Ramadhan Kareem: When is my prayer granted by Allah SWT?

| on
May 17, 2019

Halo!

Bagaimana 10 hari pertama bulan Ramadhan teman-teman mama-mama? Semoga lancar ya ibadah puasa, dan ibadah lainnya yang ditunaikan di bulan Ramadhan ini :) Semoga semua amalan ibadah kita  membawa berkah dan diterima oleh Allah SWT. Aamiin.

Beberapa hari terakhir saya sempat off posting tulisan di blog ini cukup lama. Sebenarnya banyak sekali konten di pikiran yang antri untuk ditulis. Tapi karena memang urusan domestik di rumah juga sedang minta perhatian lebih, jadi blog nya baru bisa di update sekarang :)

Tulisan saya kali ini terinspirasi dari postingan IG adik saya yang bercerita tentang ceramah yang ia dengarkan saat solat tarawih. Ustadnya bercerita tentang, bagaimana saat kita bertanya, kapan Allah akan mengabulkan doa-doa kita? Pertanyaan ini juga seringkali melintas di benak saya. Sesekali saya bertanya, Ya Allah kapan doa saya akan dikabulkan? Setiap hari saya panjatkan doa yang sama, berulang dan berulang.

Bagaimana jawaban sang ustadz? Ustadznya memberi perumpaan seperti ketika kita sedang mendengarkan lantunan nyanyian dari seorang pengamen jalanan. Jika pengamennya bernyanyi dengan asal-asalan, biasanya kita segera memberi uang agar pengamen itu segera menghentikan nyanyiannya. Namun, jika pengamennya bernyanyi dengan suara yang yang merdu,  maka dengan senang hati kita akan menunggu untuk membiarkan pengamen itu menyelesaikan lagunya, menikmati setiap alunan suara merdunya, lalu memberi nya uang (bahkan dengan jumlah yang lebih besar biasanya).

Perumpamaan diatas sama seperti lantunan doa-doa yang kita panjatkan kepadaNya. Setiap lantunan doa kita terdengar merdu oleh Allah SWT. Allah SWT sangat senang mendengar setiap lantunan doa yang kita panjatkan. Kita hanya perlu bersabar, karena InsyaAllah doa-doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT, bahkan bisa lebih dari yang kita harapkan. Aamiin InsyaAllah.

Sebelumnya, saya juga pernah membaca cerita yang sama di konten milik @madcatnip. Tentang @madcatnip,  @madcatnip merupakan salah satu akun yang sering memposting konten Islami dengan gambar ilustrasi. Go follow them, InsyaAllah bermanfaat :)

Nah, bercerita tentang doa-doa yang dikabulkan oleh Allah SWT, yang seringkali jawabannya datang dari arah yang tidak pernah kita duga, saya pun pernah mengalaminya. Masih segar dalam ingatan saya, saat bulan Ramadhan tahun lalu, sewaktu saya mengikuti kompetisi blog, dengan hadiah utama uang cash lima juta rupiah. Saya berdoa, memohon kepada Allah SWT, berikthtiar untuk menjadi pemenang utama. Jika menjadi pemenang utamanya, saya berniat untuk membantu kedua orang tua saya, dengan uang hadiah yang saya dapatkan. 

Qadarullah, saya tidak menjadi pemenang utama. Saya menjadi pemenang favorit dengan hadiah voucher belanja. Dengan menangnya saya atas hadiah voucher tersebut, ternyata Allah mengabulkan doa adik saya yang diam-diam menginginkan sepatu baru. Bagaimana dengan orangtua saya? MasyaAllah Alhamdulillah, Allah SWT memberi mereka rezeki, dari jalan yang lain, cash lima juta rupiah, seperti doa yang saya panjatkan.

Allah SWT tidak menjawab doa saya seperti cara yang saya minta. Allah SWT menjawabnya dengan cara yang jauh lebih indah :) Terkadang kita seringkali merasa Allah SWT belum mengabulkan doa-doa kita. Padahal mungkin saja, dari setiap rezeki, nikmat, ujian, kemudahan, kesulitan, di dalamnya ada jawaban atas lantunan doa-doa yang kita panjatkan. Kita hanya diminta untuk lebih bersabar dan bersyukur, menikmati setiap cerita di dalam kehidupan yang kita jalani, karena InsyaAllah selalu ada Allah SWT yang menemani :)

Semoga sharing saya kali ini bermanfaat ya :)

Selamat berpuasa :)



#SARONGISOURLIFESTYLE by TORAJAMELO

| on
April 24, 2019

Halo!

Kita semua pasti sangat bangga jadi orang Indonesia yang sangat kaya akan ragam budaya. Mulai dari ragam suku, bahasa, adat istiadat, kesenian, juga ragam sarung/kain tenun khas tiap daerah di Indonesia.

Salah satu sarung tenun khas milik Indonesia ini bernama kain endek yang berasal dari Bali. Endek berasal dari kata gendekan atau ngendek yang berarti diam/tetap.

Motif sarung endek sangat beragam. Beberapa motif sakral dan digunakan khusus untuk upacara keagamaan. Motif lainnya menggambarkan flora, fauna atau tokoh pewayangan Bali,  serta motif geometri dengan garis lurus, garis lengkung atau garis putus seperti yang saya pakai.

Makin bangga lagi dengan orang Indonesia karena sekarang sangat banyak yang suka pakai sarung tenun tidak cuma untuk acara khusus, tapi juga untuk acara kasual sehari-hari tanpa mengurangi nilai budaya sarung itu sendiri, pokoknya #sarongisourlifestyle :)

Btw, sarung endek yang di foto ini milik Ibu saya. usia nya pun sudah bertahun-tahun. Saya coba jadiin penutup kepala seperti hijab, bagus ga? Hehe.

Kalau teman-teman biasanya sarung tenunnya dipakai gimana? Yuk share sama-sama disini :)

Semoga bermanfaat ya!

#Sarongisourlifestyle
#Torajamelo

Learning to Start Believing

| on
April 15, 2019


Halo!

Tulisan ini sebenarnya sudah ada di postingan Instagram saya sejak bulan maret yang lalu. Walaupun awalnya untuk ikut serta di dalam DarlieXBPN, namun tulisan ini benar-benar menjadi pengingat untuk saya dalam menjalani peran sebagai seorang ibu. Tulisan ini seperti satu bagian diri yang mulai percaya bahwa saya bisa melewati setiap prosesnya bersama dengan Aliyah, dengan segala yang kami miliki, dengan ketidak idealan milik kami. Dan rasanya sangat legaa bisa menulis dari hati seperti ini :') Semoga tulisan ini juga dapat memberi manfaat untuk teman-teman yang membaca :) 

"Menjalani peran sebagai seorang ibu sejak 3,5 th yg lalu dimulai dengan perasaan ragu, apa iya saya bisa melalui segala prosesnya. Diawali dengan baby blues yang melanda dan merasa khawatir serta ketakutan melihat bayi Aliyah, sampai tidak ingin ditinggal suami bekerja karena takut terjadi sesuatu pada si anak bayi. Keraguan itu seperti mendarah daging di tubuh saya. Banyaknya informasi parenting di sosial media dengan segala bentuk ke-'idealan' bagaimana menjadi orangtua justru semakin membuat tinggi gunung keraguan itu. Saya menuntut diri untuk bisa segalanya bagi Aliyah. Saya tidak boleh lelah. Saya harus bisa seperti ini, saya harus bisa seperti itu. Saya ragu dengan diri saya sendiri. Sampai di satu obrolan dengan seorang sahabat, "Jeng, ga apa-apa kalau kamu lelah. Boleh kok kalau kamu bilang ke Aliyah kalau sedang lelah". Sejak obrolan itu, Saya mulai yakin untuk percaya bahwa tidak ada orang tua yang sempurna di dunia ini. Saya boleh merasa lelah. Saya percaya Aliyah sangat mencintai saya seperti saya mencintainya. Aliyah tidak menuntut banyak hal dari saya. Aliyah tidak menuntut mamanya harus bisa melakukan segalanya. Dengan segala keterbatasan kami, dengan segala ketidaksempurnaan milik kami, Aliyah tetap berkata "Mama, sayang. Yaya sayang mama". Ucapannya membuat saya yakin jika Aliyah percaya pada saya. Jika Aliyah percaya pada saya, maka saya harus percaya pada diri sendiri bahwa kami dapat melalui setiap proses kehidupan ini bersama, dengan segala kurang lebihnya. Saya pun juga percaya kepada Aliyah bahwa ia akan tumbuh menjadi anak yang baik-baik saja sesuai dengan fitrah-Nya. Salah satunya seperti saya percaya kepada Aliyah kalau ia dapat mengambil foto ini dengan baik 😊 Terimakasih Yaya ❤️
*Untuk semua ibu yang penuh dengan rasa khawatir, tidak apa-apa, InsyaAllah semuanya akan baik-baik saja 😊 "
Menjadi orang tua milenial dengan banyaknya informasi parenting terkadang menuntut saya untuk berusaha menjadi orang tua yang 'ideal' sesuai standar akun-akun parenting yang saya ikuti. Padahal, sebenarnya tidak ada yang mengharuskan saya untuk seperti itu, termasuk Aliyah sendiri. Saat merasa kelelahan, ternyata saya saya boleh berkata lelah pada Aliyah. Dan rasanya legaa sekali. Makin kesini, saat saya berkata lelah, "Yaya, mama capek, boleh ya mama tidur dulu sebentar" , Alhamdulillah Aliyah mengerti. "Capek ya mama" "Selamat tidur mama" saya dihadiahi kecupan di pipi. Walaupun tidak selalu juga seperti ini tapi rasanya MasyaAllah, priceless sekali...

Respon Aliyah yang menerima saya apa adanya membuat saya mulai belajar untuk percaya diri, percaya pada Aliyah, percaya pada suami saya bahwa kami dapat melalui kehidupan ini bersama dengan segala kelebihan dan kekurangan milik kami, dengan segala bentuk ketidak idealan milik kami :) Ternyata menerima segala apa yang kita miliki, kemampuan yang kita punya, berusaha untuk percaya diri bahwa we can do it by our own way dapat memberi perasaan yang jauh lebih baik, lebih bahagia dan lebih bersyukur lagi atas segala nikmat dariNya :)

Have nice day!

Misoa Udang Jamur

| on
April 05, 2019
Halo!

Saya mungkin sudah seringkali cerita kalau Aliyah adalah tipikal anak yang picky eater, sering bosan terhadap makanan. Ga seperti mamanya yang cinta mati sama makanan :'D

Salah satu trik yang seringkali saya lakukan untuk mengembalikan selera makan Aliyah adalah dengan mengganti bahan karbohidrat pada menu makanan Aliyah. Dari menu yang nasi melulu, saya ganti dengan karbohidrat lain seperti pasta, mie/misoa, atau roti.

Nah kali ini saya ingin sharing salah satu menu andalan pengganti nasi untuk Aliyah. Misoa dengan bakso udang dan jamur.
Rasanya enak, seperti kaldu pangsit begitu, tapi dengan wortel dan jamur hehe.

MISOA UDANG JAMUR

Berikut resep dan cara membuatnya:

Misoa Udang Jamur

Bahan:
Udang 1 cup
Wortel 2 buah, iris tipis.
Jamur Kuping secukupnya, rebus dan buang airnya
Bawang putih 3 siung, digeprek.
Daun bawang secukupnya
Garam
Lada halus
Minyak wijen

Cara membuat:

Bakso Udang:
1. Kupas udang, bersihkan punggungnya. Sisihkan kepala udang, bersihkan. Kepala udang akan digunakan untuk membuat bahan kuah sup.

2. Blender udang yang telah dikupas tanpa tambahan air. Seasoning dengan garam dan lada. Sisihkan adonan bakso udang.

Kuah sup: 
1. Didihkan -/+ 750 ml air.
2. Masukkan kepala udang yang telah dibersihkan, rebus sebentar sampai kepala udang berwarna kemerahan, angkat kepala udang.
3. Masukkan potongan wortel & bawang putih geprek. Masak wortel selama 4-5 menit, sampai berubah warna. Jangan sampai wortel matang ya.
4. Potong-potong jamur kuping sesuai selera.
5. Bentuk bulat adonan bakso udang, dan masukkan kedalam kuah sup. Lakukan sampai adonan bakso habis.
6. Masukkan daun bawang.
7. Seasoning dengan garam, lada dan minyak wijen.
8. Masukkan potongan jamur kuping.
9. Tes rasa

Misoa:
1. Didihkan 300 ml air.
2. Rebus misoa -/+ 3-4 menit.

Plating:
1. Atur misoa di dalam mangkok.
2. Siram misoa dengan kuah sup udang jamur

Jadi deh, Misoa Udang Jamur nya :)

Untuk jamur kuping nya mengapa saya rebus terpisah lebih dulu, karena rasa jamur kuping cukup kuat, sehingga saya merebusnya untuk mengurangi rasa nya agar tidak mempengaruhi rasa kuah sup sekaligus membersihkan jamur kuping nya :)

Saya salah satu yang juga suka masak dengan jamur kuping karena jamur kuping sangat kaya manfaat. Untuk manfaat jamur kuping teman-teman mama-mama bisa googling atau cek disini yaa. 

Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Selamat memasak :)


BELAJAR MENGENAL HURUF DENGAN BAHAN MAKANAN #2

| on
April 02, 2019
Halo!

Beberapa waktu yang lalu saya sempat blog posting tentang kegiatan Aliyah yang belajar mengenal huruf dengan bahan makanan.

Nah, postingan kali ini, saya masih ingin berbagi tentang kegiatan mengenal huruf Aliyah masih dengan menggunakan bahan makanan, namun dengan sedikit pendekatan yang berbeda.

Biasanya, dalam mengenalkan huruf atau tahap membaca pada anak, kita bisa mulai dari mengenalkan gambar benda yang sangat familiar di mata anak. Umumnya sih benda-benda yang berasal dari alam, seperti nama-nama hewan, tumbuhan, buah, sayur, dan bunga. Atau kalau tidak benda mati seperti alat tulis, kendaraan, atau mainan anak.

Berhubung Aliyah tipikal anak yang picky eater, dan nafsu makannya kadang-kadang, kadang mau, kadang engga, jadi saya mencoba mengenalkan huruf pada Aliyah sekaligus mengakrabkan Aliyah dengan bahan-bahan makanan. Harapannya, selain  untuk lebih mengerti huruf awal suatu benda, Aliyah menjadi lebih antusias mengenal bahan makanan yang sering saya buatkan untuknya.


Untuk bahan dan alat nya tidak ada yang khusus, tergantung persediaan teman-teman mama di rumah saja :)

Kebetulan saya punya bahan seperti beras, tepung, garam, pasta dan mie. Bahan-bahan makanannya bisa ditata di tray, di atas meja ataupun di lantai. Lalu kita buat tulisan beras, tepung, garam, pasta dan mie pada potongan kertas karton. Karena saya ingin mengenalkan huruf awalan bahan makanan kepada Aliyah, maka huruf awalannya saya tebalkan dengan spidol.

Cara bermainnya dengan menjelaskan nama bahan makanan kepada Aliyah, lalu kita bisa menekankan pada awalan hurufnya, seperti beras itu awalannya huruf B, tepung awalannya huruf T dan seterusnya. Sambil mengenalkan huruf awalan, saya juga mengenalkan tekstur bahan makanannya kepada Aliyah. Saya mencoba menjelaaskan tekstur beras, tepung, garam, pasta dan mie serta perbedaan tekstur antara bahan-bahan makanannya tersebut. Seperti tepung yang sangat halus, garam yang lebih kasar dari tepung, pasta yang lebih keras dari mie.


Lalu, setelah bosan bermain huruf, Aliyah dan saya mencoba mengeksplor bahan makanannya untuk belajar hal lain. Mie nya saya potong berbagai ukuran untuk mengenalkan konsep panjang pendek kepada Aliyah. Setelah mengenalkan konsepnya, saya meminta Aliyah untuk mengurutkan mana mie yang yang paling panjang, sampai mie yang paling pendek, atau sebaliknya :)

Selain itu, dari bahan makanan ini Aliyah juga belajar konsep science sederhana. Saya menyediakan air di dalam beberapa wadah, kemudian meminta Aliyah untuk memasukkan pasta, mie dan garam ke dalam masing-masing wadah. Lama kelamaan, pasta dan mie yang keras akan berubah menjadi lunak jika terendam di dalam air. Nah, dari sini Aliyah belajar membedakan bentuk yang keras dan lunak, serta belajar ada beberapa benda keras yang jika terkena air dapat menjadi lunak :)


Untuk garamnya juga sama, saya meminta Aliyah untuk memasukkan garam ke dalam air, lalu mengaduknya. Aliyah agak kaget kenapa garamnya bisa hilang :D Saya lalu menjelaskan pada Aliyah bahwa garam akan larut jika terkena air, dan hilang lalu rasa air berubah menjadi asin :) Oh iya, untuk air garamnya bisa disediakan dari air minum agar anak dapat mencoba rasa asin air karena garam yang larut di dalam air :)

Setelah bermain dengan konsep, Aliyah biasanya bermain bebas sesuai dengan imajinasinya. Yah, sudah pasti mainnya jadi jauh lebih berantakan :')

Kalau dilihat ternyata dari bahan makanan yang sederhana, sudah tersedia di rumah dan tanpa harus membeli, anak dapat belajar banyak hal ya? :) Oh iya untuk video mainnya bisa dlihat disini yaa 

Bagaimana dengan teman-teman mama-mama? Bahan makanan apa yang juga sering digunakan untuk belajar dan bermain di rumah? Yuk share sama-sama disini :)

Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Selamat bermain!







SALAH SATU SALAD ENAK DI SURABAYA | HAPPYSALAD.CO_SBY

| on
April 01, 2019

Halo!

Salad adalah salah satu makanan favorit di keluarga saya. Saya ingat betul saat setiap kali ke salah satu restoran pizza, pasti tergiur untuk memesan saladnya juga,hehe. Zaman dulu, sewaktu masih duduk di bangku SMP, masih sulit menemukan orang/tempat yang khusus berjualan salad. Jadi ya gitu, kadang kalau sedang kepingin makan salad, harus ke restoran pizza. Jangan ditanya kenapa tidak membuat sendiri. Saya ga bakat! Haha.

Lagi-lagi harus berterima kasih kepada teknologi yang semakin maju. Di era digital seperti sekarang, kepingin makan apa saja langsung deh tinggal ambil smarphone, pencet-pencet (tapi pencet-pencet yang harus diiringi dengan saldo yang terisi juga ya :'))) , tunggu sebentar, dateng deh makanan yang dipenginin dianter sama mas ojol baik hati :)

Termasuk juga saat kepingin salad, bisa banget tuh sekarang tinggal pencet-pencet, ga harus lagi pergi ke restoran pizza, yang kadang bikin over budget, karena kepingin salad tapi yang dibeli salad + satu loyang pizza size large, khilafnya kebablasan..

Alhamdulillah, di saat sedang terbayang-bayang salad, eh salah satu teman zaman SMP saya, Mita, yang kebetulan punya usaha di dunia per-salad-an, nge chat saya dan kasih kabar kalau mau kirimin saya salad. MasyaAllah... 


Brand salad punya Mita adalah @happysalad.co_sby. Sebenarnya Happy Salad tersedia juga di Malang dan Sidoarjo, nah Mita, teman saya, pegang yang di Surabaya. Begitu salad nya sampai rumah, langsung deh jadi rebutan orang serumah buat mau dicobain.

Honest review dari saya setelah nyobain salad dari @happysalad.co_sby, saladnya enak beneran. Saya salah satu yang cukup sensitif dengan rasa mayones di salad karena terkadang ada beberapa salad yang mayones nya terasa agak serik di tenggorokan. Tapi mayones punya @happysalad.co_sby rasanya cenderung lebih ringan, dan ga terasa serik di tenggorokan. Menurut saya ini penting, karena dengan rasa mayones yang lebih ringan, rasa buah-buahannya masih sangat menonjol.


Soal isian buah, buah-buahan di salad dari @happysalad.co_sby terdiri dari apel, melon, strawberry, anggur, kiwi, jelly, pear, kelengkeng, dan nata de coco. Rame lah pokoknya isi saladnya :))

Best part nya lagi, taburan keju di salad nya banyak banget. Ga tau lagi deh, ga pelit banget ngasih kejunya. Buat anak-anak teman-teman mama-mama yang suka keju & buah, nih boleh dicoba deh saladnya @happysalad.co_sby. Kalau anaknya ga suka buah, boleh juga tetep dikenalin sama salad ini, siapa tau anak tiba-tiba jadi suka makan buah karena makan salad ;)


Oh iya, salad di @happysalad.co_sby tersedia dalam berbagai macam ukuran. Mulai dari personal size 250 ml, 500 ml sampai family size 650 ml dan 750 ml ada semua :)

Untuk teman-teman mama-mama yang di Surabaya dan sekitarnya kalau ingin order salad di @happysalad.co_sby bisa melalui WhatsApp, nomornya tertera di IG account @happysalad.co_sby yaa.. Atau bisa juga via aplikasi go food, Happy Salad Surabaya, Tenggilis Mejoyo. Soal harga saladnya berapa, InsyaAllah affordable menurut saya :)

Jadi, siapa nih teman-teman mama-mama yang juga salad addict?


Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Happy Salad!

MAMA, IBU, BUNDA atau?

| on
March 27, 2019

"Mbak, aku nanti kalau punya anak mau nya dipanggil Ibu ah sama anakku" begitu kata adik saya saat kami sedang mengobrol.
"Lha, kenapa gitu?"
"Ya ga kenapa-kenapa juga, suka aja. Bagus, seperti orang-orang Jawa gitu." katanya lagi.
"Oh,.."
"Eh, mbak tau ga, ada loh arti-artinya kita manggil anak kita apa. Aku pernah baca di artikel mana gitu, jadi kalau dipanggil Ibu sama anaknya, seperti punya norma-norma yang idealis gitu. Kalau dipanggil Mama, berarti posesif sama anaknya. Kalau Mami itu, seperti memanjakan gitu. Kalau Bunda...ehm apa ya aku lupa. Gitu lah pokoknya" jelas adik saya.
"Lah, Aliyah manggil aku mama, aku posesif dong, hahaha" jawab saya.

Percakapan diatas tidak sekali dua kali kami obrolkan tapi berulang kali, hahaha. Entah kenapa juga sering terulang, dan selalu seru untuk dibahas.

Kalau ditanya kenapa saya memilih dipanggil Mama oleh Aliyah, sebenarnya alasannya sederhana. Menurut saya, kata Mama adalah kata yang paling mudah diucapkan oleh anak bayi, dan saya cuma ingin menjadi kata pertama yang diucapkan oleh anak saya. Dan Alhamdulillah kata pertama Aliyah adalah Mama. Entah karena dia memanggil saya atau sekedar celotehan random si anak bayi :') Tapi saya anggap Aliyah sedang memanggil saya, karena saat mendengar Aliyah mengucap ma-ma ma-ma rasanya terharu sekali. Unforgettable moment lah pokoknya :) 

Panggilan Mama sebenarnya sangat mendarah daging di keluarga besar kami, baik dari keluarga ibu saya maupun ayah saya. Semua tante dipanggil mama oleh saudara-saudara sepupu saya. Dari keluarga suami saya pun begitu, suami saya memanggil ibunya dengan sebutan mama, begitu juga dengan tante-tante dari pihak suami saya, sebagian besar dipanggil dengan sebutan mama oleh anak-anaknya.

Bisa jadi faktor lain saya memilih untuk dipanggil Mama oleh Aliyah karena lingkungan saya yang sebagian besar memanggil ibu nya dengan sebutan mama, lalu masuk ke alam bawah sadar saya, bahwa ibu itu ya manggilnya dengan sebutan mama, hehe.

Kembali ke soal bahasan obrolan saya dan adik, bahwa setiap panggilan anak ke ibu nya memiliki arti, saya jadi penasaran apa iya seperti itu. Lalu saya menemukan artikel di detikhealth dari detik.com yang membahas soal makna dari setiap panggila anak ke ibunya. Valid atau tidak nya artikel itu saya belum tau pasti, namun jika teman-teman mama-mama juga ingin tau seperti apa perbedaan maknanya berikut rangkuman artikelnya:

1. Ma'am atau Nyonya : Tipe orang tua yang otoriter dan disiplin
2. Mama : Tipe orang tua yang posesif
3. Mother/ Bunda: Tipe orang tua yang sering memaksa anak untuk selalu menjadi yang terbaik
4. Mom/ Ibu: Tipe orang tua yang netral, sesuai dengan norma umum yang berlaku di masyarakat
5. Ma/Mak, Emak: Tipe orang tua yang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan anak
6. Nama Asli: Tipe orang tua yang tidak mementingkan norma-norma di masyarakat.
7. Mommy/ Mami: Tipe orang tua yang memanjakan anak.

Saya sebenarnya cukup senang juga membaca artikel dari detikhealth tersebut, karena jujur semakin besar Aliyah, ia semakin sering memanggil saya dengan sebutan Mak.

"Mak... mak dimana, Yaya carii..."
"Mak, main sama Yaya..."
"Mak, Yaya mau pipis..."
"Mak, sudah maakk... cebok maak"
" Mak, lapar, mau makan Yaya"
"Mak, ikuuutt..."

dan seruan-seruan Mak lainnya, kalau kalau saya jabarin satu-satu bisa jadi novel blog post ini :D Namun, yang paling saya percaya sih, Aliyah jadi memanggil saya dengan sebutan Mak, karena meniru saya memanggil ibu saya yang sering saya panggil dengan Mak juga, hehe. Kebetulan kami berasal dari Sulawesi, dan di daerah asal kami mama means mamak :)

Saya pribadi sebenarnya tidak terlalu ambil pusing dengan makna panggilan anak kepada ibunya, karena poin pentingnya adalah bagaimana hubungan antar ibu-anak itu sendiri. Bagaimana kita dapat membesarkan anak dengan penuh cinta, mencintai anak dengan cara kita sehingga anak pun tumbuh dengan merasa dicintai oleh orangtua. Saya yakin, apapun panggilan anak kepada ibunya, pasti akan selalu tetap "kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa".

Bagaimana dengan teman-teman mama-mama? Dipanggil dengan sebutan apa oleh anak?

Yuk sama-sama share disini :)

Semoga sharing saya bermanfaat ya :)


Enjoy!

referensi: www.detik.com



THINGS I LEARNED FROM CATATAN NAJWA SHIHAB WITH MAUDY AYUNDA

| on
March 26, 2019

Halo!

Sudah menjadi rahasia umum betapa hebohnya dunia maya, saat Maudy Ayunda, aktris multi talenta dengan paket lengkapnya, cantik dan pintar, memposting soal dirinya berhasil lolos di dua universitas terbaik di dunia, Stanford University dan Harvard University untuk melanjutkan pendidikan S2 nya. Saya adalah salah satu yang terbawa euforia nya ;') karena jujur i adore her so much. Saya tidak memandang keaktrisannya, atau kecantikannya, tapi betapa dia tidak pernah berhenti untuk belajar, melakukan berbagai hal semampu dia dengan semaksimal mungkin untuk memberi manfaat di lingkungan sekitarnya. She's an ambisious enough yet very humble too. Saya sendiri sangat banyak belajar dari Maudy Ayunda walaupun sebatas melihat berbagai updates nya di Instagram.

Saya juga salah satu yang ikut-ikutan reshare blog post Puty Puar tentang kelulusan Maudy Ayunda di dua universitas terbaik di dunia ini. Bahwa apa-apa yang diraih bisa juga karena previllege yang dimiliki oleh Maudy Ayunda, seperti dia aktris, dia dari keluarga yang sangat mampu, dia lulusan dari British International School sehingga aksesnya untuk sekolah ke Oxford jauh lebih tebuka dibandingkan lulusan sekolah negeri :'), dll. Memang, bahasan di blog tersebut tidak fokus kepada Maudy Ayunda nya, melainkan mengenai makna previllege itu sendiri.  Saya salah satu yang sepakat dengan Puty Puar tentang previllege yang dimilik oleh Maudy Ayunda, sampai saat saya menyaksikan tayangan channel Youtube mbak Najwa Shihab, Catatan Najwa Shibab, dengan Maudy Ayunda sebagai tamu/narasumber nya.

Tayangan yang berdurasi kurang lebih 27 menit itu, membuat saya belajar banyak hal. Banyak sisi lain yang dapat saya pelajari dari seorang Maudy Ayunda dan juga mbak Najwa Shihab. Terutama tentang bagaiamana previllege yang dimiliki oleh Maudy Ayunda ternyata tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan betapa keras usaha yang dilakukannya untuk meraih itu semua. 

Ada beberapa hal yang dapat saya ambil sebagai pembelajaran setelah menyaksikan tayangan tersebut, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk Aliyah kelak:

1. Memvisualisasikan apa yang menjadi impian kita, agar energi, usaha, doa-doa yang terpanjat mengiringi setiap langkah kita untuk meraih mimpi itu. If we believe it, we can do it for sure, InsyaAllah :)

2. Authenticity dalam berkarya. Keaslian, kejujuran atas karya kita. Karya yang asli berasal dari ketulusan dari dalam hati  Motivation letters yang ditulis Maudy Ayunda untuk Stanford University benar-benar berasal dari kejujurannya pada diri sendiri. Saya jadi belajar bagaiamana menjadi diri sendiri tanpa harus terpengaruh oleh orang lain. Saya pun juga belajar untuk menulis blog post yang benar-benar dari dalam hati karena terkadang di beberapa postingan saya lebih ke 'sekedar' menulis :') 

3. Research, research, and research. Melakukan banyak riset atas tujuan/ mimpi yang ingin kita raih. bisa dilakukan dengan belajar dari banyak hal atau pengalaman kita sebelumnya, bertanya kepada banyak orang yang telah berpengalaman sebelumnya, serta membaca dari berbagai sumber. 

4. Lebih banyak baca buku. Saat kecil, buku adalah hiburan satu-satunya yang dimiliki oleh Maudy Ayunda karena di rumahnya tidak ada televisi. Ayahnya bahkan sampai rela ke Singapura khusus untuk membelikan anak-anaknya buku! Diawal tahun ini, saya baru menyadari bahwa saya sangat miskin literasi, dan mulai belajar lebih rajin membaca buku, juga membacakan buku untuk Aliyah. Ternyata memang benar, lebih banyak membaca buku tidak sekedar menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir serta wawasan kita menjadi semakin luas.

5. Berpikir kritis terhadap sesuatu. Saat Maudy Ayunda kecil, sang Ibu selalu mengajaknya berdiskusi secara dalam tentang berbagai hal. Ibunya sering meminta pendapatnya tentang apapun, salah satunya menu makanan apa yang sebaiknya disajikan saat lebaran, mengapa harus menu tersebut, mengapa menganggap menu ini cocok dengan menu itu, dan berbagia pertanyaan mendetail lainnya. Ternyata benar kata akun-akun parenting :) bahwa penting untuk mengajarkan anak berpikir kritis sedini mungkin. Saya jadi belajar untuk mencoba mengajak Aliyah berdiskusi seperti ini. Namun, jawaban Aliyah masih sebatas "iya, engga, iya, engga" dengan diselingi "ndak mau", :'))

6. Belajar mengambil keputusan sedini mungkin. Dari cerita mbak najwa Shihab, mbak Najwa sudah dibebaskan untuk memilih akan bersekolah dimana saat masih SMP oleh orang tuanya. Sedangkan saya, memilih jurusan untuk kuliah masih melibatkan kedua orang tua saya :') Tidak ingin membandingkan karena saya yakin sudah jalanNya saya seperti itu, namun saya ingin belajar untuk mencoba cara yang berbeda kepada Aliyah. Saya ingin Aliyah dapat mengambil keputusan apapun itu atas dasar keinginannya sendiri, dan bertanggung jawab sepenuhnya atas manfaat, resiko, dampak yang mungkin akan timbul dari keputusan yang diambilnya. Harapannya, kelak dia tidak akan menyalahkan kedua orangtuanya atas apa yang telah dipilihnya :)  Saya pun belajar untuk melatih Aliyah dalam mengambil keputusan sejak lama, mulai saat membeli pakaian, memutuskan ingin makan apa hari ini, ingin bermain apa hari ini, ingin pergi kemana, kalau Aliyah memilih ini resikonya seperti ini, kalau begitu resikonya seperti itu, dll. Namun terkadang lingkungan di sekitar saya yang justru keberatan, anak kecil kok ditanyain begitu menurut mereka. Saya tetap pada pendirian saya, tetap mengajak Aliyah berdiskusi, :))


Kurang lebih 6 hal diatas adalah pembelajaran yang dapat saya ambil setelah menyaksikan tayangan channel Youtube Catatan Najwa Shihab bersama Maudy Ayunda. Blog post saya kali ini bukan berarti saya, Aliyah atau kita belajar untuk menjadi seperti Maudy Ayunda ataupun mbak Najwa Shihab.,tetapi paling tidak kita dapat mengadaptasi nilai positif yang ada pada mereka dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari sebagai diri kita sendiri :)


Bagaimana menurut teman-teman mama?


Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Have a nice day!





Pinjam Buku Online Surabaya | @pinjambukuanakdarrel

| on
March 22, 2019

Halo!

Beberapa waktu lalu saya pernah posting tentang Buku Real Mom Real Journey karya Elvina Lim Kusumo.  Buku Real Mom Real Journey tersebut tidak saya beli, melainkan saya pinjam dari salah satu akun di Instagram @pinjambukuanakdarrel. Nah, di postingan kali ini saya ingin cerita tentang pengalaman meminjam buku online di @pinjambukuanamdarrel :)


Meminjam buku secara online dapat dikatakan merupakan salah satu alternatif pilihan dalam proses mengenalkan budaya membaca pada anak. Biasanya buku-buku yang kita/anak baca kebanyakan milik sendiri alias kita beli, atau berkunjung ke perpustakaan kota/perpustakaan keliling, atau bahkan membaca saat sekedar jalan-jalan ke toko buku. Namun,  dengan  meminjam buku secara online,  maka semakin banyak pilihan variasi buku yang dapat kita kenalkan pada anak :) 

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus punya strategi dalam mengatur keuangan keluarga terutama arus kas keluar :'D, maka meminjam buku secara online seperti sumber air di tengah padang gurun bagi saya, hahaha. Saya jadi punya banyak pilihan variasi buku untuk saya dan Aliyah, namun disisi lain saya dapat menghemat anggaran belanja buku :)

Pertama kali tau tentang @pinjambukuanakdarrel dari akun Instagram mbak Iput @iburakarayi yang juga baru saja membuat akun pinjam buku online. Mbak Iput merekomendasikan @pinjambukuanakdarrel untuk peminjaman buku online di daerah Surabaya dan sekitarnya. Saya langsung excited, karena lumayan banget kan, masih satu wilayah jadi bisa hemat di ongkir, hehe.

Setelah melihat-lihat feeds @pinjambukuanakdarrel, saya langsung tertarik untuk meminjam beberapa buku untuk saya dan Aliyah, dan satu mainan. Iya, di @pinjambukuanakdarrel ternyata tidak hanya menawarkan peminjaman buku, tetapi juga mainan edukasi untuk anak. Poin plus banget, untuk kita yang ingin memberi variasi mainan edukasi untuk anak, tapi ga perlu beli, mengingat anak biasanya mudah bosan dengan mainan :')

Langsung deh saya dm ke @pinjambukuanakdarrel untuk mendaftarkan diri sebagai member. Owner nya mbak Heny baik banget. Saat meminjam kita akan dikenakan biaya keanggotaan sebesar 25 ribu/tahun. Hemat banget kan... Kita boleh meminjam berapa kali pun dalam setahun, suka-suka lah pokoknya. Sekali pinjam maksimal 4 buku atau 3 buku dengan 1 mainan untuk jangka waktu 2 minggu. Oh iya saat mendaftar kita diwajibkan untuk mengirimkan foto diri dan KTP yang berlaku.

Untuk peminjaman pertama saya, saya meminjam 2 buku untuk saya, Real Mom Real Journey & Revolusi Makan oleh Dr. Hiromi Shinya, 1 buku tentang angkan dan hitungan sederhana untuk Aliyah (Aliyah sendiri yang milih bukunya :')) dan 1 mainan edukasi superpegs. Karena saya meminjam dengan mainan yang ternyata ukurannya lumayan, saya kena ongkir 2 kg. Ongkos kirim saat meminjam dan mengembalikan keduanya ditanggung oleh peminjam ya :) Tinggal pinter-pinternya kita memilih ekpedisi yang hemat di kantong :)

Tidak ada tips khusus sih dalam meminjam buku secara online, yang paling penting adalah kita perlu hati-hati dalam menjaga buku dan mainan nya agar tidak rusak. Saya juga mengingatkan Aliyah saat sebelum mulai bermain, bahwa buku dan mainannya bukan miliknya, melainkan milik orang lain. Karena Aliyah hanya meminjam, jadi setelah selesai harus dikembalikan. Aliyah juga harus hati-hati dalam bermain karena buku dan mainannya milik orang lain. Mainannya perlu dijaga, disayang seperti mainan Aliyah yang lain. Alhamdulillah Aliyah mengerti, dan benar-benar bermain dengan hati-hati.

Oh iya, saya juga sempat overtime meminjamnya, karena belum selesai membaca buku Revolusi Makan karya Dr. Hiromi Shinya, hehe. Alhamdulillah mbak Heny baik banget, di @pinjambukuanakdarrel kita boleh overtime (tapi ga lama-lama banget juga ya) tapi harus konfirmasinya lebih dulu jika akan sedikit overtime.

Senang sih, sekarang sudah banyak banget alternatif bagi kita untuk menumbuhkan minat baca pada anak dan kita juga tentunya.

Anyway, ada teman-teman mama-mama yang juga punya pengalaman meminjam buku secara online? Atau punya informasi tentang tempat peminjaman buku yang lain? Yuk share sama-sama di sini :)

Semoga sharing saya bermanfaat yaa...

Selamat membaca!







9 TIPS MENGONSUMSI JUS LEMON

| on
March 19, 2019

Halo!

Selama tiga minggu terakhir saya sedang mencoba untuk menjaga kesehatan dengan meminum jus lemon hangat setiap pagi saat perut masih kosong. Hal ini saya lakukan setelah membaca beberapa artikel tentang jus lemon yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan, bahkan dapat diminum sebagai terapi untuk penderita kanker. Dan memang akhir-akhir ini saya cukup sering mengalami gangguan kesehatan seperti nyeri pada leher, bagian ketiak, kram pada kaki kanan, sampai nyeri di bagian pinggul kanan dan rasanya sangat tidak nyaman

Di salah satu artikel yang saya baca, lemon dapat digunakan sebagai detoks alami pada tubuh, terutama untuk membersihkan usus dari racun. Saya sendiri awalnya mencoba minum jus lemon dengan harapan untuk mengurangi keluhan nyeri-nyeri di tubuh saya, setelah membaca buku karya Dr. Hiromi Shinya tentang revolusi makan dengan menjaga kesehatan usus. Menurut Dr. Hiromi segala nyeri-nyeri di badan bisa jadi karena kondisi usus kita yang kotor dan perlu detoksifikasi.

Dulu, juga pernah tau manfaat lemon bagus banget dari Alodita yang selalu mengonsumsi honey lemon shot setiap hari. Tapi biasa, karena waktu itu belum ada keluhan nyeri-nyeri, ada aja alesannya untuk menunda memulai (jangan ditiru ya!). Pas sudah mulai nyeri-nyeri, nah baru deh kan...

Setelah tiga minggu mengonsumsi jus lemon setiap pagi, Alhamdulillah segala nyeri di kaki maupun di pinggul sudah tidak berasa lagi. Di badan juga enteng banget rasanya. Saya juga sempat sharing tentang jus lemon ini di IG story saya untuk membagi manfaat jus lemon berdasarkan pengalaman saya kepada teman-teman. Ternyata cukup lumayan juga teman-teman yang dm balik ke saya buat nanya-nanya bagaimana cara membuatnya, lemon jenis apa, aman kah untuk penderita asam lambung, dll.

Sebenarnya saya juga sudah menjawab pertanyaan teman-teman via postingan IG story, tapi bagaimanapun rasanya kurang afdol kalau belum di post di blog :P

Berikut rangkuman tips dalam mengonsumsi jus lemon berdasarkan pengalamn saya serta hasil membaca berbagai artikel tentang lemon:

1. Jenis lemon yang digunakan bisa lemon lokal atau lemon impor, senemunya aja. Kalau ada yang lokal ya lokal, kalau ga ada ya impor tapi belinya ga banyak-banyak kalau impor haha. Beli lemon yang paling murah ya di pasar, biasanya lemon lokal. Di Kang sayur juga biasanya bawa lemon, kadang lokal, kadang impor. Di beberapa supermarket, terutama yang tag line nya 'super murah' lemon nya cukup murah juga, tapi milihnya harus ekstra usaha karena biasanya sudah hampir overrapped.

2. Cara membuat jus lemonnya sendiri macam-macam. Terserah teman-teman mama-mama mau diapakan lemonnya, dibuat senyaman mungkin supaya minumnya juga nikmat tiada beban :)

Kalau saya biasanya dibelah dua. Dibagi buat pagi dan malam buat jaga-jaga juga supaya perutnya tidak syok pagi-pagi diguyur lemon sebiji, diperas, dicemplungin sekalian kulitnya, disiram air panas. Tungguin sampai agak hangat, terus diminum deh.

Opsi kedua, bersihkan lemon dengan sikat yang kaku/keras, kemudian masukkan ke dalam kulkas dan bekukan selama dua jam. Dua jam kemudian, keluarkan dari kulkas dan iris (15-20 irisan per lemon), lalu masukkan ke dalam wadah tertutup. Tambahkan madu, air dingin dan rendam irisan lemon, setelah itu tutup wadahnya dan dinginkan di kulkas. Besoknya, ambil dua irisan lemon, kemudian seduh dengan air panas/matang.

Opsi ketiga, Bikin honey lemon shot ala Alodita. Jadi lemon diperas lalu ditambahin madu tanpa air.

3. Rendaman air lemon sebaiknya encer untuk mengurangi rasanya kecut nya. Biasanya setengah buah yang diperas saya tambahin +/- 300-400 ml air. Bisa juga dengan dibuat infuse water.

4. Lemon yang direndam air sebaiknya dengan kulitnya, karena senyawa flavonoid yang terkandung dalam kulit lemon sangat tinggi, bahkan lebih bernilai daripada isinya, tapi sebelumnya harus dicuci bersih dulu yaa, khawatir nya masih ada residu pestisida yg tertinggal.

5. Teman-teman juga bisa menggosok permukaan kulit lemon dengan garam untuk menghilangkan bakteri pada lemon.

6. Jangan gunakan air panas kalau minumnya pakai  madu yaa karena madu mengandung enzim, yang akan mengeluarkan hydroxymethylfurfural (salah satu gula utama dalam madu, yang terbentuk sangat cepat ketika madu dipanaskan) yang berlebihan, sehingga nutrisi dalam madu akan hancur.

7. Untuk penderita asam lambung, sebaiknya mencoba minum jus lemon di sela waktu makan ya, misalnya saat menjelang makan siang. Kalau ternyata perutnya nyeri, sebaiknya tidak diteruskan ya.

8. Sebaiknya setelah meminum jus lemon tidak langsung makan untuk memberi waktu bagi usus mencerna jus lemon dengan baik lebih dulu. Lebih baik lagi jika setelahnya kita mengonsumsi buah lebih dulu, dan 30 menit kemudian baru deh makan menu utama kita.

9. Sebaiknya tidak mengonsumsi lemon bersamaan dengan mengonsumsi udang ya. Pada dasarnya udang mengandung senyawa Arsenic Pentoxide (As2O5) dan jika bertemu dengan lemon yang mengandung Vitamin C,  akan terjadi reaksi kimia di dalam perut yang mengubah As3O5 menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pada hati, jantung, ginjal, dan pembuluh darah.


Overall, kurang lebih beberapa tips diatas yang biasa saya lakukan setiap mengonsumsi jus lemon. Kalau teman-teman mama-mama punya tips jus lemon juga, boleh banget share disini :)

Semoga sharing saya bermanfaat ya!

Selamat mencoba dan keep healthy!

MUSHROOMS RICE

| on
March 14, 2019
Halo!

Siapa yang suka banget masak dengan bahan jamur champignon? Saya salah satu yang cukup sering masak pakai jamur ini, karena selain harganya lumayan terjangkau, jamur champignon juga mudah didapatkan, mulai dari supermarket, pasar, sampai kang sayur langganan :)

Sebenarnya rasa jamur champignon ini agak kuat bagi saya. Kalau saya langsung merebusnya dan air rebusannya dicampur dengan sup, rasa supnya menjadi terlalu 'jamur' dan saya pribadi kurang doyan :D Jadi saya coba untuk mengurangi rasanya yang kuat dengan merebusnya secara terpisah.

Nah kali ini saya ingin mencoba berbagi resep nasi jamur yang menurut saya yaah lumayan enak lah rasanya (enak atau enggak disini sangat relatif yaa :)) Siapa tau bisa jadi inspirasi untuk modifikasi resep jamur champignon di rumah :)




Berikut bahan dan cara membuat mushrooms rice ala-ala :)

Bahan:

Jamur Champignon 1 pack, bagi dua bagian
Kaldu sayur (resep kaldu sayur dapat dilihat disini ya)
Mentega/butter/unsalted butter 1 sdm
Beras (bisa pakai beras jenis apa saja) -/+ 1 cup
Daging sapi iris tipis (banyaknya sesuai selera)
Wortel (bisa diambil dari wortel kaldu sayur)
Brokoli, rebus sebentar, sisihkan
Bawang Putih +/- 2 siung haluskan
Bawang Bombay 1 buah iris 
Garam 
Lada
Lada hitam (optional)


Cara membuat:

Nasi Jamur:
1. Rendam beras -/+ 1 jam atau rendam selama semalaman lebih baik.
2. Iris-iris setengah bagian dari jamur champignon. 
3. Lelehkan mentega/butter/unsalted butter di dalam panci yang akan digunakan untuk memasak nasi. Tumis bawang putih, sebagian bawang bombay dan jamur champignon yang telah diiris di no.2. Tumis sampai jamur agak layu ya. Angkat jamur. Jangan bersihkan panci nya ya, karena karamelisasi yang terbentuk dari hasil tumisan jamur rasanya sangat enak untuk digunakan memasak nasi.
3. Masukkan beras ke dalam panci, dan tambahkan kaldu sayur secukupnya.
4. Masak beras dengan diaduk sesekali agar tidak gosong.
5. Masukkan jamur champignon setengah bagian yang lain & setengah buah bawang bombay ke dalam panci.
6. Aduk-aduk beras dan jamur sampai beras menjadi nasi.
7. Seasoning nasi dengan garam dan lada, kalau punya kaldu jamur bubuk juga bisa ditambahkan :)
8. Aduk-aduk nasi sampai matang.
9. Angkat nasi dari panci, tiriskan.

Daging iris:

1. Lelehkan mentega/butter/unsalted butter lalu tumis bawang putih halus dengan irisan bawang bombay.
2. Masukkan irisan daging, tumis sebentar lalu tambahkan air sedikit demi sedikit agar daging cepat empuk.
3. Seasoning dengan garam, lada, dan sedikit kecap.
4. Masak sampai air asat dan daging empuk.

Plating nasi jamur dengan topping jamur champignon tumis, daging iris, brokoli dan wortel. Jadi deh mushrooms rice nya :)
Alhamdulillah Aliyah suka dengan menu mushrooms rice ini :)

Teman-teman mama-mama ada yang punya resep nasi jamur andalan juga ga? Yuk share sama-sama di sini :)

Semoga sharing saya bermanfaat ya!

Selamat memasak!




BELAJAR MENGENAL HURUF DENGAN BAHAN MAKANAN #1

| on
March 05, 2019
Halo!

Semua ibu pasti sepakat kalau anak dengan usia toddler setiap hari tumbuh semakin aktif. Semakin aktif bermain yang diiringi dengan rasa ingin tahu yang semakin besar. Di usia Aliyah yang menginjak 3,5 th, Aliyah juga tumbuh menjadi anak yang semakin aktif dan semakin sibuk ingin melakukan ini itu :')  Seringkali saya dibuat bingung karena harus menemani Aliyah main setiap hari dan Aliyah tipikal anak yang mudah bosan. 

Berhubung Aliyah sudah mulai mengenal lingkungan sekolah, salah satu aktivitas yang cukup sering kami lakukan bersama adalah belajar mengenal huruf. Sebenarnya Aliyah sudah mengenal huruf A-Z sejak usia 2,5 th lebih seingat saya, melalui nyanyian. Seiring semakin besar Aliyah, saya mulai mencoba menaikkan sedikit level pengenalan huruf kepada Aliyah dari sekedar bernyanyi, bertahap ke aktivitas mulai menulis pelan-pelan dan mengenal huruf besar dan kecil, serta huruf-buruf di dalam ejaan namanya.

Kali ini saya coba mengenalkan huruf dengan bahan makanan, karena tidak perlu beli ini itu, dan bisa diambil langsung dari dapur, hehe. Bahan dasar yang saya gunakan adalah garam dan beras.

Mengenal Huruf Besar dan Huruf Kecil dengan garam



Bahan dan alat:

Garam dapur 250 gr (satu bungkus ukuran kecil)
Wadah kaca
Karton bekas
Spidol
Kuas
Kertas origami ukuran besar



Cara membuat:

1. Potong karton bekas sesuai dengan ukuran wadah kaca. Disini saya memotong karton dengan bentuk persegi panjang sesuai dengan ukuran wadah kaca.

2. Buat tulisan huruf kecil a-z di karton. Tulisan huruf kecil dapat disesuaikan dengan besarnya kertas karton. Tidak apa-apa jika tidak cukup dari a-z, bisa dibuat secukupnya asalkan ukuran tulisan tidak terlalu kecil :) Misalnya cukup dari huruf a-l.

3. Potong kertas origami menjadi empat bagian. Tulis huruf besar di setiap bagian kecil kertas origami. Buat sesuai dengan jumlah huruf yang ada di kertas karton.

4. Letakkan kertas karton dibawah wadah kaca, lalu isi wadah kaca dengan garam.

Cara bermain:

Teman-teman mama-mama bisa menunjukkan huruf besar di kertas origami pada anak, lalu minta anak untuk mencari pasangan huruf kecil dari huruf besar tersebut di dalam wadah kaca yang berisi garam. Mencarinya bisa dengan menggunakan kuas. :) Silakan diulangi dengan mengganti huruf besarnya :)



Selain untuk huruf besar-kecil, wadah kaca & garam ini juga saya gunakan untuk mengenalkan huruf hijaiyah pada Aliyah :) Kebetulan Aliyah punya puzzle huruf hijaiyah yang langsung saya letakkan di bawah wadah kaca. Aliyah tinggal mencari huruf yang sama dengan huruf  yang saya tunjukkan dengan kartu huruf hijaiyah :)

Oh iya, setelah bosan dengan main huruf, garam di dalam wadah digunakan Aliyah untuk berimajinasi dengan mainan bus kecil nya. Ceritanya bus kecil mainannya sedang berada di dalam jalanan bersalju :D Saya pun ikut bermain dengan menabur salju menggunakan saringan dari set mainan pasir pantai :D, seolah-seolah sedang turun salju. Intinya setelahnya bebas lah mau dibuat main apa saja garamnya :) 

Untuk cuplikan video bermainnya dapat dilihat disini yaa :)

Manfaat stimulasi:

1. Anak dapat mengenal huruf besar dan kecil
2. Melatih motorik halus anak dengan memegang kuas, yang bertujuan untuk  melatih jari-jari anak dalam memegang alat tulis.
3. Melatih sensori anak dengan menyentuh garam.
4. Mengenalkan rasa asin garam kepada anak.
5. Melatih kemampuan berpikir pada anak dalam mencari huruf yang tersembunyi.
6. Malatih daya imajinasi anak.


Menulis Huruf dengan Beras warna warni


Sebenarnya menulis huruf dengan beras warna-warni sudah saya upload di akun instagram saya sebulan yang lalu, hehe. Namun baru saya posting sekalian di blog post ini :) Untuk cuplikan video bermain nya dapat dilihat disini yaa :)

Bahan dan alat:

Beras 1 cup
Pewarna makanan (boleh pakai 1 warna saja sesuai dengan stok di rumah :))
Wadah kecil sesuai jumlah pewarna makanan
Air
Piring plastik
Kuas
Wadah untuk alas beras warna-warni (bisa tray plastik/kayu, nampan, dll)
Kertas Origami ukuran besar


Cara membuat:

1. Bagi beras menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah warna yang akan dibuat. Disini saya menggunakan tiga jenis warna.

2. Siapkan air secukupnya di wadah kecil, tidak perlu terlalu banyak. Komposisi air dengan beras kurang lebih 1:1. Teteskan pewarna makanan ke dalam air yang telah disiapkan.

3. Masukkan beras ke dalam air berwarna.

4. Rendam beras -/+ 30-60 menit.

5. Tuang beras ke dalam piring plastik, lalu jemur dibawah sinar matahari sampai kering.

6. Atur beras warna-warni diatas tray.

7. Potong kertas origami menjadi empat bagian. Tulis huruf besar di setiap bagian kecil kertas origami. Disini saya haya membuat beberapa huruf besar dari ejaan nama Aliyah sebagai awal untuk Aliyah belajar mengenal huruf pada namanya sendiri dan kelak dapat menulis namanya sendiri.

Cara bermain:

Teman-teman mama-mama bisa menunjukkan huruf besar di kertas origami pada anak, lalu minta anak untuk menulis huruf nya diatas beras dengan menggunakan kuas :) Silakan diulangi dengan mengganti huruf besarnya :) selain untuk belajar mengenal dan menulis huruf, permainan ini juga dapat digunakan untuk belajar mengenal dan menulis angka dan bentuk. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan anak kita :)

Untuk melatih sensori anak, teman-teman mama-mama dapat meminta anak untuk memegang berasnya, dan bercerita bahwa tekstur beras itu kasar. Selain itu, kita juga dapat bercerita bahwa beras merupakan bahan makanan yang berasal dari padi, dan menjadi cikal bakal nasi yang dimakan oleh anak sehari-hari :)

Seteleh bosan menulis huruf, Aliyah menggunakan beras nya untuk bermain memindahkan beras dari satu wadah ke wadah lainya dengan menggunakan sendok :)

Manfaat stimulasi:

1. Anak dapat mengenal huruf dari ejaan namanya sendiri.
2. Melatih motorik halus anak dengan memegang kuas, yang bertujuan untuk  melatih jari-jari anak dalam memegang alat tulis.
3. Melatih sensori anak dengan menyentuh beras.
4. Mengenalkan konsep bahan makanan beras pada anak.
5. Melatih kemampuan motorik anak saat memindahkan beras dengan menggunakan sendok.


Nah, kalau teman-teman mama-mama bahan makanan apa yang biasanya digunakan untuk bermain dengan anak?

Semoga sharing saya bermanfaat yaa..

Selamat bermain!

OYO 204 BLESSING RESIDENCE: MENGINAP HEMAT DI KAWASAN ELIT SURABAYA BARAT

| on
February 28, 2019

Halo!

Di keluarga kecil kami, weekend adalah saatnya menghabiskan waktu bersama semaksimal mungkin (kurang lebih sama dengan keluarga yang lainnya :)) dimanapun. Biasanya ya jalan ke mall, ke alun-alun kota, tiba-tiba naik kereta api keluar kota, atau menginap di penginapan. Berhubung rumah kami termasuk di pinggiran Surabaya (bahkan pinggiran Sidoarjo :')) jadi bisa main-main ke tengah kota Surabaya (terutama daerah Surabaya Barat dan Surabaya Timur) itu salah satu kesempatan yang langka mengingat semakin ramainya Surabaya yang diiringi dengan semakin macetnya lalu lintas di jalanan Surabaya-Sidoarjo.

Minggu lalu suami saya tiba-tiba mengajak saya dan Aliyah untuk menginap di kawasan Surabaya Barat. Suami saya memang tipikal orang yang spontan (kadang saya suka protes juga karena spontannya dia, berarti riwehnya saya yang harus siapin ini itu dadakan :')) dan seringnya dia tiba-tiba aja 'Yank, ada promo nih tempat nginepnya. Ayo berangkat, sudah aku bayar!',gitu. Ya sudahlah, kalau sudah begitu ya berangkatlah kita. 

Kali ini kami menginap di OYO 204 Blessing Residence. Sebelum saya lanjut cerita, mari samakan persepsi dulu bahwa ini adalah tipe budget hotel (lebih ke guesthouse sih menurut saya) dengan fasilitas sederhana, tanpa free breakfast seperti kebanyakan penginapan lainnya. OYO 204 Blessing Residence berada di dalam kawasan elit Citraland Surabaya, tepatnya di dalam cluster Eastwood. 
Salah satu yang membuat kami tertarik untuk menginap di OYO 204 Blessing Residence selain karena promo (wajib sih ini :P) adalah desain ruangan yang unik dan cukup instagenic (syarat wajib untuk content creator :P)


Kami tiba di OYO 204 Blessing Residence sekitar pukul 5 sore. Membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 1-1.5 jam dari Sidoarjo tempat kami untuk sampai di OYO 204 Blessing Residence, dan kurang lebih sama jika teman-teman mama-mama berangkat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Pertama sampai kami cukup terkejut apakah benar sesuai dengan tempat yang kami tuju atau tidak, karena ternyata OYO 204 Blessing Residence bersebelahan persis dengan Blessing Kost. Rupanya memang OYO 204 Blessing Residence dan Blessing Kost dibawah satu manajemen yang sama. Area resepsionis OYO 204 Blessing Residence pun berada di bangunan Blessing Kost dan untuk menuju kamar di OYO 204 Blessing Residence perlu melewati deretan kamar kost. Pada saat check-in kita akan diminta untuk meninggalkan uang deposit sebesar Rp 200 ribu yang akan dikembalikan pada saat kita check-out


Di OYO 204 Blessing Residence terdapat 6 room yang terletak saling berhadapan, 3 room disisi kanan, dan 3 room disisi kiri, Setiap weekend room-room yang ada selalu terisi penuh. Desain interior kamarnya mengusung tema skandinavian dengan ruangan yang sangat bersih dan wangi. Kamar mandi nya sederhana dengan toilet, wastafel dan shower yang dilengkapi dengan water heater.



Kamar di OYO 204 Blessing Residence terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah terdapat kamar mandi, ruang tengah lengkap dengan televisi dan antena lokal, kulkas tanpa isi yang sangat bersih dan area dapur lengkap dengan bak cuci piring. Semua perabotnya sepertinya masih sangat baru dan bersih. Handuk mandi dan air mineral dapat kita temukan di meja yang terletak di bawah tangga kamar. 









Ruang tidur terletak di lantai atas dengan tempat tidur double size dan satu meja kecil di samping tempat tidur. Di lantai atas juga terdapat satu set meja dan kursi yang sangat nyaman digunakan untuk bekerja. Desain lantai atas juga tidak kalah unik karena terdapat dua ruangan (besar dan kecil) seperti panggung kosong yang entah kegunaannya untuk apa. Untuk ruangan yang berukuran kecil saya gunakan untuk sholat. Sedangkan ruangan yang besar menurut suami saya ukurannya sangat sesuai dengan ukuran kasur double size. Mungkin seharusnya kasurnya terletak disana. Poin plus nya adalah, jika kita kesini beramai-ramai dengan keluarga, maka ruangan kosong ini dapat diberi extra bed untuk tempat tidur anggota keluarga lainnya.





Poin plus lainnya adalah sangat mudah menemukan colokan listrik di seluruh area ruang kamar di OYO 204 Blessing Residence, sehingga mempermudah untuk yang menginap namun harus menyelesaikan berbagai pekerjaan. 

Secara keseluruhan kami cukup nyaman menginap disini, karena kondisi kamarnya yang sangat bersih walaupun tergolong bugdet hotel dan berada satu atap dengan kos-kosan. 

Beberapa tips yang dapat saya bagi untuk teman-teman mama-mama yang akan menginap disini:

1. Hati-hati dengan anak tangga kamarnya.
Untuk mama-mama dengan anak usia toddlers seperti saya, anak tangga adalah hal yang menyenangkan bagi anak. Namun, menurut saya anak tangga di ruangan kamar ini agak curam untuk anak kecil dengan celah tangga yang cukup lebar. Aliyah selalu kami temani saat akan naik turun. Namun saat Aliyah kami rasa sudah cukup cakap, maka saya akan menunggunya turun di ujung bawah anak tangga. 





2. Hati-hati dengan pagar pembatas di lantai dua
Pagar pembatas di lantai dua berjarak cukup lebar antara satu tiang dengan tiang lainnya. Aliyah dengan usia 3,5 th dan berat 13,5 kg cukup untuk melewati pagar pembatas tersebut.

3. Membawa termos air panas atau pemanas air
Saya agak kesulitan saat ingin membuatkan Aliyah susu karena tidak membawa termos dan pemanas air dan di ruangan penginapan juga tidak tersedia pemanas air. Saya perlu turun kebawah, ke dapur kos-kosan untuk memasak air panas.

4. Membeli persediaan makanan sebelum ke penginapan.
Berhubung penginapannya terletak di dalam cluster dan perlu berkendara jika ingin keluar membeli sesuatu, maka sebaiknya kita membeli lebih dulu persediaan makanan yang dibutuhkan seperti air mineral, snacks, buah, dll. 



5. Gunakan jasa transportasi online untuk order makanan
Jika teman-teman mama-mama kesulitan untuk keluar membeli makanan, menggunakan jasa trasnportasi online untuk membeli makanan merupakan salah satu keputusan yang tepat. Beragam pilihan restoran tersedia di sekitar lokasi penginapan. Saat makan malam kami memutuskan untuk memesan chinese food di area G-Walk Surabaya via transportasi online, dan sarapan di pecel di Pasar Segar Citraland (untuk ke pasar segar dapat dijangkau dengan berjalan kaki).




Jika teman-teman mama-mama mempunyai keperluan di daerah Surabaya Barat dan berencana menginap dalam waktu lama, OYO 204 Blessing Residence ini salah satu rekomendasinya, mengingat harga yang ditawarkan sangat terjangkau untuk standar kawasan elit di Surabaya Barat. Untuk jarak tempuh menuju OYO 204 Blessing Residence tergolong 'lumayan' jika ditempuh dari beberapa lokasi transportasi utama, seperti bandara, terminal dan stasiun.

Berikut kisaran jarak tempuh menuju OYO 204 Blessing Residence:
  • Dari rumah saya di daerah pinggiran Sidoarjo 36 km
  • Dari Bandara Internasional Juanda Surabaya 32 km
  • Dari Terminal Bungurasih Surabaya 20 km
  • Dari Stasiun Surabaya Gubeng 16 km
  • Dari Pusat Kota Surabaya (Monumen Bambu Runcing) 15 km                                                  
Di sisi lain, karena berada di kawasan Citraland Surabaya Barat, kita tidak akan kesulitan untuk berwisata kuliner dan mencari hiburan di sekitar penginapan (dengan catatan tetap memerlukan kendaraan untuk keluar cluster karena area Citraland yang sangat luas). 

Penginapan ini sangat dekat dengan:
  • Pasar Segar Citraland Surabaya
  • Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat Surabaya
  • Ciputra Waterpark
  • Universitas Ciputra
  • Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
  • G-Walk Surabaya
  • Lopp Surabaya
  • National Hospital Surabaya
  • Supermall Pakuwon Surabaya
  • Lenmarc Mall Surabaya
Sangat mudah menemukan OYO 204 Blessing Residence di google maps untuk panduan perjalanan kita. Untuk memesan kamar di OYO 204 Blessing Residence dapat melalui aplikasi OYO Rooms atau berbagai aplikasi travelling/penginapan dengan beragam harga di kisaran Rp 250 ribu- Rp 350 ribu (tanpa promo). Saya sendiri dapat harga promo di Rp 170 ribu, hehehe. 

Bagaimana dengan weekend teman-teman mama-mama? Ada yang juga punya pengalaman menginap di OYO 204 Blessing Residence? Yuk share di sini :)

Semoga sharing saya kali ini bermanfaat ya!

Happy Weekend!