MENGATASI GTM PADA ANAK DENGAN RESEP MASAKAN DARI YUMMY APP

| on
May 31, 2020

Halo!

Bagaimana kabarnya teman-teman mama setelah lebaran dan dua bulan lebih #dirumahaja? Semoga tetap semangat dan sehat selalu yaa :) Kalau saya dan keluarga Alhamdulillah masih semangat meski sesekali rasa bosan datang menyapa. Begitu juga dengan Aliyah, anak kecil satu-satunya di rumah kami. Belakangan, kehidupan kami #dirumahaja menjadi sedikit lebih menantang karena beberapa hari terakhir Aliyah melakukan aksi gerakan tutup mulut (GTM) saat waktu makan tiba. Sejak bayi, Aliyah memang kerap kali dilanda GTM. Saya masih ingat betul bagaimana pusingnya saya mencari cara agar Aliyah mau makan dengan semangat. Sebenarnya, ada beberapa faktor penyebab anak melakukan gerakan tutup mulut saat makan, diantaranya karena sakit, trauma, tidak lapar, bosan, sedang fokus melakukan sesuatu dan rasa lelah. Faktor penyebab GTM tersebut beserta penjelasan lengkapnya dapat teman-teman mama baca di artikel popmama.com yang berjudul "Mengapa Anak Melakukan Gerakan Tutup Mulut? Ini Alasannya":)

GTM Pada Anak

Sejak Aliyah bayi, saya meyakini bahwa fase-fase GTM pada Aliyah akan berlalu. Alhamdulillah, hal tersebut benar adanya. Seiring dengan Aliyah semakin bertumbuh, GTM yang kerap melanda pun berangsur pergi. Eh, tetapi ternyata si GTM tidak selamanya pergi, namun kerap datang menghampiri meski hanya sesekali. Biasanya, GTM yang paling sering melanda Aliyah disebabkan karena rasa bosan terhadap menu makanan yang kurang bervariasi. Belum lagi Aliyah adalah anak dengan tipikal picky eater, maka lengkaplah sudah :))

Sebagai orangtua tentu saya khawatir saat Aliyah dilanda GTM. Saya khawatir kalau-kalau kebutuhan nutrisi Aliyah tidak dapat tercukupi dengan maksimal. 

Menurut American Academy of Pediatrics, ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orangtua dalam menghadapi anak yang picky eater dan berujung dengan GTM,


  • Menciptakan suasana makan yang nyaman, menyenangkan, sehat dan higienis bagi anak. Duduk bersama di meja makan tanpa distraksi gadget dapat dicoba untuk menciptakan suasana makan keluarga yang nyaman dan menyenangkan.
  • Mengingat bahwa anak yang picky eater terhadap satu dua jenis makanan tertentu tergolong dalam perilaku yang masih wajar, sama seperti halnya kita para orangtua yang juga terkadang tidak menyukai satu atau dua jenis makanan tertentu.
  • Memahami bahwa anak akan selalu butuh waktu untuk menerima makanan yang 'baru' baginya. Ini dapat dilakukan dengan proses secara perlahan, misalnya seperti mengenalkan rasa soto kepada anak. Kali pertama mungkin saja anak menolak atau tidak dapat menghabiskan makanannya. Kalau sudah begini, kita dapat mencoba nya lain kali. Proses ini dapat dilakukan berulang, sampai anak benar-benar menyukai makanan 'baru' nya.
  • Menyajikan beragam variasi menu dan presentasi makanan yang berbeda agar anak tidak mudah bosan. Contohnya dalam menyajikan menu wortel, orangtua dapat menyajikan wortel dengan beragam menu dan presentasi yang berbeda misalnya wortel yang dikukus, diparut, ditumbuk, atau disajikan dengan saus. Pilihan lainnya bisa dengan menyajikan wortel berdampingan dengan menu makanan yang lain.
Dari cara-cara yang dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics diatas, yang paling cukup membuat saya memutar otak adalah bagaimana menyajikan beragam variasi menu dan presentasi makanan yang berbeda agar Aliyah tidak mudah bosan karena saya sendiri kurang berbakat dalam masak-memasak :') 
Belum lagi saat saya mengalami kebuntuan atas ide memasak disaat bahan makanan yang tersedia di kulkas tidak banyak (apalagi di tengah kondisi pandemi seperti sekarang yang jadwal berbelanja bahan makanan menjadi lebih terbatas). Di kondisi yang seperti ini, saya sebagai ibu yang juga manusia biasa, tentu saja saya memerlukan bantuan.

Lalu, apa yang paling bisa membantu saya saat terjebak di dalam kebuntuan ide memasak menu makanan untuk Aliyah dan keluarga di rumah? Belakangan, atas hasil cari-cari informasi dan scrolling di instagram, ketemulah saya dengan Yummy App dari @yummy.idn, yang menjadi 'senjata' andalan saya untuk melawan kebuntuan ide dalam memasak. Sebenarnya sudah sejak lama saya mengikuti akun instragram @yummy.idn yang selalu update berbagai resep masakan dan tips dalam memasak. Teman-teman mama tentunya juga tau banget dong @yummy.idn Nah, saya baru tau nih, kalau @yummy.idn punya Yummy App, aplikasi resep masakan yang dapat kita unduh dengan mudah pada smartphone kita.


Tentang Yummy.IDN dan Yummy App

Jadi, @yummy.idn, (bagian dari IDN Media) merupakan digital media nomor satu di Indonesia yang mempunyai konten tutorial memasak, resep masakan dan ragam kuliner di Indonesia. Yummy sendiri sangat terkenal dengan konten memasak sederhana, yang seringkali hanya terdiri dari lima langkah, ataupun kepraktisan memasak dengan menggunakan rice cooker. Konten memasak yang sederhana dan praktis dari Yummy hadir karena Yummy memiliki keyakinan dan percaya bahwa setiap orang bisa memasak.
Pada bulan Mei tahu 2019 yang lalu, @yummy.idn meluncurkan Yummy App, aplikasi resep masakan yang dapat memudahkan kita, tidak sebatas ibu-ibu tetapi juga bapak-bapak, mbak-mbak dan mas-mas dalam menyajikan ragam menu masakan bagi keluarga di rumah.
Seperti apa sih Yummy App ?

Yummy App pada dasarnya sama seperti aplikasi lain yang ada pada smartphone kita, yang memiliki beragam fitur. Nah, fitur-fitur pada Yummy App dapat kita gunakan untuk membantu kita membuat masakan yang enak, bergizi dan praktis untuk anak, suami dan seluruh keluarga di rumah. Apa saja sih fiturnya? Yuk kita coba ulik satu persatu ya :)


Pada tampilan Home Screen Yummy App, ada beberapa fitur yang dapat teman-teman mama manfaatkan untuk mencari ide resep masakan. Saya sendiri sangat suka dengan kolom bagian atas yang menuliskan sapaan, Selamat Pagi/Siang/Malam Chef (nama kita). Rasanya senang sekali disebut Chef, padahal saya juga tidak begitu berbakat dalam memasak :') Ini menjadi bukti kalau Yummy App menghargai kita dan membuat kita yakin dan percaya pada diri sendiri kalau kita bisa memasak :)

Lalu, ada fitur apa lagi nih di Yummy App?

HOME

Pada fitur home screen Yummy App, teerdapat beberapa fitur yang dapat membantu teman-teman mama menemukan rekomendasi resep masakan ala Yummy yang enak dan praktis.


  • Kolom Search dapat kita gunakan untuk mencari resep masakan yang ingin kita masak.
  • Fitur Trending, dengan fitur trending teman-teman mama bisa dapat info resep masakan yang sedang trending saat ini. Berhubung masih dalam suasana lebaran, saat ini yang paling trending di Yummy App adalah resep kue kering dan opor ayam, hihihi.
  • Event dan Promosi. Supaya masaknya makin seru dan semangat, Yummy App punya fitur event dan promosi yang dapat teman-teman mama ikuti. Ada event Jago Masak yang diadakan secara berkala dan berhadiah menarik bagi yang terpilih, giveaway, saling dukung resep masakan teman-teman mama di komunitas, dan masih banyak lagi. Seru ya!
  • Akun Official. Pada fitur akun official, teman-teman mama dapat menemukan akun para chef ternama, dan akun teman-teman mama yan telah mendapat....
  • Kategori. Di fitur kategori ada beragam resep masakan dari Yummy yang dapat dieksplorasi oleh teman-teman mama berdasarkan kategori seperti dari tips memasak, resep dasar, resep makanan seperti makanan pembuka, utama dan penutup, sampai resep cemilan, makanan pendamping dan minuman. 
  • Penjaga Imunitas. Fitur ini rasanya yang paling related dengan kondisi kita di tengah pandemi seperti sekarang ini. Di fitur ini ada beragam resep masakan sebagai rekomendasi untuk menjaga atau meningkatkan imunitas tubuh kita seperti minuman rempah, aneka sup, infused water, dan lain-lain :)
  • Dessert. Ini adalah fitur favorit saya, karena saya suka sekali dengan dessert ataupun makanan manis lainnya. Saat membuka fitur ini, rasanya seperti di surga bagi saya, :') Di fitur dessert, teman-teman mama dapat mengeksplor beragam resep dessert dari Yummy yang enak dan praktis untuk dibuat di rumah :)
  • Cita Rasa Mancanegara. Fitur ini pas banget untuk teman-teman mama yang ingin mencoba resep masakan dengan cita rasa mancanegara, mulai dari Amerika, Eropa, Asia, sampai Timur Tengah.
  • Resep Terbaru. Di fitur resep terbaru, kita dapat menemukan beragam resep masakan baru yang dibuat oleh Yummy.

KOMUNITAS



Di Yummy App juga terdapat fitur komunitas (seperti media sosial tapi ini versi berbagi resep masakan :)). Jadi, di fitur komunitas ada beragam resep masakan yang sedang trending ataupun resep masakan terbaru yang diunggah oleh teman-teman mama yang telah mempunyai akun di Yummy App. Ini bisa membantu banget kalau-kalau kita sedang kehabisan ide "masak apa ya hari ini" :)) Kita juga bisa berbagi resep masakan di Yummy App dengan menggunakan fitur 'buat resep'. Nantinya , resep masakan buatan kita akan muncul di fitur komunitas ini.  Rasanya ada kepuasan tersendiri kalau bisa berbagi inspirasi memasak dengan teman-teman mama lainnya :) Belum lagi kalau resep kita mendapatkan bintang, combo happy!

MASAK



Fitur masak ini menjadi fitur favorit saya, karena di fitur ini kita dapat mencari resep masakan sesuai dengan bahan yang kita punya :) Misalnya saja, saya sedang mencari resep masakan dengan bahan dasar dari sayur bayam, tinggal diketik deh "bayam" di kolom yang tersedia. Nantinya akan muncul beragam resep masakan yang berbahan dasar sayur bayam. Di fitur masak ini juga terdapat fitur filter untuk memudahkan kita mencari resep masakan. Kita dapat memfilter resep masakan berdasarkan budget yang kita miliki, durasi memasak dan jumlah porsi yang akan dibuat. Dengan fitur ini kegiatan memasak di rumah menjadi jauh lebih mudah.

NOTIFIKASI DAN AKUN

Nah, untuk kedua fitur ini lebih ke fitur untuk peringatan dan pengaturan sama seperti halnya aplikasi lainnya yang terdapat pada smartphone kita. Dengan fitur notifikasi, teman-teman mama bisa mendapatkan pemberitahuan dari Yummy App kalau ada resep terbaru yang direkomendasikan ataupun update terbaru yang berhubungan dengan akun kita. Sedangkan fitur akun berisikan data diri kita sebagai pengguna Yummy App :)

Pengalaman Menggunakan Yummy App

Berhubung saya sedang dalam upaya mengembalikan nafsu makan Aliyah supaya Aliyah mau kembali makan dengan semangat dan antusias, saya mencoba mencari-cari resep masakan di Yummy App yang bisa saya buat dengan praktis di rumah. Untuk mengatasi rasa bosan pada Aliyah, saya mencoba mencari resep yang masih menggunakan bahan dasar kesukaan Aliyah, namun tetap bergizi agar kecukupan nutrisinya dapat terpenuhi. Saya pun terpikir untuk mencari resep masakan dengan bahan sayur bayam, karena Aliyah suka sekali dengan sayur bayam. Oleh saya, sayur bayam biasanya diolah menjadi sayur bening. Tetapi ya gitu deh, kalau sayur bening terus memang rasanya bosan juga, apalagi bagi anak-anak yang masih senang bereksplorasi dengan rasa.

Dengan kata kunci 'bayam' saya coba masuk ke fitur 'masak' pada Yummy App. Setelah scrolling kebawah, akhirnya saya ketemu dengan satu resep yang menarik hati saya untuk dicoba di rumah. Resep tersebut juga merupakan kombinasi kesukaan Aliyah, yaitu kue muffin dan sayur bayam. Iya, resep yang saya temukan di Yummy App adalah Muffin Bayam. Yeiy!


Setelah membaca bahan dan cara membuat, ternyata langkah-langkah untuk membuat Muffin Bayam sangat mudah dan anti ribet. Nah, kalau teman-teman mama juga ingin mencoba membuat Muffin Bayam ala Yummy App, berikut resep dan cara membuatnya :)

MUFFIN BAYAM

Bahan-bahan:


  • 150 gr bayam rebus
  • 50 margarin cair
  • 50 ml minyak goreng (saya pakai minyak kelapa)
  • 150 ml tepung terigu
  • 50 gr keju cheddar parut
  • 1/4 sdt baking soda
  • 1/4 sdt baking powder
  • 1/4 sdt garam
  • 1 butir telur ayam ukuran besar
  • 2 sdm gula pasir
  • 120 ml susu cair
Cara membuat:



  1. Kocok telur dengan gula pasir, lalu tambahkan margarin cair, minyak goreng dan susu cair, lalu aduk rata.
  2. Tambahkan bayam rebut dan keju parut ke dalam kocokan telur.
  3. Masukkan tepung terigu bersama garam, baking soda, dan bakin powder. Aduk adonan hingga merata, dan tidak perlu lama agar adonan tidak overmix.
  4. Tuang adonan ke dalam papercup hingga 3/4 bagian. Panggang selama 180*C selama kurang lebih 15-20 menit hinggan muffin kuning kecoklatan.
  5. Muffin Bayam resep dari Yoshi Nur Imama (komunitas Yummy App) siap untuk disajikan.
Sangat sederhana kan cara membuat Muffin Bayam :) Oh iya, saya ingin berbagi beberapa tips berdasarkan pengalaman saya dalam membuat Muffin Bayam:
  • Baking soda sebaiknya disimpan di dalam wadah yang tertutup rapat. Jangan menggunakan baking soda dari wadah yang sudah terbuka karena baking soda yang sudah terkena udara nantinya akan mengurangi sifat reaktif baking soda pada adonan muffin.
  • Jika adonan terasa agak cair, maka teman-teman mama bisa menambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sampai adonan agak mengental.
  • Sayur bayam sebaiknya direbus tidak terlalu lama, dan setelah direbus dapat dilakukan proses blansir agar sayur bayam tidak overcook, karena nantinya sayur bayam masih akan kembali dipanggang bersama adonan muffin.

Alhamdulillah, Aliyah suka dengan Muffin Bayamnya yang rasanya ternyata enak! Jujur ini kali pertama saya membuat muffin, dan hasilnya tidak mengecewakan. 
Memang benar sih, dengan Yummy App, ternyata #MasakItuGampang ya, hehehe. 
Berhubung langkah-langkah membuat Muffin Bayam sangat sederhana, saya mengajak serta Aliyah untuk ikut membuatnya. Jadi makin seru deh masak-masak kita di rumah :) Alhamdulillahnya lagi, Muffin Bayam ini bisa bikin kami say goodbye pada GTM yang melanda Aliyah. Muffin Bayam ini juga bisa dicoba sebagai menu mpasi anak balita :)

Secara keseluruhan, pengalaman saya menggunakan aplikasi Yummy App mengasyikkan karena ternyata banyak yang dapat saya eksplor dari beragam resep masakan yang ada di Yummy App. Cara menggunakan Yummy App pun sangat mudah dengan fitur-fitur yang dapat membantu kita menyajikan masakan yang enak dan praktis untuk keluarga di rumah. Selain itu tampilan konten pada Yummy App juga dikemas dengan apik, disertai dengan foto/video dan lima langkah memasak kahs Yummy. Teman-teman mama dapat mengunduh Yummy App di Google Play Store dan App Store secara gratis. Ukuran aplikasinya juga tidak begitu besar sehingga tidak banyak memakai memori penyimpanan smartphone kita :)


Agar tidak ketinggalan resep terbaru dan berbagai update dari Yummy, teman-teman mama dapat mengikuti akun media sosial Yummy di Instagram @yummy.idn Facebook Yummy App dan Tiktok @yummyapp. Jangan lupa juga untuk mengikuti akun media sosial PopMama di Instagram @popmama_com, Facebook PopmamaIDN , Twitter @popmama_com dan website www.popmama.com untuk mendapatkan upodate terbaru untuk panduan parenting bagi mama milenial :)

Semoga bermanfaat ya teman-teman mama :)















IDUL FITRI 1441H : Saling Berjauhan, Namun Terasa Lebih Hangat

| on
May 25, 2020

Halo!

Lebaran kali ini ga bisa ketemu dengan keluarga yang lain, tapi ga tau kenapa jadi lebih berasa hangat.

Meski ketemuannya via virtual, hangatnya lebih terasa. Mungkin karena sedih ga bisa ketemu langsung, tapi hangatnya momen tetap berasa. Bercandaan via virtual, nangis sama-sama via virtual. Yang terpaksa sendirian,  menjadi sedikit terhibur. Yang lama ga jumpa, akhirnya sempat bertemu meski lewat layar handphone. Mengobrol selama satu jam sampai tidak terasa.

Kalau yang sudah-sudah, biasanya terlalu sibuk muter-muter keliling sampai terlupa saling menyapa kepada sebagian yang lain. Kali ini, yang diluar kota sampai di luar negara sempat tersapa.

Allah Maha Baik. Meski pandemi ini membuat keadaan menjadi sedikit lebih sulit, tapi ternyata malah kami diberi kemudahan dalam saling bersilahturahmi  meski via virtual.

Karena pandemi, jadi ingat dulu yang sering bertemu langsung namun kadang tidak hadir sepenuh hati (karena sibuk dengan urusan sendiri) jadi rindu ingin bertemu, namun kali ini dengan janji, ingin hadir dengan sepenuh hati 🖤

Happy Eid Mubarak, teman-teman :)

Mohon maaf lahir dan batin atas salah dan khilaf, atas tulisan yang mungkin kurang berkenan di hati.


#CERITAKUDARIRUMAH Tentang Kebaikan, Ramadhan dan Covid-19

| on
May 20, 2020

Halo!

"Suatu hari, di dalam perjalanan saat bapak mengantar saya pulang ke rumah, bapak pernah bercerita tentang sesuatu. Sebuah pesan tentang kebaikan. Pesan yang InsyaAllah akan selalu teringat dan tersimpan di hati sampai nanti, saat nafas terhenti."

Waktu itu, di dalam sebuah perjalanan di dalam pesawat menuju ke Lombok bersama rahimahullah adik, Bapak duduk bersebelahan dengan seorang pria. Seseorang yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Dari cerita bapak, meski baru saja kenal di dalam pesawat, mereka mengobrol sangat akrab. Sebut saja namanya Pak Ali. Begitu tiba di Lombok, Pak Ali menawarkan diri untuk mengantarkan Bapak dan adik ke hotel tempat mereka menginap. Lalu, keesokan harinya Pak Ali kembali menjemput Bapak dan mengajak Bapak memancing bersama, kebetulan saat itu Bapak memang sendirian saja di hotel, karena adik harus ke kantor menyelesaikan pekerjaannya

Kepada saya, Bapak berkata kalau tidak pernah menyangka ada orang yang baru dikenal bisa berbuat sebaik itu kepada Bapak. Kejadian ini membuat Bapak teringat rahimahullah mbak Kakung, ayah Bapak. Dulu, sewaktu Bapak masih kecil, mbah Kakung sangat sering menawari tentara yang kelelahan dan kebetulan lewat di depan rumahnya untuk singgah. Meski keadaan keluarga saat itu sedang  pas-pasan, mbah Kakung dengan senang hati menawari sang tentara untuk  beristirahat sejenak di rumahnya. Biasanya, mbah Kakung akan meminta mbah Uti menyiapkan suguhan cemilan dan teh hangat, ataupun sepiring nasi dengan lauknya jika memang ada untuk disuguhkan kepada sang tentara sebagai pengusir lelah.

Cerita berbagi kebaikan yang dilakukan oleh mbah Kakung, diceritakan oleh Bapak kepada saya, sebagai pesan bahwa kebaikan yang menghampiri kita setiap saat bisa jadi karena kebaikan di masa lalu yang dilakukan oleh orang tua, kakek nenek, bahkan buyut kita.

"Orang baik kepada kita itu belum tentu buah dari kebaikan yang kita tanam sekarang. Bisa jadi, kebaikan itu buah dari kebaikan yang ditanam oleh orang tua kita sejak dulu. Berbuat baik sekarang bisa saja berbuah nanti, buah yang bisa dipanen oleh anak cucu kita nanti. Pokoknya, kebaikan itu dilakukan saja, untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk anak dan cucu, untuk orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Dibalasnya kapan, cukuplah Allah yang Maha Mengetahui"

Lain cerita dengan rahimahullah adik saya, Ario. Empat tahun yang lalu, tepatnya 11 Maret 2020, adik saya, Ario berpulang setelah tiga tahun berjuang melawan kanker tiroid. Patah hati saya kala itu. Salah satu yang menjadi kekuatan untuk mengikhlaskan adalah sewaktu satu-persatu petakziah datang, yang ternyata beberapa diantaranya tidak kami sangka-sangka kehadirannya. Semua sama, bercerita tentang kebaikan yang pernah dilakukan oleh rahimahullah adik. Adik saya telah pergi, tapi kebaikan yang pernah dilakukannya akan selalu terkenang sampai nanti.


Dari kejadian ini saya kembali belajar. Kebaikan semasa kita masih diberi nafas menjadi satu-satunya yang akan dikenang saat jasad tak lagi bisa bersama.

Dua bulan berlalu sejak masa physical distancing diberlakukan, sejak itu pula saya belum lagi mengunjungi bapak, mama dan adik perempuan saya. Mungkin sama dengan teman-teman lainnya, saya sangat rindu saat-saat berkumpul dengan keluarga, apalagi di bulan Ramadhan seperti sekarang ini, bulan yang dipenuhi dengan berkah dan kebaikan dariNya.

Kalau ingin melihat lebih dekat, sesungguhnya Allah Maha Baik, memberi kita kesempatan menjalani bulan Ramadhan di tengah pandemi COVID-19 ini. Allah memberi ribuan jalan kepada kita untuk bersibuk menebar kebaikan, bahkan ketika keadaan memaksa kita untuk tetap di rumah saja. Meski tidak lagi bebas kemana-mana, ruang gerak seolah terbatas, namun kesempatan untuk berbagi selalu tanpa batas. Inpirasi berbagi kebaikan datang tanpa henti. Ternyata, banyak sekali orang baik diluar sana yang masih saling peduli.

Semua orang saling bergerak melakukan apa yang bisa dilakukan. Ada yang membuka donasi untuk membantu para petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam pandemi COVID-19 ini, ada yang mengumpulkan bahan makan untuk masyarakat yang terdampak pandemi, ada yang jajan di aplikasi ojek online dan membeli porsi ekstra untuk dibagi kepada abang ojek nya, ada yang di satu kota namun memesan makanan di lain kota via aplikasi online untuk dibagi ke keluarga di lain kota yang pemasukannya sedang menurun terkena dampak pandemi COVID-19. Ada juga yang berbagi kebaikan dengan berbagi ilmu melalui kelas-kelas virtual. Masyarakat umum, lembaga amal ataupun yayasan sosial semua bergerak untuk saling membantu. Semua ini menjadi hikmah yang Allah beri dibalik pandemi COVID-19. 

Di Ramadhan kali ini, meski belum berkesempatan berbuka puasa bersama orangtua dan adik, melangkahkan kaki bersama untuk sholat tarawih di masjid, menikmati peristiwa subuh dengan jalan beriringan dari masjid, namun masih banyak hal yang patut disyukuri. Hikmah dari pandemi COVID-19 mengajarkan banyak hal kepada saya. Belajar untuk lebih banyak berbagi karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi nanti. Lebih menghargai waktu dan silaturahmi karena waktu bisa saja tiba-tiba terhenti. 

Dari rumah, inpirasi kebaikan dari bapak, adik dan teman-teman dicoba dilakukan bersama suami dan anak, semampu kami. Ketika memasak untuk takjil berbuka puasa, kami mencoba membuat sedikit berlebih agar bisa saling berbagi dengan tetangga ataupun security di kompleks kami. Ternyata dari berbagi makanan, rindunya momen berbuka puasa bersama orangtua dapat terobati, Alhamdulillah.

Di kesempatan yang lain, keadaan ekonomi yang cenderung menurun karena pandemi COVID-19 membuat kami yang saling bertetangga berusaha saling mendukung satu sama lain. Saling membeli produk jualan tetangga adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk mendukung perekonomian keluarga agar dapat tetap berputar. Kami pun menjadi lebih guyub dari biasanya meski adanya jarak aman diantara kami, Alhamdulillah.

Berbagi kebaikan di lingkungan yang terdekat tidak berarti  berbagi kebaikan kepada yang sedang berjauhan menjadi terlupakan. Terinspirasi dari adik perempuan saya yang suka mengirimkan makanan kepada sanak saudara di luar pulau, sesekali kami mencoba melakukan hal yang sama. Rasanya senang sekali saat ibu mertua di luar kota menelepon karena terkejut mendapatkan kiriman makanan. Di saat satu kebaikan dilakukan, ada rasa bahagia disana. Tanpa kita sadari, hormon serotonin di dalam tubuh meningkat, rasa stres dan depresi hilang, imunitas tubuh menjadi meningkat dan InsyaAllah tubuh kita menjadi jauh lebih sehat. Bahagia dari sebuah kebaikan yang dilakukan juga bisa datang dengan cara yang lain seperti tiba-tiba ada rejeki makanan yang dikirim oleh tetangga disaat kami sedang berusaha berhemat untuk mencukupi kebutuhan. MasyaAllah, ternyata banyak sekali kebaikan yang kembali kepada kita disaat kita berbagi kebaikan kepada yang lainnya. Seperti janji Allah di dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rahman:60

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ


"Tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan pula"
(QS. Ar-Rahman:60)

Kebaikan Tanpa Batas

Di bulan suci Ramadhan ini, Allah senantiasa membukakan kita pintu kebaikan dari berbagai arah. Kesempatan untuk berbagi kebaikan seolah tanpa batas. Tanpa mengenal tempat dan waktu. Tidak hanya berbagi kepada yang dikenal saja, namun juga kepada yang lain, yang ternyata sedang membutuhkan bantuan kita, meski kita tidak saling tahu satu sama lain.

"Di luar sana, banyak sekali yang ternyata membutuhkan bantuan kita tanpa kita sadari. "

Adalah lembaga amil zakat Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga amil zakat yang amanah sejak tahun 1993 sebagai perantara kita untuk berbagi kebaikan kepada yang lain. Tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, Dompet Dhuafa memiliki beragam program berbagi kebaikan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial budaya, dan dakwah.

Masih segar di dalam ingatan saya ketika saya meendapatkan rejeki dari tulisan saya di blog, Bapak langsung mengingatkan "jangan lupa zakatnya ya, Jeng". Alhamdulillah, saya diingatkan oleh Allah melalui Bapak untuk tidak lupa berbagi kebaikan kepada yang lain. Melalui Dompet Dhuafa, zakat dari rejeki tersebut saya salurkan. Saya titipkan kepada suami untuk diteruskan ke akun Dompet Dhuafa di salah satu e-commerce. Dari pengalaman tersebut, saya baru mengerti ternyata berbagi kebaikan saat ini menjadi jauh lebih mudah tanpa harus kemana-mana, cukup dilakukan dari rumah saja.

Banyak sekali program yang dimiliki oleh Dompet Dhuafa sebagai pintu berbagi kebaikan untuk kita. Di masa pandemi COVID-19 ini, Dompet Dhuafa, khususnya Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan punya banyak program berbagi kebaikan untuk para petugas kesehatan ataupun masyarakat yang terdampak pandemi.  Kebaikan yang dibagi dapat dilakukan cukup dari rumah saja, bahkan petugas dari Dompet Dhuafa siap sedia menjemput zakat kita dengan datang ke rumah lengkap dengan prosedur kesehatan yang diberlakukan saat ini. MasyaAllah, sungguh Allah memudahkan kita dalam berbagi kebaikan ya :) Selama bulan Ramadhan, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan juga mengadakan Ramadhan Virtual Festival yang merupakan program-program virtual yang digagas oleh Dompet Dhuafa untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan di tengah pandemi COVID-19. Harapannya, kemeriahan program Ramadhan Dompet Dhuafa di tahun-tahun sebelumnya, dapat tetap terasa oleh masyarakat meski di tengan kondisi pandemi COVID-19. Beragam program virtual diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa diantaranya:
  • Tarrib Ramadan
  • Kelas Tafsir
  • Kelas Appilajara
  • Kelas Tahsin
  • Arabic Class
  • Sirah Nabawi
  • Ngabu-Bookread
  • Humanitalk,
dan masih banyak lagi yang lainnya yang bisa teman-teman cek di akun instagram Ramadan Virtual Festival @ramadanvirfest. MasyaAllah, semoga Allah selalu melimpahkan berkah dan rahmatNya untuk teman-teman yang senantiasa berbagi kebaikan, Aamiin Allahumma Amiin.

Semoga bermanfaat ya :)




Disclaimer: "Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition "Ceritaku dari Rumah" yang diselengggarakan oleh Ramadan Virtual Festival dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan" 










MENGENALKAN KUMAN & PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN KEPADA ANAK MELALUI BUKU, AKTIFITAS DAN TAYANGAN #3

| on
April 20, 2020

Halo!

Nah, ini adalah blog post terakhir dari trilogi (ya kali trilogi hahaha) blog post mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak. Kali ini tentang beberapa tayangan di channel Youtube yang memberi edukasi kepada anak tentang kuman dan pentingnya menjaga kebersihan. Perihal memberi screen time pada anak, tentunya teman-teman mama punya kebijakannya masing-masing dan disini saya sebatas memberi rekomendasi tayangan yang biasa saya dan Aliyah tonton bersama :)

Sepengetahuan saya tidak banyak channel Youtube anak-anak yang memberi edukasi tentang mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak, dan beberapa channel berikut adalah channel yang memberi pengalaman kepada saya dan Aliyah tentang hal tersebut. Kalau teman-teman mama ada rekomendasi yang lain, plis share di kolom komen ya :)


  • NUSSA

Siapa sih yang ga suka dengan Nussa dan Rara si anak sholeh dan sholehah yang menggemaskan? Dulu awalnya Aliyah kurang begitu suka dengan Nussa. Alhamdulillah semakin Aliyah bertumbuh, Aliyah semakin suka dengan Nussa dan Rara. Melalui tayangan Nussa dan Rara, Aliyah dapat belajar berperilaku dengan akhlak yang baik (Aamiin, InsyaAllah) seperti Nussa dan Rara. Nussa pun tidak ketinggalan memberi tayangan yang mengedukasi anak tentang kuman dan pentingnya menjaga kebersihan. Meski tergolong sponsored post, namun tayangan nya bagus banget untuk mengajarkan anak pentingnya mencuci tangan agar terhindar dari kuman. Dengan ciri khas Nussa, pastinya ada nilai-nilai agama dari ayat Al Quran dan Al Hadits yang tersirat yang berkaitan dengan tayangannya :)

Cuci Tangan Yuk




  • BABY BUS
Baby Bus adalah salah satu channel Youtube favorit anak-anak, terutama anak balita. Tayangan di channel Baby Bus ada yang berbahasa Inggris ada pula yang berbahasa Indonesia. Nah, untuk tayangan mengenalkan kuman dan pentingnya menjada kebersihan kepada anak, saya share yang berbahasa Inggris ya :) Baby Bus punya banyak banget tayangan edukasi untuk anak-anak dan sejauh ini rasanya Baby Bus paling punya banyak stok tayangan edukasi untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan pada anak. Beberapa judul tayangannya diantara lain:

Germs On Baby Kitten's Hand



Germs in My Nose


Germs Are Making A Mess in Baby Panda's


Go Away Bad Germs



  • BABY FIRST
Baby First adalah salah satu tontonan favorit saat Aliyah masih berusia 1-2 tahun. Saya sendiri juga suka dengan channel Baby First karena gerak gambarnya tidak terlalu cepat dan cukup nyaman untuk ditonton anak-anak. Untuk tayangan Baby First yang mengedukasi tentang kuman dan menjaga kebersihan, saya hanya punya satu rekomendasinya :)

Wash Your Hands



  • UPIN DAN IPIN
Upin dan Ipin si kembar tak seiras dari negeri seberang juga menjadi salah satu tayangan favorit yang ditonton kami di rumah (termasuk saya dan suami saya hehe) karena selalu ada unsur komedi di dalamnya, hihi. Ternyata Upin dan Ipin pun punya episode tentang kuman dan virus namun dalam konteks pentingnya vaksinasi sebagai upaya menjaga tubuh agar terhindar dari virus. Pesan yang disampaikan juga sangat bagus, saya dan Aliyah bisa sangat relate dengan pesannya, mungkin karena episode Upin dan Ipin yang ini kami tonton di tengah #dirumahaja dalam masa pandemi. Selain itu, episode ini juga mengedukasi anak agar berani pergi ke dokter untuk mendapatkan vaksin :)

Hapuskan Virus


  • COCOMELON
Cocomelon juga menjadi salah satu channel tontonan favorit Aliyah di rumah. Jika beberapa channel diatas lebih menyajikan tontonan dengan alur cerita, berbeda dengan Cocomelon yang lebih banyak menyajikan tontonan dengan nyanyian. Untuk adik-adik yang berusia lebih kecil biasanya suka banget dengan Cocomelon. Nah, Cocomelom juga punya nih nyanyian untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak :) 

Wash Your Hands Song



Nah, kurang lebih kelima channel diatas yang menjadi rekomendasi versi saya dan Aliyah untuk belajar mengenal kuman dan pentingnya menjaga kebersihan. Tentunya juga diiringi dengan penggunaan waktu untuk menonton dengan bijak :) Kalau versi teman-teman mama apa nih tontonan yang seru yang biasanya ditonton bersama anak di rumah? Yuk, share di komen yaa :)

Semoga bermanfaat ya dan sehat selalu ya :)

MENGENALKAN KUMAN & PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN KEPADA ANAK MELALUI BUKU, AKTIFITAS DAN TAYANGAN #2

| on
April 17, 2020

Halo!

Setelah di blog post sebelumnya saya sharing beberapa rekomendasi buku untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak, kali ini di bagian dua saya akan sharing beberapa aktifitas sederhana yang dapat dicoba di rumah untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak :) Semua aktifitas ini sudah dicoba juga dilakukan bersama Aliyah di rumah dan ternyata dapat membuat Aliyah paham pentingnya menjaga kebersihan dan mencuci tangannya terutama dengan menggunakan sabun. 

  • Hus-Hus Kuman Pergi

Aktifitas ini sebenarnya sudah banyak banget di sharing di media sosial, dan teman-teman mama mungkin juga sudah banyak yang tau ya :) Melalui aktifitas ini, Aliyah jadi punya bayangan wujud dari kuman di tangannya kira-kira sekecil apa (lebih kecil dari serbuk lada/ glitter) dan bagaimana sabun pencuci tangan dapat bekerja mengusir kuman dari tangannya :) Kita hanya perlu menyiapkan serbuk lada/ glitter yang ditaburkan di atas air yang sudah dituang pada piring makan serta sabun cuci tangan. Piring makan yang digunakan sebaiknya yang cenderung lebar dan rata agar serbuk lada/glitter akan lebih jelas terlihat saat menyebar :)

Jadi step by step nya adalah pertama celupkan jari tangan anak kedalam piring yang berisi serbuk lada/glitter. Setelah serbuk lada/glitter menempel di jari, celupkan jari anak ke dalam cairan sabun pencuci tangan. Lalu celupkan kembali jari anak ke dalam piring. Nanti akan terlihat serbu lada/glitter yang diumpakam sebagai kuman akan menyebar menjauhi jari anak karena cairan sabun pencuci tangan :)

Oh iya setelah dicoba, ternyata aktifitas ini hanya dapat dilakukan satu kali. Saat saya dan Aliyah mencoba mencelupkan jari kembali untuk kali kedua, ternyata sudah ga ngefek apa-apa hehehe, jadi kami kembali menyiapkan step by step nya dari awal lagi :) Efeknya bagaimana untuk Aliyah? Aliyah jadi lumayan paham banget pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun :)

  • Germs Puppets

Sebenarnya aktifitas ini berawal hanya dari mewarnai gambar kuman. Saya coba search gambar kuman yang agak gemas untuk diwarnai oleh Aliyah. Berhubung kami tidak ada printer di rumah, jadi saya coba gambar sendiri (Alhamdulillah gambarnya sederhana, jadi ga seberapa bikin pusing pala mamak :')) Aliyah suka sekali dengan gambar kumannya dan sangat antusias saat mewarnai. lalu tiba-tiba dia punya ide dengan mengambil beberapa stik ice cream, meminta saya untuk membantunya menggunting gambar lalu ia menempelkan si kuman gemas ini pada stik ice cream yang diambilnya.

Ternyata jadilah Germs Puppets, hihi. Nah, daripada Germs Puppets nya cuma dipegang-pegang begitu saja, akhirnya saya buat cerita ke Aliyah. Ceritanya sih sederhana saja, karena saya juga ga bakat mendongeng hehe. Kurang lebih intinya ada segerombolan kuman yang sedang berjalan-jalan mencari  tangan yang kotor. Lalu, kumannya menempel ke tangan Aliyah karena tangan Aliyah kotor (dilakukan dengan menempelkan puppetsnya ke tangan Aliyah).

Cerita setelahnya, Aliyah mencuci tangan dan kuman-kuman nya jadi ketakutan dan pergi (dengan pelan-pelan menurunkan puppets nya dari tangan Aliyah). Aliyah sendiri ternyata cukup menikmati cerita sederhanya dari Germs Puppets buatannya, hihihi. Oh iya puppetsnya sampai diberi nama sesuai bentuk/warnanya, ada kuman ulat, kuman stroberi, kuman durian, kuman kacang dan kuman cicak hahaha.

  • Germs Straw Blow Painting Art

Masih seputar aktifitas yang berhubungan dengan seni, kali ini kami mencoba membuat lukisan kuman. Dari contohnya, seharusnya aktifitas ini bisa diberi gambar mata dan tangan untuk lucu-lucuan tapi malah menjadi lukisan semi abstrak karya Aliyah, haha. Kalau melukis biasanya langsung dengan kuas dan cat, di aktifitas ini agak sedikit berbeda karena melukis dengan menggunakan sedotan :) Cara nya dengan menesteskan cat air di atas kertas dan dilakukan satu per satu lebih dulu. Lalu kita bisa meminta anak untuk meniupkan cat tersebut ke segala arah secara acak. Selain melatih imajinasi dan kreatifitas anak, aktifitas ini juga bagus banget untuk membantu melatih kemampuan oral motor anak dengan meniup sedotan (meniup salah satu stimulasi yang dapat dilakukan untuk melatih kemampuan berbicara pada anak :))

  • Benang Kuman

Nah, kalau aktifitas ini versi membuat DIY :) Beberapa anak mungkin kurang suka melakukan DIY, beberapa yang lain mungkin suka banget. Seperti Aliyah, yang sebenarnya kurang suka membuat DIY, tapi tetap dicoba dilakukan sebagai variasi aktifitas selama #dirumahaja. Cara membuat Benang Kuman ini sangat sederhana, benang wol (kalau ada, kalau ga ada pakai benang jahit juga gapapa :), atau tali-talian yang lain yang ada di rumah seperti pita, rafia, dll :)) lalu ditempelkan diatas kertas secara acak saja. Setelahnya bisa dihias dengan manik mata (kalau ga ada bisa pakai gambar mata dari kertas) diberi hidung dan tangan dari tali dengan warna yang berbeda. Bentuk hasilnya akan super gemas sih hehe. Melalui aktifitas ini, untuk adik-adik yang berusia 2-3 bisa belajar menempel dan menggunting  tali :)

  • I had A Flu

Masih di aktifitas versi membuat DIY, I Had A Flu adalah gambar anak yang ceritanya sedang bersin, hihi. Kita cukup menggambar figur si anak bersin (bisa disesuaikan juga dengan karakter anak kita :)) lalu meminta anak untuk mewarnai gambar figur tersebut. Versi saya dan Aliyah adalah gambar anak perempuan dengan poni :)) Gambarnya diwarnai oleh saya (karena Aliyah waktu itu lagi mager :')) lalu kami menempelkannya bersama-sama. Jangan lupa memberi lubang dibagian hidung ya, teman-teman mama :) Nanti kita tinggal ambil selembar tisu (boleh juga kain yang tidak terpakai :)), lalu meminta anak untuk memberi motif pada tisu seolah-olah kuman.

Cara mainnya sederhana, tinggal memasukkan tisu ke dalam lubang dan menariknya keluar sambil membuat suara bersin. Dari DIY I Had A Flu, Aliyah jadi bisa belajar kalau ia sedang bersin, ternyata ada kuman yang keluar dari dalam hidungnya. Aliyah jadi mengerti mengapa ketika ia sedang flu, ia harus menggunakan masker agar tidak menulari teman-temannya :) Satu-satunya tips versi saya dalam membuat DIY, untuk menghindari anak keburu cranky/ bosan saat menunggu kita menggambar, sebaiknya gambar dan bahan disiapkan lebih dulu ketika anak sedang tidur. Jadi saat bangung bisa langsung bebikinan deh :)


Nah, kelima aktifitas diatas adalah aktifitas yang dicoba dilakukan di rumah oleh saya dan Aliyah dalam mengenal kuman dan pentingnya menjaga kebersihan :) Kalau teman-teman mama punya aktifitas seru apa nih buat mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan ke anak? Yuk, share sama-sama disini, siapa tau bisa jadi ide untuk saya dan teman-teman mama yang lainnya :)

Semoga bermanfaat ya :)

Selamat bermain!


MENGENALKAN KUMAN & PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN KEPADA ANAK MELALUI BUKU, AKTIFITAS DAN TAYANGAN #1

| on
April 14, 2020

Halo!

Di blog post kali ini, saya ingin berbagi tentang beberapa rekomendasi buku, aktifitas dan tayangan untuk mengenalkan kuman kepada si anak toddlers. Saya dan Aliyah sudah mencoba nya dan ternyata lumayan dapat membuat Aliyah mnegerti tentang bahaya kuman dan pentingnya menjaga kebersihan dirinya :) Blog post untuk judul ini akan terbagi di dalam tiga bagian. Nah, yang pertama adalah rekomendasi buku yang bisa dibaca bersama anak :)


  • What Are Germs? 
Buku ini adalah buku bacaan pertama Aliyah dalam mengenal kuman (virus, bakteri, dll). Buku ini bagus banget karena gambar di dalamnya sangat kanak-kanak dengan kalimat-kalimat yang sangat sederhana. Karena bukunya juga pop-up, jadi menambah daya tarik anak dalam membacanya.


Setelah membaca buku ini, Aliyah jadi punya gambaran imajinasi bagaimana sih bentuk kuman itu, dimana saja kuman biasa hidup dan singgah, apa yang tidak boleh dilakukan untuk menghindari kuman masuk ke dalam tubuh dan berbagai penjelasan sederhana versi anak-anak lainnya.


Saya sendiri tidak membeli buku ini, melainkan saya pinjam dari @pinjambukuanakdarrel , tempat saya biasa meminjam buku secara online :) Buku ini telah dua kali saya pinjam saking sukanya, hehehe.

ALSO READ: PINJAM BUKU ONLINE SURABAYA | @PINJAMBUKUANAKDARREL


  • Germs Make Me Sick!
Buku ini sebenarnya kurang disuka oleh Aliyah karena gambar ilustrasinya (ini cuma soal selera yaa :'D) Saya sendiri suka dengan isinya yang sangat detail.


Buku ini sama bagusnya dengan What Are Germs? bahkan cenderung lebih detail.  Dari judulnya, Germs Make Me Sick!, sudah ketahuan kalau buku ini ditulis dengan bahasa Inggris,  namun tanpa disertai terjemahan. Ceritanya tersusun dari kalimat yang panjang-panjang serta gambar ilustrasi yang sedikit lebih kompleks.


Buku ini mungkin lebih sesuai untuk si kakak yang duduk di bangku sekolah dasar. Sama seperti What Are Germs?, buku Germs Make Me Sick! juga saya pinjam dari @pinjambukuanakdarrel.


  • Cerita Si Korona
Mungkin sebagian dari teman-teman mama juga sudah sangat familiar dengan Cerita Si Korona. Pertama kali saya tau Cerita Si Korona dari grup Whatsapp. Cerita Si Korona ditulis oleh mbak Watiek Ideo dan mbak Luluk Nailufar sebagai ilustratornya. Ceritanya sangat sederhanya, ilustrasinya sangat anak-anak meski awalnya Aliyah sempat mengernyitkan dahi saat melihat Si Korona, namun buku ini bagus banget karena berhasil memberi gambaran ke Aliyah apa sih Korona yang selalu disebut oleh saya, baba nya bahkan tontotan di televisi.


Dari buku ini, Aliyah jadi mengerti mengapa ia tidak bersekolah dan tidak keluar rumah (dalam konteks ini, Aliyah sudah lebih dulu membaca What Are Germs? Oh iya, Cerita Si Korona milik saya adalah hasil print dari file PDF yang legal dibagi oleh penulisnya :) Saat ini sudah tersedia buku nya dengan harga yang sangat terjangkau untuk versi yang lebih awet disimpan :) Sampai sekarang mbak Watiek Ideo dan mbak Luluk Nailufar terus menulis kelanjutan dari Cerita Si Korona dan rutin mengupdate nya di akun instagram mereka :)

Ga banyak ya ternyata rekomendasinya? hehee. Meski cuma tiga buku, tapi ternyata ketiga buku tersebut lumayan dapat memberi pemahaman kepada Aliyah tentang kuman dan pentingnya menjaga kebersihan. Versi Aliyah yang menjadi favorit adalah What Are Germs? Setelah membacanya, Aliyah jadi ga susah kalau disuruh cuci tangan, bahkan mulai sering sadar-sadar sendiri kalau rajin cuci tangan sangat penting untuk kebersihan dan kesehatan tubuhnya, hihi.

Nah, kalau teman-teman mama ada rekomendasi buku apa nih untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak? Yuk, share di komen siapa tau bisa jadi referensi saya dan teman-teman yang lain :)

Semoga bermanfaat ya :)