Showing posts with label TRAVELLING. Show all posts
Showing posts with label TRAVELLING. Show all posts

One day at Alas Gelato (Review)

| on
November 05, 2022


Assalamu'alaikum. 

Halo! 

Tidak terasa sudah hampir empat bulan berjalan sejak blog post terakhir saya. Kemana saja saya? Hehe sebenarnya ya engga ke mana-mana juga. Beberapa bulan belakangan urusan domestik di rumah load nya lagi agak banyak. Belum lagi Aliyah sempat sakit batuk pilek dan alergi. Ditambah aktivitas sekolahnya yang 'adaa aja' membuat saya mau ga mau fokus mengurus Aliyah sepenuhnya :) 


Alhamdulillah ritme kerjaan domestik di rumah mulai teratur, saya juga mulai kangen menulis di blog ini :)) 

Jadi, yah saya kembali lagi meski belum tau juga kapan bisa konsisten dengan rajin upload tulisan hehehe. Ga apa - apa ya,  teman-teman mama :) Semoga teman-teman mama segala urusannya selalu diberikan kemudahan dan kelancaran yah :) 


Di blog post terakhir, saya sempat sharing tulisan tentang perjalanan singkat kami ke Trawas dan bermain di Taman Ghanjaran Trawas. Nah, di tulisan kali ini saya akan kembali cerita tentang satu tempat kuliner yang dapat menjadi alternatif untuk dikunjungi sewaktu teman-teman mama berasa di Trawas (setelah Taman Ghanjaran, saat itu kami juga mengunjungi dua tempat lainnya). 


Alas Trawas


Alas Trawas merupakan tempat kuliner dengan vibes hutan yang membuat kami sekeluarga merasa nyaman dan benar-benar menikmati quality time di tengah pepohonan yang rindang, *ah sedap :)) 




Awalnya kami tau Alas Trawas, lebih tepatnya Alas Gelato, dari menonton konten di Youtube. Kami pun penasaran dengan rasa gelato dari Alas Gelato yang masih satu komplek letaknya dengan Alas Trawas. Jadi, saat ke Trawas di bulan Juli yang lalu, kami sempatkan untuk mampir ke Alas Gelato. 


Seperti yang mungkin teman-teman mama sudah banyak tau, gelato sebenarnya sangat mirip dengan ice cream. Salah satu yang membuat gelato dan ice cream berbeda adalah gelato mengandung lebih banyak susu dan memiliki tekstur yang lebih padat namun lebih halus dibandingkan ice cream. 


Kami sekeluarga biasanya lebih sering menikmati ice cream daripada gelato karena di kota Sidoarjo cukup jarang cafe/tempat khusus yang berjualan gelato. Oleh karena itu, pengalaman yang jarang menikmati gelato ini membuat kami semakin semangat untuk mampir ke Alas Gelato, hehe. 


Pic: instagram @alasgelato
Pic: instagram @alasgelato


Alas Trawas (termasuk Alas Gelato & Alat Cafe) berlokasi di Jalan Trawas - Mojosari, Kemiloko, Trawas, Kec. Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. 


Bagian bangunan Alas Gelato  sebenarnya tidak terlalu luas. Di dalamnya hanya ada freezer untuk display dan beberapa meja kursi kecil (untuk 2 orang) di beberapa titik. 


Pertama kali masuk, saya sangat excited melihat barisan gelato warna - warni aneka rasa. Pilihan rasa gelato di Alas Gelato sangat beragam dan unik-unik.

Mulai dari yang basic seperti Vanilla, Strawberry, Cookies & Cream, Coffee, dan Caramel sampai rasa yang unik seperti Rujak, Terang Bulan, Ketan Ireng, Teh Tarik, Ferrero Rocher, Pistachio, Ijen Ayu, Sinom Alas, Nastar, Gum de Masticare, Cendol dan Jagung Manis.


Untuk range harga gelato nya sendiri yah lumayan juga yaah (saya ga tau persis sih kisaran harga gelato berapa yah, hehe) namun di Alas Gelato ini, teman-teman mama dapat memilih diantara 3 pilihan cup yang tersedia, yaitu kemasan cup 2 Oz  ( 1 rasa, Rp 25.000) 4 Oz ( mix 2 rasa, Rp 35.000 ) dan 5 Oz ( mix 3 rasa, Rp 45.000 ). 




Saya dan Aliyah memilih gelato dengan ukuran 4 Oz (mix 2 rasa). Rasa gelato yang kami pilih juga yang basic- basic saja, Strawberry, Coffee dan Vanilla ( saya biasanya memang suka memilih makanan dengan rasa yang otentik, karena kalau yang inovatif takutnya saya ga cocok sama rasanya :') ) 




Setelah memesan, kami pun mencari kursi yang nyaman dan enak untuk menikmati gelato kami. Jadi, meski hanya membeli gelato, kita ternyata boleh loh duduk-duduk di area Alas Cafe yang penuh dengan pohon rindang :) Kita juga bisa memesan menu Alas Cafe sebagai cemilan tambahan. Harga menunya sangat variatif dan cukup terjangkau :) 




Dari sebuah artikel yang saya baca, konon area Alas Trawas ini bermula dari track down hill bagi pesepeda. Lalu, perlahan area cafe pun dibangun dan akhirnya dibuka pada Agustus 2020. Traffic pengunjung cafe juga terhitung tinggi pada saat weekend tiba. Saya ga  heran sih, karena memang tempatnya nyaman, apalagi dengan pepohonan dan limpahan udara segar yang ada di sekitarnya :) 




Overall, bagi kami sekeluarga, menikmati gelato Alas Gelato di area cafe Alas Trawas sangat menyenangkan. Jika ada waktu luang, kami sekeluarga ingin kembali lagi ke sini untuk quality time bersama :) 


Menurut saya, Alas Trawas ini bisa menjadi satu rekomendasi tempat kuliner bagi teman-teman mama dan keluarga yang mungkin bosan dengan suasana kota, namun juga tidak ingin bepergian terlalu jauh dari kota, khususnya untuk yang tinggal di daerah Surabaya dan sekitarnya :) 


Untuk  video kami di Alas Gelato, teman-teman bisa klik di sini yah :)


Semoga bermanfaat, dan happy weekend :) 




Wahana Taman Ghanjaran: Salah Satu Alternatif Tempat Bermain Selain Ke Mall

| on
July 25, 2022

 Assalamu'alaikum.


Halo!

 
Tidak terasa ya, anak sekolah sudah kembali ke sekolah dan mulai belajar dengan tatap muka rutin. Tahun ini adalah tahun pertama Aliyah duduk di sekolah dasar. Yeay!! Saya sendiri merasa senang sekaligus sedih. Senang karena Aliyah bertumbuh, tapi juga sedih karena waktu ternyata berjalan begitu cepat ya :') Teman-teman mama juga merasakan hal yang sama, tidak? :)

Satu minggu pertama kehidupan sekolah, ternyata cukup hectic ya, hehe. Meski sedikit hectic, Alhamdulillah saya, suami dan Aliyah bisa mulai pelan-pelan beradaptasi dengan rutinitas baru kami :)


Awal minggu di hari pertama dimulai dengan mata 'panda', lalu perlahan kami bisa bangun lebih pagi dengan lebih segar karena waktu tidur kami bergeser jadi lebih awal :)

Setelah satu minggu berjuang bersama, beradaptasi dengan rutinitas baru, Alhamdulillah suami saya termotivasi, terinspirasi, ter-kasihan-isasi mungkin pada saya dan Aliyah, memutuskan untuk mengajak saya dan Aliyah untuk refreshing sejenak dari rutinitas sekolah. Kami pun ke Trawas, tempat favorit kami beberapa tahun belakangan. Semoga teman-teman mama tidak bosyan ya membaca cerita saya tentang Trawas, ehehe.


Oke baik, jadi saya mulai cerita ya pengalaman kami ke Trawas hari Sabtu yang lalu. Kami sebenarnya sudah lama sekali tidak ke Trawas. Terakhir kami ke Trawas seingat saya di awal tahun 2021 yang lalu. Memang selama pandemi kami tidak banyak berpergian jauh. Kami hanya pergi sesekali saat tren kasus positif COVID-19 sedang landai. Selebihnya, ya di rumah saja :)


Belakangan, seiring dengan keadaan yang semakin aman dan kondusif, InsyaAllah, kami jadi lebih sering berpergian. Ke tempat yang agak jauh maupun dekat, tapi tidak pernah ke Trawas. Mungkin hal ini yang membuat suami saya termotivasi, terinspirasi, ter-kasihan-isasi tadi yang akhirnya membawa kami kembali ke Trawas :))




Di perjalanan kali ini, kami memutuskan untuk mengajak Aliyah ke Taman Ghanjaran. Taman andalan warga Trawas yang akan selalu menjadi kesayangan saya, karena tamannya begitu bersih dan asri. Warga Trawas sangat pandai menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas publik menurut saya.


Terakhir kami ke Taman Ghanjaran hampir satu tahun yang lalu saat kami sedang menginap di Royal Trawas. Kami kesana malam hari untuk sekedar mencari makan. Namun, pada kali ini, kami berkunjung di pagi hari, bahkan saat taman ini baru saja buka hehehe.


Kami berangkat dari rumah kami di Sidoarjo pukul 08.00 pagi, dan tiba di Taman Ghanjaran pukul 09.00 lebih beberapa menit. Saat tiba, kami cukup kaget karena keadaan masih sangat sepi, dan sempat mengira Taman sedang ditutup untuk sementara karena sebab tertentu, hehee. 


Suami saya waktu itu sebenarnya ragu dan sempat memutuskan untuk kami cari alternatif tempat lain. Namun saya tetap ngotot untuk mampir ke Taman Ghanjaran dan coba bertanya lebih dulu apakah benar ditutup atau hanya belum buka saja karena masih pagi.


Benar saja, ternyata memang sepi karena belum dibuka. Kami datang kepagian hehehe. Tapi saya senang, karena suasananya masih sepi dan khas udara pegunungan yang dingin dan segar. Alhamdulillah :)



Di perjalanan kami kali ini, kami sengaja ingin mencoba bermain di Wahana Taman Ghanjaran. Iya, di Taman Ghanjaran Trawas ada wahana bermain :) Seingat saya, dulu sewaktu kali pertama kami berkunjung ke sini, wahana bermain ini masih berupa pasar malam. Permainan yang tersedia masih sekedarnya, meski carousel dan bianglala sudah ada, namun belum dikelola secara profesional.


ALSO READ: AVILA KETAPAN RAME HOTEL: A SHORT ESCAPE TO TRAWAS


Bertahun kemudian, rupanya masa pandemi dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah desa Ketapan Rame tuk 'mendandani' Taman Ghanjaran. Area bermain yang tadinya seperti pasar malam pun dibangun lebih apik. Dan sepertinya pembangunan yang dilakukan berjalan dengan sangat baik sehingga jadilah Wahana Taman Ghanjaran seperti yang kami kunjungi ini :)


Salah satu yang membuat saya salut, tempat wisata ini dikelola oleh pemerintah Ketapan Rame dengan beberapa sponsor seperti Bank BRI dan Universitas Surabaya (pada bagian tamannya). Keren sekali pemerintah desanya, dapat memanfaatkan potensi wisata sebaik ini :)


Kembali ke Wahana Taman Ghanjaran. Aliyah rupanya sudah tidak sabar ingin mencoba beberapa permainan di sini. Kami pun membeli tiket masuk di loket. 


Berikut beberapa informasi tentang Wahana Taman Ghanjaran :)





Jam buka:

Senin, Kamis dan Sabtu :Pukul 10.00 WIB
Minggu: Pukul 09.00

Jam Tutup:

Senin,  Jumat, Minggu: Pukul 21.00
Sabtu: Pukul 22.00


Wahana:

• Cinema 9D
• Bom Bom Car
• Carousel
• Swinger
• Pontang Panting
• Sepeda Udara 
• Tagada Rider
• Kereta Jalan
• Playground
• Bianglala
• Bioskop VR
• Odong Kereta



Tiket:

Tiket masuk:  Rp 5,000/ orang.
Tiket wahana : Rp 5.000 - Rp 20.000 / orang

Paket Dewasa :


• Paket Weekday Rp 55.000, tidak termasuk bianglala, Bioskop VR, balon gantung, dan odong-odong

• Paket Weekend Rp 65.000, tidak termasuk bianglala, Bioskop VR, balon gantung, dan odong-odong.




Paket Anak

• Paket Weekday Rp 30.000

• Paket Weekend Rp 40.000

(Harga termasuk tiket masuk, Playground, Bom-bom car, Carousel, Pesawat, dan Kereta Jalan) 


Untuk Aliyah kami membeli tiket paket anak, sedangkan saya dan suami cukup tiket masuk saja karena yah, sudah umur segini juga, bingung mau main apa :')





Kalau di total kami cukup menghabiskan Rp 50.000 saja untuk bermain di sini :)  Lumayan sekali untuk jadi alternatif tempat bermain, selain di mall yang kurang lebih sama untuk harga tiket masuknya :)

Beberapa tips dari pengalaman kami bermain ke Wahana Taman Ghanjaran :)


• Datang di pagi hari, bahkan saat baru buka karena suasananya masih sepi dan nyaman sekali untuk anak-anak bermain. Terbayang untuk teman-teman mama yang memiliki anak lebih dari 1, wah pasti seru sekali, berasa di rumah sendiri mainnya :))


• Tidak perlu takut kelaparan karena ada foodcourt disini dengan beberapa pilihan makanan. Namun biasanya di malam hari lebih ramai, ada yang jual sate segala :)



• Untuk masuk ke area playground anak-anak perlu mengenakan kaos kaki, jadi, jangan lupa bawa kaos kaki dari rumah ya :) Jika ternyata kelupaan, maka di bagian loket tersedia kaos kaki yang bisa dibeli seharga Rp 5.000


Selebihnya tidak ada tips khusus sih, kecuali ya lebih baik datang di saat musim kemarau seperti sekarang ini :) Oh iya untuk fasilitas seperti wastafel cuci tangan, toilet dan musholla juga tersedia di sini. Dan sama seperti saat saya berkunjung 3 tahun yang lalu, toiletnya masih sebersih itu :') 






Ga tau lagi bagaimana mau bilang apa saking salutnya sama para warga & pengunjung yang bisa menjaga fasilitas publiknya dengan baik sekali :)




Saya juga salut dengan karyawan di Wahana Taman Ghanjaran yang rajin-rajin sekali, hihi. Jam 10 tet sudah pada stand by di pos masing-masing. Kebersihan wahana permainannya juga terjaga. Saya sempat melihat beberapa orang karyawan sedang membersihkan wahana kora-kora. Rasanya senang sekali karena semuanya suka dengan kebersihan :)


Pada intinya, short escape tipis-tipis kali ini rasanya senang sekali :) Bisa liburan hemat tapi tetap happy :) Wahana Taman Ghanjaran bisa menjadi salah satu alternatif hiburan buat anak-anak kalau sedang bosan ke area perkotaan, bagi teman-teman mama di wilayah Surabaya dan sekitarnya :)


Untuk versi video nya teman-teman mama bisa intip di IG Reels saya disini ya :)


ALSO READ:  PANEN SELADA ORGANIK DI TERAS SAYUR FARM TRAWAS


Oh iya setelah dari Taman Ghanjaran, kami juga singgah di dua tempat lainnya untuk makan. InsyaAllah nanti diceritain lagi di blog selanjutnya ya :)


Btw, Teman-teman mama ada yang suka berkunjung ke Taman Ghanjaran juga ga? Yuk sharing pengalaman nya sama-sama disini :)


Semoga bermanfaat yaa :)






Taman Ghanjaran

Instagram: @wahana_taman_ghanjaran

Phone: +62 82151555010, +62 811314226




PANEN SELADA ORGANIK DI TERAS SAYUR FARM TRAWAS

| on
November 13, 2021


Assalamu'alaikum.

Halo!


Musim penghujan telah tiba. Saat melihat guyuran air hujan yang membasahi dedaunan di halaman seketika membuat saya teringat akan perjalanan singkat saya, suami dan Aliyah ke Trawas beberapa waktu yang lalu. Kami mengunjungi Teras Sayur Farm, sebuah kebun sayur yang tidak begitu besar namun menyenangkan untuk dikunjungi. 


Tujuan kami ke Teras Sayur Farm selain karena ingin membeli sayur selada segar (waktu itu saya lagi sok-sokan diet dengan banyak makan sayur, memang sulit dipercaya tapi begitulah adanya :P), kami juga ingin mencoba pengalaman memetik selada organik sendiri sekaligus juga memberi pengetahuan bagi Aliyah tentang sayur selada.




Teras Sayur Farm berlokasi di Jalan Lembah Majapahit, Desa Tamiajeng, Trawas, Mojokerto. Kita dapat menemukan lokasi detailnya melalui google maps. Sehari sebelum berangkat kesana, kami sempat membuat appointment lebih dulu dengan mengirim pesan singkat ke nomor whatsapp Teras Sayur Farm (teman-teman mama dapat menemukan link whastapp atau email nya di bio akun instagram @teras_sayurfarm).




Setelah kurang lebih satu jam perjalanan dari rumah kami di Sidoarjo, kami pun tiba di Teras Sayur Farm. Kami memutuskan untuk berkunjung di pagi hari karena suasana dan udaranya sejuk dan tidak begitu terik. Saat itu kami langsung disambut oleh mbak-mbak yang bertugas menjaga waktu itu (saya lupa namanya, hehe). Wah, saya senang sekali karena melihat hamparan selada siap panen yang sangat segar, MasyaAllah. 




Selada-selada di Teras Sayur Farm ditanam secara hidroponik di dua bangunan Green House yang dibangun diantara hamparan kebun ketela yang ditanam dengan sistem terasering. Jadi saat berkunjung kesana, kita juga bisa menikmati pemandangan kebun terasering yang menyejukkan mata. 



Ada beberapa jenis selada yang ditanam secara hidroponik di Teras Sayur Farm, diantaranya:

  • Green Curly/ Batavia
  • Romaine Lettuce
  • Green Oakleaf Lettuce
  • Butterhead Lettuce
  • Red Okleaf Lettuce
  • Lollorosa Lettuce

Saya akhirnya tau ternyata selada banyak macamnya yah. Biasanya saya taunya cuma selada yang buat gado-gado saja :') Rasa sayurnya juga variatif ada yang cenderung manis ada juga yang menyisakan rasa sedikit pahit (biasanya saya konsumsi mentah karena sayang saja sayur organik kalau dimasak lagi, hehe) Selain selada, Teras Sayur Farm juga menanam beberapa jenis sayuran lain seperti sawi pakchoy dan sawi pagoda, juga kale.




Sayuran di Teras Sayur Farm menurut saya sangat terjaga kualitasnya. Tidak heran, karena sayurannya dirawat dengan rutin dengan maintenance dan kontrol yang sangat ketat terhadap nutrisi, PH air, kelembaban udara, maupun suhu air. Bayangkan, satu bongkol Romaine Lettuce beratnya bisa sampai 355 gram (wow!)




Setelah selesai melihat-lihat, berkeliling sebentar, berpoto-poto dan pideo (ini bagian yang fundamental dari sebuah piknik tipis-tipis, ga boleh kelewatan ini haha), saya, suami dan Aliyah mulai petik-petik selada. Kami panen hampir semua jenis selada (sungguh kamseupay ya :'), kaget ngeliat selada dengan berbagi macam jenis :'))) 


Di Teras Sayur Farm kita bisa memanen 8 ikat selada dengan harga 50 ribu saja. Menurut saya ini cukup affordable sekali karena kalau selada nya sudah keluar dari kebun dan diantar ke supermarket yang jaraknya far-far away dari kebun, harganya mungkin bisa di sekitaran 10 ribu per ikat. Nah, saat di Teras Sayur Farm, kami putuskan untuk membeli 16 ikat sayur. Sebagian kami bawa pulang dan sebagian lagi untuk dibagi ke adik saya.



Sebenarnya kalau diperhatikan selisih harga beli di kebun dibanding beli di supermarket memang sedikit, tapi ingat kata pepatah "sedikit-sedikit lama-lama mejadi bukit" (apasih :')) Kalau beli di kebun, selain dapat harga yang lebih miring, kita bisa sekaligus dapat experience piknik tipis-tipis nya, :))




Sayur selada yang kami beli dipacking per satu ikat satu plastik bening. Sayurannya dikemas bersama akarnya untuk menjaga agar sayuran tidak cepat layu. Menurut mbak nya ((mbaknya)), sayuran ini bisa tahan sampai satu minggu di kulkas. Dan benar sih, kalau kulkas nya cukup dingin, sayur nya masih segar sampai satu minggu. Saat kali kedua berkunjung ke Teras Sayur Farm, sayur yang saya beli saya simpan di kulkas dengan akar yang saya rendam di wadah yang berisi air agar sayurnya lebih awet lagi. Aaand, it works! hahaa.



Selain untuk dipanen on the spot, sayuran hasil panen di Teras Sayur Farm juga dikirim ke Surabaya, tepatnya di daerah Surabaya Barat dan berkantor di daerah Citraland Surabaya. Memang cikal bakal Teras Sayur Farm diawali dari sayuran yang ditanam di teras rumah :)



Oh iya, selain dapat memanen sayuran, di Teras Sayur Farm teman-teman juga dapat memesan tempat untuk makan siang bersama keluarga di sebuah pendopo sederhana di samping kebun. Ada 5 paket menu yang disajikan di paket lunch Teras Sayur Farm.Teman-teman mama dapat melihat detail menunya di gambar ya :) 




Kebetulan saya, suami dan Aliyah tidak pesan tempat untuk lunch karena kami memang berkunjung di pagi hari :) 


After all, berkunjung ke Teras Sayur Farm untuk mendapatkan pengalaman memetik sayur selada sambil menikmati  pemandangan alam Trawas bisa menjadi salah satu alternatif liburan sederhana, singkat dan juga aman di masa pandemi (kami berkunjung beberapa waktu lalu saat baru diberlakukan new normal dan belum ada gelombang 2 kasus COVID-19)


Ngomong-ngomong soal selada, selain dibuat salad, biasanya teman-teman menikmati sayur selada dengan cara apa nih?

*untuk sedikit cuplikan video tempatnya teman-teman mama bisa lihat disini ya :)


Semoga bermanfaat ya :)







OMAH ANIN GUEST HOUSE BATU | TEMPAT MENGINAP NYAMAN DEKAT BATU SECRET ZOO

| on
January 28, 2020

Halo!

Teman-teman mama masih ingat tidak beberapa waktu yang lalu, saya sempat berbagi cerita tentang pengalaman pertama kalinya main-main ke Batu Secret Zoo? Nah, di blog post kali ini saya ingin berbagi tentang tempat kami menginap sewaktu kami ke Batu. Penginapan ini tidak fancy, dan tergolong budget guest house. Kami memang tipikal keluarga yang jarang menginap di tempat yang fancy, biasanya karena memang menyesuaikan budget. Kalau kami berencana ingin mengunjungi tempat wisata maka kami biasanya memilih penginapan yang tergolong budget, namun jika ingin sekedar staycation, yaah sesekali boleh lah menginap di tempat yang lebih fancy :P (ini sih kode haha). 


Omah Anin Guest House source: airyroom

Oke, jadi waktu itu kami menginap di Omah Anin Guest House. Letaknya tepat di seberang jalan Jatim Park 2. Dari Batu Secret Zoo kami hanya perlu berjalan sedikit, lalu menyeberang jalan ke sebuah gang perumahan yang merupakan lokasi Omah Anin Guest House. Omah Anin Guest House sendiri langsung terlihat kok dari pinggir jalan :) Menurut saya, Omah Anin Guest House adalah salah satu alternatif penginapan untuk yang sedang backpackeran ke Batu, Malang. Sebenarnya di dalam area Batu Secret Zoo juga ada hotel yang lebih fancy. Tapii, ya itu tadi, karena kami ke Batu dengan modal backpackeran, jadilah kami menginap di Batu Secret Zoo bagian geser sedikit :D

Source: airyroom

Kami check in di Omah Anin Guest House saat menjelang sore hari, setelah kami selesai berkeliling dari Batu Secret Zoo. Awalnya saya agak underestimated dan tidak ekspektasi yang bagaimana-bagaimana. Begitu check in, resepsionis menyampaikan bahwa kamar kami berada di lantai 3 (uwooww..) Lumayan juga ternyata menapaki anak tangga ke lantai 3, karena tipikal anak tangganya yang agak tinggi. Namun untuk Aliyah justru kesenangan karena sepertinya dia memang hobi berolahraga :') Kalau suami saya, cenderung diam saja, mungkin sambil menahan nafas yang ngos-ngosan karena sambil membawa ransel sekaligus menenteng stroller :D


Begitu sampai di lantai 3, saya yang tadinya agak underestimated mulai sadar kalau saya salah. Ternyata lantai 3 Omah Anin Guest House merupakan bangunan baru dengan desain yang sangat homey. Tembok bata yang dipoles dengan sangat baik, lantai keramik dengan motif tegel rasanya sangat nyaman sekali meski tergolong budget guesthouse.

Omah Anin Guest House lantai 3

Begitu masuk ke dalam kamar, ternyata kami dapat combo bed (ini istilah karangan saya sendiri sih :P). Kenapa combo bed? Karena kamarnya terdiri dari double bed dan single bed. Kami yang tadinya ingin mengajak serta mertua saya (tapi akhirnya tidak jadi) agak menyesal juga, sayang banget mama mertua tidak jadi ikut. Benar-benar recommended sih kalau kita ke Batu nya ramai-ramai.

Bedroom Omah Anin Guest House


Berhubung masih bangunan baru, jadi kondisi kamarnya sangat bersih. Fasilitas lainnya standar saja seperti televisi dengan channel lokal, AC yang masih baru dan kamar mandi dengan wastafel (yang ukurannya pas sekali dengan tinggi badan Aliyah), shower air panas dan dingin, plus gayung dan ember kecil (pardon the gayung dan ember lah ya :D)



Oh iya untuk shower nya, kebetulan kami dapat shower yang air panas nya tidak bisa di setting hangat, jadi panas nya sungguh-sungguh begitu. Mungkin ini adalah jawaban kenapa the gayung dan ember ada disitu, sepertinya untuk air hangat disilakan mengoplos sendiri antara air panas dan dingin di ember, hihi.


Bagian favorit saya, si ibu-ibu erte adalah di dalam kamar tersedia wastafel (seperti tempat cuci pirirng) dan termos air panas (membantu banget untuk teman-teman mama yang perlu memasak air untuk susu anak). Saya yang saat backpackeran selalu membawa banyak kotak makan (niat sekali nge bekel nya anda) tentu saja happy sekali bisa cuci-cuci tanpa ribet :)

Balkon Omah Anin Guest House

Bagian kedua favorit si ibu-ibu erte lainnya adalah balkon yang dilengkapi dengan jemuran. Lumayan sekali untuk menjemur baju berenang Aliyah dan bapaknya yang habis bermain-main di waterpark Batu Secret Zoo. Seandainya tidak ada jemuran, si ibu backpackeran akan kembali ke Sidoarjo Raya dengan tas ransel super berat karena isinnya baju basah :')

Oh iya, berhubung Omah Anin Guest House adalah budget guesthouse jadi harga menginap per malamnya tidak termasuk sarapan pagi. Kami pun sarapan dengan memesan makanan melaui aplikasi online, hehe. Meski kamar kami di lantai 3, ternyata ada hikmahnya juga.



Saat bangun pagi, kami bisa menyaksikan sunrise kota Batu yang cantik, dengan udara yang dingin alami, plus pemandangan Gunung Arjuna dengan siluet atap-atap rumah yang berbaris rapi. MasyaAllah... 


Overall, kami sekeluarga senang menginap semalam di Omah Anin Guest House. Sangat sesuai dengan slogannya, A Comfy Room, ruangan nya benar-benar nyaman sih. Kalau pun ada kurangnya, sepertinya hanya kamar yang tidak tersedia lemari pakaian (untuk budget guest house ini masih wajar sih) garasi untuk parkir mobil yang hanya cukup untuk dua mobil saja. Kalau seperti kami yang ke Batu selalu menggunakan transportasi kereta api, tentu bukan masalah. Tapi kalau teman-teman mama berencana membawa kendaraan pribadi ke Batu, bisa dikoordinasikan lebih  dulu dengan pihak Omah Anin Guest House nya :) Satu lagi, setiap lantai di Omah Anin Guest House memilik tema yang berbeda-beda. Namun, jika teman-teman mama ingin tipe kamar seperti kamar kami, mungkin bisa mengajukan request lebih dulu :)

Omah Anin Guest House terletak di Jalan Cendrawasih no. A7-8 Kota Batu, Malang. Untuk pemesanan teman-teman mama dapat melalui aplikasi traveling. Kalau kami kemarin memesan via Airy Room dengan rate di kisaran Rp 250,000. 

Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Selamat piknik!



SEWA STROLLER DI BATU DAN MALANG: @SEWASTROLLERBATU

| on
December 12, 2019

Halo!

Bulan lalu saya sempat berbagi cerita di blog post tentang liburan weekdays kami sekeluarga ke batu Secret Zoo. Nah, kalau teman-teman sempat membaca blog post saya tersebut,di beberapa foto terlihat Aliyah yang sedang duduk di atas stroller. Area Batu Secret Zoo yang sangat luas membuat saya memutuskan untuk mendudukkan Aliyah diatas stroller agar saya tidak kelelahan menggendongnya ia tidak mudah kelelahan. Aliyah sendiri tipikal anak yang suka sekali duduk di atas stroller, padahal kami terakhir kali punya stroller saat Aliyah berusia hampir dua tahun :)) Jadi, selama ini Aliyah hanya suka test drive stroller saja kalau pas sedang ke baby shop, haha. Sepertinya ia suka berimajinasi sedang mengendarai kendaraan ketika sedang duduk di atas stroller.

Oke, kembali ke menggunakan stroller saat di Batu Secret Zoo. Dua minggu sebelum berangkat ke Batu, saya sudah sounding-sounding ke suami untuk menyewa stroller/ micro trike untuk dibawa ke Batu. Jelas, pilihannya adalah dengan menyewa di tempat persewaan mainan anak/keperluan anak. Dua minggu mencari, ternyata stroller/ micro trike di beberapa tempat persewaan langganan pada rent out semua. Saat itu kami mencari stroller/micro trike yang ringkas, karena kami ke Malang dengan menggunakan transportasi kereta api. Kalau pun stroller nya ada di tempat persewaan lain, jatuhnya jadi lebih mahal di biaya antar karena dikirim dari Surabaya ke rumah kami di Sidoarjo. Belum lagi suami saya yang sebenarnya agak keberatan kalau kami harus menenteng-nenteng stroller di dalam perjalanan ke Malang. Katanya sih, "kita kan backpakeran, masa mau bawa-bawa stroller" :D

Kebingungan selama dua minggu, sampai sehari sebelum berangkat, kami masih juga belum menemukan tempat menyewa stroller untuk kami bawa ke Malang. Dan tepat  sehari sebelum keberangkatan, suami saya akhirnya menemukan tempat sewa stroller di Batu. Iya, akhirnya kami menemukan tempat menyewa stroller di Batu yang khusus menyewakan stroller untuk daerah wisata Batu dan sekitarnya. Ini win-win solution banget untuk kami. Aliyah tetap dapat duduk diatas stroller, saya tidak repot menggendongnya selama di Batu Secret Zoo, dan suami saya tidak perlu menenteng-nenteng stroller sepanjang perjalanan kami menuju Malang. 


Adalah Sewa Stroller Batu @sewastrollerbatu tempat kami menyewa stroller untuk Aliyah. Saya pun mencoba untuk menghubungi admin yang ternyata juga owner @sewastrollerbatu via whatsapp di siang hari saat sehari sebelum keberangkatan. Ketika itu saya masih bertanya-tanya dulu ke ownernya untuk ketersediaan stroller/ micro trike yang kami ingin sewa. Ternyata micro trike nya rent out dan tersedia alternatif lain seperti Baby Elle Rider dan Cocolatte Pockit.


Pilihan stroller di @sewastrollerbatu sangat banyak. Mulai dari stroller untuk anak yang masih bayi sampai toddlers seperti Aliyah. Stok stroller nya sangat banyak, karena setiap tipe bisa terdiri dari beberapa warna. Belum pernah tau sih tempat sewa yang menyediakan stroller sebanyak di @sewastrollerbatu.

Karena saat siang hari saya belum memutuskan akan jadi meminjam yang mana , maka saya pun belum melakukan fix order (padahal sudah tau butuh, masih milih juga :')) Last time banget, tepat menjelang pukul 9 malam, saya kembali whatsapp dengan owner @sewastrollerbatu untuk meminjam Baby Elle Rider untuk Aliyah.

Nilai plus banget untuk @sewastrollerbatu yang masih melayani saya di malam hari. Stroller fix, dan kita pun melakukan payment saat itu juga. Karena baru pertama kali meminjam, sempat terbesit rasa khawatir juga apakah meminjam di @sewastrollerbatu trusted atau enggak. Ternyata kita bisa melakukan order dan payment via Traveloka! Ini beneran kali pertama kami meminjam via Traveloka, dan emang bisa ternyata.




Di @sewastrollerbatu kita bisa meminjam stroller dengan jangka waktu harian. Rate rata-rata untuk meminjam di kisara Rp 40 rb - Rp 60 rb /hari.



Keesokan harinya, sesampai kami di Batu Secret Zoo, stroller pun diantar oleh kurir @sewastrollerbatu. Untuk pengantaran hanya bisa sebatas di gerbang masuk parkiran Batu Secret Zoo, karena dari pihak Jawa Timur Park Grup yang tidak mengizinkan adanya serah terima barang di dalam area wisata. Untuk hal tersebut tidak masalah sih bagi kami. Kondisi stroller nya sendiri sangat wangi saat kami terima. Aliyah pun nyaman dengan dudukan Baby Elle Rider. Sampai saat malam hari ketika kami berjalan-jalan di alun-alun Batu pun, Aliyah sempat tertidur di atas stroller, hihi.


Overall, pengalaman kami meminjam stroller di @sewastrollerbatu sangat memuaskan. Owner nya sangat komunikatif karena kami pun berusaha untuk terus update dengan owner nya seperti pukul berapa kami berangkat dari Sidoarjo dan sampai di Batu, sampai saat waktu mengembalikan pun kami tetap berkabar posisi kami dimana.

Untuk detail tentang info @sewastrollerbatu, teman-teman bisa cek di instagram @sewastrollerbatu atau website www.sewastrollerbatu.com :)

Semoga bermanfaat :)