Pinus Songgon

Masih di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, dari Air Terjun Telunjuk Raung kami lalu melanjutkan perjalanan wisata ke Taman Pinus Songgon yang lokasinya tidak jauh begitu jauh dari Air Terjun Telunjuk Raung. Berbeda dengan dua lokasi wisata sebelumnya yang cenderung masih sangat alami, di Taman Pinus Songgon kita dapat menikmati keindahan alam hutan pinus sambil berswafoto di beberapa spot foto yang telah tersedia. 


Keponakan saya sempat mencoba flying fox dari satu tebing ke tebing lain di hutan ini. Sepertinya seru sekali. Sayangnya saya tidak mencoba karena Aliyah kukuh minta digendong oleh saya. Tidak banyak yang dapat saya lakukan di Hutan Pinus Songgon karena sambil menggendong. Padahal cukup beragam fasilitas yang disediakan di hutan ini. 

Bermain panahan, menaiki kuda atau mengendarai Jeep sambil mengitari hutan, sampai berkemah dan arum jeram tersedia di Hutan Pinus Songgon. Walaupun tidak banyak yang dapat saya lakukan kali ini, namun menikmati barisan pohon pinus di tengah udara sejuk yang masih alami menambah asupan 'vitamin' bagi jiwa dan pikiran saya.

"Ketiga destinasi wisata alam diatas hanya sebagian kecil dari destinasi wisata alam yang ada di Banyuwangi dan sekitarnya. Sebagian yang lain belum pernah saya, suami dan Aliyah kunjungi dan membuat kami penasaraan akan keindahan alam lain yang dimiliki oleh Banyuwangi."

Terngiang cerita orang tentang bagaimana indahnya blue fire di Kawah Ijen, indahnya pantai Plengkung, bercengkrama dengan para penyu di pantai Sukamade  atau bagaimana indahnya alam dan adat budaya di desa Osing, serta Taman Nasional yang belum sempat kami eksplor sepenuhnya.

Rasa penasaran ini membuat kami berencana untuk kembali mengunjungi Banyuwangi dalam waktu dekat, InsyaAllah :) Dan sepertinya kali ini kami akan menginap di hotel untuk menikmati atmosfir yang berbeda di Banyuwangi.

Hotel di Banyuwangi

Omong-omong soal hotel di Banyuwangi, saya masih sangat ingat ketika dulu saat setiap kali mudik di Banyuwangi, pilihan hotel untuk kami menginap tidak begitu banyak. Satu-satunya adalah sebuah hotel melati di seberang jalan rumah mbah. Dengan harga disekitar Rp 175,000 an semalam, dan cenderung naik di saat high season seperti lebaran, fasilitas di dalam hotel tergolong sangat sederhana. Kasur dengan tempat tidur seperti dipan, televisi dan kamar mandi ala kadarnya. Untuk memesan kamar pun harus dilakukan pada saat itu juga, tidak bisa booking jauh-jauh hari. Karenanya pernah kami sampai tidak kebagian kamar karena hotel benar-benar penuh di saat lebaran.

Beruntung di era digital seperti sekarang, semua semakin mudah untuk dilakukan, termasuk untuk memesan kamar hotel. Seiring dengan pertumbuhan Kota Banyuwangi yang semakin pesat, hotel-hotel di Banyuwangi dan sekitarnya pun semakin menjamur. Pengalaman tidak kebagian kamar hotel tidak akan terulang kembali. Apalagi dengan didukung oleh berbagai aplikasi digital, memesan hotel pun dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Pengalaman Menginap di Hotel 

OYO Hotels Indonesia, adalah aplikasi favorit yang paling sering suami dan saya gunakan dalam memesan kamar hotel. Beberapa kali kami iseng staycation di beberapa hotel di Surabaya dengan memesan kamar via OYO. Salah satu pengalaman kami menginap adalah di OYO 204 Blessing Residence di daerah barat Surabaya. Interior kamar di OYO 204 Blessing Residence sangat instagramble. Meski OYO 204 Blessing Residence berada di kawasan elit Kota Surabaya, rate kami menginap saat itu hanya Rp 170,000 an. Murah ya :)

OYO 204 Blessing Residence



Saya tidak khawatir jika lupa membawa perlengkapan mandi karena menginap dengan memesan via OYO saya akan dapat hand & body wash, body lotion, sikat gigi beserta pasta giginya, dan dua botol air mineral.




Tentang OYO 

source: www.oyorooms.com

OYO Rooms umumnya dikenal sebagai OYO  merupakan jaringan layanan perhotelan dan hotel hemat yang berasal dari India. OYO didirikan oleh Ritesh Argawal di tahun 2013. OYO salah satu perusahaan yang berkembang dengan sangat cepat di dunia. OYO menduduki peringkat ke 6 dalam jaringan perhotelan, perumahan, dan perkantoran dunia.

source: www.oyorooms.com

Sampai sekarang OYO telah berkembang menjadi lebih dari 23,000 hotel yang tersebar di 800 kota di 18 negara di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 1000 hotel yang tersebar di 100 kota di seluruh Indonesia tersedia di jaringan OYO.

Memesan kamar hotel via OYO


Berdasarkan pengalaman pribadi kami, memesan hotel via OYO sangatlah mudah. Cukup masuk ke aplikasi OYO, mencari kota yang dituju, memilih hotel yang tersedia dan tanggal menginap yang diinginkan, pembayaran, dan selesai. Tahapannya sangat sederhana, bukan? :)

Pembayarannya pun dapat dilakukan via transfer atau bayar di tempat. Setelah memesan kamar, kita akan mendapatkan sms/email/WhatsApp konfirmasi atas pemesanan kamar yang kita lakukan.


Dan jika ternyata kita tiba-tiba berubah pikiran atau ada keperluan mendadak sehingga harus membatalkan pesanan hotel yang telah dilakukan, kita bisa langsung membatalkan saat itu juga via aplikasi OYO. 


Nantinya, kita akan menerima sms konfirmasi pembatalan sebagaimana sms konfirmasi saat kita melakukan pemesanan. Benar-benar sangat mudah rangkaian proses memesan atau membatalkan pemesanan kamar hotel via OYO.

Eh, tapi bukan hanya karena proses yang mudah yang menyebabkan kami cukup sering memesan kamar via OYO. Yang paling penting sebenarnya karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau plus diskon promo yang gila-gilaan ;)) Ini lah salah satu yang menjadi penyebab mengapa suami saya sangat sering mengajak saya dan Aliyah untuk staycation dadakan :))

Promo teranyar dari OYO adalah diskon 70% untuk pemesanan kamar dimana saja. Tentu saja, saya dan suami tidak akan ketinggalan promo ini. Kami sudah berencana untuk menggunakannya ketika kami kembali berkunjung ke Banyuwangi nanti. 

Rencananya destinasi wisata kami di Banyuwangi dimulai dari yang terdekat lebih dulu, yaitu mengenal adat dan budaya Osing di Desa Wisata Osing, Kemiren. Jarak Desa Wisata Osing tidak begitu jauh jika kami berangkat dari daerah Rogojampi. Kami akan naik kereta seperti biasa dari Sidoarjo dan akan turun di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi. Lalu kami akan melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Osing, yang hanya berjarak -/+ 6 km dari Kota Banyuwangi. 

Tentang Desa Wisata Osing Kemiren

Di Desa Wisata Osing kita bisa melihat bagaiamana kehidupan adat istiadat suku Osing, suku asli Banyuwangi. Di Desa Wisata Osing, Kemiren nantinya kami akan berkunjung ke beberapa anjungan dengan konsep miniatur rumah khas Osing yang dibangun di sebelah utara desa.

source: google.co.id

Lalu menyaksikan beberapa atraksi seni dan budaya seperti Barong Osing dan Tari Gandrung. Keduanya sering dipertontokan sebagai bukti seni dan budaya yang dimiliki oleh suku Osing.

source: google.co.id

Belum lagi Angklung Paglak, permainan musik yang dilakukan di atas gubuk setinggi 10 meter. Pertunjukan seni musik Angklung Paglak ini menjadi salah satu kebudayaan yang dilestarikan di Desa Adat Kemiren Banyuwangi hingga sekarang.

source: google.co.id

Dan berhubung suami saya penikmat kopi, maka menyaksikan bagaimana proses pembuatan kopi khas Osing yang masih tradisional dan terkenal dengan cita rasanya yang nikmat di Desa Wisata Osing juga menjadi salah satu daftar kunjungan kami.

source: google.co.id

Konon, kita tidak hanya sekedar menyaksikan  pembuatan kopi namun bisa langsung ikut praktek mengolah kopi mulai dari menyangrai, menumbuk biji kopi, menyaring bubuk kopi sampai cara menyajikannya.

Capital O 1065 Sahid Osing Kemiren

Karena kali ini kami berencana untuk menginap di hotel, maka kami mulai mencari hotel murah di Banyuwangi via OYO. Capital O 1065 Sahid Osing Kemiren menjadi pilihan kami untuk bermalam di Desa Kemiren. Capital O 1065 Sahid Osing Kemiren yang sangat asri, dengan desain kamar yang mengusung tema Indonesia rasanya sangat pas dengan tujuan destinasi wisata kami.

souce: www.oyorooms.com/id

souce: www.oyorooms.com/id

souce: www.oyorooms.com/id

Alam sekitar yang masih sangat asri khas pedesaan selalu menjadi favorit kami dalam memilih tempat wisata. Dengan harga normal Rp 321,429 an/ malam untuk kamar tipe deluxe, rasanya sangat worthy. Dan harga segitu belum di diskon 70%. Jadi kebayang kan, betapa hematnya memesan kamar dengan memanfaatkan promo dari OYO :)) Menang banyak lah pokoknya :))

souce: www.oyorooms.com/id

souce: www.oyorooms.com/id
Traveling Tips

Saya dan suami punya 5 tips sederhana saat akan melakukan sebuah perjalanan agar perjalanan kami lancar, dan pulang dengan rasa bahagia dan pikiran yang fresh. Berikut tips nya, siapa tahu bisa sedikit membantu teman-teman yang akan melakukan perjalanan :)



  1. Tentukan budget liburan. Bagi kami, menentukan budget untuk liburan sangatlah penting agar biaya liburan tidak mengganggu pos keuangan lain.
  2. Buat rencana liburan sesuai dengan budget sedetail mungkin. Dari besarnya budget yang telah ditentukan, maka selanjutnya kita dapat menyusun rencana liburan secara detail seperti akan berlibur kemana, menggunakan alat transportasi apa, lalu akan menginap dimana, sampai urusan kuliner dimana pun dapat dicatat :)
  3. Cek aplikasi OYO untuk referensi menginap hemat namun nyaman. Kita tentu sudah sama-sama tau kalau pilihan penginapan di OYO sangat variatif dengan harga yang sangat terjangkau. Ini akan sangat membantu kita untuk tetap on budget saat liburan karena telah cermat memilih tempat menginap. Ingin penginapan hemat namun tetap instagramable, pasti ada di OYO :)
  4. Siapkan fisik dan jaga kesehatan. Kondisi fisik dan kesehatan juga sangat perlu diperhatikan sebelum kita melakukan perjalanan panjang. Apalagi jika punya anak kecil seperti kami. Jauh hari sebelumnya saya selalu berusaha menjaga pola makan Aliyah dan memastikan ia cukup banyak istirahat sehingga ketika hari H tiba, Aliyah dalam keadaan fit dan tidak kelelahan.
  5. Jaga mood untuk selalu happy selama liburan. Menjaga mood untuk selalu happy memang tidak mudah. Saya sendiri juga terkadang masih suka tiba-tiba badmood kalau ada yang berjalan tidak sesuai rencana. Namun, suami saya selalu menjadi pengingat bahwa kita sedang liburan, liburan dengan senang hati supaya lebih bahagia. Jadi kalau dibuat badmood, lebih baik di rumah saja, katanya :))
Jadi, mau bagaimana dan kemana pun perjalanan liburan kita, selalu dinikmati dengan senang hati ya :) Dan tidak perlu khawatir untuk akomodasi seperti penginapan/hotel karena di Indonesia Raya tercinta ini #PastiAdaOYO yang membantu kita menemukan penginapan yang kita inginkan.

Untuk detail tentang OYO Indonesia, teman-teman bisa di cek di Instagram OYO @oyo.indonesia dan Twitter @oyoindonesia.


Selamat Liburan!