THE TRULY HAPPINESS

| on
January 11, 2020

Halo!

Tidak terasa ya sudah 10 hari berjalan di tahun 2020. Meski bagi sebagian di awal tahun dilalui  dengan struggling karena banjir, dan sebagian yang lain saling bergandeng tangan membantu yang terkena banjir, semoga ujiannya kali ini selalu membawa prasangka baik kepadaNya, bahwa pasti ada hikmah dari setiap kejadian, InsyaAllah :)

Di akhir tahun lalu saya sempat membeli buku karya Puty Puar "Happiness Is Homemade". Buku ini telah lama menjadi incaran saya, dan Alhamdulillah ternyata berjodoh juga. One of my truly happiness ketika bisa mendapatkan buku ini di sebuah bazaar buku di Surabaya dengan separuh harga. Meski cover nya masih versi yang lama, tapi toh tidak mengurangi makna isinya :)

Jadi, sebenarnya kenapa buku 'Happiness Is Homemade' ini begitu ingin saya baca? Jujur, menjelang akhir tahun kemarin saya seperti kehilangan sesuatu. Seperti menjadi kurang dapat memaknai setiap hal kecil yang ternyata jika mau sedikit melihat lebih dekat, itulah makna kebahagiaan yang saya punya. Betul kata Puty Puar di dalam bukunya, bahwa di era digital seperti sekarang, dimana setiap hari kita disuguhi berbagai update dari teman-teman tentang liburan, foto instagenic, makanan restoran ternama, minuman kekinian, tentengan hasil belanja barang branded, dll adalah hal yang terkadang membuat kita bertanya, apa iya aku bahagia juga sekarang?

Berbagai update an tersebut bukan hal yang salah, karena semua sah-sah saja. Dan masih mending sih, daripada contoh cerita Puty Puar di bukunya, tentang update di media sosial which showing about minum jus orange diatas floaties unicorn di sebuah kolam privat, atau bahkan berfoto menyaksikan Aurora Borealis di Iceland, atauu naik balon udara, yang untuk level di saya sih ini omaigatt.

Saya, yang seorang Ibu rumah tangga dengan penghasilan yang tempo-tempo jelas akan mengeryitkan alis jika menyaksikan semua update an itu setiap hari. Mungkin, sederhana saja, tidak usah buka-buka sosial media lah agar tenang dan tidak bertanya-tanya lagi. Sesekali mungkin iya saya melakukan social media detox, namun seringnya tetap dibuka juga untuk dapat update tentang blogging, lomba-lomba, dll yang bisa membawa peluang cuan :D atau sekedar ingin keep in touch dengan sahabat. Apalagi saya yang punya lingkup sosial makin sempit karena menjadi Ibu Rumah Tangga, media sosial kadang sebagai alat bagi saya untuk tetap bisa 'merasa' bersosialisasi.

Jadi, membaca buku ilustrasi yang sederhana namun cukup dalam maknanya seperti 'Happiness Is Homemade' bisa menjadi obat penawar dari setiap alis yang mengkerut :')

Dan hampir semua yang ditulis Puty Puar di 'Happiness Is Homemade' sangat related dengan saya. Simply happiness like, bisa dapat barang incaran dengan harga diskon setelah ditunggu-tunggu sekian lama. Saya percaya, semua yang terjadi, even nemu barang incaran setengah harga, adalah atas ijinNya.

Lalu saya mencoba mengingat-ingat apa-apa saja yang ternyata membuat saya merasa sangat bahagia?
  • Bisa mencuri waktu untuk makan bakpia yang enaak banget oleh-oleh dari tetangga ketika sedang mengatur pola makan sehat karena keluhan nyeri di leher. 
  • Ketika beli semangka, kecil, murah, dan memilih dengan ilmu seadanya, dan pas dibuka merah dan maniss sekali.
  • Mulai texting dengan berani ke mama dalam rangka Hari Ibu untuk berterima kasih, karena selama ini saya tidak pernah melakukannya. Aslinya karena iseng ikut giveaway, tapi terus mikir, kenapa tidak disampaikan langsung ke mama, karena rasanya saya belum pernah berterima kasih ke mama in case secara tulisan dari hati yang terdalam. Ternyata mama terharu :')
  • Texting ke mama mertua how I love her. Dan rasanya lega sekaligus happy
*bagi saya yang sedikit tertutup dan suka memendam perasaan, melakukan sesuatu yang tidak biasa, seperti hal di atas ternyata bikin bahagia :')
  • Mendengar Aliyah mengucapkan 'Mama, Yaya suka makan ini. Tolong besok mama bikinin lagi ya'.
  • Deeply hugging with hubby, after arguing emotionally. Paling tidak, setelah berselisih kami masih sadar untuk saling memaafkan.
  • Masuk ke minimarket atau supermarket/mall, terus cium aroma barang-barang baru. Hahaha aneh banget ya wangi aromatherapy favorit saya. 
  • Window shopping di marketplace. Masukin ke keranjang, terus lupa. Happy karena lupa dan jadinya gagal bikin kantong boncos :P
  • Having quality time by talking heart to heart with beloved sister. Mengobrol dengan adik saya semakin kesini semakin dalam. Meski sering juga kami berantem dan adu ego, tapi adik bisa mulai jujur dengan perasaannya. Jadi, saya mulai belajar mengesampingkan ego sebagai kakak yang 'saya tuh kakaknya, saya pasti benar' dan menerima kalau saya manusia biasa yang juga suka banyak salahnya.
  • Bisa curhat dengan Bapak walaupun tidak pernah selesai dan Bapak juga tidak pernah tau pasti apa yang saya curhatin wkwkw. Punya hubungan yang naik turun dengan Bapak sejak remaja, kadang suka   merasa aneh ngobrol dengan Bapak. Tapi ternyata Bapak bisa menerima dan menghargai saya kalau sedang curhat :)
  • Chit chat dengan sahabat cerita receh atau sekedar minta advice dokter anak yang bagus dimana :D
  • Bisa video call dengan sepupu (yang supersibuk :P) yang bikin kangen saking lamanya ga ketemuan.
  • Dapat makanan dari tetangga, pas lagi mager mau masak.
  • Angkat jemuran beberapa menit pas sebelum hujan turun (ibu-ibu sekali ini :D)
  • DM dari teman-teman yang membaca tulisan di blog saya. Seperti dapat suntikan energi yang luar biasa. Terimakasih yaa :)
  • Tiba-tiba disamperin Aliyah tanpa alasan langsung memeluk dan mencium pipi saya dengan ucapan "Yaya sayang mama".

Ternyata kalau mau melihat dengan lebih dekat, banyaak sekali hal yang dapat membuat kita bahagia yaa :) The truly happiness from the deep of our heart ❤️

Seperti di tulisan saya pada blog post sebelumnya bahwa saya akan belajar lebih menerima. Maka, di tahun 2020, waktunya mencoba untuk lebih menerima dan menjadi lebih terbuka atas perasaan, atas diri sendiri, atas segala yang terjadi, dan atas orang-orang di sekitar. Selain menerima diri sendiri, bisa menerima orang lain dengan apa adanya ternyata juga membawa rasa bahagia. Termasuk menerima kalau sah-sah saja yang lain update kehidupan mereka yang tidak semestinya sama dengan kita :) They have their own happiness tho.

Dari cerita diatas, sepertinya kebanyakan bahagia itu datang dari orang-orang sekitar kita ya. Selain memang salah satu bahagia adalah punya cita-cita (cita-cita orang lain juga pada umumnya) untuk membahagiakan keluarga dan orang sekitar, ternyata memperbaiki hubungan dengan mereka juga bisa membawa bahagia. Menerima mereka apa adanya sekaligus juga belajar menerima diri sendiri adalah salah satu sumber bahagia. Dan ternyata bahagia itu bisa saya rasakan meski saya tidak belibur di luar kota/luar negara, update fashun head to toes, barang-barang branded, makan di restoran ternama kekinian, dan lain-lain. Bahagia ternyata sesederhana hati yang terbuka untuk menerima. The more acceptances, the more happiness ❤️

Semoga di tahun 2020 ini semakin banyak bahagia yang patut kita syukuri ya :)

Kalau teman-teman, apa saja yang sudah membuat teman-teman merasa bahagia? :)

Have a great year of 2020!







A LITTLE NOTE FROM LAST DECADE

| on
December 31, 2019

Halo!

Tidak terasa sebentar lagi tahun berganti. Ganti tahun dan ganti dekade. Sebelumnya saya sendiri tidak menyadari bahwa tahun ini kita akan berganti dekade sampai saya membaca timeline dan, yah teryata dekade juga ikut berganti. Kalau dirunut kebelakang, 10 tahun yang lalu, tentu saya, teman-teman, kita semua mengalami banyak kejadian yang bermakna, Ada suka, duka, susah, senang, keberhasilan, kegagalan, pengharapan, kekecewaan, penantian, pencapaian, dan masih banyak lagi yang kesemuanya meminta kesabaran, keikhlasan, keridhoan kita sebagai manusia yang sebenanya sedang menjalani perannya masing-masing.

Masih teringat 10 tahun yang lalu ketika teknologi mulai berkembang dan seketika semua berjalan begitu cepatnya. Saya yang 10 tahun yang lalu baru saja menjadi sarjana yang kebingungan mencari pekerjaan dan menentukan langkah. Tidak ada yang begitu diinginkan kecuali cepat-cepat bekerja. Dan 10 tahun kemudian memutuskan untuk berhenti dan memilih menjadi ibu rumah tangga. Sempat menjadi ambisius ingin ini ingin itu, lalu menyerah dan memilih mengikuti jalan ceritaNya, lalu kembali ambisius, lalu kembali menyerah dan mengikuti jalan ceritaNya. 

Di 10 tahun terakhir saya banyak belajar dari kehidupan yang saya jalani. Saya mencoba meninggalkan jiwa-jiwa ambisius yang dulu. Mengubah persepsi bahwa bahagia sejatinya sangat sederhana. Saya yang terkadang terlalu fokus dengan hal-hal yang besar, mengucap syukur kepadaNya atas hal yang besar, dan terlupa bahwa bisa masak masakan sederhana dengan enak dan dalam keadaan sehat juga perlu rasa syukur. Bisa menyaksikan Aliyah tumbuh semakin tinggi juga perlu rasa syukur. Bisa berpelukan dengan suami meski sambil menangis juga perlu rasa syukur. Dan, ternyata saya punya banyak hal yang harus saya syukuri. Tidak melulu tentang keluarga yang harus selalu bahagia, badan yang selalu sehat, makanan yang selalu enak, hati yang selalu senang, karena semua butuh keseimbangan. Saat kondisi keluarga sedang tak selaras, ada syukur didalamnya bahwa kami masih sama-sama bertahan. Saat kondisi badan yang sedang tidak sehat, ada syukur di dalamnya bahwa sakit adalah tanda dosa-dosa kita sedang dihapuskan. Di dalam makanan yang tidak selalu enak, ada syukur bahwa paling tidak kita masih bisa makan hari itu. Di dalam hati yang tidak selau senang, ada syukur bahwa sedih sesekali pun boleh untuk bisa belajar menerima. 

Dua hal yang paling struggle bagi saya di 10 tahun terakhir adalah saat saya harus kehilangan adik laki-laki yang biasanya tidak hanya sebagai adik tapi juga sahabat sejati saya. Ditinggalkan olehnya, jujur menyisakan traumatis yang mendalam bagi kami sekeluarga. Melalui 3 tahun terakhir tanpanya adalah perjuangan. Tapi kami akhirnya bisa mengerti bahwa semua ada waktunya, dan mulai belajar melepaskan yang menjadi milikNya. Yang kedua adalah memutuskan berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Bagi saya, belajar untuk menyesuaikan diri dari yang awalnya mempunyai kehidupan sosial di luar rumah, punya penghasilan sendiri dan bebas menggunakannya menjadi ibu rumah tangga yang sehari-hari berdua dengan Aliyah, terkadang ada penghasilan dan terkadang juga tidak sangat butuh waktu belajar yang tidak sebentar. Meski telah menjadi Ibu selama 4 tahun (waktu yang seharusnya sudah bisa membuat saya move on) ternyata masih tergolong kurang bagi saya untuk menyesuaikan diri. Sampai saat saya membaca postingan mbak Iput @iburakarayi tentang untuk menempatkan segalanya dengan mengembalikan lagi kepadaNya. Saya, yang saat ini adalah ibu rumah tangga adalah semata-semata dariNya. Begitu pun dengan teman-teman yang bekerja, semua atas ijinNya. Sesederhana itu sebenarnya. Dan apapun itu semua InsyaAllah akan membawa kebaikan untuk kita. 

On the next decade, kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi. Karenanya saya belajar untuk menerima semua jalan cerita dariNya. Bukan berarti menyerah, tapi tetap berjuang dan bertahan. Tentang apa yang nanti menjadi ujungnya, biar saja menjadi rahasiaNya. Dengan prasangka yang baik, InsyaAllah apapun itu akan membawa syukur dan bahagia untuk kita :) Jangan lupa juga untuk berterimakasih kepada diri sendiri karena sudah bertahan dan berjuang ya :)

Selamat menyambut dekade yang baru :)




-Dari Ajeng untuk Ajeng. Terimakasih sudah bertahan untuk berjuang-







LEBIH SEHAT DAN KUAT DENGAN MADURASA FITKIDZ

| on
December 28, 2019

"Fitkidz fit itu asik"
Halo!

Apa kabar teman-teman mama? Bagaimana liburan nya kali ini? Semoga menyenangkan dan teman-teman mama beserta keluarga selalu dalam keadaaan sehat :) Liburan memang selalu menjadi momen yang paling ditunggu, begitu pun di keluarga kami. Menghabiskan waktu bersama baik di rumah ataupun dengan bepergian adalah kesempatan untuk menjadi lebih dekat satu sama lain. Bahagia rasanya kalau dapat berkumpul dan menghabiskan waktu terutama dengan anak. Berbagai kegiatan dilakukan untuk mengisi liburan agar anak tidak merasa bosan. Apalagi untuk anak seusia Aliyah. Kami sangat senang berkegiatan dengannya sambil bermain dan belajar bersama.

Di usia nya yang menginjak 4 tahun, dimana kemampuan fisiknya mulai berkembang dengan baik Aliyah sangat membutuhkan kegiatan yang memerlukan koordinasi otot-otot tubuhnya agar tumbuh kembangnya semakin maksimal. Maka dari itu, berenang menjadi salah satu kegiatan pengisi liburan favorit keluarga kami. Melalui kegiatan berenang diharapkan dapat membangun kekuatan otot tubuh Aliyah sekaligus dapat melancarkan sirkulasi peredaran darah di dalam tubuh Aliyah.


Tidak selalu dilewati dengan bahagia, liburan pun kadang menyisakan rasa sedih. Teringat saat liburan beberapa bulan yang lalu, saya sempat mengajak Aliyah untuk berenang. Pulangnya ternyata Aliyah malah sakit. Badannya panas tinggi dan untuk recovery dari sakitnya biasanya Aliyah butuh waktu kurang lebih satu minggu untuk beristirahat di rumah. Kalau sudah begini, kami semua tidak hanya sedih namun juga bingung setengah mati. Orangtua mana yang tidak panik dan sedih kalau anaknya sakit :( 
"Aliyah itu perlu kamu kasih tambahan vitamin. Supaya  daya tahan tubuhnya lebih kuat " kata Ibu saya waktu itu.
Sebelumnya saya memang jarang memberi Aliyah multivitamin. Menurut saya, selama makanannya bergizi, Aliyah sudah mendapatkan cukup vitamin dari apa yang dimakannya. Namun, sepertinya selama ini saya salah. Aliyah semakin hari semakin bertumbuh. Belum lagi, terkadang Aliyah sedang tidak nafsu untuk makan dengan menu lengkap. Kalau sudah begitu, tentu asupan vitamin yang masuk ke dalam tubuhnya tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Oleh karena itu, kecukupan nutrisinya perlu didukung dengan tambahan asupan multivitamin agar tubuhnya lebih sehat dan kuat terhadap virus. Apalagi kegiatannya lebih padat dari sebelumnya sejak ia bersekolah. Belum lagi kegiatan di luar sekolah seperti outbond atau berenang yang menjadi kegiatan favoritnya. Semua kegiatan tersebut tentu menuntut adanya daya tahan tubuh yang kuat.

Belajar dari pengalaman di atas, saya mulai instropeksi apa-apa yang selama ini salah sehingga Aliyah mudah terserang penyakit. Saya mulai menyadari bahwa Aliyah anak yang aktif sehingga ia jarang beristirahat. Anak kecil memang tidak pernah mengenal lelah. Mereka sangat asyik mengeksplorasi sekitarnya sehingga tidak bisa mengukur sampai mana tubuh mereka butuh diistirahatkan. Aliyah juga tidak pernah minum multivitamin untuk mendukung kecukupan gizinya. Akhirnya,
saya mencari tahu apa saja yang perlu saya lakukan untuk menjaga kesehatan Aliyah agar tidak mudah terserang penyakit.


Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan anak, diantaranya:
  • Memberi ASI Esklusif, dilansir dari wikipedia.com ASI (Air Susu Ibu) mengandung immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh anak melawan penyakit.
  • Memberi imuninasi, merupakan langkah awal untuk mencegah anak dari bahaya penyakit. 
  • Menjaga asupan gizi , memberi anak makananan yang padat gizi seperti sayuran dan buah-buahan dapat membantu mencukupi kebutuhan vitamin dalam tubu anak.
  • Memastikan anak cukup istirahat, istirahat yang cukup dapat membantu meningkatkan daya taha tubuh anak, mendukung tumbuh kembangnya serta dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Anak yan berusia 3-5 tahun memerlukan waktu tidur antara 10-13 jam setiap hari.
  • Menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dan kaki, untuk mencegah anak terserang pnyakit seperti diare, flu, dan infeksi lainnya.
  • Memberi multivitamin, membantu melengkapi kecukupan gizi pada anak sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh anak agar lebih kuat dan tidak mudah terserang penyakit.
Saya sendiri sudah mencoba untuk melakukan beberapa hal di atas seperti memberi ASI Ekslusif sejak Aliyah lahir sampai ia berusia 2 tahun, memberi imunisasi sejak Aliyah lahir, menjaga asupan gizi dari apa yang dimakan Aliyah sehari-hari, memastikan ia cukup istirahat seperti tidur di siang hari dan tidur tidak terlalu larut di malam hari. Dan yang terakhir adalah memberinya multivitamin sebagai tambahan asupan untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.

Mengapa Perlu Memberi Multivitamin Kepada Anak?

Pada dasarnya, untuk memenuhi kebutuhan vitamin di dalam tubuh anak bisa didapatkan dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan dan bahan makanan lain seperti protein dan lemak. Namun, adakalanya anak sedang tidak nafsu makan, atau merasa bosan dengan sayur atau buah-buahan. Pada saat seperti itu tentu asupan vitamin yang masuk ke dalam tubuh anak akan berkurang dan dikhawatirkan tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak.

Di sinilah peran multivitamin diperlukan untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak. Beragam manfaat yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi multivitamin seperti meningkatkan daya tahan tubuh anak, menambah nafsu makan, membantu meningkatkan kecerdasan, dan manfaat lain yang dapat mendukung tumbuh kembang anak kita :)


Omong-omong tentang memberi multivitamin untuk Aliyah saya sempat bingung harus memberinya multivitamin seperti apa. Saya ingin multivitamin yang terbuat dari bahan alami, terutama madu yang sudah jelas sangat bermanfaat untuk kesehatan. Banyak multivitamin berseliweran di Instagram namun kebanyakan merek luar. Syukurlah akhirnya saya menemukan salah satu multivitamin anak dari hasil membaca review seorang teman. Beruntungnya lagi, multivitamin tersebut mengandung madu sebagai salah satu bahan alaminya.


Pilihan saya jatuh kepada Madurasa Fitkidz sebagai multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh Aliyah. Brand Madurasa yang telah dikenal sejak dulu dengan berbagai pilihan produk madu yang berkualitas membuat saya percaya Madurasa Fitkidz multivitamin yang bagus dan aman untuk dikonsumsi Aliyah.

Semakin yakin lagi karena Madurasa Fitkidz mengandung bahan-bahan alami yang sangat bermanfaat seperti Madu, Vitamin C, Sari Phyllanthi, Temulawak, Sari Kurma, Lysine, EPA dan DHA, serta Vitamin B Kompleks. Yuk, kita cari tahu manfaat dari masing-masing bahan tersebut :)


Madu, cairan yang berasal dari lebah ini dikenal sangat kaya akan manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Pada anak kecil, madu sangat bermanfaat sebagia sumber karbohidrat, Vitamin C dan Vitamin B, asam amino, zat besi, zinc dan kalium. Madu juga mengandung antioksidan flavanoid dan polifenol yang berfungsi untuk memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas. 


Vitamin C, biasanya didapat dari dari mengonsumsi makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Peranan Vitamin C di dalam tubuh untuk menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi karena merupakan antioksidan dan antihistamin alami. Vitamin C juga dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dua peneliti di Texas Woman's University menemukan bahwa siswa yang tingkat Vitamin C nya di dalam darah lebih tinggi menghasilkan tes IQ yang lebih baik daripada siswa dengan tingkat Vitamin C yang lebih rendah.


Sari Phyllanthi, atau juga dikenal dengan tumbuhan meniran. Meniran sejak lama telah dipercaya sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Oleh karena itu meniran sering dibuat jamu untuk mengobati beberapa penyakit. Meniran berfungsi sebagai antibakteri atau antibiotik. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menyebutkan bahwa meniran mengandung immunostimulan/ immunomudulator yang berfungsi untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh.


Temulawak, rimpang yang dikenal mengandung kurkumin (zat warna kuning) yang bersifat sebagai analgesik , antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu temulawak juga mengandung Vitamin C, Vitamin E, Vitamin B6, potasium dan zat besi. Temulawak juga dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan anak.


Sari Kurma, buah kurma yang seringnya dikonsumsi sebagai dessert ini ternyata sangat nutrisi. Mengandung kurang lebih 15 mineral, kurma dikenal memilik sifat terapeutik. Kandungan selenium di dalam kurma dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.  


Lysine, EPA, DHA. Lysine adalah salah satu asam amino yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga bisa didapatkan dari bahan makanan atau suplemen. Asam amino biasanya terkandung di dalam protein pada makanan seperti kacang-kacangan, telur, keju, daging, susu, dan protein hewani lainnya. Sedangkan EPA (Eicosa Pentaenoic Acid) dan DHA (Docosa Hexaenoic Acid) adalah lemak Omega-3 yang terkandung di dalam minyak ikan dan minyak rami. Kesemuanya adalah zat yang dibutuhkan untuk mendukung masa pertumbuhan anak



Vitamin B Kompleks, yang terdiri dari Vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan B12. Vitamin B Kompleks biasanya terkandung pada beberapa sayuran hijau dan sumber protein seperti daging dan telur. Bagi anak-anak, Vitamin B Kompleks berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan sebagai koenzim yang berfungsi mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi.

Madurasa Fitkidz



Jadi, Madurasa Fitkidz adalah suplemen atau multivitamin anak yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki nafsu makan anak. Diproduksi oleh PT Madurasa Unggulan Nusantara, perusahaan yang menjadi pelopor madu dalam kemasan pertama di Indonesia sejak tahun 1984, membuat Madurasa Fitkidz terjamin kualitasnya.


Karena terbuat dari bahan-bahan yang alami, saya jadi tidak khawatir memberi Aliyah Madurasa Fitkidz multivitamin anak setiap hari untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Oh iya, Madurasa Fitkidz ini berbeda dengan madu ya. Madurasa Fitkidz adalah multivitamin anak yang mengandung madu. Jadi cara mengonsumsinya harus sesuai dengan aturan pakai :)


Untuk anak-anak seusia Aliyah, 4 tahun cukup dikonsumsi sebanyak 1 kali 1 sendok makan per hari. Sedangkan untuk anak yang berusia 6 - 12 tahun dapat mengonsumsi Madurasa Fitkidz sebanyak 2 kali 1 sendok makan per hari :)


Jangan lupa sebelum diminum dikocok terlebih dulu ya :) Dan saat mengonsumsinya sebisa mungkin menggunakan sendok plastik yaa, karena madu akan menyebabkan korosi jika bertemu dengan bahan logam, seperti sendok stainles steel :)

Karena sifat Vitamin B yang mudah larut dalam air, maka waktu mengonsumsi Madurasa Fitkidz dapat dilakukan sebelum atau sesudah makan :) Kalau Aliyah biasanya mengonsumsi Madurasa Fitkidz setelah sarapan pagi.


Madurasa Fitkidz dikemas di dalam botol dengan tutup flip yang sangat praktis dan tidak mudah tumpah. Saya sendiri sempat mencoba membuka tutupnya dengan satu tangan saja, ternyata bisa dan benar-benar sangat mudah. Cukup membantu untuk ibu-ibu yang seringkali riweuh karena tangannya suka memegang beberapa benda secara bersamaan.


Untuk kebersihan dan keamanan kemasannya, botol Madurasa Fitkidz disimpan di dalam kotak karton dengan gambar desain dua anak, laki-laki dan perempuan, yang menarik. Berat bersih setiap kemasan adalah 140 gram. Dengan isi sebanyak itu, perkiraan saya, setiap botol Madurasa Fitkidz bisa habis dikonsumsi dalam jangka waktu 2-3 minggu (dengan takaran 1 Kali 1 sendok makan per hari).

Dari rasanya, Madurasa Fitkidz cenderung manis asam karena kandungan madu dan rasa jeruk yang menyegarkan. Aroma rimpang dan bahan alaminya juga tercium namun masih dapat diterima oleh anak-anak :)

Oh iya, Madurasa Fitkidz juga sudah terdaftar di Majelis Ulama Indonesia, jadi saya pribadi tidak khawatir memberinya kepada Aliyah karena InsyaAllah terjamin kehalalannya :)

Selain itu, Madurasa Fitkidz sangat mudah didapatkan di minimarket/supermarket terdekat dengan harga yang sangat terjangkau di kisaran Rp 20,000/ botolnya.

Manfaat Setelah Mengonsumsi Madurasa Fitkidz


Selama satu minggu terakhir Aliyah mengonsumsi Madurasa Fitkidz. Meski baru sebentar, namun manfaatnya mulai terlihat. Nafsu makan Aliyah mulai meningkat. Badannya lebih segar dari biasanya karena selain cukup istirahat, kebutuhan vitamin untuk tubuhnya juga terpenuhi dari mengonsumsi Madurasa Fitkidz.


Karena rutin mengonsumsi multivitamin Madurasa Fitkidz, saya tidak khawatir lagi untuk mengajak Aliyah liburan dan berenang. Kami sempat mengunjungi nenek nya di Kediri dengan menggunakan transportasi kereta api, dan di Kediri pun kami berkeliling seharian. Sepulangnya, Aliyah langsung saya ajak ke rumah Ibu saya untuk berenang.


Saya juga sempat membawa Madurasa Fitkidz saat Aliyah berenang, karena Aliyah belum sempat meminumnya di rumah :)) Dari kegiatan Aliyah selama liburan kali ini Alhamdulillah kondisi Aliyah masih fit sampai kami kembali ke rumah :)


Dari cerita saya diatas, terbukti Madurasa Fitkidz dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh Aliyah :) Multivitamin Madurasa Fitkidz pilihan saya ternyata tepat. Semoga Aliyah tumbuh menjadi anak yang fit, daya tahan tubuhnya kuat, sehat, cerdas dan ceria, Dengan menjadi anak sehat dan kuat, InsyaAllah Aliyah semakin bebas belajar, bermain dan mengeksplor lingkungan di sekitarnya. Aamiin :)


Untuk info produk Madurasa Fitkidz atau produk Madurasa lainnya, teman-teman mama dapat mengunjungi website Madurasa dan  follow juga sosial media Madurasa di Facebook Page: Madurasa Official dan Instagram: @madurasa_official untuk mendapatkan update terbaru tentang produk dari Madurasa :) Madurasa Fitkidz, fit itu asik :) #fitkidzfitituasik #maduyamadurasa #madurasaFitkidz

Semoga bermanfaat :)







Disclaimer: Tulisan ini adalah tulisan yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan diikutsertakan di dalam lomba blog Menjadi Anak Sehat dan Kuat Bersama Madurasa Fitkidz. Semua tulisan dan konten di dalamnya adalah di luar tanggung jawab PT Madurasa Unggulan Nusantara.

Referensi:

Foto & Infografis: Ajeng Natassia
Produk Madurasa: https://www.madurasa.co.id
https://www.wikipedia.com
https://www.pngtree.com



SEWA STROLLER DI BATU DAN MALANG: @SEWASTROLLERBATU

| on
December 12, 2019

Halo!

Bulan lalu saya sempat berbagi cerita di blog post tentang liburan weekdays kami sekeluarga ke batu Secret Zoo. Nah, kalau teman-teman sempat membaca blog post saya tersebut,di beberapa foto terlihat Aliyah yang sedang duduk di atas stroller. Area Batu Secret Zoo yang sangat luas membuat saya memutuskan untuk mendudukkan Aliyah diatas stroller agar saya tidak kelelahan menggendongnya ia tidak mudah kelelahan. Aliyah sendiri tipikal anak yang suka sekali duduk di atas stroller, padahal kami terakhir kali punya stroller saat Aliyah berusia hampir dua tahun :)) Jadi, selama ini Aliyah hanya suka test drive stroller saja kalau pas sedang ke baby shop, haha. Sepertinya ia suka berimajinasi sedang mengendarai kendaraan ketika sedang duduk di atas stroller.

Oke, kembali ke menggunakan stroller saat di Batu Secret Zoo. Dua minggu sebelum berangkat ke Batu, saya sudah sounding-sounding ke suami untuk menyewa stroller/ micro trike untuk dibawa ke Batu. Jelas, pilihannya adalah dengan menyewa di tempat persewaan mainan anak/keperluan anak. Dua minggu mencari, ternyata stroller/ micro trike di beberapa tempat persewaan langganan pada rent out semua. Saat itu kami mencari stroller/micro trike yang ringkas, karena kami ke Malang dengan menggunakan transportasi kereta api. Kalau pun stroller nya ada di tempat persewaan lain, jatuhnya jadi lebih mahal di biaya antar karena dikirim dari Surabaya ke rumah kami di Sidoarjo. Belum lagi suami saya yang sebenarnya agak keberatan kalau kami harus menenteng-nenteng stroller di dalam perjalanan ke Malang. Katanya sih, "kita kan backpakeran, masa mau bawa-bawa stroller" :D

Kebingungan selama dua minggu, sampai sehari sebelum berangkat, kami masih juga belum menemukan tempat menyewa stroller untuk kami bawa ke Malang. Dan tepat  sehari sebelum keberangkatan, suami saya akhirnya menemukan tempat sewa stroller di Batu. Iya, akhirnya kami menemukan tempat menyewa stroller di Batu yang khusus menyewakan stroller untuk daerah wisata Batu dan sekitarnya. Ini win-win solution banget untuk kami. Aliyah tetap dapat duduk diatas stroller, saya tidak repot menggendongnya selama di Batu Secret Zoo, dan suami saya tidak perlu menenteng-nenteng stroller sepanjang perjalanan kami menuju Malang. 


Adalah Sewa Stroller Batu @sewastrollerbatu tempat kami menyewa stroller untuk Aliyah. Saya pun mencoba untuk menghubungi admin yang ternyata juga owner @sewastrollerbatu via whatsapp di siang hari saat sehari sebelum keberangkatan. Ketika itu saya masih bertanya-tanya dulu ke ownernya untuk ketersediaan stroller/ micro trike yang kami ingin sewa. Ternyata micro trike nya rent out dan tersedia alternatif lain seperti Baby Elle Rider dan Cocolatte Pockit.


Pilihan stroller di @sewastrollerbatu sangat banyak. Mulai dari stroller untuk anak yang masih bayi sampai toddlers seperti Aliyah. Stok stroller nya sangat banyak, karena setiap tipe bisa terdiri dari beberapa warna. Belum pernah tau sih tempat sewa yang menyediakan stroller sebanyak di @sewastrollerbatu.

Karena saat siang hari saya belum memutuskan akan jadi meminjam yang mana , maka saya pun belum melakukan fix order (padahal sudah tau butuh, masih milih juga :')) Last time banget, tepat menjelang pukul 9 malam, saya kembali whatsapp dengan owner @sewastrollerbatu untuk meminjam Baby Elle Rider untuk Aliyah.

Nilai plus banget untuk @sewastrollerbatu yang masih melayani saya di malam hari. Stroller fix, dan kita pun melakukan payment saat itu juga. Karena baru pertama kali meminjam, sempat terbesit rasa khawatir juga apakah meminjam di @sewastrollerbatu trusted atau enggak. Ternyata kita bisa melakukan order dan payment via Traveloka! Ini beneran kali pertama kami meminjam via Traveloka, dan emang bisa ternyata.




Di @sewastrollerbatu kita bisa meminjam stroller dengan jangka waktu harian. Rate rata-rata untuk meminjam di kisara Rp 40 rb - Rp 60 rb /hari.



Keesokan harinya, sesampai kami di Batu Secret Zoo, stroller pun diantar oleh kurir @sewastrollerbatu. Untuk pengantaran hanya bisa sebatas di gerbang masuk parkiran Batu Secret Zoo, karena dari pihak Jawa Timur Park Grup yang tidak mengizinkan adanya serah terima barang di dalam area wisata. Untuk hal tersebut tidak masalah sih bagi kami. Kondisi stroller nya sendiri sangat wangi saat kami terima. Aliyah pun nyaman dengan dudukan Baby Elle Rider. Sampai saat malam hari ketika kami berjalan-jalan di alun-alun Batu pun, Aliyah sempat tertidur di atas stroller, hihi.


Overall, pengalaman kami meminjam stroller di @sewastrollerbatu sangat memuaskan. Owner nya sangat komunikatif karena kami pun berusaha untuk terus update dengan owner nya seperti pukul berapa kami berangkat dari Sidoarjo dan sampai di Batu, sampai saat waktu mengembalikan pun kami tetap berkabar posisi kami dimana.

Untuk detail tentang info @sewastrollerbatu, teman-teman bisa cek di instagram @sewastrollerbatu atau website www.sewastrollerbatu.com :)

Semoga bermanfaat :)


MENJELAJAH EKSOTISME BANYUWANGI LEBIH HEMAT DENGAN OYO HOTELS INDONESIA

| on
December 06, 2019

Halo!

Masih segar di dalam ingatan saya ketika bertahun-tahun yang lalu, saat mudik lebaran bersama keluarga ke Banyuwangi untuk mengunjungi orangtua dari Bapak. Jalur pantai utara selalu menjadi pilihan Bapak setiap kali kami mudik ke Banyuwangi. Indahnya cahaya lampu PLTU Paiton di malam hari, putihnya pasir di sepanjang pantai di Situbondo, kokohnya ribuan pohon jati di sepanjang hutan Baluran yang terletak di antara jalur Situbondo - Banyuwangi menjadi pemandangan yang sangat memanjakan mata dan membuat kami selalu rindu untuk pulang. 

"Bertahun-tahun kemudian, Kota Banyuwangi mulai banyak berubah. Banyuwangi mulai membuka diri dengan menunjukkan segala keindahan alam yang dimiliki kepada khalayak."

Teringat  saat  saya, suami dan Aliyah berkesempatan untuk kembali berkunjung ke Banyuwangi di bulan Oktober tahun 2017 yang lalu. Awalnya dengan niat menyambangi kakak ipar yang kebetulan menetap di Banyuwangi dan berujung kami diajak berwisata mengunjungi beberapa tempat di Banyuwangi. Diantaranya adalah Taman Nasional Baluran, Air Terjun Telunjuk Raung, dan Hutan Pinus Songgon. Senangnya bukan main! Selain karena bisa quality time  bersama keluarga,  Taman Nasional Baluran yang hanya saya lewati bertahun-tahun, akhirnya bisa saya kunjungi kali ini. 

Tentang Taman Nasional Baluran

Africa Van Java, begitu julukan untuk Taman Nasional Baluran. Luasnya area padang savana dengan berbagai macam satwa liar di dalamnya membuat Taman Nasional Baluran pantas dijuluki sebagai Africa Van Java. Monyet ekor panjang, banteng, rusa, ular, kerbau dan merak menjadi penghuni tetap di taman yang namanya diambil dari nama Gunung Baluran ini.


Memerlukan waktu tempuh selama kurang lebih 1 jam 30 menit dari tempat kami di Rogojampi untuk sampai di Taman Nasional Baluran. Berangkat dari rumah menjelang siang hari, membuat kami tiba di Taman Nasional Baluran saat matahari sedang terik-teriknya. Kondisi jalan di dalam taman yang penuh bebatuan tidak membuat kami menyerah.  Keringat yang menetes tidak menjadi penghalang kami untuk menikmati indahnya Taman Nasional Baluran.


Sepanjang jalan kami bertemu dengan kelompok-kelompok kera yang setengah kelaparan. Dan sesampainya di pos pertama, MasyaAllah, meski cuaca terik, tetapi keringat kering terkena angin sepoi-sepoi. Gagahnya Gunung Baluran terlihat jelas dengan mata telanjang. Interaksi dengan monyet ekor panjang yang liar, membuat kami belajar untuk peka dan peduli dengan mahluk lain ciptaanNya.



Sejenak berhenti di titik Savana Bekol untuk mengabadikan momen, kami kembali melanjutkan perjalanan ke pantai yang terletak di ujung Taman Nasional. Adalah Pantai Bama, dengan pasirnya yang putih dan deru ombak yang memanjakan telinga.  Aliyah sempat bermain ayunan, meski sesekali digoda oleh si monyet ekor panjang. Ada satu warung yang menjual beberapa cemilan, toilet dan mushola di pantai Bama. Kami tidak berlama-lama karena matahari mulai menjorok ke barat.


Meski tidak lama, namun perjalanan ke Taman Nasional Baluran kali ini membekas dalam ingatan :) Suasana taman dan pantai seindah ini tidak bisa kami dapatkan di kehidupan sehari-hari yang dilalui di tengah kebisingan kota metropolitan. Kali lain, kami akan datang lebih pagi dengan membawa bekal makanan untuk kami, sekaligus untuk teman baru kami, si monyet ekor panjang.

Tentang Air Terjun Telunjuk Raung

Air Terjun Telunjuk Raung menjadi destinasi wisata pada hari kedua kami di Banyuwangi. Satu jam perjalanan kami tempuh dari Rogojampi untuk bisa sampai di Kecamatan Songgon, dimana lokasi Air Terjun Telunjuk Raung berada. Daerah Songgon yang berada di dataran tinggi membuat suhu disekitar lebih sejuk jika dibandingkan dengan suhu di Rogojampi ataupun di Kota Banyuwangi.


Sebelum turun ke bawah air Terjun, kami sempat menaiki rumah pohon dan berswafoto bersama. Tidak menyia-nyiakan kesempatan di alam terbuka seperti ini, saya mencoba menghirup dalam-dalam udara bersih yang masih sangat alami. Segar sekali rasanya.


Setelah dari rumah pohon, kami lalu turun menapaki anak tangga untuk menuju Air Terjun Telunjuk Raung. Berada di kaki Gunung Raung, air terjun yang sangat indah ini memang sekilas berbentuk seperti jari telunjuk. Air nya sangat jernih dan dingin. Meski cukup ngos-ngosan saat menuruni anak tangga sambil menggendong Aliyah,  rasanya terbayar dengan atmosfir alam yang tenang yang sangat jarang kami temui di kehidupan hiruk pikuk perkotaan.



Puas rasanya menikmati keindahan alam di Air Terjun Telunjuk Raung. Kali ini, karena kami datang lebih pagi, maka kami dapat menikmati pesona Air Terjun Telunjuk Raung tanpa perlu berbagi dengan pengunjung yang lain :))

Tentang Taman Pinus Songgon

Masih di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, dari Air Terjun Telunjuk Raung kami lalu melanjutkan perjalanan wisata ke Taman Pinus Songgon yang lokasinya tidak jauh begitu jauh dari Air Terjun Telunjuk Raung. Berbeda dengan dua lokasi wisata sebelumnya yang cenderung masih sangat alami, di Taman Pinus Songgon kita dapat menikmati keindahan alam hutan pinus sambil berswafoto di beberapa spot foto yang telah tersedia. 


Keponakan saya sempat mencoba flying fox dari satu tebing ke tebing lain di hutan ini. Sepertinya seru sekali. Sayangnya saya tidak mencoba karena Aliyah kukuh minta digendong oleh saya. Tidak banyak yang dapat saya lakukan di Hutan Pinus Songgon karena sambil menggendong. Padahal cukup beragam fasilitas yang disediakan di hutan ini. 

Bermain panahan, menaiki kuda atau mengendarai Jeep sambil mengitari hutan, sampai berkemah dan arum jeram tersedia di Hutan Pinus Songgon. Walaupun tidak banyak yang dapat saya lakukan kali ini, namun menikmati barisan pohon pinus di tengah udara sejuk yang masih alami menambah asupan 'vitamin' bagi jiwa dan pikiran saya.

"Ketiga destinasi wisata alam diatas hanya sebagian kecil dari destinasi wisata alam yang ada di Banyuwangi dan sekitarnya. Sebagian yang lain belum pernah saya, suami dan Aliyah kunjungi dan membuat kami penasaraan akan keindahan alam lain yang dimiliki oleh Banyuwangi."

Terngiang cerita orang tentang bagaimana indahnya blue fire di Kawah Ijen, indahnya pantai Plengkung, bercengkrama dengan para penyu di pantai Sukamade  atau bagaimana indahnya alam dan adat budaya di desa Osing, serta Taman Nasional yang belum sempat kami eksplor sepenuhnya.

Rasa penasaran ini membuat kami berencana untuk kembali mengunjungi Banyuwangi dalam waktu dekat, InsyaAllah :) Dan sepertinya kali ini kami akan menginap di hotel untuk menikmati atmosfir yang berbeda di Banyuwangi.

Hotel di Banyuwangi

Omong-omong soal hotel di Banyuwangi, saya masih sangat ingat ketika dulu saat setiap kali mudik di Banyuwangi, pilihan hotel untuk kami menginap tidak begitu banyak. Satu-satunya adalah sebuah hotel melati di seberang jalan rumah mbah. Dengan harga disekitar Rp 175,000 an semalam, dan cenderung naik di saat high season seperti lebaran, fasilitas di dalam hotel tergolong sangat sederhana. Kasur dengan tempat tidur seperti dipan, televisi dan kamar mandi ala kadarnya. Untuk memesan kamar pun harus dilakukan pada saat itu juga, tidak bisa booking jauh-jauh hari. Karenanya pernah kami sampai tidak kebagian kamar karena hotel benar-benar penuh di saat lebaran.

Beruntung di era digital seperti sekarang, semua semakin mudah untuk dilakukan, termasuk untuk memesan kamar hotel. Seiring dengan pertumbuhan Kota Banyuwangi yang semakin pesat, hotel-hotel di Banyuwangi dan sekitarnya pun semakin menjamur. Pengalaman tidak kebagian kamar hotel tidak akan terulang kembali. Apalagi dengan didukung oleh berbagai aplikasi digital, memesan hotel pun dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Pengalaman Menginap di Hotel 

OYO Hotels Indonesia, adalah aplikasi favorit yang paling sering suami dan saya gunakan dalam memesan kamar hotel. Beberapa kali kami iseng staycation di beberapa hotel di Surabaya dengan memesan kamar via OYO. Salah satu pengalaman kami menginap adalah di OYO 204 Blessing Residence di daerah barat Surabaya. Interior kamar di OYO 204 Blessing Residence sangat instagramble. Meski OYO 204 Blessing Residence berada di kawasan elit Kota Surabaya, rate kami menginap saat itu hanya Rp 170,000 an. Murah ya :)

OYO 204 Blessing Residence



Saya tidak khawatir jika lupa membawa perlengkapan mandi karena menginap dengan memesan via OYO saya akan dapat hand & body wash, body lotion, sikat gigi beserta pasta giginya, dan dua botol air mineral.




Tentang OYO 

source: www.oyorooms.com

OYO Rooms umumnya dikenal sebagai OYO  merupakan jaringan layanan perhotelan dan hotel hemat yang berasal dari India. OYO didirikan oleh Ritesh Argawal di tahun 2013. OYO salah satu perusahaan yang berkembang dengan sangat cepat di dunia. OYO menduduki peringkat ke 6 dalam jaringan perhotelan, perumahan, dan perkantoran dunia.

source: www.oyorooms.com

Sampai sekarang OYO telah berkembang menjadi lebih dari 23,000 hotel yang tersebar di 800 kota di 18 negara di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 1000 hotel yang tersebar di 100 kota di seluruh Indonesia tersedia di jaringan OYO.

Memesan kamar hotel via OYO


Berdasarkan pengalaman pribadi kami, memesan hotel via OYO sangatlah mudah. Cukup masuk ke aplikasi OYO, mencari kota yang dituju, memilih hotel yang tersedia dan tanggal menginap yang diinginkan, pembayaran, dan selesai. Tahapannya sangat sederhana, bukan? :)

Pembayarannya pun dapat dilakukan via transfer atau bayar di tempat. Setelah memesan kamar, kita akan mendapatkan sms/email/WhatsApp konfirmasi atas pemesanan kamar yang kita lakukan.


Dan jika ternyata kita tiba-tiba berubah pikiran atau ada keperluan mendadak sehingga harus membatalkan pesanan hotel yang telah dilakukan, kita bisa langsung membatalkan saat itu juga via aplikasi OYO. 


Nantinya, kita akan menerima sms konfirmasi pembatalan sebagaimana sms konfirmasi saat kita melakukan pemesanan. Benar-benar sangat mudah rangkaian proses memesan atau membatalkan pemesanan kamar hotel via OYO.

Eh, tapi bukan hanya karena proses yang mudah yang menyebabkan kami cukup sering memesan kamar via OYO. Yang paling penting sebenarnya karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau plus diskon promo yang gila-gilaan ;)) Ini lah salah satu yang menjadi penyebab mengapa suami saya sangat sering mengajak saya dan Aliyah untuk staycation dadakan :))

Promo teranyar dari OYO adalah diskon 70% untuk pemesanan kamar dimana saja. Tentu saja, saya dan suami tidak akan ketinggalan promo ini. Kami sudah berencana untuk menggunakannya ketika kami kembali berkunjung ke Banyuwangi nanti. 

Rencananya destinasi wisata kami di Banyuwangi dimulai dari yang terdekat lebih dulu, yaitu mengenal adat dan budaya Osing di Desa Wisata Osing, Kemiren. Jarak Desa Wisata Osing tidak begitu jauh jika kami berangkat dari daerah Rogojampi. Kami akan naik kereta seperti biasa dari Sidoarjo dan akan turun di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi. Lalu kami akan melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Osing, yang hanya berjarak -/+ 6 km dari Kota Banyuwangi. 

Tentang Desa Wisata Osing Kemiren

Di Desa Wisata Osing kita bisa melihat bagaiamana kehidupan adat istiadat suku Osing, suku asli Banyuwangi. Di Desa Wisata Osing, Kemiren nantinya kami akan berkunjung ke beberapa anjungan dengan konsep miniatur rumah khas Osing yang dibangun di sebelah utara desa.

source: google.co.id

Lalu menyaksikan beberapa atraksi seni dan budaya seperti Barong Osing dan Tari Gandrung. Keduanya sering dipertontokan sebagai bukti seni dan budaya yang dimiliki oleh suku Osing.

source: google.co.id

Belum lagi Angklung Paglak, permainan musik yang dilakukan di atas gubuk setinggi 10 meter. Pertunjukan seni musik Angklung Paglak ini menjadi salah satu kebudayaan yang dilestarikan di Desa Adat Kemiren Banyuwangi hingga sekarang.

source: google.co.id

Dan berhubung suami saya penikmat kopi, maka menyaksikan bagaimana proses pembuatan kopi khas Osing yang masih tradisional dan terkenal dengan cita rasanya yang nikmat di Desa Wisata Osing juga menjadi salah satu daftar kunjungan kami.

source: google.co.id

Konon, kita tidak hanya sekedar menyaksikan  pembuatan kopi namun bisa langsung ikut praktek mengolah kopi mulai dari menyangrai, menumbuk biji kopi, menyaring bubuk kopi sampai cara menyajikannya.

Capital O 1065 Sahid Osing Kemiren

Karena kali ini kami berencana untuk menginap di hotel, maka kami mulai mencari hotel murah di Banyuwangi via OYO. Capital O 1065 Sahid Osing Kemiren menjadi pilihan kami untuk bermalam di Desa Kemiren. Capital O 1065 Sahid Osing Kemiren yang sangat asri, dengan desain kamar yang mengusung tema Indonesia rasanya sangat pas dengan tujuan destinasi wisata kami.

souce: www.oyorooms.com/id

souce: www.oyorooms.com/id

souce: www.oyorooms.com/id

Alam sekitar yang masih sangat asri khas pedesaan selalu menjadi favorit kami dalam memilih tempat wisata. Dengan harga normal Rp 321,429 an/ malam untuk kamar tipe deluxe, rasanya sangat worthy. Dan harga segitu belum di diskon 70%. Jadi kebayang kan, betapa hematnya memesan kamar dengan memanfaatkan promo dari OYO :)) Menang banyak lah pokoknya :))

souce: www.oyorooms.com/id

souce: www.oyorooms.com/id
Traveling Tips

Saya dan suami punya 5 tips sederhana saat akan melakukan sebuah perjalanan agar perjalanan kami lancar, dan pulang dengan rasa bahagia dan pikiran yang fresh. Berikut tips nya, siapa tahu bisa sedikit membantu teman-teman yang akan melakukan perjalanan :)



  1. Tentukan budget liburan. Bagi kami, menentukan budget untuk liburan sangatlah penting agar biaya liburan tidak mengganggu pos keuangan lain.
  2. Buat rencana liburan sesuai dengan budget sedetail mungkin. Dari besarnya budget yang telah ditentukan, maka selanjutnya kita dapat menyusun rencana liburan secara detail seperti akan berlibur kemana, menggunakan alat transportasi apa, lalu akan menginap dimana, sampai urusan kuliner dimana pun dapat dicatat :)
  3. Cek aplikasi OYO untuk referensi menginap hemat namun nyaman. Kita tentu sudah sama-sama tau kalau pilihan penginapan di OYO sangat variatif dengan harga yang sangat terjangkau. Ini akan sangat membantu kita untuk tetap on budget saat liburan karena telah cermat memilih tempat menginap. Ingin penginapan hemat namun tetap instagramable, pasti ada di OYO :)
  4. Siapkan fisik dan jaga kesehatan. Kondisi fisik dan kesehatan juga sangat perlu diperhatikan sebelum kita melakukan perjalanan panjang. Apalagi jika punya anak kecil seperti kami. Jauh hari sebelumnya saya selalu berusaha menjaga pola makan Aliyah dan memastikan ia cukup banyak istirahat sehingga ketika hari H tiba, Aliyah dalam keadaan fit dan tidak kelelahan.
  5. Jaga mood untuk selalu happy selama liburan. Menjaga mood untuk selalu happy memang tidak mudah. Saya sendiri juga terkadang masih suka tiba-tiba badmood kalau ada yang berjalan tidak sesuai rencana. Namun, suami saya selalu menjadi pengingat bahwa kita sedang liburan, liburan dengan senang hati supaya lebih bahagia. Jadi kalau dibuat badmood, lebih baik di rumah saja, katanya :))
Jadi, mau bagaimana dan kemana pun perjalanan liburan kita, selalu dinikmati dengan senang hati ya :) Dan tidak perlu khawatir untuk akomodasi seperti penginapan/hotel karena di Indonesia Raya tercinta ini #PastiAdaOYO yang membantu kita menemukan penginapan yang kita inginkan.

Untuk detail tentang OYO Indonesia, teman-teman bisa di cek di Instagram OYO @oyo.indonesia dan Twitter @oyoindonesia.


Selamat Liburan!