KOLABORASI TERBARU SCARLETT WHITENING "REVEAL YOUR BEAUTY": SSSTT... SIAPAKAH STAR AMBASSADOR NYA??

| on
October 16, 2021


Halo!

Bagaimana kabarnya teman-teman mama? Semoga sehat selalu ya :) Dan semoga teman-teman mama selalu dikelilingi dengan kabar baik setiap hari nya :)

 

Kalau kabar saya sendiri Alhamdulillah baik, dan weekend kali ini saya juga mau berbagi kabar baik nih ke teman-teman mama. Apa tuh kabar baiknya?? Baca terus sampai akhir ya, karena kabar ini akan bikin teman-teman mama supeer excited!! 



Teman-teman mama tentu sudah tidak asing lagi dong dengan Scarlett Whitening? Atau bahkan ada yang seperti saya, yang sehari-hari rutin pakai Scarlett Whitening :)) 


Nah, Scarlett Whitening, sebagai salah satu brand body & face care lokal Indonesia ternama, baru-baru ini menggandeng aktor Korea, Song Joong Ki, sebagai Star Ambassador. Pas tau ini, jujur saya kaget sekaligus amazed karena brand lokal Indonesia bisa sukses berkolaborasi dengan aktor luar negeri papan atas. 


Kolaborasi Terbaru SCARLETT WHITENING


Tapi, wait... Kabar baik saya kali ini bukan itu,hehe. ScarlettXSongJoongKi sudah berjalan dari bulan September yang lalu. Dan di bulan ini, hari ini, tanggal 16 Oktober 2021  (hari ini banget? Iya HARI INI!) 



Berbarengan dengan ulang tahun Scarlett Whitening yang ke-4, Scarlett Whitening akan announce kolaborasi nya dengan salah satu Girl Band asal Korea! Wah, teman-teman mama penggemar KPOP pasti sudah tidak sabar nih menunggu kolaborasi Scarlett Whitening yang satu ini!


DAAN SIAPAKAH  YANG MENJADI STAR AMBASSADOR SCARLETT KALI INI??


Dan yaaap! Di bulan Oktober ini Scarlett Whitening menggandeng TWICE sebagai Star Ambassador nya!!! OMG!! 


Kalau ada teman-teman mama yang masih roaming hmmm,, TWICE? Yang mana yah? Nah, ini saya ceritain sedikit ya :)


TWICE adalah salah satu Grup Band papan atas Korea, bersama BlackPink dan BTS. Iya, jadi TWICE is The One Of The Most Famous Korean Grup Band!  Girl Band yang dibentuk oleh JYP Entertainment ini berangggotakan 9 personil:  Nayeon, Jeongyeon, Momo, Sana, Jihyo, Mina, Dahyun, Chaeyoung, dan Tzuyu. 


Mereka bersembilan terbentuk sebagai TWICE melalui  sebuah program televisi di Korea yang berjudul Sixteen. The Story Begins adalah debut pertama mereka di bulan Oktober 2015.



TWICE sendiri sudah banyak menorehkan prestasi dan amazingnya lagi, setiap personelnya pun punya karir masing-masing yang di luar TWICE  yang tidak kalah cemerlang! Menurut saya TWICE punya reputasi yang sangat bagus sih sebagai Girl Band Korea.


Satu single TWICE yang paling saya ingat dan mungkin one of the most popular dari single-single TWICE yang lain adalah "What Is Love?" yang reff nya "i wanna know how it could be as sweet as candy... i wanna know know know.." heheh ya gitu deh pokoknya, teman-teman mama bisa search sendiri di YouTube ya. Tapi saya sih yakin kalau teman-teman mama sudah pada familiar sama TWICE :))


WHY TWICE??


Oke, kembali ke kolaborasi ScarlettXTWICE "Reveal Your Beauty". Jadi sebenarnya kenapa sih Scarlett memilih untuk berkolaborasi dengan TWICE?


Menurut Kak Felicia Angelista, Scarlett dan TWICE itu serupa. Scarlett saat ini boleh dikatakan sebagai Rising Brand di Indonesia, dan TWICE juga merupakan Rising Star Korea. Reputasi TWICE dan beragam prestasi yang ditorehkan membuat Kak Felicia berpikiran untuk berkolaborasi bersama TWICE.


Belum lagi ditambah request dari para sahabat Scarlett,, waah semakin yakin deh Kak Feli untuk mewujudkan kolaborasi ini. Dan dalam bayangan Kak Feli, jika kedua rising brand dan rising star ini berkolaborasi maka hasilnya pasti akan lebih bagus dan lebih wow lagi! Setuju banget kalau soal ini.


Dengan mengusung tagline "Reveal Your Beauty" pada kolaborasi kali ini, Scarlett ingin mengajak para sahabat Scarlett agar lebih percaya diri dan menunjukkan versi terbaik dari diri sendiri. Karena Scarlett percaya kalau semua orang sejatinya memiliki pesonanya masing-masing dan kita semua harus bangga dengan apa yang kita miliki!


Menurut saya, kolaborasi ScarlettxTWICE kali ini benar-benar menginspirasi, tidak hanya tentang prestasi yang diraih namun lebih ke apa yang ada di dalam diri. Keren banget lah pokoknya! Salut buat Kak Feli dan tim Scarlett. Well done untuk kolaborasi ScarlettXTWICE. Soo excited dengan kejutan apa yang ada diberikan dari kolaborasi ini. Can't waiit!!


*PS: Meski berkolaborasi dengan bintang papan atas, harga Scarlett tetep ramah di kantong kok! Hihi.

#SCARLETTXTWICE #REVEALYOURBEAUTY

Scarlett Whitening

Instagram | Shoppee 

Semoga bermanfaat ya :)



REVIEW SCARLETT WHITENING : GLOWTENING SERUM

| on
August 06, 2021



Halo!


Apa kabar teman-teman mama? Semoga teman-teman mama sekeluarga sehat selalu ya :) Oh iya, gimana nih menjalani PPKM beberapa minggu belakangan? Semoga tetap aman dan terkendali jiwa dan raga ya :)) hehe.

Kalau versi saya, biasanya saya melakukan sedikit 'me time' sebagai bentuk self love supaya tetap aman dan terkendali jiwa dan raga selama PPKM ini. Salah satu bentuk me time untuk self love versi saya adalah dengan merawat wajah yang jadi sumber harapan penyedia senyuman bagi si bapak dan si anak :)

Nah, omong-omong soal merawat wajah, beberapa waktu yang lalu, saya sempat sharing tentang pengalaman saya menggunakan rangkaian Face Care dari Scarlett Whitening yang Brightly Series. Kalau teman-teman mama ada yang ingin membaca pengalaman dan review saya menggunakan Scarlett Whitening Brightly Series silakan baca di sini ya :)

Setelah kurang lebih satu bulan pakai Face Care Scarlett Whitening Brightly Series jujur kulit wajah saya jadi lebih cerah dan terlihat segar dari biasanya :)

Satu hal yang paling saya suka setelah rutin menggunakan Face Care Scarlett Whitening Brightly Series, lingkar hitam di bawah mata saya agak memudar meski kantong mata saya masih ada (ya karena diri sendiri juga sih yang hobi nya kurang istirahat :'))

Dari pengalaman saya memakai produk Scarlett Whitening mulai dari body care dan face care yang kesemuanya terbukti cocok untuk kulit saya, saya pun jadi suka kepo tiap kali Scarlett Whitening launching produk-produk terbarunya. "Wah, ada yang baru apa lagi nih, siapa tau saya bisa coba pakai juga", pikir saya hehe.

Alhasil, karena rasa kepo saya ke produknya Scarlett Whitening yang sudah merasuk ke relung jiwa, akhirnya saya pun mencoba serum Scarlett Whitening yang paling baru, yaitu Glowtening Serum.

Wah, apa lagi nih Glowtening Serum? Kalau teman-teman mama ada yang ingin tau juga seperti apa serum terbaru dari Scarlett Whitening ini dan bagaimana efeknya ke wajah saya selama satu minggu ini, yuk kita coba ulas sama-sama ya :)

Scarlett Whitening Glowtening Serum

Scarlett Whitening Glowtening Serum ini adalah serum terbaru yang dikeluarkan Scarlett Whitening. Glowtening Serum ini bisa menjadi jawaban bagi teman-teman mama yang ingin kulit wajahnya terlihat lebih glowing sekaligus brightening juga.





Common Ingredients

Tranexamide Acid, Niacinamide, Aloe Vera Extract, Licorice Extract, Calendula Oil, Geranium Oil, Allantoin dan Olive Oil.

Common Benefits:

  • Tranexamide Acid: dapat membantu meredakan peradangan kulit, melindungi kulit dari sinar UV, dan meratakan warna kulit.

  • Niacinamide: untuk melembabkan kulit, menyamarkan noda hitam, dan mengendalikan produksi minyak pada wajah

  • Geranium Oil: membantu menyamarkan garis halus pada wajah serta mengencangkan kulit dan memperlambat penuaan.

  • Allantoin: kandungan yang kaya akan antioksidan yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan kolagen pada kulit.


Oh iya, sama seperti produk Scarlett yang lain, Glowtening Serum juga sudah terdaftar di BPOM. Jadi InsyaAllah aman untuk kita gunakan sehari-hari.

Lalu apa bedanya Glowtening Serum ini dengan Brightening Ever After Serum dari Brightly Series atau Acne Serum dari Acne Series? Kalau menurut saya sih sedikit beda, karena Brightening Ever After Serum atau Acne Serum bisa dipakai secara single apply, nah kalau Glowtening Serum disarankan untuk diaplikasikan bersamaan dengan Brightening Ever After Serum ataupun Acne Serum. Contohnya nih seperti:

Jika menggunakan Brightly Series:

Setelah mengaplikasikan Brightening Ever After Serum, teman-teman mama dapat langsung mengaplikasikan Glowtening Serum untuk mengunci kelembaban kulit.

Penggunaan Brightening Ever After Serum yang dikombinasikan dengan Glowtening Serum dapat membantu kita untuk mendapatkan kulit yang lebih cerah, glowing dan sehat dengan maksimal :)

Selain itu kombinasi dari kedua serum ini juga dapat bekerja maksimal untuk memudarkan bekas jerawat atau noda hitam yang ada pada kulit wajah kita.

Nah, jika menggunakan Acne Series:

Pada umumnya kulit yang berjerawat tidak disarankan untuk memakai produk yang bersifat mencerahkan. Namun untuk Glowtening Serum, kita dapat mengkombinasikannya dengan Acne Serum dari rangkaian Acne Series Scarlett Whitening.

Aplikasi dari Acne Serum plus Glowtening Serum dapat membantu menyembuhkan atau meredakan peradangan jerawat/beruntusan, juga bisa membantu mencerahkan kulit dan memudarkan bekas jerawat ataupun noda hitam pada kulit wajah.

Kemasan

Scarlett Whitening Glowtening Serum dikemas di dalam wadah botol kaca berukuran 15 ml dengan penutup yang dilengkapi pipet sama seperti Brightening Ever After Serum ataupun Acne Serum.




Untuk stiker hologram nya agak sedikit berbeda dengan produk Scarlett yang lain, yang biasanya berupa stiker hologram berbentuk kotak, nah di Glowtening Serum stiker hologram nya berupa pita kecil yang tertempel mengelilingi bagian bawah botolnya.





Untuk packaging luar Scarlett Glowtening Serum menggunakan kotak karton berukuran 9,5 x 4 x 4 cm. Pada kemasan kotak nya juga terdapat stiker hologram untuk menunjukkan keaslian produk dari Scarlett.




Cara Pakai:

Awalnya saya pakai Glowtening Serum ini secara single apply, tidak saya kombinasikan dengan Brightening Ever After Serum. Dan ternyata cara tersebut kurang tepat, hehe. Hasilnya jadi kurang maksimal.

Setelah tau cara pakai yang benar, langsung deh saya coba pakai sesuai saran pakai dari Scarlett. Jadi seperti yang sudah saya ceritakan diatas, sebelum mengaplikasikan Glowtening Serum, sebaiknya kita mengaplikasikan Brightening Ever After Serum atau Acne Serum lebih dulu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.








Versi saya, saya pakai Brightening Ever After Serum 2-3 tetes. Lalu setelah agak meresap, saya timpa lagi wajah saya dengan Glowtening Serum sebanyak 2-3 tetes untuk mengunci kelembaban kulit saya. Setelah itu baru deh saya pakai Brightening Ever After Cream Day/Night sesuai waktu pakai pagi atau malam. Di foto atas adalah perbandingan antara Brightening Ever After Serum dan Glowtening Serum.




Dengan cara kombinasi ini, di kulit saya lebih terasa nyaman karena tekstur Glowtening Serum yang seperti lotion berpadu dengan Brightening Ever After Serum yang cenderung kering namun lembab.


Tekstur, Wangi dan Warna

Berbeda dengan Scarlett Brightening Ever After Serum yang bertekstur sedikit cair dan berwarna bening, Glowtening Serum memiliki tekstur yang cenderung seperti lotion dan berwarna putih susu. Untuk wanginya sedikit tercium wangi Aloe Vera  yang cenderung samar.








Yang saya suka dari rangkaian face care Scarlett, semua produknya memiliki wangi yang tidak begitu menyengat di hidung jadi tergolong nyaman untuk digunakan sehari-hari.


Experience

Sama seperti pengalaman menggunakan rangkaian face care Scarlett Whitening yang sebelumnya, di awal saya coba mengaplikasikan Glowtening Serum secara tipis-tipis lebih dulu untuk mengecek apakah kulit saya menunjukkan tanda reaksi alergi atau tidak. Alhamdulillah ternyata aman-aman saja hehe. Selanjutnya saya langsung mengaplikasikannya sesuai dengan saran pemakaian dari Scarlett.

Menurut saya, setelah lebih dari seminggu pemakaian, Glowtening Serum ini benar-benar membuat tekstur kulit saya jauh lebih baik dari sebelumnya. Kulit wajah saya terasa lebih kenyal, mirip-mirip lah dengan wajah anak saya yang masih kanak-kanak, jadi cubitable gitu (yah narsis :'))




Selain kulit wajah saya yang terasa lebih kenyal, wajah saya memang jadi terlihat lebih glowing dan cerah. Lingkar hitam di bawah mata saya pun juga makin memudar. Saya sempat bertanya ke suami saya, apakah ada perubahan dari wajah saya seminggu belakangan, kata suami saya, ada! Hehe.

Senang sekali mendengar langsung dari suami kalau ada perubahan pada kulit wajah saya. Kalau begini kan, besok-besok pas ajuin bugdet untuk beli Scarlett jadi lebih lancar :P

Dari pengalaman saya menggunakan Scarlett Whitening Glowtening Serum, menurut saya serum ini tergolong recommended untuk dicoba teman-teman mama :) InsyaAllah saya juga mau pakai rutin untuk kulit wajah yang lebih glowing sekaligus tetap terlihat sehat :)

Kalau teman-teman mama ada yang juga ingin mencoba Scarlett Whitening Glowtening Serum, seperti biasa teman-teman bisa order melalui Whatsapp di nomor 0877-0035-3000 atau chat melalui Line di @scarlett_whitening dan belanja langsung di Shopee Mall Scarlett Whitening Official Shop dengan harga Rp 75,000 saja :) (di Shopee biasanya sering flash sale sih hehe)

Anyway, teman-teman mama ada yang juga punya pengalaman pakai Glowtening Serum dari Scarlett Whitening? Yuk, sharing sama-sama disini :)

Semoga bermanfaat ya :)














REVIEW LIBURAN KE PLANET MOCHI BARENG PADDLE POP: SERUNYA PENGALAMAN ALIYAH MAIN KE PLANET JUPITER!

| on
July 25, 2021



"Mama, aku bosaan...."

Halo!

Apa kabar teman-teman mama? Semoga sehat selalu ya :) Oh iya, omong-omong adakah teman-teman mama yang juga sering mendengar ucapan kalimat di atas? Kalau saya mungkin ada 5 kali dalam sehari mendengar Aliyah mengucapkan kalimat diatas :)) Saya sendiri berusaha untuk mengerti apa yang Aliyah rasakan. Masa pandemi sekaligus pemberlakuan PPKM yang bertepatan dengan liburan sekolah bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak.

47 % anak Indonesia merasa bosan di rumah selama masa pandemi 
- Survei Penilaian Cepat Satgas Covid-19 (BNBP 2020), dari Harian Kompas -

Sebelum masa pandemi, saat liburan sekolah biasanya kami isi dengan bepergian ke luar kota atau ke tempat wisata. Berhubung masih dalam masa pandemi serta pemberlakuan PPKM, maka liburan sekolah Aliyah kali ini diisi dengan melakukan aktifitas di rumah saja. Berhubung anak seusia Aliyah memang sedang giat-giatnya melakukan beragam aktifitas, rasa bosan sangat mudah menghampirinya saat aktifitas di rumah terasa begitu monoton baginya. Sebagai ibu, saya perlu pintar-pintar mencari cara untuk membantu Aliyah mengatasi rasa bosannya selama liburan di rumah saja :)

Kebosanan sebenarnya adalah alat yang penting untuk membuat hidup lebih bahagia, lebih produktif dan lebih kreatif. 
- Manoush Zomorodi, di dalam bukunya yang berjudul Bored and Brilliant: How Spacing Out Can Unlock Your Most Productive dan Creative Self -

Dari sebuah artikel yang ditulis oleh psikolog Hertha C. Hambalie, M.Psi, Psikolog. yang sempat saya baca, ada beberapa tips kegiatan yang dapat kita coba lakukan untuk mengatasi rasa bosan pada anak saat beraktifitas di rumah saja, seperti yang tercantum pada gambar :)


Nah, kalau versi saya dan Aliyah yang menjadi favorit kami untuk mengatasi rasa bosan di rumah adalah dengan bermain, seperti membuat prakarya atau membuat diy mainan yang sekaligus dapat menstimulasi area sensori dan motoriknya juga sebagai sarana ia untuk belajar banyak hal :)

Disaat saya merasa buntu dan kehabisan ide harus bermain apa lagi, biasanya saya langsung membuka internet untuk mencari ide bermain ataupun event bermain bersama yang digelar secara online untuk mengisi waktu liburan Aliyah di rumah.

Alhamdulillah, beruntungnya saat saya sedang membuka feeds di akun Instagram saya, saya melihat konten event bermain bersama dari Paddle Pop. Saya pun langsung mendaftarkan diri untuk ikut serta agar dapat bermain bersama Aliyah di rumah :) Syukurnya lagi, event dari Paddle Pop ini dapat saya ikuti secara GRATIS hehehe... Bagaimana caranya? Yuk baca terus sampai bawah ya :))

Paddle Pop #MainYuk

Jadi, sejak bulan Mei 2021 yang lalu, dalam rangka Hari Bermain Sedunia 2021, Paddle Pop sebagai salah satu brand es krim kesukaan anak produksi Unilever Indonesia, menghadirkan rangkaian pilihan aktifitas bermain yang bermanfaat untuk mengisi liburan sekolah anak. Paddle Pop sangat memahami tantangan yang dihadapi orangtua dan anak dalam mengisi liburan di masa pandemi, yaitu bagaimana agar liburan tetap terasa seru, menyenangkan dan tetap dapat mengatasi rasa bosan, stres ataupun berkurangnya intensitas sosial pada anak meski hanya dengan melakukan aktifitas bermain di rumah saja. 

Karena percaya bahwa banyak hal baik dimulai dari bermain, maka bertepatan dengan Hari Bermain Sedunia, Paddle Pop resmi meluncurkan  brand purpose Paddle Pop, #MainYuk, yang mengajak kita, para orangtua, untuk menghadirkan pilihan aktifitas bermain di rumah saja yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Seru ya! :)



Sebagai pembuka Paddle Pop Main Yuk, Paddle Pop mengadakan Paddle Pop Main Yuk Seaventure yang digelar pada bulan April-Juni 2021 (dalam rangka libur puasa dan Hari Raya Idul Fitri) Melalui Paddle Pop Main Yuk Seaventure, kita diajak menikmati wisata virtual dunia bawah laut bareng Paddle Pop Twister Mermaid dan Jakarta Aquarium Safari, sekaligus mengenalkan anak tentang biota bawah laut sambil bermain melalui video interaktif, kuis dan kompetisi berfoto. 

Sayangnya, saya dan Aliyah melewatkan kesempatan untuk ikut serta karena kami terlambat mengetahui informasi event nya :( Menurut teman-teman mama yang sempat ikutan, event nya sangat seru dan anak-anak merasa seperti benar-benar sedang menikmati liburan di dalam Jakarta Aquarium Safari :)

Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi 

Nah, di bulan Juli 2021 ini, Paddle Pop kembali mengajak kita, para orang tua dan anak-anak untuk kembali bermain bersama dalam rangka mengisi liburan sekolah. Kali ini Paddle Pop #MainYuk mengajak kita berlibur ke Planet Mochi! 



Kalau sebelumnya kita dan anak-anak diajak mengenal biota bawah laut melalui aktifitas seru di Paddle Main Yuk Seaventure, di Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi kita dan anak-anak diajak untuk mengenal sistem tata surya dan luar angkasa bareng Paddle Pop Mochi Chocolate Vanila. 

Di event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi kali ini, selain bermain dengan Paddle Pop Chocolate Vanila, kita diajak bermain bersama: 

  • Mona Ratuliu & Wonderfest sambil membuat Helm Astronot di tanggal 25 juni 2021.
  • Enno Lerian & Rumah Dandelion sambil main ke Planet Saturnus di tanggal 03 Juli 2021,
  • Nana Mirdad & Mungilmu sambil main ke Planet Uranus di tanggal 10 Juli 2021,
  • Melki Bajaj & Buumi Playscape sambil main ke Planet Jupiter di tanggal 17 Juli 2021
Untuk bisa ikutan event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi caranya mudah sekali. Kita cukup mendaftarkan diri melalui whatsapp ke nomor official Paddle Pop di 0858-1223-1223. Untuk 100 teman-teman mama yang gercep (gerak cepat, hehe) alias pendaftar pertama bisa dapat kotak mainan gratis sesuai dengan program bermain yang dipilih. 

Dan saya kalah gercep dong, hehehe. Saat mendaftar saya sudah tidak kebagian kotak mainan untuk Aliyah. Meski tidak dapat kotak mainan, saya dan Aliyah tetap antusias untuk ikut eventnya :)



Dari rangkaian event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, saya dan Aliyah memilih untuk ikut bermain ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape di tanggal 17 Juli 2021. 

Aliyah senang sekali saat saya ajak untuk bermain bersama Paddle Pop #MainYuk kali ini, karena belakangan ia memang sedang suka sekali bermain dan belajar tentang tata surya dan luar angkasa. Kami pun sempat membuat Nebula Calm Down Jar bersama di rumah.

Saat hari H tiba, saya dan Aliyah sudah menyiapkan bahan permainan yang dibutuhkan untuk kami bermain bersama ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape. Instruksi untuk bahan mainan yang perlu disiapkan saya dapatkan saat melakukan pendaftaran melalui whatsapp.  


Serunya Pengalaman Aliyah Bermain Ke Planet Jupiter

Event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, Main ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape kami ikuti melalui aplikasi Zoom. 



Sebelum mulai bermain, Kak Nurul dari Buumi Playscape mengobrol bersama kak Melki sekeluarga tentang aktifitas liburan selama di rumah saja. Ternyata, apa yang saya alami juga sama dengan Kak Melki dan mbak Dewi, yang juga harus memutar otak mencari kegiatan yang seru untuk mengisi liburan anak selama di rumah saja :))



Selesai mengobrol dengan kak Melki sekeluarga, langsung deh kami diajak bermain ke Planet Jupiter dengan naik roket lebih dulu lewat tarian bersama kak Lintang dari Buumi Playscape. Saat menari bersama, memori masa kecil saya dengan Paddle Pop tiba-tiba muncul saat mendengar jingle Paddle Pop... Paddle Pop... super duper yummy. Senang sekali es krim favorit saya di jaman kecil masih eksis sampai sekarang dan bisa dinikmati oleh anak saya :) 



Begitu tiba di Planet Jupiter, kami diajak melakukan tiga misi yaitu bermain Moon Dough Pottery, bermain Alien Egg Game dan membuat Mochi Sugar Swirl. Sebelum mulai bermain, kak Nurul menjelaskan beberapa fakta tentang Planet Jupiter. Wah, disini saya dan Aliyah benar-benar dapat pengalaman bermain sambil belajar. 

Fakta pertama, Jupiter adalah planet terdekat kelima dari Matahari. 
Kedua, nama Planet Jupiter diambil dari raja para dewa dalam mitologi Romawi karena merupakan planet yang terbesar. 
Ketiga, ternyata Jupiter memiliki cincin seperti planet Saturnus namun cincinnya sulit untuk dilihat. 



Saya sendiri baru tahu nih tentang fakta ketiga dari planet Jupiter. Saat kak Nurul menceritakan tentang fakta Planet Jupiter, Aliyah sangat antusias sampai-sampai tanpa sadar ia telah menyimak dengan jarak mata yang begitu dekat. Meski begitu, saya senang karena secara tidak langsung Aliyah belajar tentang Planet Jupiter dengan cara yang lebih fun melalui Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla ini.

Bermain Moon Dough Pottery

Setelah belajar tentang fakta dari Planet Jupiter, langsung deh kami diajak melakukan misi pertama di Planet Jupiter yaitu bermain Moon Dough Pottery yang dipandu langsung oleh Kak Ninda dari Buumi Playscape. Saya dan Aliyah langsung mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk bermain Moon Dough Pottery. 



Serunya, sebelum membuat Moon Dough Pottery, Kak Ninda membagi informasi fakta tentang bulan yang mengelilingi Planet Jupiter. Ternyata ada 79 bulan yang mengelilingi Planet Jupiter, wow! Jumlah ini terbanyak kedua setelah Planet Saturnus yang memiliki 82 bulan. 

Dari 79 bulan milik Planet Jupiter, ada 4 bulan dengan ukuran terbesar yang pertama kali dilihat oleh Galileo bernama IO, Europa, Ganymede dan Callisto. Fakta tentang bulan planet Jupiter disampaikan oleh kak Ninda dengan cara yang menyenangkan dan sangat jelas.

Setelah menyampaikan fakta tentang bulan di Planet Jupiter, kak Ninda langsung memandu kami untuk membuat Moon Dough Pottery, yang nantinya akan seperti replika bulan dan benda angkasa lainnya. 



Cara membuat Moon Dough Potter juga mudah, semua bahan dicampurkan satu persatu sampai menyerupai adonan kue. Setelah adonan tidak terasa lengket, adonan digilas dengan rolling pin dan dicetak menggunakan cetakan kue. Aliyah sangat menikmati membuat Moon Dough Pottery ini :) 

Dari bermain membuat Moon Dough Pottery Aliyah jadi bisa belajar tentang bulan, sekaligus melatih sensori dan motorik kasar serta halusnya dari membuat adonan, belajar berhitung dari menakar jumlah bahan yang dibutuhkan dan menghitung jumlah bintang dan bulan dari adonan yang dicetak, meningkatkan kreatifitasnya dan daya imajinasinya dari mencetak adonannya.

Bermain Alien Egg game

Begitu misi pertama di Planet Jupiter selesai, langsung lanjut deh menyelesaikan misi kedua yaitu bermain Alien Egg Game. Tapi, sebelum mulai misi keduanya, kak Nurul mengajak kami bermain tebak-tebakan lebih dulu yang tentu saja tebak-tebakannya seputar informasi tentang Planet Jupiter. Kami benar-benar jadi makin tahu banyak tentang Planet Jupiter dari ikutan event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, Main ke Planet Jupiter ini.


Setelah bermain tebak-tebakan bersama kak Nurul, kami langsung dipandu oleh Kak Ninda untuk bermain Alien Egg Game. Ceritanya, kami diajak untuk menyelamatkan telur-telur alien. Bahan untuk membuat Alien Egg Game sederhana saja, hanya butuh 5-10 balon, air, glitter dan 2 buah ember.



Nantinya balon akan diisi air secukupnya lalu diikat, sehingga seolah-olah balon adalah telur alien. Telur dari balon ini kemudian dimasukkan ke dalam ember yang sudah berisi air dan glitter. Setelah siap, kak Ninda memandu kami untuk bermain Alien Egg Game dengan cara memindahkan balon menggunakan kaki dari ember 1 ke ember 2. 

Ternyata main Alien Egg Game ini seru sekali. Stimulasi yang didapat anak juga banyak, mulai dari kegiatan mengisi air ke balon, menghitung jumlah balon, mengenal warna balon, dan melatih koordinasi gerak kaki dari memindahkan balon.

Membuat Mochi Sugar Swirl

Dua misi sudah selesai. Kami pun dipandu kak Ninda untuk menyelesaikan misi terakhir bermain di Planet Jupiter yaitu membuat Mochi Sugar Swirl dari menghias Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla menggunakan gula halus, susu cair dan pewarna makanan. 



Caranya membuat hiasannya dengan mencampur gula halus, susu cair dan pewarna makanan. Setelah jadi, dihias deh diatas Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla menggunakan piping bag. 



Secara tidak langsung, motorik halus Aliyah jadi terlatih dan daya imajinasi dan kreatifitas nya pun terasah dengan membuat Mochi Sugar  Swirl. Oh iya indera perasa anak juga terstimulasi dari rasa manis gula berpadu dengan tekstur kenyal dari Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla :) 


Selesai membuat Mochi Sugar Swirl, sebagai penutup kami diajak untuk berfoto bersama dan kembali menari bersama kak Lintang. Saya sempat bertanya ke Aliyah apakah Aliyah senang mengikuti acaranya? Alhamdulillah kata dia senang sekali dan suka bikin-bikin mainannya, hihi.



Secara keseluruhan, saya dan Aliyah sangat enjoy bermain bersama dan ikutan event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, Main ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape. Acara nya dikemas dengan sangat menarik serta edukatif. Anak-anak benar-benar diajak bermain sambil belajar dengan cara yang seru. 

Runtutan acaranya juga disusun dengan sangat baik mulai dari menari bersama lebih dulu untuk membangkitkan mood anak-anak agar semangat dan ceria, lalu mengedukasi anak dengan bercerita tentang fakta Planet Jupiter serta memberi stimulasi untuk sensori, motorik, kemampuan berhitung serta daya imajinasi dan kreatifitas anak melalui tiga permainan diatas. 

Kak Melki Bajaj beserta keluarga juga sangat menyenangkan. Tim kakak-kakak dari Buumi Playscape juga memandu dengan sangat ceria dan ekspresif. Jadi, anak-anak jauh dari rasa bosan selama mengikuti acaranya :)
 
Bagi saya, acara ini benar-benar dapat mengisi waktu liburan sekolah anak selama di rumah saja dengan cara yang menyenangkan. Terimakasih untuk Paddle Pop yang sudah menginisiasi acara seperti ini. Jujur acaranya membantu saya sebagai orangtua untuk dapat mengatasi rasa bosan anak selama liburan di rumah dengan memberi kegiatan yang bermanfaat.

Paddle Pop Pilihan Cemilan Yang Baik Untukmu

Paddle Pop sebenarnya sudah cukup lekat dengan keluarga saya sejak lama. Sewaktu saya masih usia kanak-kanak, setiap kali ikut ibu saya ke supermarket untuk berbelanja, saya pasti minta dibelikan Paddle Pop Rainbow, hehe. Ternyata kebiasaan ini menurun ke anak saya, Aliyah. 

Aliyah sangat suka dengan Paddle Pop. Saya tidak khawatir jika Aliyah mengonsumsi Paddle Pop karena Paddle Pop dibuat dari bahan alami dengan memerhatikan batasan kandungan gula serta kalori sesuai dengan saran WHO, yaitu  tidak lebih dari 12 gr gula dan tidak lebih dari 110 kkal dalam sekali konsumsi.

Jadi, kandungan gula di setiap es krim Paddle Pop benar-benar diatur secara ketat agar tidak melebihi Angka Kecukupan Gizi Anak.

Yuk, kita coba cek, berapa jumlah gula dan kalori di dalam Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla :)



Selain dibuat dengan memerhatikan batasan kandungan gula dan kalori, Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla dibuat dari kebaikan susu dan tanpa tambahan pengawet :) Insya Allah aman deh untuk dikonsumsi anak-anak seusia Aliyah :) 

Oh iya,  rasa Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla menurut saya enak dan tidak begitu manis. Tekstur mochinya punya kenyal dan tebal :)

Beberapa varian Paddle Pop lainnya yang mungkin teman-teman mama sudah cukup familiar, juga dibuat dari bahan alami seperti buah-buahan serta susu, dan InsyaAllah lebih aman untuk dikonsumsi anak-anak.



Demikianlah cerita pengalaman saya dan Aliyah mengisi liburan kali ini dengan ikutan Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, Main ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape. Kalau ditanya mau ikut lagi atau tidak jika ada acara serupa dari Paddle Pop, tentu saja saya dan Aliyah mauu hehehe.



Omong-omong, ada yang sempat ikutan acaranya juga tidak? Yuk, share cerita serunya sama-sama di sini :)

Nah, bagi teman-teman mama yang belum sempat ikutan acaranya, dan penasaran seperti apa, acaranya dapat ditonton ulang di Youtube Official Channel Paddle Pop :)


Paddle Pop Indonesia
Instagram: @paddlepop.idn | Youtube Official Channel: Official Paddle Pop Indonesia


Semoga bermanfaat ya :)
















 



 











Dari Membaca Artikel Di Ibupedia, Saya Belajar Berdamai Dengan Inner Child Yang Terluka

| on
July 12, 2021

 

Saya sadar saya bukan ibu yang sempurna. Saya masih seringkali kelepasan marah ke anak. Sekali waktu saya marah besar ke Aliyah. Hari-hari berlalu, ternyata ia masih mengingat kejadian itu. Satu hal yang selalu ditanyakannya, "Mama, kenapa waktu itu mama marah sekali ke Yaya?" Saya terdiam. Hati saya patah mendengar ucapannya. Pengalaman masa lalu saya terulang kembali"

Halo!

Bagaimana kabarnya teman-teman mama? Semoga sehat selalu ya :) Cerita saya diatas adalah satu dari cerita yang cukup menyedihkan bagi saya dalam menjalankan peran sebagai orangtua. 

Saya percaya tidak ada orangtua yang senang memarahi anaknya, bahkan sampai membuat anaknya trauma dan meninggalkan bekas di dalam ingatan sang anak. Saya pun demikian. Saya sangat sedih ketika sekali waktu saya marah kepada Aliyah, ternyata peristiwa itu meninggalkan bekas di dalam ingatannya. Saya mungkin telah menjadi penyebab trauma masa kecil yang kurang baik bagi Aliyah :'( 

Kondisi ini semakin diperburuk dengan pola pikir saya yang menyalahkan pola asuh kedua orang tua saya di masa lalu yang membentuk saya menjadi ibu yang mudah marah. 

"Tidak salah saya menjadi seperti ini, karena dulu orang tua saya mendidik saya seperti ini" pikir saya waktu itu.


Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai sadar kalau saya tidak boleh terus-terusan seperti ini. Saya merasa ada yang salah dengan pola pikir saya. Tidak seharusnya saya membenarkan tindak amarah saya kepada Aliyah. Apalagi sampai meninggalkan trauma baginya.

Tindak amarah saya kepada Aliyah adalah tanda kalau saya belum bisa memutus mata rantai pola asuh yang kurang baik di masa lalu. 

Saya merasa harus melakukan sesuatu. Memperbaiki apa yang telah terjadi, sebelum benar-benar terlambat. Saya ingin belajar untuk menjadi ibu yang jauh lebih baik untuk Aliyah. 

Belajar Berdamai dengan Inner Child

Sebagai orang awam saya tidak tahu pasti apa istilah untuk trauma masa kecil yang kurang baik. Karena ketidaktahuan ini, maka saya putuskan untuk mencoba mencari tahu apa dan bagaimana cara mengatasi trauma masa kecil. 

Saya lalu membuka situs Ibupedia, sebuah platform dimana saya biasanya mendapatkan berbagai informasi tentang dunia parenting, keluarga, kesehatan anak, bayi dan info seputar kehamilan. Siapa tau ada artikel yang membahas tentang mengatasi trauma masa kecil disini, pikir saya waktu itu.



Akhirnya saya sampai pada sebuah artikel di Ibupedia,  tentang inner child yang berjudul 7 Langkah Mudah Mengelola Inner Child Dalam Mengasuh Anak  Saya pun mulai mengerti atas apa yang saya rasakan dan alami selama ini. 

"Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan petunjuk bagaimana cara mengatasi trauma masa kecil seperti yang saya alami selama ini setelah membaca artikel tentang inner child di Ibupedia "

Trauma masa kecil yang saya alami ternyata adalah inner child yang terluka yang tersimpan di dalam diri saya.

Ya, menurut pakar, inner child adalah pengalaman di masa lalu, tidak hanya di masa kecil melainkan di semua tahap kehidupan yang telah kita lalui.

Pengalaman ini yang kemudian tersimpan menjadi memori positif ataupun negatif di dalam diri kita, yang tanpa kita sadari ternyata mempengaruhi diri kita dalam mengekspresikan diri saat dewasa.

Saat menjalankan peran sebagai orangtua, inner child saya yang tersimpan selama ini menjadi sering muncul ke permukaan. 

Misalnya seperti, saya menjadi ibu yang mudah marah, karena saya merasa sering dimarahi sewaktu kecil dulu, yang mungkin dapat membuat Aliyah juga tumbuh menjadi orang yang mudah marah.

Atau, trauma lain seperti tidak ingin memiliki anak dengan kelahiran jarak dekat karena khawatir Aliyah kurang mendapatkan perhatian seperti yang saya rasakan dulu sebagai anak sulung dari 3 bersaudara dengan jarak kelahiran yang berdekatan. Padahal, mungkin disisi lain, keputusan ini dapat membuat Aliyah merasa kesepian karena tidak ada saudara yang dapat diajak bermain bersama di rumah. 

Jika saya tidak berusaha berdamai dengan trauma-trauma saya diatas, mungkin saja tanpa saya sadari saya  menurunkan trauma tersebut kepada Aliyah. Dan mata rantai trauma masa kecil saya akan terus terjalin bahkan mungkin bisa sampai ke cucu saya kelak.

Pada akhirnya, saya mencoba belajar untuk berdamai dengan inner child saya agar dapat memutus mata rantai trauma masa lalu yang kurang enak ini.


Apa saja sih yang sebenarnya menjadi penyebab inner child kita terluka?

Sebelum memulai untuk berdamai dengan trauma masa kecil, saya lebih dulu mencoba memahami lebih dalam apa yang kira-kira menjadi penyebab seseorang mengalami trauma di masa kecil nya. Apakah benar pola asuh orang tua dan pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan dapat menjadi penyebab inner child dalam diri saya terluka? 

Pada gambar adalah beberapa kemungkinan kejadian di dalam hidup yang menjadi penyebab inner child dalam diri yang terluka dilansir dari Ibupedia dan Better Help,


Kejadian-kejadian diatas mungkin pernah dialami sebagian dari kita yang tanpa kita sadari ternyata bisa jadi  menjadi penyebab trauma masa kecil. Mengetahui penyebab dari trauma masa kecil yang dialami adalah langkah awal untuk berdamai dengan trauma masa kecil. Saya sendiri berusaha belajar untuk menerima bahwa kejadian di masa lalu yang meninggalkan trauma bagi saya merupakan bagian dari perjalanan hidup saya.

Sama seperti memori masa kecil yang menyenangkan yang seringkali dianggap sebagai pengalaman yang berharga, saya pun belajar untuk mengganggap trauma di masa kecil saya sebagai pengalaman yang sama berharganya :) Harapannya, dengan belajar menerima, langkah saya untuk berdamai dengan trauma masa kecil saya menjadi lebih mudah.


Lalu, bagaimana cara untuk berdamai dengan trauma masa kecil?

Saya salah satu yang percaya bahwa setiap orang memiliki "waktu" nya masing-masing untuk dapat berdamai dan pulih dari traumanya di masa kecil :) Meski mungkin tidak secepat apa yang diharapkan, perlahan tapi pasti, tentu usaha untuk berdamai dengan trauma masa kecil ini akan berbuah manis, InsyaAllah :)

Di artikel Ibupedia, 7 Cara Mengelola Inner Child Dalam Mengasuh Anak yang saya baca, ada beberapa tips yang diberikan yang bisa kita lakukan untuk mulai berdamai dengan inner child yang terluka.  Apa saja ketujuh tips nya? Saya sharing garis besarnya saja ya :) Untuk detailnya, teman-teman dapat langsung klik di judul artikelnya ya :)



  1. Berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu terlebih dulu.
  2. Mencoba memaafkan kesalahan pola asuh orang tua di masa lalu.
  3. Memberi perhatian penuh dengan tulus kepada anak kita sebagai bentuk self healing dari inner child yang terluka.
  4. Mengindentifikasi inner child yang kita miliki. Inner child yang negatif yang kita miliki sebaiknya tidak diturunkan ke pola asuh kita ke anak, sebaliknya inner child yang positif dapat kita adaptasi di dalam pola asuh kita.
  5. Mengurangi intensitas berada di dalam lingkungan yang menjadi penyebab trauma di masa kecil.
  6. Mengapresiasi diri sendiri atau melakukan re-parenting sebagai wujud mencintai diri sendiri.
  7. Berbagi cerita kepada orang terdekat yang dapat dipercaya, atau berkonsultasi dengan ahli seperti psikolog.

Oh iya, saya juga membaca artikel lain yang terkait dengan inner child di Ibupedia. Artikelnya berjudul Berdamai Dengan Inner Child, Atasi Luka Yang Tertinggal Tips untuk berdamai dengan inner child di kedua artikel di Ibupedia inilah yang kemudian saya gunakan untuk pelan-pelan belajar berdamai dengan trauma masa kecil, ditambah juga dengan beberapa referensi lain dari jurnal tentang inner child.

Pada intinya saya perlu merangkul inner child saya dan membangun koneksi dengannya agar saya dapat lebih mudah untuk berdamai dengan inner child saya yang terluka.

Tips dari Ibupedia ini menjadi awal bagi saya untuk akhirnya bisa menerima inner child yang terluka sebagai bagian dari diri saya. Ia telah bertumbuh bersama bagian dari diri saya yang lain. Belajar menerima kenyataan ini membuat saya merasa jauh lebih baik :) 


Lalu bagaimana caranya saya dapat berdamai dengan trauma di masa kecil?

Selama ini ada beberapa cara saya coba lakukan untuk mencoba berdamai dengan trauma masa kecil saya. 

Pertama, seperti cerita saya diatas saya mencoba untuk menerima pengalaman masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup, baik itu pengalaman yang menyenangkan ataupun yang kurang menyenangkan seperti trauma di masa kecil. Saya benar-benar berterimakasih pada Allah atas apa-apa yang sudah saya lalui selama ini, dan dari ini rasa ikhlas atas apa yang telah terjadi mulai tumbuh di dalam hati saya.

Kedua, memaafkan kejadian masa lalu yang telah terjadi. Setelah dapat menerima pengalaman masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup saya, pelan-pelan saya mulai dapat memaafkan kejadian di masa lalu yang meninggalkan trauma bagi saya. 

Dari pengalaman saya, untuk dapat lebih legowo dalam memaafkan, mencoba untuk bercerita dari hati ke hati dengan orang-orang terdekat yang ada di sekitar saya seperti suami, orang tua dan adik saya sangat membantu proses ini.

Dari bercerita dengan orang terdekat, saya menjadi lebih mengerti dan memahami jika apa yang menjadi trauma di masa kecil saya bukan sepenuhnya kesalahan dari kedua orang tua saya. Kedua orang tua saya bahkan tidak pernah berniat untuk melukai perasaan saya. 

Yang sebenarnya terjadi adalah mata rantai pola asuh di masa lalu (dari kakek nenek) yang diturunkan kepada kedua orang tua saya, lalu orang tua saya menurunkan pola asuh yang kurang lebih sama kepada saya dan kedua adik saya.

Inilah kenapa, saat ini menjadi penting untuk belajar memutus pola asuh di masa lalu yang kurang baik agar kita tidak menurunkannya ke anak-anak kita, agar tidak menjadi trauma masa kecil anak kita. Mungkin memang bukan hal yang mudah, tapi jika kita mencoba semampu kita, InsyaAllah akan berbuah manis di kemudian hari, Aamiin :)

Ketiga, menulis jurnal tentang apa yang menjadi trauma masa kecil saya, atau apa yang sebenarnya saya rasakan selama ini. Menulis jurnal sebenarnya bukan kebiasaan yang biasa saya lakukan. Namun, setelah mencoba menulis jurnal untuk lebih mengenali diri sendiri, ternyata saya dapat lebih mengerti apa yang saya rasakan. Meski sebelumnya saya sudah mencoba untuk mengerti diri saya dengan cara berpikir dan merenung, namun ternyata dengan menulis jurnal, rasanya menjadi jauh lebih baik dan lebih menyentuh. 




Jika teman-teman mama juga ingin mencoba untuk mulai menulis jurnal, berikut beberapa hal yang dapat ditulis di jurnal yang disadur dari Ibupedia dan artikel di Phsychology Today.com, yang juga saya coba aplikasikan dalam proses berdamai dengan inner child :)
  • Mulai menulis dari hal yang sederhana untuk mengenal diri sendiri seperti aku pencemas karena...
  • Menulis sebuah surat untuk sosok anak kecil yang ada di dalam diri kita. Isinya dapat berupa ucapan terima kasih, atau pernyataan kalau kita sayang padanya.
  • Menulis tentang apa yang kita rasakan dan apa yang menjadi penyebab dari perasaan tersebut.
  • Menuliskan apa yang sebenarnya kita inginkan.
  • Menulis tentang apa yang sebenarnya ingin kita ubah dan bagaimana langkah yang dapat kita tempuh untuk mencapai perubahan itu.
Keempat, belajar mencintai diri sendiri dan berterima kasih ke diri sendiri karena sudah melalui kejadian di masa lalu dan masih mau berjuang sampai sekarang. Tadinya saya tidak begitu tahu bagaiamana cara untuk mencintai diri sendiri. 

Dari tips di artikel Ibupedia, saya mencoba mengaplikasikan bentuk mencintai diri sendiri dengan berbicara kepada diri kalau saya mencintainya dan mau mendengarkan apa yang dirasakannya. Biasanya dilakukan sembari memeluk diri sendiri sambil berbicara dari hati :)

Bentuk lain mencintai diri sendiri juga bisa dengan melakukan 'me time' dan mengisinya dengan hal-hal yang kita senangi agar tangki cinta kita terisi penuh hingga cukup untuk dibagi ke diri sendiri dan orang lain, seperti suami dan anak :)



Apa perubahan yang dirasakan dan manfaat yang didapatkan setelah belajar berdamai dengan trauma masa kecil?

Saya sangat menyadari kalau tiap-tiap individu memiliki trauma masa kecilnya masing-masing dan membutuhkan waktu untuk pulih yang tidak sama satu dengan yang lainnya :) Versi saya, setelah berberapa bulan terakhir mencoba belajar berdamai dengan trauma masa kecil saya dengan keempat cara yang saya sebutkan diatas, saya merasa ada perubahan yang cukup berarti di dalam diri saya dan orang-orang di sekitar saya. Beberapa perubahan yang saya rasakan diantaranya;

  • Menjadi tidak mudah marah kepada anak 
Saya tidak lagi membenarkan tindakan marah saya kepada Aliyah sebagai bentuk dari akibat pola asuh orangtua saya di masa lalu. Saya sadar  jika saya perlu belajar untuk mengelola emosi dengan lebih baik lagi agar tidak mudah marah kepada Aliyah.
  •  Hubungan dengan keluarga menjadi lebih hangat dari sebelumnya.
Belajar tentang inner child membuat saya menjadi lebih mengerti jika orang lain pun punya inner child dan trauma nya masing-masing. 

Saya menjadi lebih sering berbagi cerita dengan suami tentang trauma masa kecil yang ia rasakan dan saya rasakan. Kami tidak lagi mudah untuk bertengkar dan menjadi lebih mengerti satu sama lain. 

Begitu pula dengan kedua orang tua saya. Sekali waktu, Bapak saya bercerita bagaimana kerasnya pola asuh kakek terhadap bapak sewaktu kecil. Dari cerita ini lah saya jadi mengerti kalau orang tua saya tidak pernah benar-benar sengaja untuk membuat saya merasa trauma.

Dan dari adik saya, yang biasanya diantara kami ada siblings rivalvy, setelah kami melakukan pillow talk dan berbagi cerita pengalaman di masa kecil masing-masing, kami akhirnya menyadari siblings rivalvy tidak seharusnya ada diantara kami. Hubungan kami yang tadinya lebih sering diisi dengan pertengkaran, belakangan menjadi lebih hangat karena kami mencoba belajar untuk saling mengerti satu sama lain :)

  • Belajar memperbaiki pola asuh untuk menjadi orang tua yang lebih baik
Setelah belajar berdamai dengan trauma di masa kecil, saya belajar untuk memperbaiki pola asuh saya kepada Aliyah. Sekali waktu saya dan suami mengobrol santai dan saling berbagi tentang hal yang tidak kami harapkan dari pola asuh orang tua kami di masa lalu terjadi kepada Aliyah, misalnya trauma masa kecli suami yang dulu jarang diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya, dari sini kami belajar untuk menjadi orang tua yang terbuka bagi Aliyah untuk berbagi cerita ataupun tentang apa yang sedang dirasakannya.
  • Tidak mudah menjudge atas sikap atau keputusan yang diambil oleh orang lain
Karena mulai memahami jika setiap individu punya pengalaman di masa lalu yang berbeda, maka saya percaya setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang sedikit banyak dipengaruhi oleh pengalamannya di masa lalu. Tidak ada yang salah atau benar dalam setiap obrolan atau berbagi pendapat :)



  • Lebih sering mengajak anak mengobrol dan memahami apa yang dirasakannya
Lebih sering mengajak Aliyah mengobrol dan memahami apa yang dirasakannya menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi saya setelah belajar berdamai dengan trauma masa kecil. Karena pengalaman yang kurang menyenangkan bisa saja muncul di dalam kehidupan Aliyah sampai ia dewasa kelak, yang bisa datang dari mana saja seperti lingkungan pertemanannya atau sekolahnya. 

Sejak peristiwa marah saya kepada Aliyah tempo hari, saya jadi lebih sering mengajaknya mengobrol dan bertanya apa kejadian yang kira-kira selalu ia ingat dan membuatnya merasa sedih. Dari obrolan ini paling tidak, ia tahu ada saya yang menjadi tempat ia berbagi cerita. Harapannya, peristiwa yang kurang menyenangkan yang ia alami tidak meninggalkan trauma yang mendalam baginya.



Pada akhirnya, inilah cerita parenting versi saya, belajar berdamai dengan inner child yang terluka dari membaca artikel di Ibupedia. Ibupedia telah membantu saya belajar tidak hanya untuk menjadi ibu yang lebih baik, tapi  juga menjadi istri, anak dan kakak yang InsyaAllah lebih baik :)

Semoga cerita saya bermanfaat ya :)


Ibupedia
Pusat Informasi Kehamilan, Ibu dan Anak

Situs: www.ibupedia.com | Instagram: @ibupedia.id | Facebook: Ibupedia


Disclaimer:

Cerita saya semata-mata berdasarkan pengalaman pribadi. Saya bukanlah seorang ahli di bidang inner child maupun psikologi. Teman-teman dapat menghubungi ahli untuk mendapatkan penanganan  trauma masa kecil lebih lanjut. :)














REVIEW SCARLETT WHITENING FACE CARE: BRIGHTENING FACIAL WASH, BRIGHTLY EVER AFTER SERUM, BRIGHTLY EVER AFTER CREAM

| on
June 29, 2021

 



Halo!

Bagaimana kabarnya teman-teman mama? Semoga sehat-sehat ya teman-teman mama beserta keluarga :) Oiya, beberapa waktu yang lalu saya sempat sharing pengalaman saya menggunakan rangkaian body care dari Scarlett Whitening.

Kalau ada teman - teman yang belum sempat membaca dan ingin membaca cerita pengalaman saya menggunakan rangkaian body care dari Scarlett Whitening, silakan baca di sini ya :)

Setelah hampir 1 bulan menggunakan rangkaian body care dari Scarlett Whitening, kondisi kulit saya benar-benar jauh lebih baik dari sebelumnya. Jujur kulit saya terasa lebih lembab dan lebih cerah dari biasanya.

Dan dari pengalaman saya tersebut, menurut saya produk dari Scarlett Whitening tergolong bagus dan worth to try.

Nah, dari pengalaman saya menggunakan rangkaian body care dari Scarlett Whitening, saya akhirnya tergoda juga untuk mencoba rangkaian Face Care dari Scarlett Whitening, supaya kulit wajah saya juga menjadi lebih sehat dan lebih cerah ceria, hehehe (karena sering di dapur dan memasak, rasanya kulit wajah saya agak kusam dan kurang shining shimering splendid, hehe)

Lalu, bagaimana hasilnya setelah mencoba satu per satu dari rangkaian face care Scarlett Whitening? Kita coba ulas satu per satu di blog post kali ini ya :)

Rangkaian face care Scarlett Whitening terdiri dari dua series, Acne Series dan Brightly Series. Apa sih manfaat dari keduanya untuk kulit kita?

Acne Series (Acne Serum dengan Acne Day & Night Cream)

Common Ingredients:

CM Acnatu, Poreaway, Double Action Salicylic Acid, Natural Vit C, Natural Squalane, Hexapeptide-8, Aqua Peptide Glow dan Triceramide.

Acne Series adalah solusi face care dari Scarlett Whitening untuk kita-kita yang memiliki masalah dengan kulit yang berjerawat. 

Acne Series yang dikemas dengan packaging berwarna ungu lilac ini punya segudang manfaat seperti melembabkan dan menghidrasi kulit wajah, menyamar kan pori-pori dan garis halus pada wajah, juga membantu meredakan peradangan jerawat dan menyembuhkan jerawat.

Brightly Series (Brightly Ever After Serum dengan Brightly Ever After Day & Night Cream)

Common Ingredients:

Niacinamide, Hexapeptide-8, Glutathione, Rainbow Algae, Aqua Peptide Glow, Roseship Oil, Poreaway, Triceramide, Natural Vit. C dan Green Caviar.

Jika Acne Series adalah solusi untuk masalah kulit yang berjerawat, maka Brightly Series yang dikemas dengan packaging berwarna pink ini adalah solusi untuk kita-kita ingin kulit lebih cerah atau ingin memudarkan bekas jerawat.

Saya sendiri mencoba face care Scarlett Whitening Brightly Series karena kulit wajah saya cenderung kusam.

Oiya, untuk rangkaian face care Scarlett Whitening ini InsyaAllah aman untuk digunakan karena sudah terdaftar di BPOM dan terbukti tidak mengandung Merkuri serta Hydroquinone yang mempunya efek kurang baik untuk kesehatan kulit.




Satu rangkaian face care Scarlett Whitening Brightly Series yang saya coba pakai terdiri dari:

1. Brightening Facial Wash
2. Brightly Ever After Serum
3. Brightly Ever After Cream Day
4. Brightly Ever After Cream Night


Fun fact nya, dari rangkaian Brightly Series ini tidak di launching secara bersamaan. Urutannya dimulai dari Brightening Facial Wash yang di launch sejak awal tahun 2020 yang lalu, kemudian disusul Brightly Ever After Serum, dan yang paling terbaru adalah Brightly Ever After Cream Day & Night.

Menurut kak Felicia Angelista sang owner, Scarlett Whitening selalu melakukan riset yang panjang lebih dulu sebelum akhirnya meluncurkan sebuah produk ke pasaran. Itu karena mereka ingin produk Scarlett Whitening benar-benar bagus dan aman untuk digunakan oleh para konsumen nya.

Mungkin bisa jadi, karena ini juga rangkaian produk dari face care Scarlett Whitening tidak diluncurkan secara bersamaan. Well done, kak Feli.

Oke, kembali ke mengulas produk face care Scarlett Whitening yang saya gunakan. Kita coba ulik satu persatu ya mulai dari Brightening Facial Wash, Brightly Ever After Serum, Brightly Ever After Cream Day dan Brightly Ever After Cream Night.

Brightening Facial Wash

Step pertama dari rangkaian face care Scarlett Whitening adalah mencuci wajah dengan Brightening Facial Wash.


Common Ingredients

Glutathione, Aloevera, Rose Petal, dan Vitamin E



Kemasan

Scarlett Brightening Facial Wash dikemas di wadah botol berukuran 100 ml. Sedangkan untuk packaging luarnya menggunakan kotak karton berukuran sangat compact dengan botolnya, jadi kita tidak perlu khawatir tutup botolnya mudah terbuka.


Sama seperti produk Scarlett lainnya, pada kemasan botol Scarlett Brightening Facial Wash terdapat stiker hologram untuk menunjukkan keaslian produknya.




Cara Pakai

Tuangkan secukupnya facial wash ke telapak tangan. Usap secara merata ke seluruh area wajah. Lalu bilas sampai bersih. Untuk hasil yang maksimal, facial wash ini dapat digunakan secara rutin setiap hari, pagi dan malam (atau kalau saya setiap kali mandi, hehe).

Tekstur, Wangi dan Warna





Scarlett Brightening Facial Wash memiliki tekstur seperti gel dengan buliran scrub halus dan rose petal berwarna merah. Wanginya serupa dengan Scarlett Shower Scrub, namun versi lebih lembut. Warna gel nya transparan cenderung pink muda.


Experience

Kesan saat pertama kali menggunakan Scarlett Brightening Facial Wash saya merasa formula nya cukup ringan di kulit wajah. Hampir serupa dengan sabun wajah yang saya gunakan biasanya. Busa sabunnya tidak begitu banyak.




(sepertinya memang meminimalisir penggunaaan bahan sejenis SLS/SLES yang biasanya berpotensi menimbulkan iritasi/alergi pada beberapa orang dengan jenis kulit sensitif).  Saya sangat suka dengan busa sabun yang sedikit ini. Lebih ramah untuk kulit saya yang agak sensitif dengan beberapa jenis facial wash.

Diawal pakai kulit saya terasa sedikit kering di beberapa area. Lalu memasuki hari ke 3, kulit saya baru mulai terasa lembab. Sampai hari ke 7 Alhamdulillah tidak ada masalah dan kulit saya terasa lebih lembab dari biasanya :)


Brightly Ever After Serum

Mengaplikasikan Brightly Ever After Serum pada wajah adalah step kedua dari rangkaian face care Scarlett Whitening yang saya coba.



Common Ingredients

Glutathione, Phyto Whitening, Vitamin C, Niacinamide, Lavender Water




Kemasan

Scarlett Brightly Ever After Serum dikemas di dalam botol kaca berukuran 15 ml dengan penutup yang dilengkapi pipet seperti botol serum kebanyakan yang beredar di pasaran.




Untuk packaging luar Scarlett Brightening Ever After Serum menggunakan kotak karton berukuran 9,5 x 4 x 4 cm. Pada kemasan kotak ini juga terdapat stiker hologram untuk menunjukkan keaslian produk dari Scarlett.

Cara Pakai


Scarlett Brightly Ever After Serum saya pakai 1 hari 2 kali, pagi dan malam setelah mencuci wajah dengan facial wash, dan sebelum mengaplikasikan Brightly Ever After Cream.

Pakai serum nya cukup 2-3 tetes, lalu diusap dan dipijat secara perlahan sampai merata pada kulit wajah. Setelah itu didiamkan beberapa saat agar serum meresap sempurna ke kulit wajah.



Tekstur, Wangi, dan Warna

Scarlett Brightly Ever After Serum memiliki tekstur seperti gel lembut berwarna putih transparan dengan wangi lavender yang samar (saya  sendiri suka dengan wangi yang samar untuk produk skincare karena tidak begitu menyengat di hidung, sehingga terasa nyaman saat diaplikasikan). Gel nya sendiri tidak terasa lengket di kulit, mudah merata dan cepat kering :)

Experience

Diawal pemakaian, saya menggunakan
Scarlett Brightly Ever After Serum secara tipis lebih dulu untuk mengecek apakah kulit saya menunjukkan tanda reaksi alergi atau tidak. 

Alhamdulillah, tenyata tidak. Langsung deh pemakaian berikutnya saya tancap gas tanpa ragu saya aplikasi kan sesuai anjuran pemakaian, hehe.

Scarlett Brightly Ever After Serum ini menurut saya membantu kulit menjadi lebih lembab dan mempermudah saat  aplikasi Scarlett Brightly Ever After Cream.

Serumnya terserap dengan mudah di kulit dan juga cepat mengering serta terasa sangat ringan di kulit wajah.


Brightly Ever After Cream Day



Nah, step ketiga dari rangkaian face care Scarlett Whitening adalah mengaplikasikan Brightly Ever After Cream Day/Night pada seluruh wajah. Kita ulas yang Brightly Ever After Cream Day dulu ya :)

Kemasan

Brightly Ever After Cream Day dikemas di dalam wadah kaca berukuran 20 gram dengan tutup putar. Saat saya membuka tutup putarnya, ternyata di dalamnya masih ada tutup plastik yang melindungi cream nya. 



Ini ciri khas Scarlett sih menurut saya. Semua produknya yang bertekstur cream (termasuk body scrub) selalu disertai dengan tutup double, jadi kualitas dan higienitas cream nya cukup terjaga dengan baik.





Sama dengan produk face care Scarlett lainnya, Brightly Ever After Cream Day juga dikemas dengan packaging luar berbentuk kotak berukuran 6 x 6 x 5 cm yang juga disertai dengan stiker hologram sebagai tanda keaslian produknya.


Cara Pakai




Brightly Ever After Cream Day saya aplikasikan pada saat pagi/siang hari setelah menggunakan Brightly Ever After Serum. Sebelum mengaplikasikan cream day, pastikan kulit kita dalam keadaan bersih dan kering ya :)

Ambil secukupnya, lalu pijat perlahan ke seluruh area wajah.




Tekstur, Wangi dan Warna

Tadinya saya sempat mengira tekstur dari Brightly Ever After Cream Day akan sangat creamy seperti pengalaman saya menggunakan day cream sebelumnya. Ternyata saya salah. Tekstur Brightly Ever After Cream Day cenderung seperti lotion.

Kelebihan dari tekstur lotion adalah sangat mudah diaplikasikan, mudah terserap dan terasa ringan di kulit. Begitu juga dengan Brightly Ever After Cream Day, cream nya tergolong mudah saya aplikasikan, cepat terserap, terasa ringan dan tidak lengket di kulit.

Wangi Brightly Ever After Cream lumayan enak dan tidak begitu menyengat, sedangkan warnanya lotionnya berwarna putih susu :)


Experience

Sama seperti saat pertama kali mengaplikasikan Brightly Ever After Serum, saya juga mengaplikasikan Brightly Ever After Cream Day secara tipis diawal untuk menguji apakah ada reaksi alergi atau tidak. Alhamdulillah ternyata tidak. Setelah nya langsung deh saya aplikasikan dengan sangat percaya diri hehe.




Dari foto terlihat ya kalau cream nya dapat langsung meresap ke dalam kulit :)


Brightly Ever After Cream Night


Kalau Brightly Ever After Cream Day diaplikasikan pada pagi/siang hari, maka untuk malam hari kita bisa pakai Brightly Ever After Cream Night. Step by step nya sama seperti saat siang hari, pakai facial wash, lalu serum dan kemudian cream night.




Untuk Kemasan dan Cara pakai Brightly Ever After Cream Night kurang lebih sama dengan Brightly Ever After Cream Day, jadi tidak saya bahas detail lagi yah :)








Tekstur, Wangi dan Warna




Berbeda dengan Brightly Ever After Cream Day yang bertekstur lotion cair, Brightly Ever After Cream Night memiliki tekstur lotion namun cenderung creamy.




Wanginya serupa dengan Brightly Ever After Cream Day dengan warna putih susu yang sedikit lebih pekat.


Experience

Masih sama dengan saat pertama kali saya mengaplikasikan Brightly Ever After Serum & Cream Day, saya juga mengaplikasikan Brightly Ever After Cream Night secara tipis-tipis di awal. Alhamdulillah tidak ada reaksi alergi pada wajah saya setelah  menggunakan Brightly Ever After Cream Night.






Efek setelah mengaplikasikan  Brightly Ever After Cream Night wajah saya menjadi sedikit oily namun sejauh ini masih oke karena dengan begitu bisa membantu kulit saya menjadi lebih lembab.

Lalu, bagaimana perubahan kulit wajah saya setelah 1 minggu pakai rangkaian face care Scarlett Whitening?

Di awal sampai hari ke 3, jujur kulit saya sedikit terasa kering dan kasar. Ternyata saat hari ke 3, pori pori saya benar-benar terbuka. Komedo di area hidung yang selalu menjadi masalah kulit wajah saya, tiba-tiba bermunculan. Tapi kali ini benar benar yang keluar dan tinggal diambil saja.


Waktu itu saya tidak berpikiran kalau produk face care dari Scarlett Whitening komedogenic, melainkan memang seperti reaksi untuk membersihkan wajah saya yang memang cenderung berkomedo.




Setelah komedo saya bersihkan, Alhamdulillah hari ke 4 sampai ke 7 hidung saya muluus dan mulai glowing. Hehe. Area kulit di bawah bibir saya yang awalnya cenderung kering dan warna nya tidak rata, pada hari ke 7 mulai menunjukkan perubahan. Kulit saya tidak lagi kering dan warna kulit saya pun mulai merata.

Sedangkan untuk kecerahan kulit, saya merasa kulit saya sedikit lebih cerah dari biasanya (belum begitu banyak perubahan karena memang masih pemakaian 1 minggu)

Overall bisa dibilang saya punya good experience dengan rangkaian face care dari Scarlett Whitening. InsyaAllah ingin saya gunakan rutin untuk mencapai cita-cita kulit wajah yang lebih shining shimering splendid :))

Oh iya selain rutin pakai face care, jangan lupa juga untuk tetap makan makanan yang bergizi seperti buah dan sayur, minum banyak air dan istirahat yang cukup agar kulit kita lebih sehat :) Kurang-kurangin stress juga ya :))

Kalau teman-teman ada yang juga ingin mencoba rangkaian face care dari Scarlett Whitening, teman-teman bisa order melalui Whatsapp di nomor 0877-0035-3000, atau Line @scarlett_whitening, dan via Shopee Mall di Scarlett Whitening Official Shop dengan harga @ Rp 75,000/item :)

By the way, teman-teman mama ada yang juga punya pengalaman cobain face care dari Scarlett Whitening? Yuk, sharing sama-sama disini :)

Semoga bermanfaat ya :)