REVIEW SCARLET WHITENING BODY SCRUB, BODY WASH & BODY LOTION: MEMBUAT KULIT LEBIH LEMBUT DAN CERAH!

| on
May 27, 2021

Halo!

Bagaimana kabarnya teman-teman mama? Semoga sehat dan bahagia selalu ya :) Saya sendiri Alhamdulillah sehat meski belakangan agak riweuh dengan pekerjaan domestik rumah tangga karena dua bulan belakangan disambi mengurus mama mertua yang sedang sakit. Alhamdulillah pelan-pelan kondisi mertua sudah lebih baik, dan ritme pekerjaan domestik rumah tangga sudah mulai kembali normal seperti biasa :)


Tapi di blog post kali kita tidak akan membahas soal pekerjaan domestik ataupun kondisi mama mertua saya. Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya menggunakan rangkaian Scarlett Whitening, mulai dari body scrubshower scrub sampai body lotionnya untuk membantu melembabkan dan mencerahkan kulit saya yang kering dan kusam.




Jadi, karena dua bulan belakangan saya sering sekali berhubungan dengan detergen dan teman-temannya, tanpa saya sadari ternyata  hal ini lama - kelamaan membuat kulit  tangan saya menjadi sangat kering dan kusam.




Saya akhirnya mencari referensi produk bodycare yang dapat membantu kulit saya kembali lembab dan lebih sehat. Pada intinya, saya mencari produk yang aman dan cara pakainya simpel karena saya kurang begitu telaten untuk urusan perawatan tubuh hehehe. 


Nah, belakangan saya cukup sering melihat updates rangkaian produk Scarlett Whitening di instagram feeds saya karena banyak digunakan oleh teman-teman saya ataupun para influencer. Tadinya saya pikir Scarlett Whitening adalah produk buatan luar negeri, faktanya Scarlet Whitening adalah produk asli buatan dalam negeri :)

Wah, sepertinya bisa nih saya coba produk dari Scarlett Whitening ini pikir saya waktu itu, karena dari review teman-teman saya, produk dari Scarlett Whitening tergolong bagus untuk membantu melembabkan dan mencerahkan kulit.


Singkat cerita, akhirnya saya mencoba rangkaian bodycare Scarlett Whitening mulai dari body scrub, shower scrub sampai body lotionnya. Berhubung produk Scarlett Whitening sudah terdaftar di BPOM dan Not Tested on Animals serta HALAL MUI jadi, InsyaAllah produknya aman untuk saya gunakan sehari-hari :)



Nah, kita coba ulas satu persatu ya dari rangkaian body care Scarlett Whitening yang saya gunakan serta experience yang saya rasakan setelah memakai produknya selama lebih dari satu minggu :)


Scarlett Body Scrub Romansa


Untuk step pertama dari rangkaian bodycare Scarlett Whitening adalah body scrub. Saya coba pakai Scarlett Body Scrub yang varian Romansa.



Ingredients:


Aqua Demineralista, Polyethylene, Cetearyl Alcohol, Cetyl Alcohol, Mineral Oil, Glycol Distearate, Propane123 Triyl, Trinitrate, Propane Diol, Fragrance, Glutathione, Dmdmhydantion, Triisopropanolamine, Acrylates C10 30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Glass Bead Vit. E

Kemasan


Scarlett Body Scrub varian Romansa dikemas di dalam wadah berukuran 400 gram. Di dalamnya ada sealing hologram yang menunjukkan keaslian produknya. Menurut saya, sealing hologram ini juga membuat isi body scrub nya tetap higienis dan tidak mudah tumpah.



Di bagian luar kemasan terdapat stiker hologram serta kode unik sebagai tanda keaslian produknya.


Cara Pakai


Dalam seminggu belakangan sudah terhitung dua kali saya menggunakan Scarlett Body Scrub varian Romansa. Memang dari saran pemakaian nya sebaiknya minimal 2-3 kali dalam satu minggu untuk dapat membantu memaksimalkan proses regenerasi kulit.

Namun, ada baiknya juga tidak terlalu sering untuk menghindari kulit kita over exfoliated :)





Cara pakai Scarlett Body Scrub cukup simpel, langsung dibalurkan ke seluruh tubuh, diamkan 2-3 menit, gosok sebentar lalu dibilas deh dengan air.


Tekstur, Wangi dan Warna


Scarlett Body Scrub Romansa ternyata bulirannya sangat halus dan tidak terasa sakit walau saya mengaplikasikannya dengan menggosoknya berulang kali di kulit saya.



Kombinasi dari kandungan Glutathione dan Vitamin E serta buliran halusnya membantu melembabkan kulit saya sekaligus mengeksfoliasi kulit untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran di tubuh yang menumpuk akibat polusi, debu, asap saat beraktivitas diluar ruangan.


Wanginya pun  juga enak sekali khas aroma bunga-bungaan yang segar. Karena wanginya enak, saya bisa scrubbing sambil healing stress dari aktivitas saya sehari-hari :)




Oh iya seperti scrub kebanyakan, Scarlett Body Scrub Romansa berwarna putih pekat dan berubah menjadi putih keabuan setelah diaplikasikan di kulit sebagai tanda kalau sel kulit mati dan kotoran di kulit terangkat dengan baik.




Nah, di foto adalah before dan after kulit saya setelah menggunakan Scarlett Body Scrub Romansa. Terlihat ya perbedaan nya dari tangan kiri saya yang kering dan tangan kanan saya yang lebih lembab setelah menggunakan Scarlett Body Scrub Romansa.


Selain varian Romansa, Scarlett Body Scrub juga tersedia dalam varian Pomegrante khas wangi buah pomegranate yang juga dikemas di dalam ukuran 400 gram.


Scarlett Brightening Shower Scrub


Mandi dengan Scarlett Brightening Shower Scrub adalah step kedua setelah pengaplikasian body scrub. Yuk, kita coba ulas ya Scarlett Brightening Shower Scrub.




Ingredients:


Aqua, Sodium Laureth-2 Sulfate, Acrylates/Steareth-2-Methacrylate Copolymer, Lauryl Betaine, Coconut Fatty Acid Diethanolamine, Fragrance , Sodium Lauryl Sulfate, Cocamidopropyl Betaine, Ammonium Salt, Collagen, Pomegranate fruit peel extract octenylsuccinate, Glutathione, Polyethylene, Dmdmhydantion, Glass Beads Vit. E, EDTA, Citric Acid, CI 60725


Kemasan


Scarlett Brightening Shower Scrub dikemas di dalam botol plastik kemasan 300 ml dengan isi yang penuh kalau kata orang Jawa notok jedok sama tutupnya, hihi. Ini baru pertama kali sih saya pakai sabun yang isinya full sampai atas.


Untuk pemakaian selama seminggu, milik saya sudah berkurang 1/4 botol, jadi kira kira untuk satu botol 300 ml InsyaAllah cukuplah untuk digunakan selama satu bulan :)

Di luar kemasannya juga terdapat stiker hologram serta kode unik sebagai tanda keasliannya.


Kemasannya tergolong mudah dibawa dengan ukuran botol yang pas, tidak terlalu besar.




Cara Pakai


Mengaplikasikan  Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante sebenarnya sama seperti saat kita memakai sabun biasanya. 


Cukup basahi tubuh dengan air, usap sabun di seluruh tubuh dan bilas kembali dengan air. Saya sendiri lebih suka pakai shower puff agar kulit lebih bersih maksimal, hehe.


Tekstur, Wangi dan Warna


Sesuai dengan namanya Scarlett Brightening Shower Scrub, sabun mandi keluaran Scarlett ini juga terdapat buliran scrub halus untuk membantu agar kulit tubuh kita bersih maksimal.


Busa sabun yang dihasilkan saat terkena air juga tidak berlebihan serta tidak meninggalkan rasa licin di kulit seperti sabun dengan kandungan pelembab yang saya pernah coba sebelumnya.




Dari wanginya khas wangi buah pomegranate yang segar dan menempel di kulit. Oh iya, Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante ini berwarna pink keunguan dengan bulir scrub biru dan merah. Saat diaplikasikan kesemuanya blending menjadi busa sabun yang lembut.




Di foto terlihat ada perbedaan ya setelah saya menggunakan Scarlett  Body Scrub lalu Scarlett Brightening Shower Scrub.



Jadi, tangan kiri saya sengaja tidak pakai apa-apa. Sedangkan tangan kanan saya, saya coba pakai Scarlett Body Scrub dan Shower Scrub untuk dapat membedakan hasil setelah pemakaian Scarlett body scrub dan brightening shower scrub :) Tangan kanan saya terlihat lebih lembab dan lebih cerah ya :) Kandungan Glutathione dan Vitamin E nya benar benar bekerja dengan maksimal nih.


Nah selain varian Pomegrante yang saya pakai, Scarlett Brightening Shower Scrub juga tersedia dalam varian Mango dan Cucumber.


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Jolly


Nah, last but not least dari rangkaian body care Scarlett Whitening adalah si Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion. Saya coba yang varian paling baru nih, Jolly.



Ingredients:


Aqua, Demineralisata, Cetearyl Alcohol, Cetyl Alcohol, Mineral Oil, Glycerin, Perfume, Propylene Glycol, Kojic Acid, Niacinamide, Titanium Dioxide, Glutathione, Dmdmhydantion, Triisopropanolamine, Tocopheryl Acetate, Acrylates Copolymer, CI 14270 & CI 15525.


Kemasan


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Jolly ini dikemas di dalam botol pump kemasan 300 ml. Pump nya sendiri sudah menggunakan teknologi lock-unlock untuk mencegah pump tertekan saat dibawa bepergian atau mencegah si anak kecil di rumah pencet pencet sembarangan hihi.



Saya sendiri sempat tidak ngeh dengan pump yang lock-unlock ini dan sempat berpikiran waduh rusak apa gimana nih, kok ga bisa keluar lotionnya 😅

Oh ya selain teknologi lock-unlock, pump nya juga dilengkapi dengan penyangga di bagian neck pump nya. Jadi double deh safety nya.


Cara Pakai


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Jolly ini saya pakai 2-3 kali sehari setelah mandi dan sebelum tidur malam. 

Biasanya saya tunggu sampai lotionnya benar-benar meresap dan setelahnya kulit saya jadi terasa lebih lembut.

Tekstur, Wangi dan Warna


Tekstur Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Jolly lumayan creamy namun tidak menimbulkan rasa lengket di kulit. Teksturnya menurut saya pas kalau diaplikasikan setelah kita mandi dengan Scarlett Shower Scrub. 




Nah untuk wanginya, waah jangan ditanya. Body Lotion dari Scarlett yang berwarna peach pink ini kayaknya wanginya paling menonjol diantara dua produk Scarlett sebelum nya, body scrub dan shower scrub. Tidak salah kalau body lotionnya memang yang paling wangi, karena memang jenisnya fragrance body lotion.


Untuk varian Jolly ini, wanginya seperti wangi parfum Yves Saint Laurent Black Opium Eau De Parfum. Wangi nya juga tahan lama, bahkan suami saya juga minta pakai karena wanginya yang enak dan tahan lama.




Oh iya selain mengandung Glutathione dan Vitamin E, ternyata Jolly juga mengandung Niacinamide dan Kojic Acid yang menambah nutrisi untuk kulit saya.


Saya sendiri suka sih dengan Jolly karena memang tangan dan kulit saya terasa lebih lembut dan sedikit lebih cerah dari biasanya (untuk kecerahan belum nampak banyak perubahan karena masa pemakaian yang baru satu minggu).




Di foto lumayan kelihatan ya perbedaan kulit tangan saya setelah memakai Jolly, terlihat lebih lembab dan sedikit lebih cerah, hehe.


Selain varian Jolly, Scarlett juga punya Fragrance Brightening Body Lotion variannya lainnya seperti:


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Charming: wangi parfum Baccarat Rouge 540 Eau De Perfume


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Freshy: wangi parfum Jo Malone Englih Pear & Freesia Eau De Cologne.


Overall, setelah menggunakan rangkaian body care dari Scarlett selama satu minggu, saya bisa merasakan ada perubahan tekstur kulit saya yang tadinya kering dan kusam menjadi lebih lembut dan cerah.


Di foto ini adalah before dan after kulit saya setelah memakai rangkaian body care dari Scarlett. Keduanya sama-sama diambil di waktu yang sama pukul 06.28 agar tone cahaya yang didapatkan sama untuk keduanya :)



Satu satunya tips yang bisa saya bagi ke teman-teman mama, untuk pemakaian body lotionnya akan lebih terasa lembutnya jika digunakan setelah mandi dengan Scarlett Shower Scrub. Untuk sabun lain saya sempat mencoba juga namun rasanya jauh lebih baik saat saya pakai setelah mandi dengan Scarlett Shower Scrub.


Nah, kalau ada teman-teman mama yang juga ingin mencoba rangkaian body care dari Scarlett, pesannya bisa langsung melalui nomor WhatsApp  0877- 0035 -3000 atau line id @scarlett_whitening dan Instagram @scarlett_whitening atau Official Account Scarlett_whitening di Shopee.


Harga dari per item nya lumayan terjangkau sekitar Rp. 75,000 per pcs nya, atau lebih hemat dengan membeli paket hemat 5 item hanya dengan Rp 300,000 include box exclusive yang reusable dan dapat free gift.


Oh iya, untuk packaging kemasan saat pengiriman kemarin, ketiga produk yang saya terima di bubble wrap dengan rapih lalu dimasukkan lagi ke dalam kotak coklat yang cukup tebal menurut saya. 


Jadi semua produk yang saya terima aman, tidak ada yang rusak ataupun bocor. Well done sih untuk packaging nya :)

Satu lagi, setelah terima produk, teman-teman dapat mengecek keaslian produk yang teman-teman terima di website www.scarlettwhitening.com yah. Teman-teman bisa masuk ke menu verifikasi dan input data diri teman-teman. Lalu input deh kode unik yang tertera di stiker hologram pada kemasan produk. Nanti akan ketahuan deh produk yang teman-teman punya asli atau tidak :)


Jadi, siapa nih teman-teman mama yang juga sudah coba pakai produknya Scarlett? Yuk sama-sama sharing disini :)


Semoga bermanfaat yah :)










Cara Milenial Manfaatkan Transaksi Digital Untuk Mendukung UMKM Dan Kemajuan Ekonomi Nasional

| on
January 31, 2021


 

 "Kaum milenial itu kan sangat melek informasi, mereka juga kritis, makanya di masa pandemi ini milenial harus jadi motor perubahan..." -Hetifah Syaifudian

 

Apa yang diungkapkan oleh Ibu Hetifah Syaifudian, Wakil Ketua Komisi X, DPR RI diatas mungkin hanya sebagian dari ciri kaum milenial. Selain dikenal sangat melek informasi dan cukup kritis, kaum yang juga dikenal sebagai Gen Y ini adalah kaum yang sangat akrab dengan dunia digital dan teknologi Bagaimana tidak, 85% dari waktu mereka dihabiskan untuk menggunakan gadget. Update di berbagai media sosial, menambah skill dan mencari ilmu dari mengikuti beragam webinar, sampai gemar berbelanja melalui platform digital ataupun melakukan traksaksi digital lainnya. Tidak heran jika pada akhirnya kaum milenial dijuluki sebagai generasi digital savvy. 

 

Lekatnya generasi milenial dengan dunia digital membawa Indonesia menduduki posisi teratas pengguna internet di Asia Tenggara dengan laju pertumbuhan pengguna internet mencapai lebih dari 40% per tahun dan telah menyentuh angka 196 juta jiwa atau 78% dari seluruh total populasi penduduk di Indonesia. 




Wow, apa iya setinggi itu? Ya, tentu saja. Dari data BPS di tahun 2020, angka populasi generasi milenial di Indonesia sendiri mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87% dari total populasi penduduk Indonesia, sedangkan angka populasi generasi Z  mencapai 27,94% dan jumlah ini diprediksi akan terus bertambah. 

 

Kombinasi dari total kedua populasi yang sama-sama generasi digital savvy inilah yang membuat Indonesia berada di peringkat teratas pengguna internet di Asia Tenggara. Selain itu, besarnya total populasi tersebut membuat Indonesia saat ini mengalami bonus demografi, dimana jumlah populasi penduduk dengan usia produktif cukup tinggi dari total populasi penduduk secara keseluruhan.


Nah, tingginya angka populasi kaum milenial serta keakrabannya dengan dunia digital terutama dalam bertransaksi digital kaum yang konon lahir di antara tahun 1980-1990an ini digadang-gadang dapat menjadi motor atau penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang cukup signifikan.

 

Coba bayangkan, jika ada 69,90 juta jiwa milenial yang gemar berbelanja melalui platform digital atau melakukan transaksi digital lainnya, lalu menularkan kebiasaan ini kepada generasi lainnya, misalnya ke generasi sebelum mereka, generasi X ataupun baby boomers. Jumlah transaksi digital tentu akan naik berkali lipat. Dampak naiknya jumlah transaksi digital ini tentu saja merupakan perubahan besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. 

 

 Milenial dan Transaksi Digital


Di masa pandemi COVID-19 ini, tidak dapat dipungkiri tren transaksi digital meningkat dengan pesat. Kondisi yang mengharuskan kita untuk lebih membatasi aktivitas di luar rumah, membuat kita lebih sering melakukan transaksi digital untuk berbelanja kebutuhan pokok, membeli pulsa atau sekadar jajan kopi dan makanan kekinian. Simpel saja, berkat kemudahan transaksi digital, kita dapat melakukan beragam transaksi hanya dengan aplikasi dompet digital yang ada di smartphone kita tanpa harus kemana-mana. 


Kemudahan dalam bertransaksi digital ini sangat sesuai dengan ciri khas generasi milenial yang sangat suka dengan dengan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan sesuatu. Mudah dan praktis jugalah yang menggiring kaum milenial lebih menyenangi bertransaksi secara cashless dengan memanfaatkan dompet digital. Belum lagi berbagai tawaran promo yang menggiurkan dari merchant yang bekerjasama dengan aplikasi dompet digital.


Kalau ada pertanyaan, ada kah teman-teman dari kaum milenial yang belum pernah melakukan transaksi digital? Jawabannya mungkin hampir tidak ada. 


Seringnya para milenial melakukan transaksi digital ini juga ditunjukkan dari data Bank Indonesia yang mencatat transaksi digital di e-commerce pada bulan Agustus 2020 mencapai hingga 140 juta transaksi. Data ini menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2019 yang mencapai 80 juta transaksi. Seiring dengan meningkatnya transaksi digital di e-commerce di tahun 2020, penggunaan uang eletronik juga meningkat dengan signifikan mencapai 550 Milyar rupiah.


Saya yang tergolong dalam kaum milenial tidak memungkiri hal ini. Di dalam seminggu, saya bisa melakukan transaksi digital antara 2 sampai 3 kali. Bagaimana tidak, sebagai kaum milenial yang sangat suka dengan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan sesuatu, transaksi digital dengan sistem pembayaran cashless sangat memudahkan saya dalam bertransaksi untuk keperluan sehari-hari. Saya tidak perlu lagi repot-repot menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar untuk menyelesaikan berbagai transaksi kebutuhan sehari-hari. Hal ini membuat saya dapat meminimalisir resiko penularan virus COVID-19.


" 68% pengguna dopet digital adalah kalangan milenial" -Ipsos

 

Nah, dari peningkatan tren tranksasi digital inilah, para milenial diharapkan dapat memanfaatkannya untuk ikut berkontribusi dalam memajukan perekonomian nasional, terutama mendukung UMKM (Usaha Kecil Mikro Menengah) guna mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi. 

 

Mengapa UMKM? Sebab UMKM merupakan tulang punggung bagi perekonomian Indonesia. Menurut Ibu Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, 99% dari unit usaha di Indonesia adalah UMKM dengan nilai kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai 61%. Inilah mengapa UMKM memiliki peranan penting bagi perekenomian Indonesia.


Seperti yang kita tahu, pandemi COVID-19 memang memberi dampak terhadap perekonomian nasional Indonesia. Kapasitas produksi, tingkat konsumsi dan investasi terus menurun dan melemah di awal masa pandemi. Syukurlah, pada triwulan ke III tahun 2020, perekonomian nasional tumbuh menjadi -3,49% dari -5,32% pada triwulan ke II di tahun yang sama.


Sebagai kaum milenial, tentu kita ingin ikut berkontribusi untuk bersama-sama memajukan perekonomian nasional. Selain dijuluki sebagai generasi digital savvy dan senang akan segala kemudahan dan kepraktisan, kaum milenial juga dikenal sebagai kaum yang cukup peduli dan gemar memberi kontribusi untuk lingkungan di sekitarnya.


Maka, saat inilah waktu yang tepat untuk kita, para milenial memberi kontribusi untuk kemajuan ekonomi nasional dengan memanfaatkan transaksi digital, khususnya untuk mendukung UMKM di Indonesia. 

  


Seperti Apa Kira-kira Bentuk Kontribusi Yang Dapat Kita Lakukan Sebagai Kaum Milenial Untuk Mendukung UMKM Indonesia?


Mendukung UMKM dengan berbelanja produk buatan lokal melalui transaksi digital


Siapa yang masih senang membeli produk dari merek luar ternama? Tren membeli produk dari merek luar ternama sepertinya kini sudah mukai bergeser. Saat ini, para milenial lebih senang membeli produk buatan lokal dalam negeri yang kualitasnya ternyata sama bagusnya dengan produk buatan luar negeri.

Sebut saja beberapa produk lokal yang tidak kalah dari produk luar negeri, seperti BLP Beauty dari produk kosmetik, Kopi Kenangan dari produk food & beverages, Matoa dari produk fashion jam tangan, dan masih banyak lagi merek lokal yang sudah punya tempat di hati para milenial. Dan rata-rata produk-produk lokal ini sangat mudah didapatkan melalui tranksasi digital.

Kepercayaan para milenial untuk berbelanja produk lokal secara tidak langsung dapat mendongkrak penjualan produk dari UMKM. 

Penjualan produk yang meningkat, secara tidak langsung akan meningkatkan kapasitas produksi UMKM, lalu meningkatnya kapasitas produksi akan mendorong tingkat kebutuhan UMKM akan sumber daya manusia sehingga berdampak pada semakin terbukanya lapangan pekerjaan yang baru. Pada akhirnya, dari rantai yang saling bersambung ini dapat memberi dampak positif dalam pertumbuhan dan kemajuan ekonomi nasional.


Membantu memasarkan produk UMKM yang digunakan melalui dunia digital


Sebagai kaum milenial, saya pun sangat lekat dengan dunia media sosial. Di saat saya merasa terpuaskan saat membeli dan menggunakan produk UMKM terutama dari food & beverages yang saya beli, tanpa diminta saya akan dengan rela dan senang hati membagi informasi atas produk tersebut kepada teman-teman saya yang lain melalui sosial media yang saya miliki. Nah, dari memberikan testimonial positif di media sosial semacam ini secara tidak langsung kita telah membantu memasarkan produk UMKM ke lingkungan di sekitar kita sehingga semakin banyak orang yang mengetahui kualitas produk lokal yang tidak kalah bagusnya dari produk luar.


Mensosialisasikan kemudahan menjual produk dengan transaksi digital kepada UMKM yang belum terkoneksi dengan dunia digital


Meski kita tahu ada begitu banyak produk lokal UMKM yang berseliweran dalam dunia digital, tidak dapat dipungkiri bahwa di luar sana masih banyak yang belum tersentuh dengan digitalisasi. Menurut data dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), hanya ada 4%-10% UMKM yang menjual produknya melalui platform digital. Untuk mendukung UMKM agar melek dunia digital, kita sebagai kaum milenial dapat membantu mensosialisasikan kemudahan menjual produk melalui transaksi digital kepada pemilik UMKM yang ada di lingkungan sekitar kita.


Membangun UMKM milik sendiri dan mengembangkannya secara digital


Sebagai kaum milenial yang senang berpikir kreatif dan kritis, tidak ada salahnya mencoba membangun UMKM milik sendiri di tengah tren transaksi digital yang sedang berkembang pesat. Segala akses informasi yang semakin mudah didapatkan dapat menjadi bekal dalam menemukan ide-ide kreatif untuk usaha yang akan dibangun nantinya. 

Semakin menjamurnya bisnis start-up, online shop, ataupun usaha offline yang telah terkoneksi dengan platform digital dan dompet digital adalah bukti bahwa para kaum milenial memiliki jiwa yang tangguh dalam beriwirausaha. Bisnis UMKM  milik para milenial ini secara tidak langsung memberi dampak positif bagi pertumbuhan dan kemajuan ekonomi nasional. Hingga Juli 2020 yang lalu, tercatat ada penambahan bisnis UMKM online hingga 38% di Indonesia. 


Dukungan Bank Indonesia Dalam Mendorong Transaksi Digital 


Bank Indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki wewenang dalam mengatur dan menjaga sistem pembayaran, memberi dukungan penuh terhadap tren transaksi digital yang berkembang pesat. 




Beberapa bentuk dukungan Bank Indonesia dalam penguatan digitalisasi transaksi di Indonesia diantaranya:


1. Penguatan Ketentuan


Bank Indonesia melakukan penguatan pada tiga ketentuan peraturan yang berkaitan dengan tranksaksi digital diantaranya:

Peraturan Bank Indonesia no.18 /40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran


Surat Edaran Bank Indonesia No.18/22/DKSP perihal Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital


Peraturan Bank Indonesia No.18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik


2. Peluncuran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)


Penyatuan berbagai macam QR Code dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya. QRIS ini telah diluncurkan sejak tahun 2019 yang lalu dan sampai saat ini kurang lebih ada 5 juta merchant yang telah terdaftar menggunakan QRIS sebagai alat transaksi digital. Jika sebelumnya setiap PJSP memiliki QR code asing-masing, maka sejak diluncurkannya QRIS, cukup dengan satu QR Code dapat digunakan oleh PJSP manapun. Transaksi digital pun semakin murah, mudah, aman dan handal.

QRIS UNGGUL

UNiversal: Inkkusif untuk seluruh lapisan masyarakat

GampanG: Transaksi dengan mudah dan aman

Untung: Menguntungkan karena transaksi berlangsung efisien melalui satu QR Code

Langsung: Transaksi dengan QRIS langsung terjadi dengan proses yang cepat dan seketika

 

3. Pencanangan Blueprint Sistem (BSPI) 2025


Blueprint sistem pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 untuk mendukung pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang kondusif.

Nah, ada 3 langkah yang ditempuh dalam pengimplementasian BSPI, diantaranya: 

Memperpanjang kebijakan Merchant Discount Rate QRIS sebesar 0% untuk merchant usaha mikro sampai dengan 31 Maret 2021.

Memperkuat dan memperkuas implementasi elektronifikasi dan digitalisasi baik di pusat maupun di daerah serta otoritas terkait melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

Mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi serta kolaborasi perbankan dengan fintech melalui percepatan implementasi Sandbox 2.0 antara lain meliputi regulatory sandbox, industrial test, innovation lab dan start up.


4. Fasilitasi Pembangunan Ekosistem Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan


Sebagai pendorong bagi pertumbuhan ekonomi ke depan, digitalisasi UMKM dan ekonomi halal perlu dilakukan sehingga ekonomi nasional lebih tahan dari gejolak global dengan penciptaan lapangan kerja yang besar dan inklusif.


5. Festival Edukasi Bank Indonesia (FESKABI)


Sebagai salah satu upaya mensosialisasikan transaksi digital, Bank Indonesia mengadakan gelaran Festival Edukasi Bank Indonesia (FESKABI) dengan target milenial sebagai target sosialisasi untuk memperkenalkan berbagai inovasi kebijakan untuk mendorong intergrasi ekonomi dan keuangan digital.


Nah, kolaborasi dari peran milenial dalam memanfaatkan transaksi digital untuk mendukung UMKM dan kemajuan ekonomi nasional bersama kebijakan dan produk keuangan dari Bank Indonesia diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi nasional Indonesia khususnya di masa pandemi COVID-19 ini.  

Bank Indonesia

Twitter | Instagram 

Semoga bermanfaat :)



 




 

 






 

 

 

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK ONLINE | KLINIK ANAKKU SURABAYA (@anakku_sby)

| on
November 27, 2020


Halo!

Kalau lagi-lagi saya membuka cerita dengan kehidupan yang serba online masa pandemi, teman-teman mama yang kemarin-kemarin membaca tulisan saya mungkin ada yang mulai ngebatin nih, "hmm.. ga ada opening lain apa selain membahas kehidupan di masa pandemi yang lebih sering berjalan secara online?' hehehe. 


Maunya sih mencoba opening yang lain tapi apa dayaku, hidupku memang seperti itu adanya :') Tapi so far, sebagian besar dari kita memang menjalaninya, kan? :) Bahkan mungkin sudah mulai terbiasa dengan segala rutinitas yang serba online. Walaupun di sisi lain, kehidupan yang sebagian besar dijalankan secara online tidak sepenuhnya dapat menggantikan hangatnya untuk saling berinteraksi secara langsung, namun menjalankan aktivitas secara online juga tidak dapat lepas begitu saja dari keseharian kita, apalagi kita masih di dalam masa pandemi seperti sekarang.


Nah, melengkapi kehidupan saya yang sekarang lebih banyak online nya, beberapa waktu yang lalu (rahasia aja ya waktunya, takut jiwa prokrastinasi saya terlalu terekspos :'D) saya dan Aliyah berkesempatan melakukan Deteksi Dini Tumbuh Kembang pada Aliyah secara online! Yaiy! Wah, seperti apa tuh Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak dilakukan secara online


Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK)


Sebagian besar teman-teman mama tentu sudah sangat familiar dengan deteksi dini tumbuh kembang anak atau bahasa lainnya "screening tumbuh kembang anak". Biasanya deteksi dini tumbuh kembang ini dilakukan oleh para orangtua bersama para ahli seperti psikolog dan dokter anak untuk memonitor tumbuh kembang anak sehingga nantinya apabila terdapat penyimpangan tumbuh kembang pada anak, dapat sesegera mungkin dilakukan intervensi dini, khususnya di dalam masa perkembangan emas saraf anak.


Deteksi dini tumbuh kembang anak ini menjadi penting untuk dilakukan karena dari sini akan mudah untuk mengindentifikasi apabila ada keterlambatan di dalam tahapan tumbuh kembang anak kita. Anak yang segera mendapatkan penanganan atau terapi atas keterlambatan tumbuh kembangnya, di masa depan akan tumbuh menjadi anak yang cenderung lebih siap saat ia di usia taman kanak-kanak atau di seluruh aspek kehidupannya di masa depan nantinya.


Kapan & Dimana Sebaiknya Kita Melakukan DDTK ?


Deteksi dini tumbuh kembang sendiri dapat dilakukan secara personal dengan berkonsultasi langsung bersama para ahli ataupun dapat dilakukan secara online. Kalau ditanya kapan waktu yang tepat untuk kita melakukan DDTK anak jawabannya ya sedini mungkin, hehe,. DDTK sendiri dapat dilakukan sejak anak masih bayi, dan sebaiknya dilakukan secara intens sampai anak masuk usia sekolah karena tahapan tumbuh kembang anak semakin berkembang seiring dengan usia anak yang semakin bertambah :)


Lalu dimana sebaiknya kita melakukan DDTK anak? Saat ini sudah banyak sekali tersedia klinik khusus tumbuh kembang anak baik klinik mandiri ataupun yang tergabung dengan rumah sakit umum. Nantinya tinggal kita nya nih yang perlu pintar-pintar cari-cari referensi bisa dari rekomendasi, testimonial ataupun browsing di internet untuk membantu kita menentukan klinik atau RS mana yang akan kita tuju untuk melakukan DDTK anak :) 



Pengalaman Melakukan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak


Saya masih ingat betul saat pertama kali melakukan DDTK anak pada Aliyah. Waktu itu Aliyah masih berusia 20 bulan. DDTK pertama kami dilakukan di Klinik Anakku Surabaya. Dari DDTK pertama kali inilah akhirnya terdeteksi kalau sedikit ada keterlambatan pada kemampuan bicara Aliyah. 


ALSO READ: PENGALAMAN STIMULASI KEMAMPUAN BICARA PADA ALIYAH


Dari DDTK pertama ini, saya bawa pulang PR yang banyak sekali untuk dilakukan di rumah guna menstimulasi kemampuan bicara Aliyah. Apakah akhirnya dilakukan terapi pada Aliyah? Waktu itu tidak, karena psikolog dari Klinik Anakku waktu itu, Ibu Sherly, menyarankan agar saya banyak-banyak memberi stimulasi untuk Aliyah di rumah.


DDTK selanjutnya dilakukan saat Aliyah berusia 2 tahun lebih,. Kami tetap melakukan DDTK di klinik yang sama, Klinik Anakku Surabaya. Alhamdulillah di DDTK kedua ini, Aliyah sudah mulai menujukkan perkembangan dalam kemampuan bicara nya. Meski begitu saya tetap membawa pulang beberapa catatan saran stimulasi yang sebaiknya dilakukan di rumah untuk memaksimalkan tumbuh kembang Aliyah agar sesuai dengan tahapan usianya.


Menginjak usia 3,5 tahun lebih (menjelang 4 tahun), kami kembali ke Klinik Anakku Surabaya untuk kembali melakukan DDTK. Alhamdulillah tumbuh kembang Aliyah di usia ini sudah sesuai dengan usianya. Menurut dokter yang mendampingi DDTK Aliyah, artikulasi bicara pada Aliyah tergolong sangat jelas jika dibandingkan dengan anak-anak sesuai Aliyah. Alhamdulilah, MasyaAllah perasaan saya senang sekali waktu itu :)


Deteksi Dini Tumbuh Kembang Online


Saat ini Aliyah menginjak usia 5 tahun. Tentu tahapan tumbuh kembangnya juga semakin berkembang seiring bertambahnya usia  Aliyah. Berhubung masih dalam masa pandemi, DDTK terakhir yang kami lakukan pada Aliyah dilakukan secara online. DDTK yang dilakukan masih bersama Klinik Anakku Surabaya karena yang simple saja, Klinik Anakku telah menemani Aliyah bertumbuh sejak kecil, dan tentu sudah mengenal Aliyah dengan dekat, hehe.




Jadi DDTK online  kami lakukan di rumah via Google Meets. Sebelumnya, tim psikolog dari Klinik Anakku mengirimi kami sekotak mainan yang nantinya akan dijadikan sebagai alat tes untuk DDTK Aliyah. Mainan-mainan tersebut dapat kita kirimkan kembali lagi setelah selesai DDTK. Opsi lainnya, mainan dapat dijadikan hak milik namun tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, hehe.


Oke, DDTK online dilakukan tepat jam 10 siang. Ibu Sherly psikolog dari Klinik Anakku Surabaya mengarahkan Aliyah untuk mengikuti beberapa arahan seperti menyusun balok, melompat, berdiri satu kaki, mengajak Aliyah bercerita dan bertanya dan beberapa hal lain untuk mengukur tumbuh kembang Aliyah.



Aliyah sendiri sempat sedikit drama dalam DDTK online ini, namun Alhamdulillah tim psikolog dari Klinik Anakku Surabaya sangat pengertian dan memberi jeda untuk Aliyah agar mood nya kembali baik lagi :)





Beberapa hari setelah DDTK online, saya menerima email dari Klinik Anakku Surabaya untuk hasil DDTK Aliya serta beberapa saran stimulasi yang dapat kami lakukan di rumah untuk mendukung tahapan tumbuh kembang Aliyah di usianya yang sudah 5 tahun. Dari hasil DDTK kali ini, jadi ketahuan deh, ternyata lagi-lagi dalam aspek bicara nya Aliyah ada sedikit keterlambatan khususnya untuk membedakan arah depan dan belakang. Namu di sisi lain, kemampuannya bercerita menunjukkan perkembangan yang cukup positif, Alhamdulillah :)


Secara keseluruhan bagi saya, DDTK online ini sangat membantu di tengah pandemi seperti sekarang ini. Kalau pun kita memutuskan untuk menunda melakukan DDTk sampai masa pandemi reda, tidak apa-apa juga, namu satu hal yang tidak dapat menunggu untuk ditunda adalah usia anak kita yang semakin bertambah :) DDTK online benar-benar hadir sebagai solusi di tengah kegalauan kita akan tumbuh kembang anak namun keadaan masih belum memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung :)




Kalaupun ada tips yang dapat saya bagi untuk teman-teman mama yang ingin melakukan DDTK online, satu-satunya tips dari saya adalah sebaiknya DDTK online di rumah dilakukan dengan melibatkan lebih dari 1 orang dewasa sebagai antisipasi karena anak-anak biasanya belum begitu bisa duduk dengan tenang dan lebih senang berlarian kesana kemari hihi.. Jadi ada 1 orang yang dapat membantu memegang gadget untuk DDTK online, sehingga orangtua dapat menemani anak bermain sambil berinteraksi dengan psikolog dari klinik tumbuh kembang :)


Klinik Anakku Surabaya


Nah, sebagai bahan referensi teman-teman mama, saya ingin cerita sedikit tentang Klinik Anakku Surabaya. Klinik Anakku Surabaya sendiri termasuk di dalam 10 rekomendasi klinik tumbuh kembang anak Surabaya versi The Asian Parent Indonesia.


Klinik Anakku Surabaya yang sudah ada sejak tahun 2014 ini berlokasi di Ruko ICON 21, Jl Dr. Ir. H. Sokearno no.48 Sukolilo, Surabaya. 


Sepanjang perjalanan saya berkolaborasi bersama Klinik Anakku Surabaya dalam membersamai tumbuh kembang Aliyah, Alhamdulillah saran-saran stimulasi yang diberikan sangat mudah untuk dipalikasikan di rumah, dan selalu disertai dengan beragam ide-ide permainan sederhana yang dapat dimainkan hanya dengan bermodal barang-barang yang tersedia di rumah :)


Belakangan, Klinik Anakku Surabaya  sering mengadakan kelas-kelas online yang tidak hanya terkait dengan tumbuh kembang anak, namun juga dunia pengasuhan lain seperti perjalanan dalam menjalankan peran sebagai ibu/orangtua, dll. Topik-topik yang dibahas di dalam kelas onlinenya sangat membantu kita dalam menjalankan peran sebagai orangtua :) Saya sendiri sempat ikut serta beberapa kelas online dari Klinik Anakku Surabaya, dan banyak sekali insight yang saya dapat dari mengikuti kelas-kelas tersebut :)


Nah, untuk teman-teman mama yang ingin mencari tahu lebih detail tentang Klinik Anakku Surabaya, silakan langsung cek dan follow instagram @anakku_sby ya :)


Semoga bermanfaat ya :)




Andai Jadi Pemimpin, Ini Yang Akan Kulakukan Untuk Pendidikan Di Indonesia

| on
November 16, 2020

 


Halo!

Tidak terasa, Insya Allah sebentar lagi Aliyah, anak saya, menginjak usia sekolah dasar. Setiap kali teringat akan hal ini, setiap kali itu pula saya merasa sedikit resah sekaligus bingung akan memilih sekolah yang seperti apa untuk Aliyah saat sekolah dasar nanti. Apakan sekolah negeri atau sekolah swasta? Atau baiknya homeschooling saja? 


Pada dasarnya pemilihan sekolah untuk anak memang sebaiknya kembali pada kemampuan dan karakter masing-masing anak. Namun, satu yang juga penting adalah bagaimana kualitas pendidikan yang dimiliki oleh sekolah atau bahkan kualitas pendidikan di Indonesia secara keseluruhan.


Kualitas Pendidikan di Indonesia Terkini


Saya sebenarnya percaya kualitas pendidikan di Indonesia sedang ditingkatkan, namun dari beberapa data menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Dari survei PISA (Programme for International Student Assessment) pada Desember 2019 yang lalu, Indonesia menduduki peringkat ke 72 dari 77 negara. Posisi ini jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. PISA sendiri merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia, seperti kemampuan membaca, matematikan dan sains.


Jika ditarik mundur kebelakang, ada banyak faktor yang menjadi penyebab masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas guru atau pengajar menjadi faktor utama. Menurut pengamat pendidikan Budi Trikorayanto, kompetensi guru di Indonesia masih tergolong rendah jika dilihat dari hasil UKG (Uji Kompetensi Guru) yang masih dibawah rata-rata.


Kondisi ini diperparah dengan misalnya ada dua mata pelajaran yang diajarkan oleh satu guru, padahal guru tersebut sejatinya hanya menguasai satu mata pelajaran saja. Belum lagi profesionalisme guru yang belum memadai dan menjalankan fungsinya secara menyeluruh seperti yang tercantum di dalam Pasal 39 UU No.20 Tahun 2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaranm melakukan pebimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian, dan melakukan pengabdian masyarakat. 


Selain dari segi kualitas guru, tingkat kesejahteraan guru pun masih tergolong rendah. Sangat sedih jika mengingat hal ini karena sejatinya guru adalah pintu utama jalan masuknya ilmu pengetahuan ke anak-anak kita, selain orangtua tentunya,


Kesenjangan pendidikan menjadi faktor kedua menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Indonesia adalah negara yang sangat luas dengan cakupan daerah sampai ribuan pulau. Pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak yang tinggal di daerah perkotaan belum tentu sama dengan pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan. Padahal semuanya sama, sama-sama akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa. Fokus akan pendidikan bagi anak di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) masih belum diberikan secara maksimal.


Faktor ketiga yang menjadi penyebab masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan yang masih tergolong kuno, jika dibandingkan dengan zaman yang serba digital seperti sekarang, mulai dari kurikulum dan aturan-aturan yang berlaku. Teman-teman mama mungkin ada yang ingat beberapa waktu yang lalu saat pendaftaran murid baru yang menggunakan sistem rayonisasi. Anak-anak hanya bisa mendaftarkan diri di sekolah dekat tempat tinggal mereka. Tujuannya sebenarnya baik, untuk pemerataan pendidikan, namun, hal tersebut belum diiringi dengan pemerataan kualitas pendidikan di tiap-tiap sekolah. 


Sebenarnya masih banyak lagi faktor yang menjadi penyebab masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Kita masih perlu banyak berbenah. Kabar baiknya, saat ini, pembenahan mulai pelan-pelan dilakukan. Anggaran untuk pendidikan dari APBN pun telah dikucurkan dalam jumlah yang tidak sedikit. Sebsar 20% dari APBN telah dialokasikan untuk anggaran pendidikan. Besarannya mencapai Rp 505,8 triliun. Dengan jumlah anggaran sebesar ini, seharusnya anggaran bukan lagi menjadi masalah utama penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.


Semua pihak benar-benar perlu saling bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Semua perlu berkontribusi, semua perlu saling mengawasi. Kalau kata Bu Najeela Shihab, "semua murid, semua guru". Anak belajar tidak hanya dari guru semata. Bisa dari siapa saja. Pendidikan saat ini bukan lagi terbatas hanya ke sekolah, duduk, dan mengerjakan tugas. Pendidikan memiliki makna yang jauh lebih luas. Para generasi muda saat ini tidak lagi menjadi objek pendidikan semata namun juga dapat berperan menjadi subjek dari pendidikan itu sendiri.



Lalu, bagaimana peran generasi muda untuk dapat berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia? 


Saya secara pribadi sangat salut dengan teman-teman generasi muda yang mulai bergerak untuk ikut berkontribusi di dalam dunia pendidikan. Sebut saja Belva Devara dan Iman Usman yang punya Ruangguru, startup yang bergerak di bidang pendidikan. Generasi muda dapat menjadi penggerak yang membawa dampak yang besar. Di era 4.0 ini peran generasi muda dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata untuk saling belajar dan berkarya di dunia digital. Karakter dari generasi muda juga menjadi penentu baik tidaknya kualitas pendidikan.


Sekali waktu saya sempat berandai-andai, jika menjadi pemimpin di Indonesia, sebagai generasi muda apa yang akan saya lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia?


Seandainya saya menjadi pemimpin di Indonesia, saya akan banyak belajar dari negara Finlandia yang terkenal dengan kualitas pendidikannya yang terbaik di dunia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri tercinta. Profesi guru akan sangat dihargai dan dihormati. Nantinya, seseorang yang ingin berprofesi menjadi guru paling tidak harus menyelesaikan pendidikan profesi seperti halnya profesi kedokteran. Imbalan yang diterma guru pun akan jauh lebih besar, kesejahteraan mereka akan jauh lebih terjamin. Kalau sudah begini, harapannya anak-anak generasi muda juga akan tergiur untuk menjalankan perannya berprofesi sebagai guru.


Setiap guru nantinya akan dibekali dengan ilmu psikolog yang berkaitan untuk memahami kebutuhan dan karakter yang dimiliki oleh masing-masing peserta didiknya. Dari sini, pendidikan berbasis karakter akan jauh lebih mudah untuk diaplikasikan. Nantinya setiap anak akan punya kesempatan yang sama sesuai dengan minat dan bakat yang mereka punyai.


Masih dalam andai saya menjadi seorang pemimpin, maka saya akan mencoba untuk menyetarakan kualitas pendidikan yang didapatkan oleh semua anak. Tidak akan ada sekolah negeri atau swasta. Pemerintah akan mengambil alih urusan persekolahan, dan menyamakan semua standar kurikulum dari hulu ke hilir, dari Sabang sampai Merauke. 


Sebaran guru pun akan disama ratakan sampai ke pelosok Indonesia seperti daerah 3T yang biasanya kurang mendapatkan perhatian. Mungkin bisa dengan seperti setiap orang yang telah selesai menjalankan pendidikan profesi keguruan, sebagai awalnya ia akan diwajibkan untuk memiliki pengalaman mengajar di daerah 3T lebih dulu dalam jangka waktu tertentu.



Lalu, saya akan menggandeng para generasi muda untuk berkolaborasi menciptakan sistem pembelajaran yang ramah dan sesuai dengan era 4.0 seperti ikut serta mengisi kelas baik secara online maupun offline. Tidak lupa untuk mendukung mereka untuk membentuk perkumpulan atau komunitas-komunitas yang fokus akan isu-isu pendidikan.


Perbaikan akan fasilitas dan sarana pendidikan juga akan dilakukan. Sudah menjadi rahasia umum jika bangunan-bangunan sekolah banyak yang rusak dan butuh perbaikan. Hal ini sebenarnya bukan menjadi halangan untuk berhentinya kegiatan pendidikan. Belajar bersama di halaman atau padang rumput akan menjadi hal yang baru dan seru untuk dilakukan bersama-sama. Waktu bermain untuk anak akan lebih banyak diberikan dan pekerjaan rumah akan lebih dibatasi karena membuat tugas sekolah telah dilakukan dengan baik bersama guru di sekolah. Tidak lupa, berbagai penelitian dan riset dilakukan dalam rangka pengembangan pendidikan di Indonesia.


Pada akhirnya, harapan saya, semoga pendidikan di Indonesia menjadi semakin baik dan berkualitas di masa depan, anak-anak generasi penerus bangsa tumbuh dengan bahagia dan siap menghadapi tantangan di masa depan karena telah dibekali dengan pendidikan yang berkualitas. Amin :)


Semoga bermanfaat ya :)





Yummy App: Aplikasi Resep Masakan Andalan Mama Memasak Di Rumah

| on
November 15, 2020

"Mama, ada apa buat di makan?"

"Mama, aku pengin cemilan"

"Mama, ayuk bikin kue yuk" 

Halo!

Ada yang sering familiar dengan celotehan diatas? Hihi. Saya sih setiap hari mendengar celotehan diatas keluar dari mulut kecil Aliyah, anak saya. Sejak Aliyah sekolah di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, bawaannya ingin makan cemilan terus (jangankan Aliyah, mama dan baba nya pun sama :P)


Lebih sering menghabiskan waktu di rumah tidak jarang membuat kita lebih sering BM (Banyak Mau) terhadap makanan dan mulai lah kepikiran "hmm.. enaknya makan apa ya", iya tidak sih? hihi. Rasanya kalau ada cemilan atau beberapa variasi makanan yang tersedia di rumah, waktu yang lebih banyak dihabiskan di rumah rasanya jauh lebih seru dan tidak membosankan. 

Berhubung masih dalam masa-masa mengurangi waktu keluar rumah dan jajan diluar, alhasil memasak makanan atau cemilan sendiri jadi satu-satunya jalan keluar. Selain karena kita dapat menjamin kebersihan makanan yang dimakan, memasak makanan sendiri dapat membantu kita menghemat anggaran jajan di luar, hehehe. 


Belakangan, saya baru tau juga kalau ternyata memasak dapat memberi dampak positif pada kondisi psikologis seseorang. Memasak dapat membantu kita untuk lebih mindfulness dan juga dapat dijadikan terapi untuk mengurangi stres ataupun sebagai bentuk self-love terhadap diri sendiri.

 

Salah satu yang menjadi persoalan dalam menghadapi ke-BM-an anak, suami bahkan diri sendiri terhadap makanan yang ingin dimakan adalah saya kurang begitu mahir dalam memasak, terutama cemilan :') Biasanya yang paling standar saya hanya bikin pancake atau churros, atau gorengan sederhana seperti pisang goreng :') 


Sedangkan untuk roti atau kue kami biasanya harap-harap cemas menanti kiriman dari adik saya yang kebetulan hobi baking. Ya kalau adik saya pas lagi bikin, kalau tidak, yah terpaksa roti tawar lagi, roti tawar lagi :')



Sekali waktu, Aliyah minta dibuatkan cemilan. Saya pun mencoba membuat kentang goreng. Rencananya saya akan membuat kentang goreng kekinian seperti yang biasa kami beli saat sedang berjalan-jalan di mall. Resep hasil mengira-ngira sudah ditangan. Eksekusi sudah dilakukan, namun ternyata hasil berkata lain. Kentang goreng buatan saya saling melekat satu sama lain. Angan-angan menikmati kentang goreng ala mall kini tinggal kenangan :') 

Pengalaman gagal membuat kentang goreng dan juga pengalaman GTM Aliyah karena bosan dengan menu makan hariannya, pada akhirnya memaksa saya untuk terus cari cara bagaimana supaya dapat membuat makanan khususnya membuat cemilan anti gagal yang lebih bervariasi untuk Aliyah. 


Saya pun mengunduh Yummy App, aplikasi memasak dari IDN Media untuk mendapatkan inspirasi resep masakan. Terhitung 6 bulan berjalan sejak pertama kali saya mengunduh Yummy App sampai sekarang. Alhamdulillah resep-resep masakan atau cemilan dari Yummy App membuat kami dapat terlepas dari kutukan roti tawar atau balada kentang goreng lengket.




Karena sudah yakin dengan percaya dengan resep masakan di Yummy App, maka saya kembali mencoba membuat kentang goreng dengan bekal contekan resep dari Yummy App agar Aliyah tidak bosan dengan menu cemilan yang "elu lagi, elu lagi" sekaligus untuk suami saya juga karena suami saya tergolong tim 'asin' kalau urusan cemilan. 


Kali ini pilihan saya jatuh pada resep Stick Kentang Keju BBQ, resep kentang goreng dengan rating 4.5 dan telah dilihat oleh 432 orang. Waktu memasaknya juga tergolong singkat, hanya 30 menit saja dengan budget Rp 30,000 untuk 5-6 porsi (jelas hematnya ini mah..)


Cara membuat Stick Kentang Keju BBQ juga sangat sederhana ciri khas Yummy App yang terkenal dengan konten memasak dalam 5 langkah saja. Nah, apa saja bahan yang dibutuhkan untuk membuat stick kentang keju BBQ dan bagaimana cara membuatnya? Yuk mari disimak :)



STICK KENTANG KEJU BBQ

Bahan Dasar:

  • 400 gr kentang kukus, ditimbang setelah dikukus dan dikupas
  • 100 gr tepung maizena
  • 75 gr keju cheddar
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt bawang putih bubuk (saya pakai 1 siung bawang putih yang dihaluskan)
  •  1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt penyedap jamur
  • 1/2 sdt gula
  • 3 helai daun bawang, iris

Bahan Pelengkap:

  • Bumbu Bubuk BBQ (saya pakai bumbu kaldu jamur)
  • Saus keju (saya pakai mayonaise)
  • Saus Sambal

Cara memasak:

STEP 1

Hancurkan kentang yang sudah dikukus hingga lembut

STEP 2 

Tambahkan tepung maizena, keju cheddar, garam, bawang putih bubuk, merica, penyedap jamur, gula, dan daun bawang. Uleni hingga kalis.

STEP 3

Siapkan alas, lalu taburi dengan tepung maizena. Giling adonan kemudian potong memanjang sesuai selera.

STEP 4 

Panaskan minyak, goreng kentang hingga kuning kecoklatan. Tiriskan.

STEP 5

Beri taburan bubuk BBQ, aduk hingga merata. Sajikan Stik Kentang Keju BBQ dengan bahan pelengkap sesuai selera.




Jadi deh Stick Kentang Keju BBQ untuk cemilan di rumah :) Akhirnya saya bisa membuat cemilan yang lebih bervariasi berkat inspirasi resep dari Yummy App. Tidak disangka, rasa stik kejunya enak, mirip dengan stick keju kekinian yang ada di mall yang dulu biasa kami beli dan tentu saya berhasil membuatnya tidak melekat antara satu dengan yan lain. Say goodbye lah saya ke balada kentang goreng lengket. Bye! 

"Kentang gorengnya enak ma!" kata suaminya saat mencicipi Stik Kentang Keju BBQ buatan saya

Nah, dari pengalaman saya menggunakan Yummy App selama 6 bulan terakhir, saya mau merekomendasikan Yummy App ke teman-teman mama agar kegiatan memasak di rumah menjadi lebih seru dengan inspirasi resep dan berbagai fitur dari Yummy App. 



Rating Yummy App di Google Play 4.5 dengan 15 ribu review dan 1 Juta downloads

Rating, review dan jumlah downloads ini update terbaru yang saya lihat di Playstore. Seingat saya sewaktu saya mengunduh Yummy App 6 bulan yang lalu, rating nya 4.4 dengan review sekitar 11 ribu dan jumlah download yang hanya setengahnya. Surprisingly, Yummy App bertumbuh dengan cepat dalam 6 bulan terakhir, wow!




Ukuran file hanya 15 MB

Biasanya kalau akan mengunduh sebuah aplikasi kita suka merasa galau karena ukuran file nya yang cenderung besar yang tentunya akan butuh space memori smartphone yang lebih besar juga. Nah, teman-teman mama tidak perlu khawatir karena Yummy App hanya butuh 15 MB saja dari memori smartphone teman-teman mama :)




Bebas Masak Apa Saja Dengan Mudah

Di Yummy App teman-teman mama bisa bebas ingin masak apa saja mulai dari masakan nusantara sampai masakan internasional, mulai dari makanan pembuka, makanan utama, sampai makanan penutup serta cemilan semuanya ada. Memasaknya pun dengan cara yang mudah karena setiap resep disajikan dengan video tutorial ataupun foto sesuai step by step nya.




Inspirasi Resep Mudah Hanya Dengan 5 Langkah

Kalau ada dari teman-teman mama yang merasa masak itu susah dan ribet, ini tidak berlaku jika kita masak dengan resep masakan dari Yummy App. Di Yummy App setiap resep ditulis hanya dalam 5 langkah sederhana. Saya yang awalnya merasa masak itu susah jadi merasa #MasakituGampang dengan resep dari Yummy App.




Bisa dapat pengasilan tambahan dari Upload Resep dan Referral

Untuk teman-teman mama yang hobi memasak dan punya kumpulan resep kreasi sendiri yang jadi favorit, langsung deh manfaatkan fitur Upload Resep yang ada di Yummy App. Setiap minggu biasanya Yummy App punya event Jago Masak yang bisa kita ikuti dengan mengupload resep masakan kreasi kita. Nantinya akan ada hadiah uang tunai jutaan rupiah yang siap menanti teman-teman mama jika berhasil terpilih menyelesaikan misi di setiap minggunya.



Saya sempat upload resep ikan Pallumara khas Sulawesi Selatan favorit keluarga kami. Ternyata seru juga bisa upload resep di Yummy App. Seperti berasa jadi chef beneran hihi.



Oiya, setelah teman-teman mama terdaftar sebagai pengguna di Yummy App, teman-teman mama juga dapat mendapatkan uang dengan memanfaatkan program referral di Yummy App. Tinggal ajak teman atau kerabat kita untuk mengunduh Yummy App dengan kode referral yang kita punya, kita bisa dapat uang tambahan dalam bentuk Yummy Point yang bisa kita redeem nantinya :) 





Bisa cari resep berdasarkan bahan makanan yang kita punya

Pernah tidak teman-teman mama merasa bingung harus masak apa karena bahan yang ada di kulkas sangat terbatas? Kalau punya Yummy App, kita pasti akan tenang-tenang saja meski bahan yang kita punya di kulkas hanyalah diantara 3T (kalau tidak tempe ya tahu atau telur :')) 




Bahan sederhana seperti si 3T dapat diolah menjadi masakan yang menarik hanya dengan memanfaatkan fitur "Masak" yang ada di Yummy App. Tinggal ketik nama bahan yang kita punya di filter nya dan muncul deh variasi resep dari bahan makanan yang kita punya di rumah.




Bisa masak sesuai budget yang kita punya

Di saat tanggal tua dan budget yang dipunya sedang tipis-tipisnya, membuat kita harus pintar-pintar mengatur budget agar tetap dapat memasak makanan yang bervariasi untuk anak dan suami. 


Nah di Yummy App kita bisa manfaatkan fitur Masak Hemat 10K. Disana nantinya akan ada kumpulan resep dengan budget sebesar Rp 10,000 saja! 




Resep masakan kekinian di Yummy App

Cari resep si odading yang lagi viral?  Atau ragam olahan dari Indomie? Semuanya ada di Yummy App. Resep masakan kekinian mulai dari cemilan seperti odading, lumpia indomie sampai budae jigae khas Korea ada semua.




Masak Resep dari Chef Ternama

Selain memasak resep dari dapur Yummy atau resep dari hasil upload teman-teman mama, di Yummy App kita juga bisa mendapatkan inspirasi resep dari chef ternama seperti chef Arnold, Chef Degan, Chef Gilang dan  chef yang lainnya. Siap-siap deh cooking at home like a pro :)




Jadi Partner Kita Untuk Memulai Bisnis Kuliner

Kalau teman-teman punya rencana ingin memulai usaha kuliner tapi bingung mau jual apa. Nah di Yummy App ada event online Cooking Class yang dipandu oleh chef ternama. Di cooking class ini, selain kita belajar membuat resep masakan, kita juga akan diberikan tips yang terkait dengan cara menjalankan bisnisnya mulai dari budgeting hingga cara pengemasan yang menarik. 



Yummy Online Cooking Class saat ini sudah masuk Vol.3 dengan tema Bisnis Jajanan  Pasar. Teman-teman mama yang berminat bisa langsung daftar dan cari infonya di Yummy App :) Oiya online class di Yummy App bisa kita ikuti secara GRATIS ya :)

Satu lagi, di bulan Desember nanti Yummy akan mengadakan event Indonesia Memasak, perayaan home cooking yang akan digelar secara online. Kita semua bisa banget ikut serta di event ini. Kita pantau terus update nya di sosial media Yummy ya :)

Nah, itu dia 10 fitur dan kelebihan Yummy App versi saya. Sejauh ini pengalaman saya menggunakan Yummy App sangat menyenangkan. Selain membantu saya menemukan inspirasi resep masakan, dari Yummy App peluang saya untuk mendapatkan penghasilan tambahan terbuka sangat lebar :) 

Bagaimana teman-teman mama sudah mulai kepikiran juga untuk mengunduh Yummy App untuk mendapatkan inspirasi resep masakan atau penghasilan tambahan? Atau malah ada yang sudah action lagi cari-cari smartphone nya untuk mengunduh Yummy App? :)) 




Yummy App dapat teman-teman unduh di Playstore dan App Store dengan langsung klik link nya ya. Follow juga media sosial Yummy di Instragram: @yummy.idn Facebook: YummyappIDN Twitter: YummyApp_ Youtube: OfficialYummyidn Tiktok: @yummyapp


Semoga bermanfaat ya :)