Showing posts with label DAILY ACTIVITIES. Show all posts
Showing posts with label DAILY ACTIVITIES. Show all posts

DIY: Kalender Sederhana Untuk Anak & Tips Mengenalkan Konsep Waktu Pada Anak

| on
September 27, 2021


Assalamu'alaikum. 

Halo! 


Aliyah sedang belajar mengenal hari dan tanggal. Dia lagi suka-sukanya menandai hari Sabtu dan Minggu dimana dia punya screen time untuk menonton Youtube atau bermain game, atau hari dimana saya punya janji mengajak dia ke supermarket misalnya. Hihi. Lucu jadinya. 


Akhirnya saya kepikiran untuk mengenalkan kalender padanya. Saya pun mencoba mencari-cari kalender anak di e-commerce. Kalender yang saya temukan di e-commerce kebanyakan bentuknya seperti kalender umum namun disertai aktivitas anak-anak. Kalender yang saya cari sebenarnya kalender yang lebih sederhana karena Aliyah baru saja mau memulai mengenal hari, tanggal dan bulan.


Setelah scorlling up down di e-commerce  akhirnya saya menemukan satu toko yang menjual kalender dengan bentuk yang sederhana. Kalendernya dibuat dengan mengadaptasi pendekatan Montessori. Ah, saya kepincut bener dengan kalender tersebut. Sedihnya, harga kalendernya ternyata cukup pricey bagi saya hehehe. 


At the end, saya putuskan untuk mencoba membuat kalender sendiri untuk Aliyah. Kebetulan sudah lama saya tidak bikin bikin sesuatu untuk Aliyah. Saya pun mencoba membuat kalender sederhana untuk anak-anak yang sedang belajar hari, tanggal dan bulan. Kalender yang saya buat hanyalah berisi info hari, tanggal dan bulan yang sebenarnya akan lebih bagus jika disertai info cuaca, dan emosi anak. Namun saya masih kesulitan menemukan gambar yang pas dan selaras. Jadi, yah bentuknya seperti ini dulu :)


Kalender ini saya buat di Canva. Desainya sangat basic namun untuk aplikasinya saya sedikit mengadaptasi dari metode Montessori. Di kalender buatan saya belum ada tanggal merah dan lain-lain. Harapannya, anak-anak dapat belajar mengenal waktu secara pelan-pelan dan lebih mudah. Cara menggunakan kalender ini cukup mudah, anak-anak tinggal melingkari tanggal, hari dan bulannya. Di bagian bawah dapat ditulis lagi hari, tanggal, bulan dan tahunnya.


Teman-teman dapat melihat video cara pakainya disini ya :)

(yang divideo saya kelupaan tidak ada kolom tanggal di bawah, tapi sudah saya edit di file nya :)))


Omong-omong kalender ini saya buat dalam dua versi, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, teman-teman dapat mengunduhnya di link berikut :)


My Calendar

Kalender ku


Setelah berhasil print file, jangan lupa untuk langsung melaminating kalendernya ya :) Agar nantinya dapat dihapus tulis oleh anak-anak :) Bagian atas kalender juga dapat dilubangi jika ingin digantung (milik Aliyah saya tempelkan di kulkas, karena kulkas adalah tempat yang paling sering Aliyah singgahi di dalam rumah, hahaha)


Oh iya, sebelum menulis, pastikan untuk menggunakan spidol boardmarker agar tulisannya dapat dihapus dan tulis ulang. Di video saya pakai spidol dari @deliindonesia :)


A little notes and tips:


Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengenalkan anak pada konsep waktu :) Berikut beberapa tips mengenalkan anak konsep waktu yang dapat saya bagi dari pengalaman saya dan Aliyah juga dari beberapa referensi :)


1. Pada usia lebih dini, kita dapat mengenalkan anak mengenai konsep waktu, seperti hari dan bulan melalui nyanyian. Banyak sekali lagu yang mengandung konsep waktu pada liriknya seperti:

Lagu nama-nama hari, lagu nama-nama bulan, lagu Naik Delman, lagu Pagiku Cerahku, Libur Telah Tiba, lagu hari-hari besar keagamaan seperti Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Hari Lebaran, dan lain-lain.


2. Mengenalkan rutinitas harian pada anak. Dengan membuat rutinitas harian anak, anak dapat mulai belajar mengenal konsep pagi hari, siang hari, dan malam hari. Kita dapat membagi aktivitas anak kedalam tiga waktu tersebut dan menjelaskan pada anak seperti saat pagi hari ia akan bangun tidur, minum air, sarapan, mandi, dan seterusnya. 


ALSO READ: TIPS MEMBUAT RUTINITAS HARIAN UNTUK ANAK 


3. Menandai hari yang spesial bagi anak seperti hari ulang tahunnya atau hari ulang tahun ayah ibu, kakek nenek atau kerabat dekat. Kita dapat menghitung mundur hari spesial yang ditunggu dengan menggunakan kalender.


4. Menyebutkan hari dan waktu yang detail saat membuat janji tertentu dengan anak misalnya saat mengajak anak untuk main di playground. Misalnya seperti, "InsyaAllah nanti hari minggu siang mama ajak ke mall ya, kita main di playground".


5. Membacakan anak buku cerita yang berhubungan dengan konsep waktu.


6. Bagi teman-teman mama yang muslim, mengenalkan konsep waktu pada anak juga dapat melalui waktu sholat kita. Saat kita sholat, kita dapat mengajak serta anak, ataupun kalau anak belum mau atau belum bisa, paling tidak saat akan sholat kita dapat mengatakan pada anak, "Mama mau sholat subuh/dhuhur/ashar/maghrib/isya dulu ya  nak" :)


Kurang lebih inilah kelima tips yang dapat digunakan untuk mengenalkan konsep waktu pada anak :) InsyaAllah semoga nantinya anak-anak kita dapat tumbuh menjadi individu yang dapat memanfaatkan dan menghargai waktunya dengan baik di jalan yang sesuai dengan ridhoNya. Aamiin :)


Kalau teman-teman mama, ada yang juga punya cerita tentang mengenalkan konsep waktu kepada anak? Atau mungkin punya tips lain untuk mengenalkan konsep waktu pada anak? Yuk cerita sama-sama disini :)


Semoga bermanfaat ya :)




Yummy App: Aplikasi Resep Masakan Andalan Mama Memasak Di Rumah

| on
November 15, 2020

"Mama, ada apa buat di makan?"

"Mama, aku pengin cemilan"

"Mama, ayuk bikin kue yuk" 

Halo!

Ada yang sering familiar dengan celotehan diatas? Hihi. Saya sih setiap hari mendengar celotehan diatas keluar dari mulut kecil Aliyah, anak saya. Sejak Aliyah sekolah di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, bawaannya ingin makan cemilan terus (jangankan Aliyah, mama dan baba nya pun sama :P)


Lebih sering menghabiskan waktu di rumah tidak jarang membuat kita lebih sering BM (Banyak Mau) terhadap makanan dan mulai lah kepikiran "hmm.. enaknya makan apa ya", iya tidak sih? hihi. Rasanya kalau ada cemilan atau beberapa variasi makanan yang tersedia di rumah, waktu yang lebih banyak dihabiskan di rumah rasanya jauh lebih seru dan tidak membosankan. 

Berhubung masih dalam masa-masa mengurangi waktu keluar rumah dan jajan diluar, alhasil memasak makanan atau cemilan sendiri jadi satu-satunya jalan keluar. Selain karena kita dapat menjamin kebersihan makanan yang dimakan, memasak makanan sendiri dapat membantu kita menghemat anggaran jajan di luar, hehehe. 


Belakangan, saya baru tau juga kalau ternyata memasak dapat memberi dampak positif pada kondisi psikologis seseorang. Memasak dapat membantu kita untuk lebih mindfulness dan juga dapat dijadikan terapi untuk mengurangi stres ataupun sebagai bentuk self-love terhadap diri sendiri.

 

Salah satu yang menjadi persoalan dalam menghadapi ke-BM-an anak, suami bahkan diri sendiri terhadap makanan yang ingin dimakan adalah saya kurang begitu mahir dalam memasak, terutama cemilan :') Biasanya yang paling standar saya hanya bikin pancake atau churros, atau gorengan sederhana seperti pisang goreng :') 


Sedangkan untuk roti atau kue kami biasanya harap-harap cemas menanti kiriman dari adik saya yang kebetulan hobi baking. Ya kalau adik saya pas lagi bikin, kalau tidak, yah terpaksa roti tawar lagi, roti tawar lagi :')



Sekali waktu, Aliyah minta dibuatkan cemilan. Saya pun mencoba membuat kentang goreng. Rencananya saya akan membuat kentang goreng kekinian seperti yang biasa kami beli saat sedang berjalan-jalan di mall. Resep hasil mengira-ngira sudah ditangan. Eksekusi sudah dilakukan, namun ternyata hasil berkata lain. Kentang goreng buatan saya saling melekat satu sama lain. Angan-angan menikmati kentang goreng ala mall kini tinggal kenangan :') 

Pengalaman gagal membuat kentang goreng dan juga pengalaman GTM Aliyah karena bosan dengan menu makan hariannya, pada akhirnya memaksa saya untuk terus cari cara bagaimana supaya dapat membuat makanan khususnya membuat cemilan anti gagal yang lebih bervariasi untuk Aliyah. 


Saya pun mengunduh Yummy App, aplikasi memasak dari IDN Media untuk mendapatkan inspirasi resep masakan. Terhitung 6 bulan berjalan sejak pertama kali saya mengunduh Yummy App sampai sekarang. Alhamdulillah resep-resep masakan atau cemilan dari Yummy App membuat kami dapat terlepas dari kutukan roti tawar atau balada kentang goreng lengket.




Karena sudah yakin dengan percaya dengan resep masakan di Yummy App, maka saya kembali mencoba membuat kentang goreng dengan bekal contekan resep dari Yummy App agar Aliyah tidak bosan dengan menu cemilan yang "elu lagi, elu lagi" sekaligus untuk suami saya juga karena suami saya tergolong tim 'asin' kalau urusan cemilan. 


Kali ini pilihan saya jatuh pada resep Stick Kentang Keju BBQ, resep kentang goreng dengan rating 4.5 dan telah dilihat oleh 432 orang. Waktu memasaknya juga tergolong singkat, hanya 30 menit saja dengan budget Rp 30,000 untuk 5-6 porsi (jelas hematnya ini mah..)


Cara membuat Stick Kentang Keju BBQ juga sangat sederhana ciri khas Yummy App yang terkenal dengan konten memasak dalam 5 langkah saja. Nah, apa saja bahan yang dibutuhkan untuk membuat stick kentang keju BBQ dan bagaimana cara membuatnya? Yuk mari disimak :)



STICK KENTANG KEJU BBQ

Bahan Dasar:

  • 400 gr kentang kukus, ditimbang setelah dikukus dan dikupas
  • 100 gr tepung maizena
  • 75 gr keju cheddar
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt bawang putih bubuk (saya pakai 1 siung bawang putih yang dihaluskan)
  •  1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt penyedap jamur
  • 1/2 sdt gula
  • 3 helai daun bawang, iris

Bahan Pelengkap:

  • Bumbu Bubuk BBQ (saya pakai bumbu kaldu jamur)
  • Saus keju (saya pakai mayonaise)
  • Saus Sambal

Cara memasak:

STEP 1

Hancurkan kentang yang sudah dikukus hingga lembut

STEP 2 

Tambahkan tepung maizena, keju cheddar, garam, bawang putih bubuk, merica, penyedap jamur, gula, dan daun bawang. Uleni hingga kalis.

STEP 3

Siapkan alas, lalu taburi dengan tepung maizena. Giling adonan kemudian potong memanjang sesuai selera.

STEP 4 

Panaskan minyak, goreng kentang hingga kuning kecoklatan. Tiriskan.

STEP 5

Beri taburan bubuk BBQ, aduk hingga merata. Sajikan Stik Kentang Keju BBQ dengan bahan pelengkap sesuai selera.




Jadi deh Stick Kentang Keju BBQ untuk cemilan di rumah :) Akhirnya saya bisa membuat cemilan yang lebih bervariasi berkat inspirasi resep dari Yummy App. Tidak disangka, rasa stik kejunya enak, mirip dengan stick keju kekinian yang ada di mall yang dulu biasa kami beli dan tentu saya berhasil membuatnya tidak melekat antara satu dengan yan lain. Say goodbye lah saya ke balada kentang goreng lengket. Bye! 

"Kentang gorengnya enak ma!" kata suaminya saat mencicipi Stik Kentang Keju BBQ buatan saya

Nah, dari pengalaman saya menggunakan Yummy App selama 6 bulan terakhir, saya mau merekomendasikan Yummy App ke teman-teman mama agar kegiatan memasak di rumah menjadi lebih seru dengan inspirasi resep dan berbagai fitur dari Yummy App. 



Rating Yummy App di Google Play 4.5 dengan 15 ribu review dan 1 Juta downloads

Rating, review dan jumlah downloads ini update terbaru yang saya lihat di Playstore. Seingat saya sewaktu saya mengunduh Yummy App 6 bulan yang lalu, rating nya 4.4 dengan review sekitar 11 ribu dan jumlah download yang hanya setengahnya. Surprisingly, Yummy App bertumbuh dengan cepat dalam 6 bulan terakhir, wow!




Ukuran file hanya 15 MB

Biasanya kalau akan mengunduh sebuah aplikasi kita suka merasa galau karena ukuran file nya yang cenderung besar yang tentunya akan butuh space memori smartphone yang lebih besar juga. Nah, teman-teman mama tidak perlu khawatir karena Yummy App hanya butuh 15 MB saja dari memori smartphone teman-teman mama :)




Bebas Masak Apa Saja Dengan Mudah

Di Yummy App teman-teman mama bisa bebas ingin masak apa saja mulai dari masakan nusantara sampai masakan internasional, mulai dari makanan pembuka, makanan utama, sampai makanan penutup serta cemilan semuanya ada. Memasaknya pun dengan cara yang mudah karena setiap resep disajikan dengan video tutorial ataupun foto sesuai step by step nya.




Inspirasi Resep Mudah Hanya Dengan 5 Langkah

Kalau ada dari teman-teman mama yang merasa masak itu susah dan ribet, ini tidak berlaku jika kita masak dengan resep masakan dari Yummy App. Di Yummy App setiap resep ditulis hanya dalam 5 langkah sederhana. Saya yang awalnya merasa masak itu susah jadi merasa #MasakituGampang dengan resep dari Yummy App.




Bisa dapat pengasilan tambahan dari Upload Resep dan Referral

Untuk teman-teman mama yang hobi memasak dan punya kumpulan resep kreasi sendiri yang jadi favorit, langsung deh manfaatkan fitur Upload Resep yang ada di Yummy App. Setiap minggu biasanya Yummy App punya event Jago Masak yang bisa kita ikuti dengan mengupload resep masakan kreasi kita. Nantinya akan ada hadiah uang tunai jutaan rupiah yang siap menanti teman-teman mama jika berhasil terpilih menyelesaikan misi di setiap minggunya.



Saya sempat upload resep ikan Pallumara khas Sulawesi Selatan favorit keluarga kami. Ternyata seru juga bisa upload resep di Yummy App. Seperti berasa jadi chef beneran hihi.



Oiya, setelah teman-teman mama terdaftar sebagai pengguna di Yummy App, teman-teman mama juga dapat mendapatkan uang dengan memanfaatkan program referral di Yummy App. Tinggal ajak teman atau kerabat kita untuk mengunduh Yummy App dengan kode referral yang kita punya, kita bisa dapat uang tambahan dalam bentuk Yummy Point yang bisa kita redeem nantinya :) 





Bisa cari resep berdasarkan bahan makanan yang kita punya

Pernah tidak teman-teman mama merasa bingung harus masak apa karena bahan yang ada di kulkas sangat terbatas? Kalau punya Yummy App, kita pasti akan tenang-tenang saja meski bahan yang kita punya di kulkas hanyalah diantara 3T (kalau tidak tempe ya tahu atau telur :')) 




Bahan sederhana seperti si 3T dapat diolah menjadi masakan yang menarik hanya dengan memanfaatkan fitur "Masak" yang ada di Yummy App. Tinggal ketik nama bahan yang kita punya di filter nya dan muncul deh variasi resep dari bahan makanan yang kita punya di rumah.




Bisa masak sesuai budget yang kita punya

Di saat tanggal tua dan budget yang dipunya sedang tipis-tipisnya, membuat kita harus pintar-pintar mengatur budget agar tetap dapat memasak makanan yang bervariasi untuk anak dan suami. 


Nah di Yummy App kita bisa manfaatkan fitur Masak Hemat 10K. Disana nantinya akan ada kumpulan resep dengan budget sebesar Rp 10,000 saja! 




Resep masakan kekinian di Yummy App

Cari resep si odading yang lagi viral?  Atau ragam olahan dari Indomie? Semuanya ada di Yummy App. Resep masakan kekinian mulai dari cemilan seperti odading, lumpia indomie sampai budae jigae khas Korea ada semua.




Masak Resep dari Chef Ternama

Selain memasak resep dari dapur Yummy atau resep dari hasil upload teman-teman mama, di Yummy App kita juga bisa mendapatkan inspirasi resep dari chef ternama seperti chef Arnold, Chef Degan, Chef Gilang dan  chef yang lainnya. Siap-siap deh cooking at home like a pro :)




Jadi Partner Kita Untuk Memulai Bisnis Kuliner

Kalau teman-teman punya rencana ingin memulai usaha kuliner tapi bingung mau jual apa. Nah di Yummy App ada event online Cooking Class yang dipandu oleh chef ternama. Di cooking class ini, selain kita belajar membuat resep masakan, kita juga akan diberikan tips yang terkait dengan cara menjalankan bisnisnya mulai dari budgeting hingga cara pengemasan yang menarik. 



Yummy Online Cooking Class saat ini sudah masuk Vol.3 dengan tema Bisnis Jajanan  Pasar. Teman-teman mama yang berminat bisa langsung daftar dan cari infonya di Yummy App :) Oiya online class di Yummy App bisa kita ikuti secara GRATIS ya :)

Satu lagi, di bulan Desember nanti Yummy akan mengadakan event Indonesia Memasak, perayaan home cooking yang akan digelar secara online. Kita semua bisa banget ikut serta di event ini. Kita pantau terus update nya di sosial media Yummy ya :)

Nah, itu dia 10 fitur dan kelebihan Yummy App versi saya. Sejauh ini pengalaman saya menggunakan Yummy App sangat menyenangkan. Selain membantu saya menemukan inspirasi resep masakan, dari Yummy App peluang saya untuk mendapatkan penghasilan tambahan terbuka sangat lebar :) 

Bagaimana teman-teman mama sudah mulai kepikiran juga untuk mengunduh Yummy App untuk mendapatkan inspirasi resep masakan atau penghasilan tambahan? Atau malah ada yang sudah action lagi cari-cari smartphone nya untuk mengunduh Yummy App? :)) 




Yummy App dapat teman-teman unduh di Playstore dan App Store dengan langsung klik link nya ya. Follow juga media sosial Yummy di Instragram: @yummy.idn Facebook: YummyappIDN Twitter: YummyApp_ Youtube: OfficialYummyidn Tiktok: @yummyapp


Semoga bermanfaat ya :)



by.U: Operator Digital Pertama Yang Bikin Hati Nyaman, Kantong Aman

| on
November 09, 2020

Halo!

Ternyata sudah 9 bulan lamanya ya kita menjalani hari di masa pandemi. Untungnya, saat ini kita hidup di era serba digital. Rasa bosan dan mati gaya selama di rumah bisa banget diakali dengan beragam aktivitas yang bisa dilakukan secara digital salah satunya dengan berinternet ria :)) 


Kerja dari rumah, sekolah dari rumah, olahraga di rumah, berbelanja online, ikut kelas online, ketemu dengan keluarga dan teman online,  streaming film, buka channel Youtube buat belajar masak atau referensi kuliner, hiburan buat anak, semua pakai internet. Internet benar-benar sudah menjadi kebutuhan sehari-hari macam sembako.


Nah, PR saya sebagai mama milenial adalah bagaimana caranya supaya bisa tetap berinternet ria kapanpun, saat tanggal muda sampai tanggal tua gigi tinggal dua, saat kantong basah maupun kantong kering  :') Saya pun mulai kode ke suami, curhat minta trik mengatur alokasi yang pas untuk internet agar stabilitas ekonomi negara eh, keluarga tetap aman. Suami saya hanya bilang, 'iya nanti dicari dulu', kalau sudah begitu ya saya bisanya harap-harap cemas sambil tetap pakai provider yang ada namun sinyalnya antara ada dan tiada. 


by.U Provider Digital Pertama 


"Pakeeet" suara favorit mama-mama sejagad raya terdengar di siang bolong. Ternyata, paket untuk suami saya, bentuknya kecil, tipis. Isinya ternyata provider seluler. Tulisannya by.U. Apa nih by.U, pikir saya waktu itu. 

Saat bertanya ke suami tentang by.U, suami saya jelasin "Ini baru. Keluaran Telkomsel. Bagus nih. Provider Digital Pertama, belinya di aplikasi by.U, pilih nomornya sendiri, langsung isi pulsa sendiri di aplikasi, terus tinggal pilih deh mau dikirim pakai apa kartunya, dan ongkos kirimnya juga gratis" Ternyata suami saya diam-diam sudah menginstal aplikasi by.U di smartphone saya.


by.U Bikin Hati Nyaman, Kantong Aman


Sejak pakai by.U dari 6 bulan yang lalu, saya sih merasa nyaman dan aman banget. Nyaman di hati karena kuota dan sinyalnya lancar, terus aman juga di kantong karena pilihan paket data nya super hemat. Pokoknya internetan bisa #SemuanyaSemaunya. 


Nih, saya ceritain ya. Di by.U tuh kita bisa pilih paket data #SemuanyaSemaunya atau Build Your Own Plan (BYOP). Tinggal pilih deh mau beli kuota berapa GB dengan masa aktif  suka-suka kita juga.


Nah, kalau suka butuh pakai internet tanpa batas seperti keluarga saya, ada paket 1,5 Mbps buat unlimited  internet dengan pilihan masa aktif 7 hari dan 30 hari (ini favorit saya sih, hehe).


Terus pas kantong lagi kering-keringnya atau tanggal lagi tua-tuanya tapi tetap butuh internetan bebas tanpa batas, langsung deh pilih paket 1 Mbps yang harganya mulai dari Rp 1,000 saja, (wow!) dengan masa berlaku mulai dari 1 jam, 3 jam, 6 jam, sampai 1 hari.


Gimana? Mulai penasaran juga untuk pindah ke lain hati pakai by.U supaya bisa internetan #SemuanyaSemaunya? Teman-teman mama bisa langsung cek ke website https://www.byu.id/id Sedangkan, untuk detail cara registrasi kartu by.U, daftar harga paket by.U, dan download aplikasi by.U teman-teman bisa langsung baca-baca artikelnya di jalantikus.com, platform teknologi yang menyediakan beragam informasi seputar gadget, games, film, anime dan informasi teknologi lainnya :)


Semoga bermanfaat ya :)






DIY SAND PAPER LETTER

| on
July 31, 2020


Halo!

Apa kabar teman-teman mama? Semoga sehat selalu ya :) Di blog post sebelumnya saya sempat berbagi cerita tentang Belajar Membaca Dengan Makna dari Buku Montessori: Keajaiban Membaca Tanpa Mengeja, yang di dalam nya ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menemani anak-anak dalam belajar membaca dengan makna, salah satunya adalah dengan mengenalkan bentuk huruf kepada anak melalui sand paper letter.

Tadinya saya tidak terlalu ngeh juga apa itu sand paper letter, hehe. Lalu setelah mencari tau, ternyata sand paper letter adalah huruf alfabet yang terbuat dari kertas amplas. Basically, karena anak-anak lebih mudah mengenal hal secara konkret dan nyata, maka sand paper letter ini dapat digunakan oleh anak untuk meraba dan menyentuh bentuk huruf alfabet sehingga bagi mereka huruf-huruf tersebut tampak konkret dan nyata. Sedangkan tulisan huruf diatas kertas ternyata bagi anak-anak adalah hal yang cukup abstrak. Oleh karena itu, harapannya dengan mengenalkan sand paper letter pada anak, anak-anak menjadi lebih mudah paham dan mengerti bentuk dari beragam huruf :)

Saya pun mencoba membuat sand paper letter untuk Aliyah di rumah karena sebelumnya sempat kebingungan mencari dimana yang menjual sand paper letter ini hehe. Yo wis lah, daripada bingung nyari-nyari yang jualan (belum lagi biasanya aparatus nya Montessori tuh agak pricey bagi saya imho :P) lebih baik dibikin sendiri saja di rumah. Tidak perlu yang super duper rapi banget yang penting dapat fungsi dan tujuannya (sebuah pembenaran dari orang yang ga bisa bikin apa-apa dengan rapi, :')) Nah, kalau teman-teman mama ingin mencoba membuat juga di rumah, saya coba sharing step by step nya versi saya yah :) Silakan bisa dimodifikasi sendiri sesuka hati setenang jiwa :)

DIY SAND PAPER LETTER 

Bahan:

1 lembar kertas amplas
2 lembar kertas karton warna
lem 

Alat:

Penggaris
Pensil
Penghapus
Gunting
Cutter (opsional)

Step by Step:

Siapkan bahan dan alat yang diperlukan. Untuk kertas amplas nya saya menggunakan kertas amplas dengan merek TOHO (saya sebenarnya kurang mengerti merek kertas amplas dan se-dikasihnya sama bapak yang jualan hehe, hanya menurut saya merek ini teksturnya pas, tidak terlalu kasar dan tidak terlalu halus juga, dan ketebalannya tidak begitu tebal jadi InsyaAllah lebih mudah untuk digunting). Menurut saya kertas amplas yang berwarna hitam lebih baik daripada yang berwarna merah karena huruf alfabet yang dibuat akan lebih eye catching bagi anak jika hurufnya berwarna hitam :)


Balik bagian belakang kertas amplas. Nah, di bagian belakan kertas amplas ini yang kemudian akan kita gambar huruf alfabetnya :) Sebelumnya, bagi kertas amplas menjadi kotak-kotak kecil berukuran 3,5cm X 3,5 cm agar besar huruf nantinya kurang lebih sama. Oh iya, kertasnya sebaiknya tidak digunting dulu yah, agar nantinya kita lebih mudah menggambar hurufnya satu persatu :)


Setelah gambar kotak selesai, sekarang mulai deh buat tulisan huruf alfabetnya satu persatu. Disini akan agak tricky nih karena kita menggambarnya harus secara terbalik, jadi misalnya huruf a kecil yang menghadap ke kiri harus digambar dengan menghadap ke kanan, dan begitu seterusnya untuk huruf-huruf lainnya :) Saya sendiri sempat salah juga menggambarnya hehe, untungnya karena pakai pensil jadi mudah untuk dihapus dan diambar ulang.


Cek n ricek semua huruf apakah sudah benar tulisannya atau belum. Kalau sudah langsung deh digunting satu persatu (ini bagian yang agak minta sabaarnya banyakan dikit :'D) Hasilnya nanti akan seperti pada gambar :)



Terus, siapkan kertas karton warna 2 lembar (warna nya bisa dipilih yang sesuai dengan warna favorit anak. Sama dengan kertas amplas yang dibagi kotak-kotak, kertas kartonnya juga dibagi kota-kotak. Versi saya, dibuat dengan ukuran 5,5cm X 6,5 cm atau 5 kotak mendatar dan 3 kotak menurun (lah macam TTS nih hahaha). Kalau sudah digambar kotak-kotaknya, langsung deh digunting :)


Sekarang tinggal menempelkan huruf alfabetnya ke atas kertas karton. Menempel hurufnya bisa agak di pinggir sedikit dengan tujuan anak-anak dapat leluasa membedakan tekstur yang kasar dari kertas amplas dan tekstur halus dari kertas karton :) Untuk menempel, versi saya, saya suka pakai lem Fox karena beneran multipurpose glue banget, daya rekatnya untuk kertas lebih rekat jika dibandingkan dengan lem kertas biasanya yang bening-bening itu. Untuk menempel kayu seperti stik es krim ataupun biji-bijan untuk anak-anak belajaran jauh lebih rekat juga kalau pakai lem Fox :)


Kalau sudah ditempel semua hurufnya, jadi deh sand paper letter nya :)

TIPS BERMAIN SAND PAPER LETTER

Dari buku Montessori: Keajaiban Membaca Tanpa Mengeja, cara main sand paper letter sederhana saja. Jadi kita bisa pelan-pelan mengenalkan hurufnya ke anak sedikit demi sedikit, misalnya 3 huruf saja dulu. Kita bisa meminta anak untuk meraba dan merasakan tekstur kasar dari hurufnya, mengarahkan jari nya mengikuti bentuk hurufnya, lalu meminta anak untuk menyebutkan huruf yang disentuhnya. Jika diantara huruf yang disebutkan ada yang salah, kita bisa membantu anak untuk mengingatnya dan mengulangnya lagi keesokan harinya :) 

Sand paper letter ini nantinya juga dapat manjeadi tahapan pra menulis bagi anak, karena anak secara tidak langsung mengenal alur bentuk dari sebuah huruf :) Oiya, untuk versi video DIY Sand Paper Letter ini teman-teman bisa main-main ke instagram saya @ajengnatassia disana saya highlight story sandpaperletter :)

Selesai deh sharingnya tentang DIY Sand Paper Letter. Btw, ada teman-teman mama yang pernah buat sand paper letter juga kah? Yuk, share sama-sama disini :)

Semoga bermanfaat :)








TIPS MEMBUAT RUTINITAS HARIAN UNTUK ANAK

| on
July 19, 2020


Halo!

Apa kabar teman-teman mama? Satu minggu berlalu sejak tahun ajaran baru sekolah anak-anak dimulai, dan masih dengan kondisi yang sama, anak-anak masih bersekolah dari rumah, semoga teman-teman mama masih senantiasa setroong dan semangaat yaa *pelukan virtual kita ya*. Menyambut tahun ajaran baru kali ini, saya dan Aliyah sedang mencoba untuk lebih teratur (mau bilang disiplin tapi kok ya belum sesuai realita :')) dalam menjalani hari-hari kami berdua di rumah. Tekad bulat untuk mencoba menjalani hari dengan lebih teratur kali ini diwujudkan dengan membuat daily activities plan untuk Aliyah yang secara tidak langsung juga merupakan daily activities plan saya sehari-hari.

Ide membuat daily acitivites plan ini sebenarnya sudah sejak...... disaat Aliyah masih berusia 3 tahun, namun tertunda hingga baru terealisasi tahun ini (wow, sebuah penundaan yang bisa disambi gedein anak yang baru lahir sampai anaknya bisa lari-larian :')) Iya, begitu lah ceritanya, karena memang sewaktu Aliyah berusia 3 tahun, saya pernah mengikuti kelas membuat kesepakatan dari Keluarga Kita dan daily activities plan ini sedikit banyak merupakan hasil belajar dari kelas tersebut (meski sedikit berbeda, karena membuat kesepakatan lebih ke arah membuat aturan yang disepakati di rumah untuk membangun disiplin positif dalam keluarga :))

Saya dan Aliyah sehari-hari di rumah sebenarnya sudah mempunyai rutinitas, namun terkadang masih sangat acak, dan Aliyah juga belum begitu mengerti banyak tentang rutinitas harian. Aktivitas sekolah di rumah membuat saya yang sangat kurang disiplin ini tersadar kalau sebaiknya saya tidak menurunkan 'ke kurang disiplin an' saya pada Aliyah. Oleh karena itu, akhirnya dicoba membuat rutinitas harian bersama Aliyah dengan format yang disesuaikan dengan kemampuannya saat ini. 

Rutinitas harian yang kami buat berjudul daily activities plan, karena bagi kami ini merupakan panduan awal untuk membangun rutinitas harian yang lebih teratur. Kata 'plan' ditujukan untuk proses belajar tentang rutinitas harian yang baru dimulai dan untuk mengondisikan anak-anak yang terkadang mood nya masih suka berubah-ubah.


Pada 18 Juli 2020 yang lalu, saya berkesempatan mengikuti kelas online dari Klinik Anakku Surabaya tentang Motivation & Dicipline, Strategi Belajar dari Rumah. Di dalam materi tersebut, tante psikolog dari Klinik Anakku juga menyarankan untuk membuat rutinitas harian untuk anak selama di rumah saja, karena paling tidak, rutinitas harian dapat mengurangi stres pada anak selama masa pandemi sekaligus mendukung proses sekolah dari rumah. 

Oke, sepertinya cerita pendahuluannya sudah agak (ke)panjang(an) hehe, langsung saja, saya ingin berbagi sedikit tips dalam menyusun rutinitas harian untuk anak di rumah. Semoga tips ini dapat sedikit membantu teman-teman mama yang juga ingin mencoba membuat rutitinas harian di rumah bersama anak :)



Tips Membuat Rutinitas Harian (Daily Activities Plan)

  • Poin penting dalam membuat rutinitas harian adalah menyesuaikannya dengan usia dan kemampuan anak saat ini. Versi Aliyah, berhubung Aliyah belum bisa membaca dan juga belum bisa melihat jam, jadi rutinitas yang kami buat berdasarkan gambar :) Untuk waktu nya dibuat juga dengan gambar yang dibagi dalam 4 waktu, yaitu pagi, siang, sore dan malam :) Banyak sedikitnya aktivitas yang dilakukan juga disesuaikan dengan usia anak :) Untuk adik-adik yang berusia 3 tahun misalnya, rutinitas nya bisa dimulai dari 3-4 aktvitas saja. Untuk kakak-kakak yang sudah sekolah dasar mungkin bisa lebih kompleks dengan jam dan tulisan yang detail. Oh iya, rutinitas yang dibuat dengan banyak gambar konon akan lebih mempermudah anak karena sejatinya anak-anak lebih mudah menerima hal yang bersifat konkret seperti gambar, daripada bentuk tulisan yang bagi mereka merupakan hal yang cukup abstrak  :)

  • Melibatkan anak dalam proses membuat rutinitas harian. Saya dan Aliyah membuat daily activites plan bersama-sama agar Aliyah dapat lebih memaknai setiap proses dan tujuannya. Saya hanya menjelaskan kepadanya kalau ini adalah gambar yang biasanya dilakukan Aliyah setiap hari, mulai pagi hingga malam hari. Membuat bersama-sama akan membuat anak lebih bersemangat, merasa terlibat dan bertanggung jawab atas rutinitas harian yang dibuat bersama :)

  • Daftar rutinitas dibuat berdasarkan kesepakatan bersama. Untuk kakak-kakak hal ini akan lebih mudah karena dapat dilakukan sambil mengobrol dan diskusi bersama. Sedangkanguntuk adik-adik atau anak seusia Aliyah juga sudah mulai bisa diajak berdiskusi dengan bercerita, seperti "Aliyah setiap pagi biasanya ngapain aja". Mulai dari sini kita dapat merunut aktivitas yang biasa dilakukan oleh anak sehari-hari. 

  • Setelah jadi, daftar rutinitas hariannya dapat ditempel di tempat yang 'sangat terlihat' agar anak-anak dapat selalu 'mengintip' apa saja yang perlu dilakukan hari ini, apa yang terlewat/belum dan apa yang sudah dilakukan. Kalau misalnya masih tersedia ruang kosong pada daftar rutinitas harian anak, boleh juga dibuat tempat untuk tanda 'check' untuk aktivitas yang sudah dilakukan. Untuk tanda 'check' dapat menggunakan pensil sehingan dapat dihapus tulis lagi untuk keesokan harinya :)

  • Rutinitas harian diusahakan dilakukan secara konsisten dan sambil tetap memberi kesempatan pada anak untuk terus mencoba secara pelan-pelan dan tanpa terburu-buru. Tentunya karena masih dalam tahap belajar, diawal akan sangat banyak realita yang tidak sesuai dengan ekspektasi, jadii keep calm mama :)
Apa saja sih manfaat dari membuat rutinitas harian?

Dari kelas Motivation, Discipline: Strategi belajar dari Rumah, Klinik Anakku Surabaya yang saya ikuti, ada beberapat manfaat rutinitas harian bagi anak, diantaranya:

  • Rutinitas harian dapat membantu untuk membentuk jam biologis yang konsisten pada anak.
  • Dapat menciptakan rasa aman karena rutinitas yang terpola.
  • Membantu mengurangi stres pada anak, terutama selama pandemi dan sekolah dari rumah.
  • Menumbuhkan kedisiplinan
  • Mengajarkan tanggung jawab
  • Melatih kemandirian
Lumayan juga ya manfaat dari membuat rutinitas harian untuk anak :) Lalu bagaimana aplikasinya pada saya dan Aliyah selama 2 minggu terakhir? Alhamdulillah, Aliyah mulai belajar tentang rutinitas harian yang perlu dilakukan oleh nya sehari-hari. Aliyah mulai menyadari kalau setiap pagi "saya harus ngapain", siang "ngapain lagi ya" dan seterusnya. Terkadang Aliyah malah yang mengingatkan saya, "mama Yaya belum ini, belum itu" hehehe. Namun, namanya masih tahap belajar, terkadang juga masih ada saja yang terlewat :) 


Oh iya, membuat rutinitas harian ini bagi saya secara personal sebenarnya jadi gampang-gamang susah, karena secara tidak langsung membuat saya yang 'kurang disiplin' mau tidak mau jadi ikutan belajar dan lebih "berupaya" lagi dalam melakukan rutinitas sehar-hari. Misalnya setiap pagi harus sarapan, dari yang sebelum saat belum menyusun rutinitas harian, jam makan pagi Aliyah biasanya agak siang menuju 'brunch' sekarang menjadi lebih pagi yang berarti saya harus bergerak lebih cepat lagi. Tapi tentunya ini lebih ke arah positif bagi saya. Kalau pun sedikit kelelahan dan kewalahan, berarti waktunya beristirahat :)


Bagi teman-teman mama yang juga ingin mulai menyusun rutinitas harian untuk anak, berikut attahcment file PDF Daily Activities Plan versi saya dan Aliyah :) 



Beberapa aktivitas nya disesuaikan dengan aktivitas Aliyah sehari-hari, dan mohon maaf kebetulan ini versi nya untuk anak perempuan hehehe. Kalau ingin  membuat sendiri, untuk gambarnya bisa teman-teman mama download dari Google atau pakai aplikasi Canva :) Di dalam daily activities plan versi Aliyah ini ada beberapa aktivitas seperti sholat, mengaji, minum susu, mandi, makan, sekolah di rumah, bermain, dan lain-lain yang detail dan proses membuatnya bisa dilihat disini yaa :)


Semoga sharing saya kali ini bermanfaat ya teman-teman :)




Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak dan Membuatnya Menjadi Lebih Menyenangkan Bersama Let's Read

| on
June 17, 2020

Halo!

"Mama, tolong bacain buku ini ya"

Ibu mana yang tidak senang hatinya saat mendengar pinta itu, pinta yang keluar dari bibir kecil dan disampaikan dengan mata berbinar dan rasa ingin tahu yang besar.  Tentu, hal ini tidak terjadi begitu saja. Layaknya orang yang sedang jatuh cinta dan ingin saling mengenal lebih dekat, menumbuhkan rasa ingin tahu dengan membaca buku juga diawali dengan berkenalan, lalu sering bertemu dan bercerita, yang lama-kelamaan membuat jatuh cinta pada kegiatan membaca buku.

"I Love You, Honey Bunny" adalah judul buku pertama milik Aliyah. Buku ini dibeli dengan rasa obsesi saya untuk mengenalkan buku kepada Aliyah kecil, yang saat itu berusia 1 tahun. Rasa obsesi itu tumbuh setelah saya membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa kegiatan membaca buku untuk anak di usia 1 tahun adalah salah satu stimulasi yang dapat dilakukan untuk merangsang kecerdasan otak anak, sekaligus mengembangkan daya imajinasi dan kemampuan berpikirnya. "I Love You, Honey Bunny" , buku dengan ornamen telinga kelinci dipilih dengan harapan Aliyah tertarik dengan telinga kelinci dan gambar berwarna di dalamnya. Paling tidak, meski kala itu Aliyah belum dapat membaca (ya iya, kan masih 1 tahun hehe) Aliyah sudah dapat mengenal bentuk dari sebuah buku. Buku, benda yang kelak menjadi jendelanya untuk melihat dunia lebih dekat.

Buku Pertama Aliyah

Bersama buku tentang petani sapi (yang setiap bagiannya sudah habis disobek oleh Aliyah) "I Love You, Honey Bunny" menjadi alat perekat bonding saya dengan Aliyah kecil. Rasanya, waktu itu menjadi sangat berharga dan selalu terkenang hingga sekarang. Sampai sekarang "I Love You Bunny" masih tersimpan dengan baik dengan kucel sedikit serta warna yang tak lagi cemerlang, namun Aliyah masih sangat sayang. Sesekali kami masih membukanya, memegang telinganya yang mulai usang, dan saling bercerita tentang isi bukunya yang sangat manis.

Aliyah saat berusia 1 tahun

Di suatu malam, masih di saat Aliyah berusia 1 tahun lebih, secara random saya mengajak Aliyah ke sebuah toko buku di kota kami. Suami saya sampai tidak habis pikir mengapa saya mengajak Aliyah kecil ke toko buku, malam hari pula. Tapi, keinginan untuk memberi Aliyah bahan bacaan baru tak terbendung, karena di rumah Aliyah sudah mulai suka membolak-balik lembaran buku yang tipis yang sebenarnya belum sesuai untuk usianya.

Aliyah saat membaca buku di toko buku

Malam itu Aliyah kecil yang sudah berpiyama sangat bersemangat meski belum begitu mengerti tempat yang dikunjunginya. Ia duduk di sebuah kursi kuning kecil sambil membuka lembar demi lembar buku warna warni pilihannya. Masih dalam obsesi saya untuk mengenalkan buku kepada Aliyah, kami mulai melihat-lihat buku yang pas untuknya. "Aku bisa bilang, Masya Allah" menjadi pilihan kami waktu itu, sebuah board book berwarna orange dengan gambar kartun gadis kecil bernama Naura yang menjadi covernya.

Di sebuah artikel yang saya baca tentang buku untuk anak memang menuliskan bahwa untuk anak yang berusia 1 tahun, buku berwarna dengan halaman yang lebih tebal atau buku kain dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat agar buku tidak mudah rusak. Sebuah studi yang dilakukan oleh sekelompok psikolog di Florida, Amerika Serikat terhadap balita usia dibawah 1 tahun sampai dengan usia 1 tahun menunjukan bahwa balita yang dibacakan buku dengan karakter tertentu akan lebih mudah fokus dan mengingat cerita yang dibacakan kepadanya. Dengan membacakan cerita dari buku "Aku bisa bilang, Masya Allah" kami berharap Aliyah dapat mulai belajar mengenal penciptaNya dan mengingat bahwa setiap melihat keindahan akan sekitarnya, ia tidak lupa untuk mengucap Masya Allah sama seperti Naura, karakter gadis kecil di dalam buku tersebut. Sampai sekarang, buku "Aku bisa bilang, Masya Allah" masih tersimpan rapi dengan kondisi yang sangat baik.

Buku Ketiga Aliyah

Sewaktu Aliyah menginjak usia 2 tahun, Aliyah terindikasi mengalami sedikit keterlambatan dalam kemampuan berbicaranya. Loh kok bisa, padahal kan sudah dikenalkan dengan buku sejak usia 1 tahun? Iya betul, ternyata sebelumnya saya suka mengenalkan buku kepada Aliyah, namun dalam praktik membacakan bukunya belum saya lakukan dengan intens. Atas saran dari terapis dari sebuah klinik tumbuh kembang anak di kota kami, tempat kami berkonsultasi mengenai kemampuan berbicara Aliyah, saya mencoba untuk lebih sering membacakan buku cerita untuk Aliyah di waktu siang hari ataupun menjelang tidur di malam hari. Saya sendiri bukan tipikal orang yang senang bercerita atau mengobrol. Oleh karena itu, membacakan Aliyah sebuah buku menjadi alat bagi saya dan Aliyah untuk saling bercerita sekaligus memberi stimulasi kepadanya agar kemampuan berbicaranya dapat berkembang sesuai dengan yang kami harapkan.

Kalau diingat-ingat lagi, sebenarnya banyak momen-momen penting di keluarga kami yang melibatkan momen membaca buku selain untuk sekedar mengenalkan buku ataupun mengkhususkan untuk memberi stimulasi pada Aliyah. Diantaranya adalah ketika saya akan menyapih Aliyah di saat usianya 2 tahun lebih 2 bulan. Membacakan Aliyah sebuah buku menjadi salah satu cara untuk mengalihkan perhatiannya agar tidak minta menyusu di malam hari. Alhamdulillah cara tersebut berhasil. Sampai sekarang, saya masih sangat ingat momen bergadang selama seminggu dalam rangka menyapih itu.

Membaca buku di dalam kereta api

Membaca buku juga menjadi penyelamat Aliyah dari rasa bosan di setiap perjalanan kami keluar kota. Berhubung kami suka bepergian dengan menggunakan moda transportasi kereta api, maka membaca buku menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan di dalam kereta. Biasanya kami membawa 2 sampai 3 bahan bacaan atau kadang sampai satu tas berukuran sedang karena Aliyah ingin membawa lebih banyak :D. Buku-buku yang dibawa adalah buku-buku yang sedang menjadi favorit Aliyah waktu itu. Kebiasaan membawa buku saat bepergian terus berlanjut sampai sekarang.

Mencari buku di bazar

Seiring bertumbuhnya Aliyah, jenis buku yang kami kenalkan kepadanya pun semakin bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan usianya saat itu. Suatu kali, di kota kami sedang dibuka bazar buku terbesar di Indonesia. Tentu saja, saya dan Aliyah tidak ingin ketinggalan. Dengan budget yang sudah dipersiapkan dari rumah kami berangkat ke bazar tersebut. Waktu itu budget kami tidak banyak karena kami juga perlu menyisihkan untuk keperluan lainnya. Pikir saya, ah tidak apalah, yang penting bisa dapat satu atau dua buku yang bagus untuk Aliyah sudah Alhamdulillah. Beberapa list jenis buku yang akan dibeli juga sudah dibuat. List tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan Aliyah di usianya saat itu, agar sampai di bazar kami tidak kalap dan tidak bingung mencari bukunya. Diantara list tersebut tentu saja ada list kosong, yang bisa diisi oleh Aliyah dengan buku pilihannya sendiri.


Menurut kami, melibatkan anak dalam memilih bahan bacaannya juga salah yang penting untuk membuatnya cinta membaca. Salah satu yang berkesan dari bazar buku ini, adalah karena bazar yang diadakan setiap satu tahun sekali, setiap itu pula saya dan Aliyah turut serta, namun tiap tahunnya kami selalu membawa pulang buku-buku yang berbeda :)). Misalnya tahun ini kami membawa buku stiker yang dilengkapi dengan cerita untuk menstimulasi motorik Aliyah. Tahun berikutnya kami bisa membawa pulang buku pop-up yang bercerita tentang anak yang berulang tahun sambil belajar mengenal angka dan berhitung sederhana.

Koleksi buku Aliyah di rumah sebenarnya tidak begitu banyak. Yah itu tadi, rata-rata adalah buku yang dibeli dari toko buku atau bazaar (yang dibeli dengan budget tertentu) ataupun yang dibeli saat kami sedang berjalan-jalan santai di car free day. Harga buku yang dibeli juga rata-rata masih cukup terjangkau oleh kami. Pernah kami membeli buku cerita dengan diskon lumayan di sebuah supermarket. Waktu itu bukunya dibanderol dengan harga 6 ribu rupiah saja, hehehe. Majalah anak-anak terbitan lama namun masih dalam kemasan plastik dengan harga 10 ribu rupiah dapat 3 juga selalu menjadi incaran kami saat sedang berjalan santai di car free day. Kesemuanya tentu saja dibeli atas kesepakatan saya dan Aliyah dalam memilih bersama. Saya percaya, buku yang dipilih oleh Aliyah akan membuat Aliyah selalu bersemangat menunggu saat saya membaca buku pilihannya.

Beberapa buku yang dipinjam secara online

Lalu, apakah bahan bacaan untuk Aliyah semuanya adalah hasil membeli? Tentu saja tidak :) Sekali waktu kami pernah membaca di perpustakaan keliling yang ada di alun-alun kota kami saat akhir pekan. Belakangan, kami cukup sering meminjam buku secara online yang Alhamdulillah masih satu provinsi dengan kota kami, yang berarti ongkos kirim yang perlu kami bayar juga tidak begitu besar. Dengan modal yang tidak besar, Aliyah sudah bisa mendapatkan bahan bacaan baru yang lebih bervariasi.

Cerita saya diatas sepertinya hanya berputar-putar tentang cara saya mendapatkan buku dan obsesi saya mengenalkan buku kepada Aliyah ya? hehehe. Namun ternyata, kebiasaan yang saya dan Aliyah lakukan sejak ia di usia 1 tahun manfaatnya sangat terasa sampai sekarang ia menginjak usia hampir 5 tahun. Dari kebiasaan-kebiasaan tersebut, ternyata pelan-pelan dapat menumbuhkan minat baca yang begitu besar kepada Aliyah. Ia akan selalu penasaran saat sebuah paket buku pinjaman tiba di rumah kami, dan langsung meminta saya agar membacakan buku tersebut untuknya. Aliyah yang dulunya sempat mengalami keterlambatan dalam berbicara, menjadi kaya akan kosakata karena mendengar saya membacakan buku cerita dengan nyaring untuknya. Belum lagi kebiasaan lain seperti sholat, menjaga kebersihan, berpuasa, mengenal kuman dan virus yang semuanya diketahui dan dipahami oleh Aliyah dari hasil membaca buku yang berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Jika ingin belajar atau mengenalkan suatu kebiasaan pada Aliyah, maka kami akan mulai dengan membaca buku yang berkaitan dengan kebiasaan tersebut :)

Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dari kebiasaan membacakan anak sebuah buku, apalagi jika dilakukan dengan suara nyaring. Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh AAP (American Academy Of Pediatrics) menunjukkan bahwa kualitas dan kuantitas membaca buku bersama antara orangtua dan anak pada masa awal bayi sampai balita dapat memperkaya kosakata anak hingga 4 tahun kemudian. Kualitas membaca buku pada balita dapat menumbuhkan keterampilan membaca awal sedangkan kuantitas dan kualitas membaca pada balita juga sangat terkait dengan keterampilan literasi yang muncul di kemudian hari seperti keterampilan menuliskan namanya sendiri saat anak berusia 4 tahun. Percaya atau tidak, hal ini juga terjadi kepada Aliyah. Aliyah mulai dapat menuliskan namanya sendiri, meski masih sedikit terbalik :))

Menumbuhkan Minat Baca pada Anak

Semakin kesini, saya semakin menyadari bahwa menumbuhkan minat baca dan budaya membaca kepada anak sangatlah penting dan tidak boleh terlewatkan di dalam pola pengasuhan. Apalagi di era sosial media seperti sekarang dimana segala informasi dapat tersebar dengan sangat cepat, dan diringi pula dengan gerak jempol yang tidak kalah cepat, yang kadang saking cepatnya, tidak lagi sempat berpikir untuk mencari kebenaran informasi tersebut dengan membaca dan mencari tahu.


Dari data Kementrian Pendidikan dan Kebudayan Indonesia, angka buta aksara di Indonesia semakin berkurang namun tidak diiringi dengan tumbuhnya budaya membaca. Ini membuktikan bahwa tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah. Sedangkan data dari UNESCO menunjukkan tingkat literasi Indonesia menduduki peringkat ke-70 dari 165 negara di dunia.
Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kecakapan, akses, alternatif dan budaya. Rata-rata indeks Alibaca nasional adalah 37,32% yang masih tergolong rendah, - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan-
Tingkat literasi di Indonesia yang masih tergolong rendah ini patut menjadi fokus kita, para orangtua, untuk menumbuhkan minat baca anak dan membentuk pola pikir anak kalau membaca itu menyenangkan.

Beragam penelitian telah membuktikan bahwa membacakan anak buku sedini mungkin mempunyai banyak manfaat bagi anak di kemudian hari. Berdasarkan cerita pengalaman saya diatas, ada beberapa tips yang dapat saya bagi untuk teman-teman mama yang ingin memulai untuk menumbuhkan minat baca anak, membangun budaya membaca dan membentuk pola pikir anak kalau membaca itu menyenangkan.



Berikut beberapa tips dalam menumbuhkan minat baca pada anak:
  • Mengenalkan anak kepada buku dapat dimulai sedini mungkin sejak anak masih bayi/balita. Pada poin ini penting untuk tidak sekedar obsesi belaka namun minim praktika seperti saya yang terobsesi mengenalkan buku kepada Aliyah, namun membacakannya hanya sesekali (yang saya lakukan kepada Aliyah di saat Aliyah berusia 1 tahun). Membacakan anak buku secara intens akan jauh lebih terasa manfaatnya di kemudian hari :) Kalau versi saya dan Aliyah, waktu yang tepat untuk membaca buku adalah di siang hari di sela-sela waktu bermain santai dan di malam hari pada saat menjelang tidur. Lama durasinya pun bervariasi antara 15 - 30 menit.
  • Memilih buku yang sesuai dengan usia dan tahap tumbuh kembang anak. Buku yang sesuai untuk anak yang masih bayi tentu akan berbeda dengan buku untuk anak di usia balita, anak-anak, hingga remaja. Berikut rekomendasi buku untuk anak yang disesuaikan dengan usia anak:
  • Usia bayi sampai 2 tahun: Di rentang usia ini, buku berisi gambar yang berukuran besar dengan warna yang cerah, serta cerita dengan karakter tertentu yang terbuat dari boardbook tebal atau kain/busa dapat agar buku tidak mudah rusak dapat menjadi pilihan teman-teman mama.
  • Usia 3 sampai 5 tahun: Di rentang usia ini, biasanya anak sudah mulai mengenal huruf, angka dan bentuk. Buku yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari, liburan, bersekolah, kehidupan binatang juga akan menarik minat baca anak usia 3-5 tahun.
  • Usia 5 sampai 8 tahun: Buku dengan alur cerita yang cukup kuat dengan tokoh yang menarik dapat menarik minat baca anak di rentang usia ini. Daya imajinasi anak yang mulai terbentuk akan membuatnya tertarik dengan tokoh dan alur cerita dari buku yang dibacanya. Poin pentingnya adalah, meski anak sudah mulai dapat membaca bukunya sendiri, kita sebagai orangtua tetap perlu menemani anak dalam membaca, menjelaskan maksud dari cerita di bukunya dan pelajaran apa yang dapat diambil dari cerita di buku tersebut :)
  • Usia 9 sampai 11 tahun: Di rentang usia ini, buku tanpa gambar sudah dapat dipilih sebagai bahan bacaan untuk anak. Buku dengan cerita yang detail namun tanpa gambar dapat mengembangkan imajinasi anak yang kelak dapat meningkatkan daya pikir dan kreatifitasnya di kemudian hari.
  • Usia 12 tahun keatas: Anak di usia menjelang remaja umumnya mulai tertarik dengan buku seperti novel yang mempunyai alur cerita tentang keseharian dengan tokoh dalam novel yang memiliki pengalaman yang serupa dengan kehidupan anak sehari-hari. Buku sejenis ensiklopedia juga dapat menarik minat baca anak di usia ini.

  • Membacakan anak buku dengan suara nyaring secara rutin. Kecintaan anak terhadap budaya membaca tentu tidak serta merta tumbuh begitu saja. Rutinitas membaca buku yang dilakukan sehari-hari lama-kelamaan akan membuat anak jatuh cinta terhadap buku dan menganggap kalau kegiatan membaca itu menyenangkan. Di sisi lain, berbagai penelitian telah dilakukan oleh para ahli seperti psikolog anak maupun dokter anak yang menunjukkan bahwa membacakan anak sebuah buku dengan suara nyaring mempunyai banyak manfaat bagi anak dan orangtua.
Orang-orang akan rela mengantri selama berhari-hari dan membayar ratusan dollar jika ada pil yang dapat melakukan segalanya bagi anak-anak seperti yang halnya yang dilakukan dengan membaca nyaring. Membaca nyaring akan memperluas minat mereka terhadap buku, kosakata, pemahaman, tata bahasa dan rentang perhatian. Sederhananya, membaca nyaring adalah 'oral vaksin' bagi literasi
-Jim Trelease, The Read-Aloud Handbook-
Jika kita rutin membersamai anak dalam membaca buku secara nyaring, maka akan banyak manfaat yang kelak dirasakan oleh kita dan anak di kemudian hari. Nah, apa saja sih manfaat yang kita dapat dari membacakan buku secara nyaring?
  • Membaca buku secara nyaring akan membangun bonding yang erat antara orangtua dan anak melalui aktifitas membaca buku bersama. Buku dapat menjadi perantara antara orangtua dan anak untuk saling berkomunikasi secara dekat dan intens.
  • Melalui kegiatan membaca nyaring, anak akan mendapatkan pengalaman untuk merasakan kegembiraan dari kisah cerita yang dibacakan. Hal ini akan membuat anak dapat dengan mudah menyukai cerita dari buku yang dibacakan.
  • Dengan membaca nyaring, kita dapat memberi contoh model membaca lancar dengan benar kepada anak yang kelak dapat mengasah kemampuan membaca anak.
  • Kegiatan membaca dengan nyaring akan memperkaya kosakata anak karena kosakata dari membaca buku tentu akan berbeda dengan kosakata yang digunakan di dalam bahasa sehari-hari.
  • Secara tidak langsung akan membangun kesadaran dan empati serta pemahaman anak-anak kita tentang kemanusiaan dan dunia sekitar.
  • Dalam jangka panjang, membaca nyaring juga dapat meingkatkan kemampuan membaca pada anak.
  • Kalau kita rutin membacakan anak buku dengan nyaring, lama-kelamaan kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan tersebut dapat menumbuhkan minat baca anak dikemudian hari.
  • Anak yang dibacakan cerita dengan nyaring mempunyai aktivitas otak yang lebih signifikan di area asosiasi visualnya, dengan kata lain daya imajinasi anak akan lebih terasah dan membuat mereka menjadi pembaca yang lebih baik di kemuadia hari karena telah terlatih untuk melihat apa yang terjadi di dalam cerita dari sebuah buku.
  • Buku yang dibaca dengan nyaring akan mendukung kemampuan akademis anak di masa depan karena telah terbiasa membaca kisah dari sebuah buku. 
Saya sempat mengobrol dengan seorang sahabat yang berprofesi sebagai psikolog anak di salah satu klinik tumbuh kembang anak tentang manfaat membacakan buku secara nyaring bagi aspek psikologis anak. Dari obrolan tersebut saya jadi tahu kalau ternyata efek suara dari ibu atau ayah yang membacakan buku dapat membuat anak menghayati nuansa emosi dari kisah atau cerita dari buku yang dibacakan. Anak akan lebih mudah peka pada tanda-tanda emosi, lebih peka pada situasi sosial-emosional orang lain dan dapat memberi contoh kepada anak untuk mengekspresikan emosi mereka secara terbuka. Menurut sahabat saya lagi, aktivitas membacakan buku secara nyaring menjadi penting karena sekarang banyak kasus anak bisa membaca dengan baik namun hanya sekedar membaca atau membunyikan kata namun tidak memahami makna dari kata tersebut. Hal senada juga dijelaskan oleh Vidya Dwina Paramita seorang Montessorian di dalam bukunya yang berjudul "Montessori: Kejaiban Membaca Tanpa Mengeja", bahwa penting untuk mengajarkan anak untuk tidak sekedar membaca namun juga paham akan makna apa yang dibacanya.
Menurut aku, membacakan buku secara nyaring itu banyak manfaatnya. Jadi efek suara (intonasi, volume, kecepatan) ketika kita membacakan buku membuat anak menghayati nuansa emosi dari kisah atau cerita yang sedang dibaca itu. Selain membangun emosi antara anak dan orangtua, anak juga bisa lebih peka pada tanda-tanda emosi, peka pada situasi sosial-emosional orang lain, dan tentu saja memberi contoh juga kepada anak untuk mengekspresikan emosi secara terbuka  -Bonifacia Sherlince Lau,M.Psi (psikolog anak di salah satu klinik tumbuh kembang anak Surabaya)
  • Menata buku anak dengan cara tertentu untuk menarik minat baca anak. Di dalam buku Montessori Play and Learn, Lesley Britton menjabarkan cara menata buku anak di rumah ala Montessori agar anak tertarik untuk membaca buku, yaitu dengan meletakkan buku di sebuah rak yang dapat dijangkau dengan mudah oleh anak dengan judul buku menghadap ke depan untuk memudahkan anak mengambil buku yang ingin dibacanya. Kalau pun tidak ada rak khusus, kita dapat menyusun bukunya di sebuah meja kecil yang mudah terlihat oleh anak :)
  • Mengajak serta anak dalam memilih buku yang akan dibacanya. Dari pengalaman saya bersama Aliyah dalam mencari bahan bacaan, tidak semua buku yang kami baca harus didapatkan dengan cara membeli. Itupun kalau dengan membeli, kami mempunyai budget yang telah ditetapkan sebelumnya agar tidak mudah kalap, khususnya saat sedang berkunjung di bazar buku murah. Alternatif lain bagi kami dalam mendapatkan buku untuk Aliyah yaitu dengan sesekali membaca di perpustakaan keliling yang ada di alun-alun kota kami. Alternatif lainnya, biasanya kami meminjam buku secara online di tempat peminjaman online langganan kami. Biasanya saya akan meminta Aliyah untuk memilih buku mana yang membuat tertarik untuk kami beli atau pinjam. Kami akan diskusi mengenai isi buku yang dipilih dan memutuskan yang mana yang akan kami beli atau pinjam. 

Berikut beberapa alternatif dalam menambah variasi buku untuk dibaca oleh anak selain dengan membeli:
  • Mengajak anak mengunjungi perpustakaan daerah atau perpustakaan keliling di kota tempat kita tinggal. Selain mendapatkan variasi buku baru untuk dibaca, suasan yang perpustakaan yang berbeda juga dapat membuat anak lebih antusias dalam membaca buku yang dipilihnya.
  • Tukar pinjam dengan teman sebaya. Kalau teman-teman mama mempunyai anak yang usia nya sebaya dengan anak sendiri, dan juga sama-sama suka membaca buku, tukar pinjam dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan variasi bahan bacaan bagi anak. Tapi tentu saja karena bukan milik sendiri, kita perlu menjelaskannya kepada anak kalau buku tersebut adalah pinjaman dan digunakan dengan hati-hati :)
  • Meminjam buku secara online. Saat ini, meminjam buku secara online telah menjadi tren di kalangan ibu-ibu jagad instragram. Saya pribadi sangat terbantu dengan adanya pinjam buku online ini. Biasanya kita tinggal membayar iuran keanggotaan untuk satu tahun (rata-rata iuran ini cukup terjangkau jika dibandingkan dengan membeli buku baru). Sama seperti tukar pinjam, kita perlu menjelaskan kepada anak kalau buku yang dipinjam online bukanlah buku milik sendiri, jadi perlu kehati-hatian dalam menggunakannya :)
  • Mengunduh aplikasi perpustakaan digital. Aplikasi perpustakaan digital salah satu alternatif yang paling praktis dan paling hemat bagi yang ingin mendapatkan ragam bahan bacaan baru. Kalau teman-teman membuka Play Store ataupun App Store dan memasukkan kata kunci 'perpustakaan digital' maka nantinya akan keluar beragam aplikasi perpustakaan digital yang dapat diunduh oleh teman-teman mama. Di tengah kondisi pandemi yang masih serba terbatas seperti sekarang ini, rasanya perpustakaan digital menjadi sangat pas untuk kita dalam mendapatkan bahan bacaan baru, khususnya dalam hal ini bahan bacaan untuk anak.
  • Dari kesemua tips dalam menumbuhkan minat baca pada anak, ada satu poin penting yang juga tidak boleh terlewat bagi kita para orangtua. Kita adalah orang pertama yang akan selalu diteladani, ditiru dan dicontoh oleh anak. Jika kita ingin menumbuhkan minat baca pada anak kita, maka kita pun perlu memberi contoh kepada anak kalau kita juga mempunyai minat baca yang begitu besar. Kalaupun belum begitu terbiasa, kita dapat memulainya dengan pelan-pelan. Kita dapat memilih buku bacaan yang sesuai dengan minat kita. Bukunya tidak harus tebal, bisa dimulai dengan buku yang tipis lebih dulu. Kita dapat membaca buku di depan anak, dan menunjukkan kepada anak kalau ibu atau ayahnya suka membaca karena membaca adalah kegiatan yang menyenangkan.
Aplikasi Perpustakaan Digital "Let's Read"




Satu bulan yang lalu, saya baru saja mengetahui kalau ada aplikasi perpustakaan digital yang khusus berisikan buku cerita digital bagi anak-anak. Aplikasi tersebut adalah Let's Read (Ayo Membaca), aplikasi perpustakaan digital yang diprakarsai oleh Books for Asia dari The Asia Foundation sejak tahun 2017. Bagi saya, Let's Read menjadi sedikit berbeda dengan aplikasi perpustakaan digital lainnya, karena ragam buku cerita digital di dalamnya sangat kaya unsur budaya, kearifan lokal dan budi pekerti. Oleh karena itu, jika membaca buku di Let's Read kita dapat memilih bahasa yang ingin kita gunakan mulai dari bahasa Indonesia, Inggris sampai bahasa daerah seperti Jawa dan Bali.

Buku-buku cerita digital yang ada di Let's Read sebagian besar merupakan hasil kolaborasi dengan para pegiat literasi dan masyarakat umum yang memiliki tujuan yang sama yaitu mengembangkan buku cerita yang kaya akan  nilai budaya bangsa. Kolaborasi tersebut telah melibatkan penulis, ilustrator, desainer, penerbit serta organisasi dari beberapa negara di dunia seperti Amerika Serikat, Denmark, Korea, India, Kamboja, Filipina, Myanmar, Vietnam, Nepal, Jordania, Belanda, Panama, Afrika Selatan, Thailand, Singapura dan ibu pertiwi kita, Indonesia.


Saya mengunduh Let's Read secara gratis dari Play Store sebagai alternatif untuk mendapatkan variasi buku cerita bagi Aliyah dalam rangka menumbuhkan minat baca dan budaya membaca kepada Aliyah. Syukurlah ukuran file dari aplikasinya tidak begitu besar, hanya 2,8 MB, sehingga tidak memakan ruang penyimpanan pada gawai milik saya yang telah penuh sesak :') Meski ukuran file nya tidak begitu besar, namun ragam buku cerita di dalamnya ternyata lumayan banyak. Dengan mengunduh aplikasi Let's Read saya merasa sangat terbantu dalam mendapatkan variasi bahan bacaan untuk Aliyah di tengah pandemi yang serba terbatas seperti sekarang ini. 

Pengalaman Membaca Buku Cerita di Let's Read



Setelah mengunduh aplikasi Let's Read, saya kemudian menunjukkannya kepada Aliyah di saat waktu membaca bersama kami tiba. Aliyah sangat antusias saat kali pertama saya mengajaknya membaca buku cerita digital di Let's Read. Seperti kebiasaan kami yang sudah-sudah, saya meminta Aliyah untuk memilih cerita mana yang ia inginkan untuk saya bacakan. Pilihan Aliyah jatuh pada buku yang berjudul COVIBOOK karya Manuela Molina. Buku ini bercerita tentang si virus Corona dengan cara yang lucu dan khas anak-anak. Aliyah yang sebelumnya juga sudah pernah membaca cerita tentang virus Corona, sangat menyukai isi cerita dari COVIBOOK. "Ma, mama.. koronanya jalan-jalan pakai tas, hihihi" katanya waktu itu sambil tertawa karena ia gemas sendiri dengan ilustrasi bukunya, hahaha. Bagian yang juga seru dari COVIBOOK, ada satu halaman dimana anak diminta menggambar ekspresinya saat mengetahui tentang virus korona. Bagian ini menjadi salah satu favorit Aliyah karena ia dapat mengungkapkan ekspresinya melalui gambar sederhana. Bagi saya, buku cerita ini sangat komunikatif dengan alur cerita korona yang seolah mengajak anak kita mengobrol bersama si korona.


Buku cerita digital lain di Let's Read yang menjadi favorit Aliyah adalah buku yang berjudul Lihat Ke Atas. Buku Lihat Ke Atas bertemakan alam dan lingkungan sekitar namun disertai dengan aktivitas melibatkan anak untuk mencari perbedaan yang ada pada gambar ilustrasinya. Misalnya di halaman pertama yang bercerita tentang sekelompok burung, dan meminta anak untuk mencari burung mana yang telah membawa cacing di mulutnya. Bagi saya dan Aliyah, membaca sambil menggambar ataupun mencari perbedaan adalah hal yang sangat seru. Kami dapat tertawa bersama, saling menuangkan ide dan pikiran bersama, dan saling bercerita. Momen membaca buku seperti ini yang kelak akan membuat bonding kami sebagai ibu dan anak terasa semakin erat, InsyaAllah. Omong-omong, Aliyah saking sukanya Aliyah dengan buku ini, ia selalu meminta saya untuk membacakannya berulang kali, bisa 3 sampai 4 kali dalam sekali waktu :'))


Tidak hanya Aliyah yang sangat suka dengan cerita dari buku-buku digital yang ada di Let's Read. Saya sendiri yang notabene adalah orang dewasa sangat suka membaca buku cerita di Let's Read, hehehe. Ilustrasi dari buku-bukunya sangat bagus sih menurut saya, belum lagi cerita nya yang mengusung kearifan lokal, budaya, dan bahasa daerah. Salah satu buku cerita yang menjadi favorit saya adalah buku yang berjudul Jarit Yang Mana? Dari judulnya sudah kelihatan jelas ya kalau buku cerita ini mengusung budaya dari Jawa :) Jarit yang biasanya di Jawa digunakan untuk menggendong anak bayi atau balita menjadi isi dari cerita di buku ini. Kita juga dapat memilih opsi membaca dalam bahasa Jawa di buku cerita ini. Bagi saya, opsi pilihan bahasa daerah di Let's Read sangat membantu dalam mengenalkan budaya dan bahasa daerah kepada anak. Hal ini juga memungkinkan Let's Read menjadi mudah dijangkau bagi anak-anak di pelosok daerah yang lebih sering menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-harinya. Para aktivis pegiat literasi ataupun pendongeng di yang ada di daerah akan semakin mudah menyampaikan cerita kepada anak dengan adanya opsi bahasa daerah ini.

Di Let's Read, ragam buku cerita yang tersedia sangat banyak dan variatif. Judul buku cerita favorit saya lainnya adalah Mencari Pluto. Buku yang bercerita tentang planet Pluto yang hilang ini menyisipkan pengetahuan akan alam semesta dengan cara yang ringan bagi anak. Berhubung tingkat kesulitan bacaan Mencari Pluto di tingkat 5, jadi saya belum membacakannya untuk Aliyah, hehehe. Eh, iya saya belum cerita ya kalau di Let's Read, setiap halaman pertama bukunya selalu berisikan beberapa informasi yang dapat membantu kita untuk mengetahui detail tentang buku cerita tersebut.  Mulai dari label buku seperti science, nature, animalsadventure, health, family, friendship, critical thingking dan masih banyak lagi. Label ini akan memudahkan kita untuk mengetahui tema yang akan kita pilih sebagai pesan pembelajaran bagi anak kita.


Lalu ada informasi tingkat kesulitan bacaan yang memudahkan kita untuk memilih buku cerita yang sesuai dengan usia anak kita saat ini. Kalau versi Aliyah sih, tingkat kesulitan bacaannya masih di tingkat 2, hihi. Setelah informasi mengenai tingkat kesulitan bacaan, ada informasi tentang karya asli seperti siapa penerbitnya, pengarang cerita, ilustrator, lisensi dan url yang terkait. Buku-buku di Let's Read dapat kita unduh secara gratis sehingga meski dalam keadaan offline pun, kita tetap dapat membacakan bukunya untuk anak kita :)

Fitur bahasa, tingkat kesulitan bacaan dan label  juga dapat teman-teman temukan dengan menyentuh simbol search yang ada di bagian pojok kanan atas aplikasi. Nantinya, kita tinggal menyaring buku yang sesuai dengan minat dan usia anak kita :)


Berhubung aplikasi Let's Read dalam penggunaaanya perlu menggunakan gawai, ada baiknya tetap memperhatikan durasi, tingkat kecerahan layar dan tetap mendampingi anak dalam membaca agar anak tetap nyaman dan aman dalam bergawai :) Lama durasi bergawai sangat bervariatif tergantung kebijakan teman-teman mama masing-masing ataupun bisa mengacu pada anjuran lama durasi bergawai sesuai dengan rentang usia anak :)

Secara keseluruhan bagi saya dan Aliyah, membaca buku cerita digital di Let's Read sangat menyenangkan. Aliyah dengan tipikal anak yang mudah bosan jadi punya beragam bahan bacaan yang kelak akan membantunya untuk semakin cinta dengan budaya membaca karena baginya membaca itu menyenangkan.


Teman-teman mama dapat mengunduh aplikasi Let's Read di Play Store secara gratis dan mari mulai membacakan cerita secara nyaring untuk anak-anak kita :) Jangan lupa follow juga akun Let's Read @letsread.indonesia di sosial media instagram untuk mendapatkan informasi terbaru dari Let's Read :)

Semoga anak-anak kita kelak tumbuh menjadi anak-anak yang cinta dengan budaya membaca :)

Aamiin.

Semoga bermanfaat ya :)

Disclaimer: Tulisan ini adalah tulisan yang ditulis berdasarkan pangalaman pribadi dan diikutsertakan di dalam lomba blog Let's Read x Blogger Perempuan "Pengalaman Pribadiku dalam Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak". Semua tulisan dan konten di dalamnya adalah di luar tanggung jawab Let's Read Indonesia dan Blogger Perempuan.




Foto dan Infografis: Ajeng Natassia

Referensi:

https://reader.letsreadasia.org
https://sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id
https://databoks.katadata.co.id
https://www.melbournechildpsychology.com
Taylor, Melisa. The Important To Big Kids Reading Aloud
Britton, Lesley. Montessori Play and Learn
Paramita, Vidya Dwina. Montessori Keajaiban Membaca Tanpa Mengeja