Cara Milenial Manfaatkan Transaksi Digital Untuk Mendukung UMKM Dan Kemajuan Ekonomi Nasional

| on
January 31, 2021


 

 "Kaum milenial itu kan sangat melek informasi, mereka juga kritis, makanya di masa pandemi ini milenial harus jadi motor perubahan..." -Hetifah Syaifudian

 

Apa yang diungkapkan oleh Ibu Hetifah Syaifudian, Wakil Ketua Komisi X, DPR RI diatas mungkin hanya sebagian dari ciri kaum milenial. Selain dikenal sangat melek informasi dan cukup kritis, kaum yang juga dikenal sebagai Gen Y ini adalah kaum yang sangat akrab dengan dunia digital dan teknologi Bagaimana tidak, 85% dari waktu mereka dihabiskan untuk menggunakan gadget. Update di berbagai media sosial, menambah skill dan mencari ilmu dari mengikuti beragam webinar, sampai gemar berbelanja melalui platform digital ataupun melakukan traksaksi digital lainnya. Tidak heran jika pada akhirnya kaum milenial dijuluki sebagai generasi digital savvy. 

 

Lekatnya generasi milenial dengan dunia digital membawa Indonesia menduduki posisi teratas pengguna internet di Asia Tenggara dengan laju pertumbuhan pengguna internet mencapai lebih dari 40% per tahun dan telah menyentuh angka 196 juta jiwa atau 78% dari seluruh total populasi penduduk di Indonesia. 




Wow, apa iya setinggi itu? Ya, tentu saja. Dari data BPS di tahun 2020, angka populasi generasi milenial di Indonesia sendiri mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87% dari total populasi penduduk Indonesia, sedangkan angka populasi generasi Z  mencapai 27,94% dan jumlah ini diprediksi akan terus bertambah. 

 

Kombinasi dari total kedua populasi yang sama-sama generasi digital savvy inilah yang membuat Indonesia berada di peringkat teratas pengguna internet di Asia Tenggara. Selain itu, besarnya total populasi tersebut membuat Indonesia saat ini mengalami bonus demografi, dimana jumlah populasi penduduk dengan usia produktif cukup tinggi dari total populasi penduduk secara keseluruhan.


Nah, tingginya angka populasi kaum milenial serta keakrabannya dengan dunia digital terutama dalam bertransaksi digital kaum yang konon lahir di antara tahun 1980-1990an ini digadang-gadang dapat menjadi motor atau penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang cukup signifikan.

 

Coba bayangkan, jika ada 69,90 juta jiwa milenial yang gemar berbelanja melalui platform digital atau melakukan transaksi digital lainnya, lalu menularkan kebiasaan ini kepada generasi lainnya, misalnya ke generasi sebelum mereka, generasi X ataupun baby boomers. Jumlah transaksi digital tentu akan naik berkali lipat. Dampak naiknya jumlah transaksi digital ini tentu saja merupakan perubahan besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. 

 

 Milenial dan Transaksi Digital


Di masa pandemi COVID-19 ini, tidak dapat dipungkiri tren transaksi digital meningkat dengan pesat. Kondisi yang mengharuskan kita untuk lebih membatasi aktivitas di luar rumah, membuat kita lebih sering melakukan transaksi digital untuk berbelanja kebutuhan pokok, membeli pulsa atau sekadar jajan kopi dan makanan kekinian. Simpel saja, berkat kemudahan transaksi digital, kita dapat melakukan beragam transaksi hanya dengan aplikasi dompet digital yang ada di smartphone kita tanpa harus kemana-mana. 


Kemudahan dalam bertransaksi digital ini sangat sesuai dengan ciri khas generasi milenial yang sangat suka dengan dengan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan sesuatu. Mudah dan praktis jugalah yang menggiring kaum milenial lebih menyenangi bertransaksi secara cashless dengan memanfaatkan dompet digital. Belum lagi berbagai tawaran promo yang menggiurkan dari merchant yang bekerjasama dengan aplikasi dompet digital.


Kalau ada pertanyaan, ada kah teman-teman dari kaum milenial yang belum pernah melakukan transaksi digital? Jawabannya mungkin hampir tidak ada. 


Seringnya para milenial melakukan transaksi digital ini juga ditunjukkan dari data Bank Indonesia yang mencatat transaksi digital di e-commerce pada bulan Agustus 2020 mencapai hingga 140 juta transaksi. Data ini menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2019 yang mencapai 80 juta transaksi. Seiring dengan meningkatnya transaksi digital di e-commerce di tahun 2020, penggunaan uang eletronik juga meningkat dengan signifikan mencapai 550 Milyar rupiah.


Saya yang tergolong dalam kaum milenial tidak memungkiri hal ini. Di dalam seminggu, saya bisa melakukan transaksi digital antara 2 sampai 3 kali. Bagaimana tidak, sebagai kaum milenial yang sangat suka dengan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan sesuatu, transaksi digital dengan sistem pembayaran cashless sangat memudahkan saya dalam bertransaksi untuk keperluan sehari-hari. Saya tidak perlu lagi repot-repot menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar untuk menyelesaikan berbagai transaksi kebutuhan sehari-hari. Hal ini membuat saya dapat meminimalisir resiko penularan virus COVID-19.

" 68% pengguna dopet digital adalah kalangan milenial" -Ipsos

 

Nah, dari peningkatan tren tranksasi digital inilah, para milenial diharapkan dapat memanfaatkannya untuk ikut berkontribusi dalam memajukan perekonomian nasional, terutama mendukung UMKM (Usaha Kecil Mikro Menengah) guna mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi. 

 

Mengapa UMKM? Sebab UMKM merupakan tulang punggung bagi perekonomian Indonesia. Menurut Ibu Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, 99% dari unit usaha di Indonesia adalah UMKM dengan nilai kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai 61%. Inilah mengapa UMKM memiliki peranan penting bagi perekenomian Indonesia.


Seperti yang kita tahu, pandemi COVID-19 memang memberi dampak terhadap perekonomian nasional Indonesia. Kapasitas produksi, tingkat konsumsi dan investasi terus menurun dan melemah di awal masa pandemi. Syukurlah, pada triwulan ke III tahun 2020, perekonomian nasional tumbuh menjadi -3,49% dari -5,32% pada triwulan ke II di tahun yang sama.


Sebagai kaum milenial, tentu kita ingin ikut berkontribusi untuk bersama-sama memajukan perekonomian nasional. Selain dijuluki sebagai generasi digital savvy dan senang akan segala kemudahan dan kepraktisan, kaum milenial juga dikenal sebagai kaum yang cukup peduli dan gemar memberi kontribusi untuk lingkungan di sekitarnya.


Maka, saat inilah waktu yang tepat untuk kita, para milenial memberi kontribusi untuk kemajuan ekonomi nasional dengan memanfaatkan transaksi digital, khususnya untuk mendukung UMKM di Indonesia. 

  


Seperti Apa Kira-kira Bentuk Kontribusi Yang Dapat Kita Lakukan Sebagai Kaum Milenial Untuk Mendukung UMKM Indonesia?


Mendukung UMKM dengan berbelanja produk buatan lokal melalui transaksi digital

Siapa yang masih senang membeli produk dari merek luar ternama? Tren membeli produk dari merek luar ternama sepertinya kini sudah mukai bergeser. Saat ini, para milenial lebih senang membeli produk buatan lokal dalam negeri yang kualitasnya ternyata sama bagusnya dengan produk buatan luar negeri.

Sebut saja beberapa produk lokal yang tidak kalah dari produk luar negeri, seperti BLP Beauty dari produk kosmetik, Kopi Kenangan dari produk food & beverages, Matoa dari produk fashion jam tangan, dan masih banyak lagi merek lokal yang sudah punya tempat di hati para milenial. Dan rata-rata produk-produk lokal ini sangat mudah didapatkan melalui tranksasi digital.

Kepercayaan para milenial untuk berbelanja produk lokal secara tidak langsung dapat mendongkrak penjualan produk dari UMKM. 

Penjualan produk yang meningkat, secara tidak langsung akan meningkatkan kapasitas produksi UMKM, lalu meningkatnya kapasitas produksi akan mendorong tingkat kebutuhan UMKM akan sumber daya manusia sehingga berdampak pada semakin terbukanya lapangan pekerjaan yang baru. Pada akhirnya, dari rantai yang saling bersambung ini dapat memberi dampak positif dalam pertumbuhan dan kemajuan ekonomi nasional.


Membantu memasarkan produk UMKM yang digunakan melalui dunia digital

Sebagai kaum milenial, saya pun sangat lekat dengan dunia media sosial. Di saat saya merasa terpuaskan saat membeli dan menggunakan produk UMKM terutama dari food & beverages yang saya beli, tanpa diminta saya akan dengan rela dan senang hati membagi informasi atas produk tersebut kepada teman-teman saya yang lain melalui sosial media yang saya miliki. Nah, dari memberikan testimonial positif di media sosial semacam ini secara tidak langsung kita telah membantu memasarkan produk UMKM ke lingkungan di sekitar kita sehingga semakin banyak orang yang mengetahui kualitas produk lokal yang tidak kalah bagusnya dari produk luar.


Mensosialisasikan kemudahan menjual produk dengan transaksi digital kepada UMKM yang belum terkoneksi dengan dunia digital


Meski kita tahu ada begitu banyak produk lokal UMKM yang berseliweran dalam dunia digital, tidak dapat dipungkiri bahwa di luar sana masih banyak yang belum tersentuh dengan digitalisasi. Menurut data dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), hanya ada 4%-10% UMKM yang menjual produknya melalui platform digital. Untuk mendukung UMKM agar melek dunia digital, kita sebagai kaum milenial dapat membantu mensosialisasikan kemudahan menjual produk melalui transaksi digital kepada pemilik UMKM yang ada di lingkungan sekitar kita.


Membangun UMKM milik sendiri dan mengembangkannya secara digital

Sebagai kaum milenial yang senang berpikir kreatif dan kritis, tidak ada salahnya mencoba membangun UMKM milik sendiri di tengah tren transaksi digital yang sedang berkembang pesat. Segala akses informasi yang semakin mudah didapatkan dapat menjadi bekal dalam menemukan ide-ide kreatif untuk usaha yang akan dibangun nantinya. 

Semakin menjamurnya bisnis start-up, online shop, ataupun usaha offline yang telah terkoneksi dengan platform digital dan dompet digital adalah bukti bahwa para kaum milenial memiliki jiwa yang tangguh dalam beriwirausaha. Bisnis UMKM  milik para milenial ini secara tidak langsung memberi dampak positif bagi pertumbuhan dan kemajuan ekonomi nasional. Hingga Juli 2020 yang lalu, tercatat ada penambahan bisnis UMKM online hingga 38% di Indonesia. 


Dukungan Bank Indonesia Dalam Mendorong Transaksi Digital 

Bank Indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki wewenang dalam mengatur dan menjaga sistem pembayaran, memberi dukungan penuh terhadap tren transaksi digital yang berkembang pesat. 




Beberapa bentuk dukungan Bank Indonesia dalam penguatan digitalisasi transaksi di Indonesia diantaranya:

1. Penguatan Ketentuan

Bank Indonesia melakukan penguatan pada tiga ketentuan peraturan yang berkaitan dengan tranksaksi digital diantaranya:

Peraturan Bank Indonesia no.18 /40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran


Surat Edaran Bank Indonesia No.18/22/DKSP perihal Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital


Peraturan Bank Indonesia No.18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik


2. Peluncuran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)

Penyatuan berbagai macam QR Code dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya. QRIS ini telah diluncurkan sejak tahun 2019 yang lalu dan sampai saat ini kurang lebih ada 5 juta merchant yang telah terdaftar menggunakan QRIS sebagai alat transaksi digital. Jika sebelumnya setiap PJSP memiliki QR code asing-masing, maka sejak diluncurkannya QRIS, cukup dengan satu QR Code dapat digunakan oleh PJSP manapun. Transaksi digital pun semakin murah, mudah, aman dan handal.

QRIS UNGGUL

UNiversal: Inkkusif untuk seluruh lapisan masyarakat

GampanG: Transaksi dengan mudah dan aman

Untung: Menguntungkan karena transaksi berlangsung efisien melalui satu QR Code

Langsung: Transaksi dengan QRIS langsung terjadi dengan proses yang cepat dan seketika

 

3. Pencanangan Blueprint Sistem (BSPI) 2025

Blueprint sistem pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 untuk mendukung pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang kondusif.

Nah, ada 3 langkah yang ditempuh dalam pengimplementasian BSPI, diantaranya: 

Memperpanjang kebijakan Merchant Discount Rate QRIS sebesar 0% untuk merchant usaha mikro sampai dengan 31 Maret 2021.

Memperkuat dan memperkuas implementasi elektronifikasi dan digitalisasi baik di pusat maupun di daerah serta otoritas terkait melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

Mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi serta kolaborasi perbankan dengan fintech melalui percepatan implementasi Sandbox 2.0 antara lain meliputi regulatory sandbox, industrial test, innovation lab dan start up.


4. Fasilitasi Pembangunan Ekosistem Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan

Sebagai pendorong bagi pertumbuhan ekonomi ke depan, digitalisasi UMKM dan ekonomi halal perlu dilakukan sehingga ekonomi nasional lebih tahan dari gejolak global dengan penciptaan lapangan kerja yang besar dan inklusif.


5. Festival Edukasi Bank Indonesia (FESKABI)

Sebagai salah satu upaya mensosialisasikan transaksi digital, Bank Indonesia mengadakan gelaran Festival Edukasi Bank Indonesia (FESKABI) dengan target milenial sebagai target sosialisasi untuk memperkenalkan berbagai inovasi kebijakan untuk mendorong intergrasi ekonomi dan keuangan digital.


Nah, kolaborasi dari peran milenial dalam memanfaatkan transaksi digital untuk mendukung UMKM dan kemajuan ekonomi nasional bersama kebijakan dan produk keuangan dari Bank Indonesia diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi nasional Indonesia khususnya di masa pandemi COVID-19 ini.  

Bank Indonesia

Twitter | Instagram 

Semoga bermanfaat :)


 




 

 






 

 

 

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK ONLINE | KLINIK ANAKKU SURABAYA (@anakku_sby)

| on
November 27, 2020


Halo!

Kalau lagi-lagi saya membuka cerita dengan kehidupan yang serba online masa pandemi, teman-teman mama yang kemarin-kemarin membaca tulisan saya mungkin ada yang mulai ngebatin nih, "hmm.. ga ada opening lain apa selain membahas kehidupan di masa pandemi yang lebih sering berjalan secara online?' hehehe. 


Maunya sih mencoba opening yang lain tapi apa dayaku, hidupku memang seperti itu adanya :') Tapi so far, sebagian besar dari kita memang menjalaninya, kan? :) Bahkan mungkin sudah mulai terbiasa dengan segala rutinitas yang serba online. Walaupun di sisi lain, kehidupan yang sebagian besar dijalankan secara online tidak sepenuhnya dapat menggantikan hangatnya untuk saling berinteraksi secara langsung, namun menjalankan aktivitas secara online juga tidak dapat lepas begitu saja dari keseharian kita, apalagi kita masih di dalam masa pandemi seperti sekarang.


Nah, melengkapi kehidupan saya yang sekarang lebih banyak online nya, beberapa waktu yang lalu (rahasia aja ya waktunya, takut jiwa prokrastinasi saya terlalu terekspos :'D) saya dan Aliyah berkesempatan melakukan Deteksi Dini Tumbuh Kembang pada Aliyah secara online! Yaiy! Wah, seperti apa tuh Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak dilakukan secara online


Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK)


Sebagian besar teman-teman mama tentu sudah sangat familiar dengan deteksi dini tumbuh kembang anak atau bahasa lainnya "screening tumbuh kembang anak". Biasanya deteksi dini tumbuh kembang ini dilakukan oleh para orangtua bersama para ahli seperti psikolog dan dokter anak untuk memonitor tumbuh kembang anak sehingga nantinya apabila terdapat penyimpangan tumbuh kembang pada anak, dapat sesegera mungkin dilakukan intervensi dini, khususnya di dalam masa perkembangan emas saraf anak.


Deteksi dini tumbuh kembang anak ini menjadi penting untuk dilakukan karena dari sini akan mudah untuk mengindentifikasi apabila ada keterlambatan di dalam tahapan tumbuh kembang anak kita. Anak yang segera mendapatkan penanganan atau terapi atas keterlambatan tumbuh kembangnya, di masa depan akan tumbuh menjadi anak yang cenderung lebih siap saat ia di usia taman kanak-kanak atau di seluruh aspek kehidupannya di masa depan nantinya.


Kapan & Dimana Sebaiknya Kita Melakukan DDTK ?


Deteksi dini tumbuh kembang sendiri dapat dilakukan secara personal dengan berkonsultasi langsung bersama para ahli ataupun dapat dilakukan secara online. Kalau ditanya kapan waktu yang tepat untuk kita melakukan DDTK anak jawabannya ya sedini mungkin, hehe,. DDTK sendiri dapat dilakukan sejak anak masih bayi, dan sebaiknya dilakukan secara intens sampai anak masuk usia sekolah karena tahapan tumbuh kembang anak semakin berkembang seiring dengan usia anak yang semakin bertambah :)


Lalu dimana sebaiknya kita melakukan DDTK anak? Saat ini sudah banyak sekali tersedia klinik khusus tumbuh kembang anak baik klinik mandiri ataupun yang tergabung dengan rumah sakit umum. Nantinya tinggal kita nya nih yang perlu pintar-pintar cari-cari referensi bisa dari rekomendasi, testimonial ataupun browsing di internet untuk membantu kita menentukan klinik atau RS mana yang akan kita tuju untuk melakukan DDTK anak :) 



Pengalaman Melakukan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak


Saya masih ingat betul saat pertama kali melakukan DDTK anak pada Aliyah. Waktu itu Aliyah masih berusia 20 bulan. DDTK pertama kami dilakukan di Klinik Anakku Surabaya. Dari DDTK pertama kali inilah akhirnya terdeteksi kalau sedikit ada keterlambatan pada kemampuan bicara Aliyah. 


ALSO READ: PENGALAMAN STIMULASI KEMAMPUAN BICARA PADA ALIYAH


Dari DDTK pertama ini, saya bawa pulang PR yang banyak sekali untuk dilakukan di rumah guna menstimulasi kemampuan bicara Aliyah. Apakah akhirnya dilakukan terapi pada Aliyah? Waktu itu tidak, karena psikolog dari Klinik Anakku waktu itu, Ibu Sherly, menyarankan agar saya banyak-banyak memberi stimulasi untuk Aliyah di rumah.


DDTK selanjutnya dilakukan saat Aliyah berusia 2 tahun lebih,. Kami tetap melakukan DDTK di klinik yang sama, Klinik Anakku Surabaya. Alhamdulillah di DDTK kedua ini, Aliyah sudah mulai menujukkan perkembangan dalam kemampuan bicara nya. Meski begitu saya tetap membawa pulang beberapa catatan saran stimulasi yang sebaiknya dilakukan di rumah untuk memaksimalkan tumbuh kembang Aliyah agar sesuai dengan tahapan usianya.


Menginjak usia 3,5 tahun lebih (menjelang 4 tahun), kami kembali ke Klinik Anakku Surabaya untuk kembali melakukan DDTK. Alhamdulillah tumbuh kembang Aliyah di usia ini sudah sesuai dengan usianya. Menurut dokter yang mendampingi DDTK Aliyah, artikulasi bicara pada Aliyah tergolong sangat jelas jika dibandingkan dengan anak-anak sesuai Aliyah. Alhamdulilah, MasyaAllah perasaan saya senang sekali waktu itu :)


Deteksi Dini Tumbuh Kembang Online


Saat ini Aliyah menginjak usia 5 tahun. Tentu tahapan tumbuh kembangnya juga semakin berkembang seiring bertambahnya usia  Aliyah. Berhubung masih dalam masa pandemi, DDTK terakhir yang kami lakukan pada Aliyah dilakukan secara online. DDTK yang dilakukan masih bersama Klinik Anakku Surabaya karena yang simple saja, Klinik Anakku telah menemani Aliyah bertumbuh sejak kecil, dan tentu sudah mengenal Aliyah dengan dekat, hehe.




Jadi DDTK online  kami lakukan di rumah via Google Meets. Sebelumnya, tim psikolog dari Klinik Anakku mengirimi kami sekotak mainan yang nantinya akan dijadikan sebagai alat tes untuk DDTK Aliyah. Mainan-mainan tersebut dapat kita kirimkan kembali lagi setelah selesai DDTK. Opsi lainnya, mainan dapat dijadikan hak milik namun tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, hehe.


Oke, DDTK online dilakukan tepat jam 10 siang. Ibu Sherly psikolog dari Klinik Anakku Surabaya mengarahkan Aliyah untuk mengikuti beberapa arahan seperti menyusun balok, melompat, berdiri satu kaki, mengajak Aliyah bercerita dan bertanya dan beberapa hal lain untuk mengukur tumbuh kembang Aliyah.



Aliyah sendiri sempat sedikit drama dalam DDTK online ini, namun Alhamdulillah tim psikolog dari Klinik Anakku Surabaya sangat pengertian dan memberi jeda untuk Aliyah agar mood nya kembali baik lagi :)





Beberapa hari setelah DDTK online, saya menerima email dari Klinik Anakku Surabaya untuk hasil DDTK Aliya serta beberapa saran stimulasi yang dapat kami lakukan di rumah untuk mendukung tahapan tumbuh kembang Aliyah di usianya yang sudah 5 tahun. Dari hasil DDTK kali ini, jadi ketahuan deh, ternyata lagi-lagi dalam aspek bicara nya Aliyah ada sedikit keterlambatan khususnya untuk membedakan arah depan dan belakang. Namu di sisi lain, kemampuannya bercerita menunjukkan perkembangan yang cukup positif, Alhamdulillah :)


Secara keseluruhan bagi saya, DDTK online ini sangat membantu di tengah pandemi seperti sekarang ini. Kalau pun kita memutuskan untuk menunda melakukan DDTk sampai masa pandemi reda, tidak apa-apa juga, namu satu hal yang tidak dapat menunggu untuk ditunda adalah usia anak kita yang semakin bertambah :) DDTK online benar-benar hadir sebagai solusi di tengah kegalauan kita akan tumbuh kembang anak namun keadaan masih belum memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung :)




Kalaupun ada tips yang dapat saya bagi untuk teman-teman mama yang ingin melakukan DDTK online, satu-satunya tips dari saya adalah sebaiknya DDTK online di rumah dilakukan dengan melibatkan lebih dari 1 orang dewasa sebagai antisipasi karena anak-anak biasanya belum begitu bisa duduk dengan tenang dan lebih senang berlarian kesana kemari hihi.. Jadi ada 1 orang yang dapat membantu memegang gadget untuk DDTK online, sehingga orangtua dapat menemani anak bermain sambil berinteraksi dengan psikolog dari klinik tumbuh kembang :)


Klinik Anakku Surabaya


Nah, sebagai bahan referensi teman-teman mama, saya ingin cerita sedikit tentang Klinik Anakku Surabaya. Klinik Anakku Surabaya sendiri termasuk di dalam 10 rekomendasi klinik tumbuh kembang anak Surabaya versi The Asian Parent Indonesia.


Klinik Anakku Surabaya yang sudah ada sejak tahun 2014 ini berlokasi di Ruko ICON 21, Jl Dr. Ir. H. Sokearno no.48 Sukolilo, Surabaya. 


Sepanjang perjalanan saya berkolaborasi bersama Klinik Anakku Surabaya dalam membersamai tumbuh kembang Aliyah, Alhamdulillah saran-saran stimulasi yang diberikan sangat mudah untuk dipalikasikan di rumah, dan selalu disertai dengan beragam ide-ide permainan sederhana yang dapat dimainkan hanya dengan bermodal barang-barang yang tersedia di rumah :)


Belakangan, Klinik Anakku Surabaya  sering mengadakan kelas-kelas online yang tidak hanya terkait dengan tumbuh kembang anak, namun juga dunia pengasuhan lain seperti perjalanan dalam menjalankan peran sebagai ibu/orangtua, dll. Topik-topik yang dibahas di dalam kelas onlinenya sangat membantu kita dalam menjalankan peran sebagai orangtua :) Saya sendiri sempat ikut serta beberapa kelas online dari Klinik Anakku Surabaya, dan banyak sekali insight yang saya dapat dari mengikuti kelas-kelas tersebut :)


Nah, untuk teman-teman mama yang ingin mencari tahu lebih detail tentang Klinik Anakku Surabaya, silakan langsung cek dan follow instagram @anakku_sby ya :)


Semoga bermanfaat ya :)




Andai Jadi Pemimpin, Ini Yang Akan Kulakukan Untuk Pendidikan Di Indonesia

| on
November 16, 2020

 


Halo!

Tidak terasa, Insya Allah sebentar lagi Aliyah, anak saya, menginjak usia sekolah dasar. Setiap kali teringat akan hal ini, setiap kali itu pula saya merasa sedikit resah sekaligus bingung akan memilih sekolah yang seperti apa untuk Aliyah saat sekolah dasar nanti. Apakan sekolah negeri atau sekolah swasta? Atau baiknya homeschooling saja? 


Pada dasarnya pemilihan sekolah untuk anak memang sebaiknya kembali pada kemampuan dan karakter masing-masing anak. Namun, satu yang juga penting adalah bagaimana kualitas pendidikan yang dimiliki oleh sekolah atau bahkan kualitas pendidikan di Indonesia secara keseluruhan.


Kualitas Pendidikan di Indonesia Terkini


Saya sebenarnya percaya kualitas pendidikan di Indonesia sedang ditingkatkan, namun dari beberapa data menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Dari survei PISA (Programme for International Student Assessment) pada Desember 2019 yang lalu, Indonesia menduduki peringkat ke 72 dari 77 negara. Posisi ini jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. PISA sendiri merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia, seperti kemampuan membaca, matematikan dan sains.


Jika ditarik mundur kebelakang, ada banyak faktor yang menjadi penyebab masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas guru atau pengajar menjadi faktor utama. Menurut pengamat pendidikan Budi Trikorayanto, kompetensi guru di Indonesia masih tergolong rendah jika dilihat dari hasil UKG (Uji Kompetensi Guru) yang masih dibawah rata-rata.


Kondisi ini diperparah dengan misalnya ada dua mata pelajaran yang diajarkan oleh satu guru, padahal guru tersebut sejatinya hanya menguasai satu mata pelajaran saja. Belum lagi profesionalisme guru yang belum memadai dan menjalankan fungsinya secara menyeluruh seperti yang tercantum di dalam Pasal 39 UU No.20 Tahun 2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaranm melakukan pebimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian, dan melakukan pengabdian masyarakat. 


Selain dari segi kualitas guru, tingkat kesejahteraan guru pun masih tergolong rendah. Sangat sedih jika mengingat hal ini karena sejatinya guru adalah pintu utama jalan masuknya ilmu pengetahuan ke anak-anak kita, selain orangtua tentunya,


Kesenjangan pendidikan menjadi faktor kedua menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Indonesia adalah negara yang sangat luas dengan cakupan daerah sampai ribuan pulau. Pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak yang tinggal di daerah perkotaan belum tentu sama dengan pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan. Padahal semuanya sama, sama-sama akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa. Fokus akan pendidikan bagi anak di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) masih belum diberikan secara maksimal.


Faktor ketiga yang menjadi penyebab masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan yang masih tergolong kuno, jika dibandingkan dengan zaman yang serba digital seperti sekarang, mulai dari kurikulum dan aturan-aturan yang berlaku. Teman-teman mama mungkin ada yang ingat beberapa waktu yang lalu saat pendaftaran murid baru yang menggunakan sistem rayonisasi. Anak-anak hanya bisa mendaftarkan diri di sekolah dekat tempat tinggal mereka. Tujuannya sebenarnya baik, untuk pemerataan pendidikan, namun, hal tersebut belum diiringi dengan pemerataan kualitas pendidikan di tiap-tiap sekolah. 


Sebenarnya masih banyak lagi faktor yang menjadi penyebab masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Kita masih perlu banyak berbenah. Kabar baiknya, saat ini, pembenahan mulai pelan-pelan dilakukan. Anggaran untuk pendidikan dari APBN pun telah dikucurkan dalam jumlah yang tidak sedikit. Sebsar 20% dari APBN telah dialokasikan untuk anggaran pendidikan. Besarannya mencapai Rp 505,8 triliun. Dengan jumlah anggaran sebesar ini, seharusnya anggaran bukan lagi menjadi masalah utama penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.


Semua pihak benar-benar perlu saling bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Semua perlu berkontribusi, semua perlu saling mengawasi. Kalau kata Bu Najeela Shihab, "semua murid, semua guru". Anak belajar tidak hanya dari guru semata. Bisa dari siapa saja. Pendidikan saat ini bukan lagi terbatas hanya ke sekolah, duduk, dan mengerjakan tugas. Pendidikan memiliki makna yang jauh lebih luas. Para generasi muda saat ini tidak lagi menjadi objek pendidikan semata namun juga dapat berperan menjadi subjek dari pendidikan itu sendiri.



Lalu, bagaimana peran generasi muda untuk dapat berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia? 


Saya secara pribadi sangat salut dengan teman-teman generasi muda yang mulai bergerak untuk ikut berkontribusi di dalam dunia pendidikan. Sebut saja Belva Devara dan Iman Usman yang punya Ruangguru, startup yang bergerak di bidang pendidikan. Generasi muda dapat menjadi penggerak yang membawa dampak yang besar. Di era 4.0 ini peran generasi muda dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata untuk saling belajar dan berkarya di dunia digital. Karakter dari generasi muda juga menjadi penentu baik tidaknya kualitas pendidikan.


Sekali waktu saya sempat berandai-andai, jika menjadi pemimpin di Indonesia, sebagai generasi muda apa yang akan saya lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia?


Seandainya saya menjadi pemimpin di Indonesia, saya akan banyak belajar dari negara Finlandia yang terkenal dengan kualitas pendidikannya yang terbaik di dunia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri tercinta. Profesi guru akan sangat dihargai dan dihormati. Nantinya, seseorang yang ingin berprofesi menjadi guru paling tidak harus menyelesaikan pendidikan profesi seperti halnya profesi kedokteran. Imbalan yang diterma guru pun akan jauh lebih besar, kesejahteraan mereka akan jauh lebih terjamin. Kalau sudah begini, harapannya anak-anak generasi muda juga akan tergiur untuk menjalankan perannya berprofesi sebagai guru.


Setiap guru nantinya akan dibekali dengan ilmu psikolog yang berkaitan untuk memahami kebutuhan dan karakter yang dimiliki oleh masing-masing peserta didiknya. Dari sini, pendidikan berbasis karakter akan jauh lebih mudah untuk diaplikasikan. Nantinya setiap anak akan punya kesempatan yang sama sesuai dengan minat dan bakat yang mereka punyai.


Masih dalam andai saya menjadi seorang pemimpin, maka saya akan mencoba untuk menyetarakan kualitas pendidikan yang didapatkan oleh semua anak. Tidak akan ada sekolah negeri atau swasta. Pemerintah akan mengambil alih urusan persekolahan, dan menyamakan semua standar kurikulum dari hulu ke hilir, dari Sabang sampai Merauke. 


Sebaran guru pun akan disama ratakan sampai ke pelosok Indonesia seperti daerah 3T yang biasanya kurang mendapatkan perhatian. Mungkin bisa dengan seperti setiap orang yang telah selesai menjalankan pendidikan profesi keguruan, sebagai awalnya ia akan diwajibkan untuk memiliki pengalaman mengajar di daerah 3T lebih dulu dalam jangka waktu tertentu.



Lalu, saya akan menggandeng para generasi muda untuk berkolaborasi menciptakan sistem pembelajaran yang ramah dan sesuai dengan era 4.0 seperti ikut serta mengisi kelas baik secara online maupun offline. Tidak lupa untuk mendukung mereka untuk membentuk perkumpulan atau komunitas-komunitas yang fokus akan isu-isu pendidikan.


Perbaikan akan fasilitas dan sarana pendidikan juga akan dilakukan. Sudah menjadi rahasia umum jika bangunan-bangunan sekolah banyak yang rusak dan butuh perbaikan. Hal ini sebenarnya bukan menjadi halangan untuk berhentinya kegiatan pendidikan. Belajar bersama di halaman atau padang rumput akan menjadi hal yang baru dan seru untuk dilakukan bersama-sama. Waktu bermain untuk anak akan lebih banyak diberikan dan pekerjaan rumah akan lebih dibatasi karena membuat tugas sekolah telah dilakukan dengan baik bersama guru di sekolah. Tidak lupa, berbagai penelitian dan riset dilakukan dalam rangka pengembangan pendidikan di Indonesia.


Pada akhirnya, harapan saya, semoga pendidikan di Indonesia menjadi semakin baik dan berkualitas di masa depan, anak-anak generasi penerus bangsa tumbuh dengan bahagia dan siap menghadapi tantangan di masa depan karena telah dibekali dengan pendidikan yang berkualitas. Amin :)


Semoga bermanfaat ya :)





Yummy App: Aplikasi Resep Masakan Andalan Mama Memasak Di Rumah

| on
November 15, 2020

"Mama, ada apa buat di makan?"

"Mama, aku pengin cemilan"

"Mama, ayuk bikin kue yuk" 

Halo!

Ada yang sering familiar dengan celotehan diatas? Hihi. Saya sih setiap hari mendengar celotehan diatas keluar dari mulut kecil Aliyah, anak saya. Sejak Aliyah sekolah di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, bawaannya ingin makan cemilan terus (jangankan Aliyah, mama dan baba nya pun sama :P)


Lebih sering menghabiskan waktu di rumah tidak jarang membuat kita lebih sering BM (Banyak Mau) terhadap makanan dan mulai lah kepikiran "hmm.. enaknya makan apa ya", iya tidak sih? hihi. Rasanya kalau ada cemilan atau beberapa variasi makanan yang tersedia di rumah, waktu yang lebih banyak dihabiskan di rumah rasanya jauh lebih seru dan tidak membosankan. 

Berhubung masih dalam masa-masa mengurangi waktu keluar rumah dan jajan diluar, alhasil memasak makanan atau cemilan sendiri jadi satu-satunya jalan keluar. Selain karena kita dapat menjamin kebersihan makanan yang dimakan, memasak makanan sendiri dapat membantu kita menghemat anggaran jajan di luar, hehehe. 


Belakangan, saya baru tau juga kalau ternyata memasak dapat memberi dampak positif pada kondisi psikologis seseorang. Memasak dapat membantu kita untuk lebih mindfulness dan juga dapat dijadikan terapi untuk mengurangi stres ataupun sebagai bentuk self-love terhadap diri sendiri.

 

Salah satu yang menjadi persoalan dalam menghadapi ke-BM-an anak, suami bahkan diri sendiri terhadap makanan yang ingin dimakan adalah saya kurang begitu mahir dalam memasak, terutama cemilan :') Biasanya yang paling standar saya hanya bikin pancake atau churros, atau gorengan sederhana seperti pisang goreng :') 


Sedangkan untuk roti atau kue kami biasanya harap-harap cemas menanti kiriman dari adik saya yang kebetulan hobi baking. Ya kalau adik saya pas lagi bikin, kalau tidak, yah terpaksa roti tawar lagi, roti tawar lagi :')



Sekali waktu, Aliyah minta dibuatkan cemilan. Saya pun mencoba membuat kentang goreng. Rencananya saya akan membuat kentang goreng kekinian seperti yang biasa kami beli saat sedang berjalan-jalan di mall. Resep hasil mengira-ngira sudah ditangan. Eksekusi sudah dilakukan, namun ternyata hasil berkata lain. Kentang goreng buatan saya saling melekat satu sama lain. Angan-angan menikmati kentang goreng ala mall kini tinggal kenangan :') 

Pengalaman gagal membuat kentang goreng dan juga pengalaman GTM Aliyah karena bosan dengan menu makan hariannya, pada akhirnya memaksa saya untuk terus cari cara bagaimana supaya dapat membuat makanan khususnya membuat cemilan anti gagal yang lebih bervariasi untuk Aliyah. 


Saya pun mengunduh Yummy App, aplikasi memasak dari IDN Media untuk mendapatkan inspirasi resep masakan. Terhitung 6 bulan berjalan sejak pertama kali saya mengunduh Yummy App sampai sekarang. Alhamdulillah resep-resep masakan atau cemilan dari Yummy App membuat kami dapat terlepas dari kutukan roti tawar atau balada kentang goreng lengket.




Karena sudah yakin dengan percaya dengan resep masakan di Yummy App, maka saya kembali mencoba membuat kentang goreng dengan bekal contekan resep dari Yummy App agar Aliyah tidak bosan dengan menu cemilan yang "elu lagi, elu lagi" sekaligus untuk suami saya juga karena suami saya tergolong tim 'asin' kalau urusan cemilan. 


Kali ini pilihan saya jatuh pada resep Stick Kentang Keju BBQ, resep kentang goreng dengan rating 4.5 dan telah dilihat oleh 432 orang. Waktu memasaknya juga tergolong singkat, hanya 30 menit saja dengan budget Rp 30,000 untuk 5-6 porsi (jelas hematnya ini mah..)


Cara membuat Stick Kentang Keju BBQ juga sangat sederhana ciri khas Yummy App yang terkenal dengan konten memasak dalam 5 langkah saja. Nah, apa saja bahan yang dibutuhkan untuk membuat stick kentang keju BBQ dan bagaimana cara membuatnya? Yuk mari disimak :)



STICK KENTANG KEJU BBQ

Bahan Dasar:

  • 400 gr kentang kukus, ditimbang setelah dikukus dan dikupas
  • 100 gr tepung maizena
  • 75 gr keju cheddar
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt bawang putih bubuk (saya pakai 1 siung bawang putih yang dihaluskan)
  •  1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt penyedap jamur
  • 1/2 sdt gula
  • 3 helai daun bawang, iris

Bahan Pelengkap:

  • Bumbu Bubuk BBQ (saya pakai bumbu kaldu jamur)
  • Saus keju (saya pakai mayonaise)
  • Saus Sambal

Cara memasak:

STEP 1

Hancurkan kentang yang sudah dikukus hingga lembut

STEP 2 

Tambahkan tepung maizena, keju cheddar, garam, bawang putih bubuk, merica, penyedap jamur, gula, dan daun bawang. Uleni hingga kalis.

STEP 3

Siapkan alas, lalu taburi dengan tepung maizena. Giling adonan kemudian potong memanjang sesuai selera.

STEP 4 

Panaskan minyak, goreng kentang hingga kuning kecoklatan. Tiriskan.

STEP 5

Beri taburan bubuk BBQ, aduk hingga merata. Sajikan Stik Kentang Keju BBQ dengan bahan pelengkap sesuai selera.




Jadi deh Stick Kentang Keju BBQ untuk cemilan di rumah :) Akhirnya saya bisa membuat cemilan yang lebih bervariasi berkat inspirasi resep dari Yummy App. Tidak disangka, rasa stik kejunya enak, mirip dengan stick keju kekinian yang ada di mall yang dulu biasa kami beli dan tentu saya berhasil membuatnya tidak melekat antara satu dengan yan lain. Say goodbye lah saya ke balada kentang goreng lengket. Bye! 

"Kentang gorengnya enak ma!" kata suaminya saat mencicipi Stik Kentang Keju BBQ buatan saya

Nah, dari pengalaman saya menggunakan Yummy App selama 6 bulan terakhir, saya mau merekomendasikan Yummy App ke teman-teman mama agar kegiatan memasak di rumah menjadi lebih seru dengan inspirasi resep dan berbagai fitur dari Yummy App. 



Rating Yummy App di Google Play 4.5 dengan 15 ribu review dan 1 Juta downloads

Rating, review dan jumlah downloads ini update terbaru yang saya lihat di Playstore. Seingat saya sewaktu saya mengunduh Yummy App 6 bulan yang lalu, rating nya 4.4 dengan review sekitar 11 ribu dan jumlah download yang hanya setengahnya. Surprisingly, Yummy App bertumbuh dengan cepat dalam 6 bulan terakhir, wow!




Ukuran file hanya 15 MB

Biasanya kalau akan mengunduh sebuah aplikasi kita suka merasa galau karena ukuran file nya yang cenderung besar yang tentunya akan butuh space memori smartphone yang lebih besar juga. Nah, teman-teman mama tidak perlu khawatir karena Yummy App hanya butuh 15 MB saja dari memori smartphone teman-teman mama :)




Bebas Masak Apa Saja Dengan Mudah

Di Yummy App teman-teman mama bisa bebas ingin masak apa saja mulai dari masakan nusantara sampai masakan internasional, mulai dari makanan pembuka, makanan utama, sampai makanan penutup serta cemilan semuanya ada. Memasaknya pun dengan cara yang mudah karena setiap resep disajikan dengan video tutorial ataupun foto sesuai step by step nya.




Inspirasi Resep Mudah Hanya Dengan 5 Langkah

Kalau ada dari teman-teman mama yang merasa masak itu susah dan ribet, ini tidak berlaku jika kita masak dengan resep masakan dari Yummy App. Di Yummy App setiap resep ditulis hanya dalam 5 langkah sederhana. Saya yang awalnya merasa masak itu susah jadi merasa #MasakituGampang dengan resep dari Yummy App.




Bisa dapat pengasilan tambahan dari Upload Resep dan Referral

Untuk teman-teman mama yang hobi memasak dan punya kumpulan resep kreasi sendiri yang jadi favorit, langsung deh manfaatkan fitur Upload Resep yang ada di Yummy App. Setiap minggu biasanya Yummy App punya event Jago Masak yang bisa kita ikuti dengan mengupload resep masakan kreasi kita. Nantinya akan ada hadiah uang tunai jutaan rupiah yang siap menanti teman-teman mama jika berhasil terpilih menyelesaikan misi di setiap minggunya.



Saya sempat upload resep ikan Pallumara khas Sulawesi Selatan favorit keluarga kami. Ternyata seru juga bisa upload resep di Yummy App. Seperti berasa jadi chef beneran hihi.



Oiya, setelah teman-teman mama terdaftar sebagai pengguna di Yummy App, teman-teman mama juga dapat mendapatkan uang dengan memanfaatkan program referral di Yummy App. Tinggal ajak teman atau kerabat kita untuk mengunduh Yummy App dengan kode referral yang kita punya, kita bisa dapat uang tambahan dalam bentuk Yummy Point yang bisa kita redeem nantinya :) 





Bisa cari resep berdasarkan bahan makanan yang kita punya

Pernah tidak teman-teman mama merasa bingung harus masak apa karena bahan yang ada di kulkas sangat terbatas? Kalau punya Yummy App, kita pasti akan tenang-tenang saja meski bahan yang kita punya di kulkas hanyalah diantara 3T (kalau tidak tempe ya tahu atau telur :')) 




Bahan sederhana seperti si 3T dapat diolah menjadi masakan yang menarik hanya dengan memanfaatkan fitur "Masak" yang ada di Yummy App. Tinggal ketik nama bahan yang kita punya di filter nya dan muncul deh variasi resep dari bahan makanan yang kita punya di rumah.




Bisa masak sesuai budget yang kita punya

Di saat tanggal tua dan budget yang dipunya sedang tipis-tipisnya, membuat kita harus pintar-pintar mengatur budget agar tetap dapat memasak makanan yang bervariasi untuk anak dan suami. 


Nah di Yummy App kita bisa manfaatkan fitur Masak Hemat 10K. Disana nantinya akan ada kumpulan resep dengan budget sebesar Rp 10,000 saja! 




Resep masakan kekinian di Yummy App

Cari resep si odading yang lagi viral?  Atau ragam olahan dari Indomie? Semuanya ada di Yummy App. Resep masakan kekinian mulai dari cemilan seperti odading, lumpia indomie sampai budae jigae khas Korea ada semua.




Masak Resep dari Chef Ternama

Selain memasak resep dari dapur Yummy atau resep dari hasil upload teman-teman mama, di Yummy App kita juga bisa mendapatkan inspirasi resep dari chef ternama seperti chef Arnold, Chef Degan, Chef Gilang dan  chef yang lainnya. Siap-siap deh cooking at home like a pro :)




Jadi Partner Kita Untuk Memulai Bisnis Kuliner

Kalau teman-teman punya rencana ingin memulai usaha kuliner tapi bingung mau jual apa. Nah di Yummy App ada event online Cooking Class yang dipandu oleh chef ternama. Di cooking class ini, selain kita belajar membuat resep masakan, kita juga akan diberikan tips yang terkait dengan cara menjalankan bisnisnya mulai dari budgeting hingga cara pengemasan yang menarik. 



Yummy Online Cooking Class saat ini sudah masuk Vol.3 dengan tema Bisnis Jajanan  Pasar. Teman-teman mama yang berminat bisa langsung daftar dan cari infonya di Yummy App :) Oiya online class di Yummy App bisa kita ikuti secara GRATIS ya :)

Satu lagi, di bulan Desember nanti Yummy akan mengadakan event Indonesia Memasak, perayaan home cooking yang akan digelar secara online. Kita semua bisa banget ikut serta di event ini. Kita pantau terus update nya di sosial media Yummy ya :)

Nah, itu dia 10 fitur dan kelebihan Yummy App versi saya. Sejauh ini pengalaman saya menggunakan Yummy App sangat menyenangkan. Selain membantu saya menemukan inspirasi resep masakan, dari Yummy App peluang saya untuk mendapatkan penghasilan tambahan terbuka sangat lebar :) 

Bagaimana teman-teman mama sudah mulai kepikiran juga untuk mengunduh Yummy App untuk mendapatkan inspirasi resep masakan atau penghasilan tambahan? Atau malah ada yang sudah action lagi cari-cari smartphone nya untuk mengunduh Yummy App? :)) 




Yummy App dapat teman-teman unduh di Playstore dan App Store dengan langsung klik link nya ya. Follow juga media sosial Yummy di Instragram: @yummy.idn Facebook: YummyappIDN Twitter: YummyApp_ Youtube: OfficialYummyidn Tiktok: @yummyapp


Semoga bermanfaat ya :)



by.U: Operator Digital Pertama Yang Bikin Hati Nyaman, Kantong Aman

| on
November 09, 2020

Halo!

Ternyata sudah 9 bulan lamanya ya kita menjalani hari di masa pandemi. Untungnya, saat ini kita hidup di era serba digital. Rasa bosan dan mati gaya selama di rumah bisa banget diakali dengan beragam aktivitas yang bisa dilakukan secara digital salah satunya dengan berinternet ria :)) 


Kerja dari rumah, sekolah dari rumah, olahraga di rumah, berbelanja online, ikut kelas online, ketemu dengan keluarga dan teman online,  streaming film, buka channel Youtube buat belajar masak atau referensi kuliner, hiburan buat anak, semua pakai internet. Internet benar-benar sudah menjadi kebutuhan sehari-hari macam sembako.


Nah, PR saya sebagai mama milenial adalah bagaimana caranya supaya bisa tetap berinternet ria kapanpun, saat tanggal muda sampai tanggal tua gigi tinggal dua, saat kantong basah maupun kantong kering  :') Saya pun mulai kode ke suami, curhat minta trik mengatur alokasi yang pas untuk internet agar stabilitas ekonomi negara eh, keluarga tetap aman. Suami saya hanya bilang, 'iya nanti dicari dulu', kalau sudah begitu ya saya bisanya harap-harap cemas sambil tetap pakai provider yang ada namun sinyalnya antara ada dan tiada. 


by.U Provider Digital Pertama 


"Pakeeet" suara favorit mama-mama sejagad raya terdengar di siang bolong. Ternyata, paket untuk suami saya, bentuknya kecil, tipis. Isinya ternyata provider seluler. Tulisannya by.U. Apa nih by.U, pikir saya waktu itu. 

Saat bertanya ke suami tentang by.U, suami saya jelasin "Ini baru. Keluaran Telkomsel. Bagus nih. Provider Digital Pertama, belinya di aplikasi by.U, pilih nomornya sendiri, langsung isi pulsa sendiri di aplikasi, terus tinggal pilih deh mau dikirim pakai apa kartunya, dan ongkos kirimnya juga gratis" Ternyata suami saya diam-diam sudah menginstal aplikasi by.U di smartphone saya.


by.U Bikin Hati Nyaman, Kantong Aman


Sejak pakai by.U dari 6 bulan yang lalu, saya sih merasa nyaman dan aman banget. Nyaman di hati karena kuota dan sinyalnya lancar, terus aman juga di kantong karena pilihan paket data nya super hemat. Pokoknya internetan bisa #SemuanyaSemaunya. 


Nih, saya ceritain ya. Di by.U tuh kita bisa pilih paket data #SemuanyaSemaunya atau Build Your Own Plan (BYOP). Tinggal pilih deh mau beli kuota berapa GB dengan masa aktif  suka-suka kita juga.


Nah, kalau suka butuh pakai internet tanpa batas seperti keluarga saya, ada paket 1,5 Mbps buat unlimited  internet dengan pilihan masa aktif 7 hari dan 30 hari (ini favorit saya sih, hehe).


Terus pas kantong lagi kering-keringnya atau tanggal lagi tua-tuanya tapi tetap butuh internetan bebas tanpa batas, langsung deh pilih paket 1 Mbps yang harganya mulai dari Rp 1,000 saja, (wow!) dengan masa berlaku mulai dari 1 jam, 3 jam, 6 jam, sampai 1 hari.


Gimana? Mulai penasaran juga untuk pindah ke lain hati pakai by.U supaya bisa internetan #SemuanyaSemaunya? Teman-teman mama bisa langsung cek ke website https://www.byu.id/id Sedangkan, untuk detail cara registrasi kartu by.U, daftar harga paket by.U, dan download aplikasi by.U teman-teman bisa langsung baca-baca artikelnya di jalantikus.com, platform teknologi yang menyediakan beragam informasi seputar gadget, games, film, anime dan informasi teknologi lainnya :)


Semoga bermanfaat ya :)






BELAJAR SERU DI POP MAMA PARENTING ACADEMY 2020

| on
October 10, 2020


Halo!

Bagaimana kabarnya teman-teman mama di awal bulan Oktober ini? Semoga sehat dan senang selalu ya :) Semoga segala urusan rumah tangga, suami, anak, pekerjaan berjalan dengan lancar :) Masih di masa pandemi, rasanya doa-doa sederhana diatas dapat membantu menenangkan hati dan memberi semangat dalam menjalani hari :) Kita semua tentu sedang berjuang dengan cara masing-masing dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi. 

Kebiasaan-kebiasaan normal yang baru membuat kita mau tidak mau mulai beradaptasi dengan kondisi saat ini. Begitu pula dengan peran yang dijalankan sebagai seorang mama. Menjalankan kegiatan seperti #dirumahaja, work from home, school from home, workout at home, buying stuffs online yang awalnya tidak terbayang sebelumnya, lama-lama menjadi kebiasaan dan kita pelan-pelan mulai dapat beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru tersebut :) Meski mulai terbiasa, namun tantangan kehidupan tentu akan selalu datang silih berganti. Satu hal yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan diri agar kita dapat melalui bebagai tantangan kehidupan di tengah pandemi bahkan mungkin sampai setelah masa pandemi selesai nanti.

Lalu, apa saja nih yang perlu kita persiapkan dalam menghadapi tantangan di masa pandemi? 

Sebenarnya ada banyak aspek yang perlu kita persiapkan dalam menghadapi tantangan di masa pandemi. Mulai dari lebih cermat dalam mengatur keuangan keluarga, menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makan sehat dan berolahraga, menjaga kesehatan mental diri sendiri dan keluarga sampai membuka diri untuk belajar hal baru dan saling berbagi ilmu dengan siapapun. Nah, yang terakhir, membuka diri untuk belajar hal baru dan saling berbagi ilmu adalah satu yang lumayan sering saya lakukan di rumah. 

"Eh, kau ndak belajar kah?" kata ibu saya dengan logat Sulawesi nya yang khas jika melihat saya sedang bersantai di satu kesempatan, hahaha. Mungkin karena saya sebanci itu mengikuti kelas-kelas parenting, jadi kalau saya sedang senggang, ibu saya malah bingung :'))
Meski belum bisa kemana-kemana dan bertemu dengan orang lain secara intens, namun kesempatan untuk belajar dan mendapatkan ilmu baru terutama tentang pengasuhan dan komunikasi dalam keluarga tenyata tetap terbuka lebar. Inilah yang patut disyukuri sebagai mama-mama yang hidup di era milenial. Beragam informasi sangat mudah kita akses melalui berbagai media secara digital. 

PopMama.com , media Belajar, Berbagi dan Bertukar Pikiran bagi Mama Milenial

Teman-teman mama sebagian mungkin sudah sangat familiar dengan popmama.com, salah satu platform media digital di bawah IDN Media. Nah, untuk teman-teman mama yang baru mengetahui popmama.com, popmama.com ini adalah satu platform media digital di bawah IDN Media yang diluncurkan pada tahun 2018 dengan tujuan untuk menyajikan ragam informasi parenting bagi milenial mama di seluruh Indonesia. Jadi, melalui platform popmama.com teman-teman dapat mengakses beragam informasi maupun artikel yang terkait dengan parenting dan kehidupan berkeluarga. Saya sendiri sangat senang membaca artikel-artikel di popmama.com karena artikelnya sangat beragam dan informatif.


Ada 5 kategori yang dapat teman-teman mama akses di popmama.com yaitu, Pregnancy, Baby, Kid, Big Kid, dan Life. Selain itu ada juga tersedia tools seperti Due Date Calculator, Ovulation Calculator, Baby Names Finder, dan Pregnancy Weight Gain Calculator. Di popmama.com kita juga berkonsultasi dengan ahli tentang parenting dengan memanfaatkan kolom Tanya Ahli. Saling bertukar informasi dan berbagi pengalaman sesama mama milenial juga dapat kita lakukan popmama.com dengan adanya kategori Community. Teman-teman mama hanya perlu sign in dengan email ataupun akun Facebook, untuk bergabung di Community popmama.com. Rasanya jadi semakin mudah ya menjalankan peran mama di era milenial dengan mudahnya akses informasi di platform popmama.com :)

POPAC. Pop Mama Parenting Academy

Nah, ada yang berbeda nih dari popmama.com jika dibandingkan dengan platform digital lainnya. Setia dengan tujuannya, yaitu sebagai platform yang menyajikan ragam informasi parenting bagi milenial mama, popmama.com punya acara yang tahunan bernama Pop Mama Parenting Academy. Pop Mama Parenting Academy yang diadakan setiap tahun ini diharapkan dapat menjadi solusi satu atap bagi para orangtua milenial yang mencari hiburan, pendidikan, pengalaman menyenangkan dan pengalaman berbelanja. 

Di Pop Mama Parenting Academy kita dapat menemukan semua yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pengasuhan di masa depan, termasuk termasuk tantangan pengasuhan terbesar saat ini, yaitu bagaimana memanfaatkan internet dengan bijak di era Internet Of Things. 

Dari pengalaman mengikuti Pop Mama Parenting Academy, diharapkan dapat membuat kita semakin mudah untuk memahami apa yang sedang terjadi di dunia, bagaimana hal tersebut dapat terjadi sehingga kita dapat mempersiapkan diri menghadapi tantangan dalam menjalankan peran sebagai orangtua di era milenial. 

Pop Mama Parenting Academy (POPAC) 2020 with Tokopedia

Oh iya, di tahun 2020 ini Pop Mama Parenting Academy diadakan untuk kali ketiga setelah dua tahun sebelumnya, tahun 2018 dan 2019 telah sukses diadakan secara offline dan dihadiri kurang lebih 7000 orangtua dari seluruh Indonesia, wow! Sedikit berbeda di tahun ini, berhubung masih di tengah kondisi pandemi dimana adanya anjuran untuk disiplin melakukan phisycal distancing demi menjaga kesehatan bersama, Pop Mama Parenting Academy diadakan secara online  melalui platform website, Zoom, Whatsapp dan Youtube dan berlangsung dari tanggal 28 September - 3 Oktober 2020. 

Meski diadakan secara online, POPAC 2020 tetap konsisten menyajikan beragam hiburan, pendidikan, pengalaman menyenangkan dan pengalaman berbelanja. Dengan meggandeng Tokopedia sebagai partner utama, POPAC 2020 kali ini mengsusung tema "Nurturing the Future-Ready Family" yang dilatar belakangi oleh kondisi pandemi yang membuat kita lebih melek teknologi dan agar kita siap menghadapi tantangan pengasuhan di masa depan :) Tidak main-main, ada 40 orang experts dari beragam bidang yang diundang sebagai pembicara di kelas-kelas POPAC 2020. Bagi saya, POPAC 2020 yang diadakan secara online kali ini ada hikmahnya, karena saya yang notabene berdomisili di luar Jabodetabek juga bisa ikutan, yaiy!

Serunya POPAC 2020 with Tokopedia

Seperti yang sudah saya ceritakan diaas, POPAC 2020 with Tokopedia diadakan selama 6 hari beturut-turut, mulai dari tanggal 28 September sampai tanggal 3 Oktober 2020. Rundown acara setiap harinya cukup padat, dari siang sampai malam. Kita benar-benar  dimudahkan untuk bisa memilih topik dan jam kelas yang sesuai dengan jadwal harian kita. Topik yang dibahas juga sangat beragam dan benar-benar mencakup semua kategori yang ada di platform popmama.com, mulai dari kelas untuk ibu hamil, bayi, balita, dan anak. Teman-teman mama bisa lihat contekan rundownnya dibawah :) 





Alhamdulillah saya sempat mengikuti keseruan POPAC 2020 with Tokopedia ini. Dari hari pertama saya sudah pasang ancang-ancang ingin ikut kelas yang mana saja. Ini benar-benar kesempatan emas sih bagi saya si banci kelas, hehe. Gimana engga, biasanya saya ikut kelas parenting berbayar, namun kali ini saya bisa ikutan kelas secara GRATIISSS (maaf capslocknya tiba-tiba jebol :P) dengan para pembicara nya dari salah satu akun psikolog idola saya, combo ga tuh happy nya saya :) Di hari pertama ini saya juga sempat berbagi di instagram story saya kepada teman-teman mama tentang Pop Mama Parenting Academy 2020 ini. Saya sendiri rasanya ingin mengikuti semua kelas di POPAC 2020 with Tokopedia namun tidak bisa karena berbenturan dengan jadwal saya yang lain :(



Sedikit cerita dari serunya kelas yang saya ikuti. Di hari pertama, saya ikutan live streaming di Youtube, dengan menyaksikan Opening dari CEO IDN Media, Winston Utomo dan Editor In Chief Popmama.com, Sandra Ratnsari, serta Strategic Initiative Senior Lead - Mom baby & Home Living Category Tokopedia, Rizky Widyastuti. Lalu, saya lanjutkan dengan menyaksikan live streaming oleh Niesa Handayani S.Psi, PGD tentang Play Therapy Untuk Solusi Tepat Atasi Stress Pada Anak Saat Di Rumah Aja.  



Dari topik Play Therapy ini saya jadi dapat insight kalau anak-anak juga bisa stress meski mereka belum bisa mengungkapkannya. Tanda-tanda stress pada anak menurut mbak Niesa, biasanya ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku pada anak seperti mudah marah/rewel, atau nafsu makan yang menurun.

Lalu, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti salah dua dari kulwhap POPAC 2020 yang sesuai dengan kebutuhan saya dan anak saya yang saat ini berusia 5 tahun :) Nah, di kulwhap ini lumayan seru nih karena popmama.com juga bagi-bagi rejeki vouvher belanja dari Toys Kingdom. Kulwhap yang sempat saya ikuti adalah Kuwhap '1001 Strategi untuk Generasi Unggul: Membangun Mental Pantang Menyerah" oleh Fathya Artha Utami, M.Psi, Psikolog. Di kulwhap ini kita dapat banyak tips dari Mama Fathya dalam membangun mental pantang menyerah pada anak. Saya juga sempat mengajukan pertanyaan pada Mama Fathya tentang apakah sifat pantang menyerah dapat diturunkan, dan sejak anak usia berapa dapat mulai diarahkan untuk mempunyai sifat pantang menyerah. Surprisingly, pertanyaan saya terpilih sebagi 5 pertanyaan terbaik, wohooo. Tapi kali ini belum rejeki nya saya nih untuk dapat voucher Toys Kingdom karena yang terpilih untuk mendapatkan voucher hanya 3 pertanyaan saja, hehe.

Kulwhap selanjutnya yang sempat saya ikuti adalah Tips dan Trik Keluarga Sehat Mental di Masa Penuh Tantangan 4.0 oleh Putu P.D Andani M.Psi, Psikolog. Dari sharing mama Putu di kulwhap ini, saya dapat insight bagaimana cara kita mereduce stress, melakukan self management sehingga dapat memahami child behaviour management, lalu yang terakhir adalah tentang time management yang baik selama di rumah saja. Saya juga sempat ikutan webinar Workshop DIY Toys For Toddlers di hari ke-5 dan webinar Nusaa is Back: Edukasi Digital untuk Keluarga di hari ke-6.

Oiya, setiap pukul 19.30-20.30 setiap harinya selalu ada Exclusive Deals dari Tokopedia x Pop Mama Parenting Academy di aplikasi Tokopedia. Disana ada banyaak sekali produk ibu dan anak serta kebutuhan rumah tanga, yang dibanderol dengan satu harga hanya Rp 99,000 saja. Best Deal banget sih ini buat saya.

Gimana, teman-teman mama seru banget ya POPAC 2020 with Tokopedia? :)


Terus, apa nih manfaat dan kelebihannya Pop Mama Parenting Academy 2020?

Kalau bicara tentang apa manfaat dan kelebihan Pop Mama Parenting Academy 2020 with Tokopedia jelas banyak sekali manfaatnya bagi saya. Saya coba jabarkan satu persatu ya :)
  • Dari POPAC 2020 saya bisa dapat ilmu langsung dari para experts
  • Saya jadi bisa berhemat dan dapat mengalokasikan dana untuk mengikuti kelas online yang saya punya ke pos yang lain karena, ilmu yang saya dapatkan GRATIS hehe
  • Saya dapat mengikuti rangkaian acara POPAC 2020 dengan flkesibel karena diadakan secara online. Ini juga menjadi kelebihan POPAC 2020 karena diadakan secara online, maka lebih banyak orangtua yang dapat saling belajar bersama seolah tanpa jarak.
  • Saya bisa belajar tentang pengasuhan sekaligus menikmati hiburan juga sambil berbelanja dengan cermat hanya melalui satu platform Pop Mama Parenting Academy 2020 with Tokopedia.
  • Dari ilmu yang saya dapatkan di POPAC 2020, saya merasa jauh lebih siap menghadapi tantangan pengasuhan di masa depan :)
Lumayan sekali ya pengalaman saya mengikuti Pop Mama Parenting Academy 2020 with Tokopedia :) Gimana teman-teman mama, ada yang mulai merasa menyesal karena belum sempat ikutan keseruannya POPAC 2020? hehe. Tenaang, jangan sedih karena teman-teman mama masih dapat mengakses artikel-artikel dari kelasnya di website Pop Mama Parenting Academy dan untuk live streaming di Youtube juga bisa ditonton di Youtube Channel Pop Mama :) Teman-teman mama juga dapat mengikuti akun instagram Pop Mama dan Pop Parenting Academy serta Facebook Pop Mama agar tidak ketinggalan update terbaru dari popmama.com :)

Semoga bermanfaat :)