Showing posts with label PLAYINGTIME. Show all posts
Showing posts with label PLAYINGTIME. Show all posts

REVIEW LIBURAN KE PLANET MOCHI BARENG PADDLE POP: SERUNYA PENGALAMAN ALIYAH MAIN KE PLANET JUPITER!

| on
July 25, 2021



"Mama, aku bosaan...."

Halo!

Apa kabar teman-teman mama? Semoga sehat selalu ya :) Oh iya, omong-omong adakah teman-teman mama yang juga sering mendengar ucapan kalimat di atas? Kalau saya mungkin ada 5 kali dalam sehari mendengar Aliyah mengucapkan kalimat diatas :)) Saya sendiri berusaha untuk mengerti apa yang Aliyah rasakan. Masa pandemi sekaligus pemberlakuan PPKM yang bertepatan dengan liburan sekolah bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak.

47 % anak Indonesia merasa bosan di rumah selama masa pandemi 
- Survei Penilaian Cepat Satgas Covid-19 (BNBP 2020), dari Harian Kompas -

Sebelum masa pandemi, saat liburan sekolah biasanya kami isi dengan bepergian ke luar kota atau ke tempat wisata. Berhubung masih dalam masa pandemi serta pemberlakuan PPKM, maka liburan sekolah Aliyah kali ini diisi dengan melakukan aktifitas di rumah saja. Berhubung anak seusia Aliyah memang sedang giat-giatnya melakukan beragam aktifitas, rasa bosan sangat mudah menghampirinya saat aktifitas di rumah terasa begitu monoton baginya. Sebagai ibu, saya perlu pintar-pintar mencari cara untuk membantu Aliyah mengatasi rasa bosannya selama liburan di rumah saja :)

Kebosanan sebenarnya adalah alat yang penting untuk membuat hidup lebih bahagia, lebih produktif dan lebih kreatif. 
- Manoush Zomorodi, di dalam bukunya yang berjudul Bored and Brilliant: How Spacing Out Can Unlock Your Most Productive dan Creative Self -

Dari sebuah artikel yang ditulis oleh psikolog Hertha C. Hambalie, M.Psi, Psikolog. yang sempat saya baca, ada beberapa tips kegiatan yang dapat kita coba lakukan untuk mengatasi rasa bosan pada anak saat beraktifitas di rumah saja, seperti yang tercantum pada gambar :)


Nah, kalau versi saya dan Aliyah yang menjadi favorit kami untuk mengatasi rasa bosan di rumah adalah dengan bermain, seperti membuat prakarya atau membuat diy mainan yang sekaligus dapat menstimulasi area sensori dan motoriknya juga sebagai sarana ia untuk belajar banyak hal :)

Disaat saya merasa buntu dan kehabisan ide harus bermain apa lagi, biasanya saya langsung membuka internet untuk mencari ide bermain ataupun event bermain bersama yang digelar secara online untuk mengisi waktu liburan Aliyah di rumah.

Alhamdulillah, beruntungnya saat saya sedang membuka feeds di akun Instagram saya, saya melihat konten event bermain bersama dari Paddle Pop. Saya pun langsung mendaftarkan diri untuk ikut serta agar dapat bermain bersama Aliyah di rumah :) Syukurnya lagi, event dari Paddle Pop ini dapat saya ikuti secara GRATIS hehehe... Bagaimana caranya? Yuk baca terus sampai bawah ya :))

Paddle Pop #MainYuk

Jadi, sejak bulan Mei 2021 yang lalu, dalam rangka Hari Bermain Sedunia 2021, Paddle Pop sebagai salah satu brand es krim kesukaan anak produksi Unilever Indonesia, menghadirkan rangkaian pilihan aktifitas bermain yang bermanfaat untuk mengisi liburan sekolah anak. Paddle Pop sangat memahami tantangan yang dihadapi orangtua dan anak dalam mengisi liburan di masa pandemi, yaitu bagaimana agar liburan tetap terasa seru, menyenangkan dan tetap dapat mengatasi rasa bosan, stres ataupun berkurangnya intensitas sosial pada anak meski hanya dengan melakukan aktifitas bermain di rumah saja. 

Karena percaya bahwa banyak hal baik dimulai dari bermain, maka bertepatan dengan Hari Bermain Sedunia, Paddle Pop resmi meluncurkan  brand purpose Paddle Pop, #MainYuk, yang mengajak kita, para orangtua, untuk menghadirkan pilihan aktifitas bermain di rumah saja yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Seru ya! :)



Sebagai pembuka Paddle Pop Main Yuk, Paddle Pop mengadakan Paddle Pop Main Yuk Seaventure yang digelar pada bulan April-Juni 2021 (dalam rangka libur puasa dan Hari Raya Idul Fitri) Melalui Paddle Pop Main Yuk Seaventure, kita diajak menikmati wisata virtual dunia bawah laut bareng Paddle Pop Twister Mermaid dan Jakarta Aquarium Safari, sekaligus mengenalkan anak tentang biota bawah laut sambil bermain melalui video interaktif, kuis dan kompetisi berfoto. 

Sayangnya, saya dan Aliyah melewatkan kesempatan untuk ikut serta karena kami terlambat mengetahui informasi event nya :( Menurut teman-teman mama yang sempat ikutan, event nya sangat seru dan anak-anak merasa seperti benar-benar sedang menikmati liburan di dalam Jakarta Aquarium Safari :)

Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi 

Nah, di bulan Juli 2021 ini, Paddle Pop kembali mengajak kita, para orang tua dan anak-anak untuk kembali bermain bersama dalam rangka mengisi liburan sekolah. Kali ini Paddle Pop #MainYuk mengajak kita berlibur ke Planet Mochi! 



Kalau sebelumnya kita dan anak-anak diajak mengenal biota bawah laut melalui aktifitas seru di Paddle Main Yuk Seaventure, di Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi kita dan anak-anak diajak untuk mengenal sistem tata surya dan luar angkasa bareng Paddle Pop Mochi Chocolate Vanila. 

Di event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi kali ini, selain bermain dengan Paddle Pop Chocolate Vanila, kita diajak bermain bersama: 

  • Mona Ratuliu & Wonderfest sambil membuat Helm Astronot di tanggal 25 juni 2021.
  • Enno Lerian & Rumah Dandelion sambil main ke Planet Saturnus di tanggal 03 Juli 2021,
  • Nana Mirdad & Mungilmu sambil main ke Planet Uranus di tanggal 10 Juli 2021,
  • Melki Bajaj & Buumi Playscape sambil main ke Planet Jupiter di tanggal 17 Juli 2021
Untuk bisa ikutan event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi caranya mudah sekali. Kita cukup mendaftarkan diri melalui whatsapp ke nomor official Paddle Pop di 0858-1223-1223. Untuk 100 teman-teman mama yang gercep (gerak cepat, hehe) alias pendaftar pertama bisa dapat kotak mainan gratis sesuai dengan program bermain yang dipilih. 

Dan saya kalah gercep dong, hehehe. Saat mendaftar saya sudah tidak kebagian kotak mainan untuk Aliyah. Meski tidak dapat kotak mainan, saya dan Aliyah tetap antusias untuk ikut eventnya :)



Dari rangkaian event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, saya dan Aliyah memilih untuk ikut bermain ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape di tanggal 17 Juli 2021. 

Aliyah senang sekali saat saya ajak untuk bermain bersama Paddle Pop #MainYuk kali ini, karena belakangan ia memang sedang suka sekali bermain dan belajar tentang tata surya dan luar angkasa. Kami pun sempat membuat Nebula Calm Down Jar bersama di rumah.

Saat hari H tiba, saya dan Aliyah sudah menyiapkan bahan permainan yang dibutuhkan untuk kami bermain bersama ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape. Instruksi untuk bahan mainan yang perlu disiapkan saya dapatkan saat melakukan pendaftaran melalui whatsapp.  


Serunya Pengalaman Aliyah Bermain Ke Planet Jupiter

Event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, Main ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape kami ikuti melalui aplikasi Zoom. 



Sebelum mulai bermain, Kak Nurul dari Buumi Playscape mengobrol bersama kak Melki sekeluarga tentang aktifitas liburan selama di rumah saja. Ternyata, apa yang saya alami juga sama dengan Kak Melki dan mbak Dewi, yang juga harus memutar otak mencari kegiatan yang seru untuk mengisi liburan anak selama di rumah saja :))



Selesai mengobrol dengan kak Melki sekeluarga, langsung deh kami diajak bermain ke Planet Jupiter dengan naik roket lebih dulu lewat tarian bersama kak Lintang dari Buumi Playscape. Saat menari bersama, memori masa kecil saya dengan Paddle Pop tiba-tiba muncul saat mendengar jingle Paddle Pop... Paddle Pop... super duper yummy. Senang sekali es krim favorit saya di jaman kecil masih eksis sampai sekarang dan bisa dinikmati oleh anak saya :) 



Begitu tiba di Planet Jupiter, kami diajak melakukan tiga misi yaitu bermain Moon Dough Pottery, bermain Alien Egg Game dan membuat Mochi Sugar Swirl. Sebelum mulai bermain, kak Nurul menjelaskan beberapa fakta tentang Planet Jupiter. Wah, disini saya dan Aliyah benar-benar dapat pengalaman bermain sambil belajar. 

Fakta pertama, Jupiter adalah planet terdekat kelima dari Matahari. 
Kedua, nama Planet Jupiter diambil dari raja para dewa dalam mitologi Romawi karena merupakan planet yang terbesar. 
Ketiga, ternyata Jupiter memiliki cincin seperti planet Saturnus namun cincinnya sulit untuk dilihat. 



Saya sendiri baru tahu nih tentang fakta ketiga dari planet Jupiter. Saat kak Nurul menceritakan tentang fakta Planet Jupiter, Aliyah sangat antusias sampai-sampai tanpa sadar ia telah menyimak dengan jarak mata yang begitu dekat. Meski begitu, saya senang karena secara tidak langsung Aliyah belajar tentang Planet Jupiter dengan cara yang lebih fun melalui Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla ini.

Bermain Moon Dough Pottery

Setelah belajar tentang fakta dari Planet Jupiter, langsung deh kami diajak melakukan misi pertama di Planet Jupiter yaitu bermain Moon Dough Pottery yang dipandu langsung oleh Kak Ninda dari Buumi Playscape. Saya dan Aliyah langsung mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk bermain Moon Dough Pottery. 



Serunya, sebelum membuat Moon Dough Pottery, Kak Ninda membagi informasi fakta tentang bulan yang mengelilingi Planet Jupiter. Ternyata ada 79 bulan yang mengelilingi Planet Jupiter, wow! Jumlah ini terbanyak kedua setelah Planet Saturnus yang memiliki 82 bulan. 

Dari 79 bulan milik Planet Jupiter, ada 4 bulan dengan ukuran terbesar yang pertama kali dilihat oleh Galileo bernama IO, Europa, Ganymede dan Callisto. Fakta tentang bulan planet Jupiter disampaikan oleh kak Ninda dengan cara yang menyenangkan dan sangat jelas.

Setelah menyampaikan fakta tentang bulan di Planet Jupiter, kak Ninda langsung memandu kami untuk membuat Moon Dough Pottery, yang nantinya akan seperti replika bulan dan benda angkasa lainnya. 



Cara membuat Moon Dough Potter juga mudah, semua bahan dicampurkan satu persatu sampai menyerupai adonan kue. Setelah adonan tidak terasa lengket, adonan digilas dengan rolling pin dan dicetak menggunakan cetakan kue. Aliyah sangat menikmati membuat Moon Dough Pottery ini :) 

Dari bermain membuat Moon Dough Pottery Aliyah jadi bisa belajar tentang bulan, sekaligus melatih sensori dan motorik kasar serta halusnya dari membuat adonan, belajar berhitung dari menakar jumlah bahan yang dibutuhkan dan menghitung jumlah bintang dan bulan dari adonan yang dicetak, meningkatkan kreatifitasnya dan daya imajinasinya dari mencetak adonannya.

Bermain Alien Egg game

Begitu misi pertama di Planet Jupiter selesai, langsung lanjut deh menyelesaikan misi kedua yaitu bermain Alien Egg Game. Tapi, sebelum mulai misi keduanya, kak Nurul mengajak kami bermain tebak-tebakan lebih dulu yang tentu saja tebak-tebakannya seputar informasi tentang Planet Jupiter. Kami benar-benar jadi makin tahu banyak tentang Planet Jupiter dari ikutan event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, Main ke Planet Jupiter ini.


Setelah bermain tebak-tebakan bersama kak Nurul, kami langsung dipandu oleh Kak Ninda untuk bermain Alien Egg Game. Ceritanya, kami diajak untuk menyelamatkan telur-telur alien. Bahan untuk membuat Alien Egg Game sederhana saja, hanya butuh 5-10 balon, air, glitter dan 2 buah ember.



Nantinya balon akan diisi air secukupnya lalu diikat, sehingga seolah-olah balon adalah telur alien. Telur dari balon ini kemudian dimasukkan ke dalam ember yang sudah berisi air dan glitter. Setelah siap, kak Ninda memandu kami untuk bermain Alien Egg Game dengan cara memindahkan balon menggunakan kaki dari ember 1 ke ember 2. 

Ternyata main Alien Egg Game ini seru sekali. Stimulasi yang didapat anak juga banyak, mulai dari kegiatan mengisi air ke balon, menghitung jumlah balon, mengenal warna balon, dan melatih koordinasi gerak kaki dari memindahkan balon.

Membuat Mochi Sugar Swirl

Dua misi sudah selesai. Kami pun dipandu kak Ninda untuk menyelesaikan misi terakhir bermain di Planet Jupiter yaitu membuat Mochi Sugar Swirl dari menghias Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla menggunakan gula halus, susu cair dan pewarna makanan. 



Caranya membuat hiasannya dengan mencampur gula halus, susu cair dan pewarna makanan. Setelah jadi, dihias deh diatas Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla menggunakan piping bag. 



Secara tidak langsung, motorik halus Aliyah jadi terlatih dan daya imajinasi dan kreatifitas nya pun terasah dengan membuat Mochi Sugar  Swirl. Oh iya indera perasa anak juga terstimulasi dari rasa manis gula berpadu dengan tekstur kenyal dari Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla :) 


Selesai membuat Mochi Sugar Swirl, sebagai penutup kami diajak untuk berfoto bersama dan kembali menari bersama kak Lintang. Saya sempat bertanya ke Aliyah apakah Aliyah senang mengikuti acaranya? Alhamdulillah kata dia senang sekali dan suka bikin-bikin mainannya, hihi.



Secara keseluruhan, saya dan Aliyah sangat enjoy bermain bersama dan ikutan event Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, Main ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape. Acara nya dikemas dengan sangat menarik serta edukatif. Anak-anak benar-benar diajak bermain sambil belajar dengan cara yang seru. 

Runtutan acaranya juga disusun dengan sangat baik mulai dari menari bersama lebih dulu untuk membangkitkan mood anak-anak agar semangat dan ceria, lalu mengedukasi anak dengan bercerita tentang fakta Planet Jupiter serta memberi stimulasi untuk sensori, motorik, kemampuan berhitung serta daya imajinasi dan kreatifitas anak melalui tiga permainan diatas. 

Kak Melki Bajaj beserta keluarga juga sangat menyenangkan. Tim kakak-kakak dari Buumi Playscape juga memandu dengan sangat ceria dan ekspresif. Jadi, anak-anak jauh dari rasa bosan selama mengikuti acaranya :)
 
Bagi saya, acara ini benar-benar dapat mengisi waktu liburan sekolah anak selama di rumah saja dengan cara yang menyenangkan. Terimakasih untuk Paddle Pop yang sudah menginisiasi acara seperti ini. Jujur acaranya membantu saya sebagai orangtua untuk dapat mengatasi rasa bosan anak selama liburan di rumah dengan memberi kegiatan yang bermanfaat.

Paddle Pop Pilihan Cemilan Yang Baik Untukmu

Paddle Pop sebenarnya sudah cukup lekat dengan keluarga saya sejak lama. Sewaktu saya masih usia kanak-kanak, setiap kali ikut ibu saya ke supermarket untuk berbelanja, saya pasti minta dibelikan Paddle Pop Rainbow, hehe. Ternyata kebiasaan ini menurun ke anak saya, Aliyah. 

Aliyah sangat suka dengan Paddle Pop. Saya tidak khawatir jika Aliyah mengonsumsi Paddle Pop karena Paddle Pop dibuat dari bahan alami dengan memerhatikan batasan kandungan gula serta kalori sesuai dengan saran WHO, yaitu  tidak lebih dari 12 gr gula dan tidak lebih dari 110 kkal dalam sekali konsumsi.

Jadi, kandungan gula di setiap es krim Paddle Pop benar-benar diatur secara ketat agar tidak melebihi Angka Kecukupan Gizi Anak.

Yuk, kita coba cek, berapa jumlah gula dan kalori di dalam Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla :)



Selain dibuat dengan memerhatikan batasan kandungan gula dan kalori, Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla dibuat dari kebaikan susu dan tanpa tambahan pengawet :) Insya Allah aman deh untuk dikonsumsi anak-anak seusia Aliyah :) 

Oh iya,  rasa Paddle Pop Mochi Chocolate Vanilla menurut saya enak dan tidak begitu manis. Tekstur mochinya punya kenyal dan tebal :)

Beberapa varian Paddle Pop lainnya yang mungkin teman-teman mama sudah cukup familiar, juga dibuat dari bahan alami seperti buah-buahan serta susu, dan InsyaAllah lebih aman untuk dikonsumsi anak-anak.



Demikianlah cerita pengalaman saya dan Aliyah mengisi liburan kali ini dengan ikutan Paddle Pop #MainYuk Liburan Ke Planet Mochi, Main ke Planet Jupiter bareng kak Melki Bajaj dan Buumi Playscape. Kalau ditanya mau ikut lagi atau tidak jika ada acara serupa dari Paddle Pop, tentu saja saya dan Aliyah mauu hehehe.



Omong-omong, ada yang sempat ikutan acaranya juga tidak? Yuk, share cerita serunya sama-sama di sini :)

Nah, bagi teman-teman mama yang belum sempat ikutan acaranya, dan penasaran seperti apa, acaranya dapat ditonton ulang di Youtube Official Channel Paddle Pop :)


Paddle Pop Indonesia
Instagram: @paddlepop.idn | Youtube Official Channel: Official Paddle Pop Indonesia


Semoga bermanfaat ya :)
















 



 











MENGENALKAN KUMAN & PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN KEPADA ANAK MELALUI BUKU, AKTIFITAS DAN TAYANGAN #3

| on
April 20, 2020

Halo!

Nah, ini adalah blog post terakhir dari trilogi (ya kali trilogi hahaha) blog post mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak. Kali ini tentang beberapa tayangan di channel Youtube yang memberi edukasi kepada anak tentang kuman dan pentingnya menjaga kebersihan. Perihal memberi screen time pada anak, tentunya teman-teman mama punya kebijakannya masing-masing dan disini saya sebatas memberi rekomendasi tayangan yang biasa saya dan Aliyah tonton bersama :)

Sepengetahuan saya tidak banyak channel Youtube anak-anak yang memberi edukasi tentang mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak, dan beberapa channel berikut adalah channel yang memberi pengalaman kepada saya dan Aliyah tentang hal tersebut. Kalau teman-teman mama ada rekomendasi yang lain, plis share di kolom komen ya :)


  • NUSSA

Siapa sih yang ga suka dengan Nussa dan Rara si anak sholeh dan sholehah yang menggemaskan? Dulu awalnya Aliyah kurang begitu suka dengan Nussa. Alhamdulillah semakin Aliyah bertumbuh, Aliyah semakin suka dengan Nussa dan Rara. Melalui tayangan Nussa dan Rara, Aliyah dapat belajar berperilaku dengan akhlak yang baik (Aamiin, InsyaAllah) seperti Nussa dan Rara. Nussa pun tidak ketinggalan memberi tayangan yang mengedukasi anak tentang kuman dan pentingnya menjaga kebersihan. Meski tergolong sponsored post, namun tayangan nya bagus banget untuk mengajarkan anak pentingnya mencuci tangan agar terhindar dari kuman. Dengan ciri khas Nussa, pastinya ada nilai-nilai agama dari ayat Al Quran dan Al Hadits yang tersirat yang berkaitan dengan tayangannya :)

Cuci Tangan Yuk




  • BABY BUS
Baby Bus adalah salah satu channel Youtube favorit anak-anak, terutama anak balita. Tayangan di channel Baby Bus ada yang berbahasa Inggris ada pula yang berbahasa Indonesia. Nah, untuk tayangan mengenalkan kuman dan pentingnya menjada kebersihan kepada anak, saya share yang berbahasa Inggris ya :) Baby Bus punya banyak banget tayangan edukasi untuk anak-anak dan sejauh ini rasanya Baby Bus paling punya banyak stok tayangan edukasi untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan pada anak. Beberapa judul tayangannya diantara lain:

Germs On Baby Kitten's Hand



Germs in My Nose


Germs Are Making A Mess in Baby Panda's


Go Away Bad Germs



  • BABY FIRST
Baby First adalah salah satu tontonan favorit saat Aliyah masih berusia 1-2 tahun. Saya sendiri juga suka dengan channel Baby First karena gerak gambarnya tidak terlalu cepat dan cukup nyaman untuk ditonton anak-anak. Untuk tayangan Baby First yang mengedukasi tentang kuman dan menjaga kebersihan, saya hanya punya satu rekomendasinya :)

Wash Your Hands



  • UPIN DAN IPIN
Upin dan Ipin si kembar tak seiras dari negeri seberang juga menjadi salah satu tayangan favorit yang ditonton kami di rumah (termasuk saya dan suami saya hehe) karena selalu ada unsur komedi di dalamnya, hihi. Ternyata Upin dan Ipin pun punya episode tentang kuman dan virus namun dalam konteks pentingnya vaksinasi sebagai upaya menjaga tubuh agar terhindar dari virus. Pesan yang disampaikan juga sangat bagus, saya dan Aliyah bisa sangat relate dengan pesannya, mungkin karena episode Upin dan Ipin yang ini kami tonton di tengah #dirumahaja dalam masa pandemi. Selain itu, episode ini juga mengedukasi anak agar berani pergi ke dokter untuk mendapatkan vaksin :)

Hapuskan Virus


  • COCOMELON
Cocomelon juga menjadi salah satu channel tontonan favorit Aliyah di rumah. Jika beberapa channel diatas lebih menyajikan tontonan dengan alur cerita, berbeda dengan Cocomelon yang lebih banyak menyajikan tontonan dengan nyanyian. Untuk adik-adik yang berusia lebih kecil biasanya suka banget dengan Cocomelon. Nah, Cocomelom juga punya nih nyanyian untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak :) 

Wash Your Hands Song



Nah, kurang lebih kelima channel diatas yang menjadi rekomendasi versi saya dan Aliyah untuk belajar mengenal kuman dan pentingnya menjaga kebersihan. Tentunya juga diiringi dengan penggunaan waktu untuk menonton dengan bijak :) Kalau versi teman-teman mama apa nih tontonan yang seru yang biasanya ditonton bersama anak di rumah? Yuk, share di komen yaa :)

Semoga bermanfaat ya dan sehat selalu ya :)

MENGENALKAN KUMAN & PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN KEPADA ANAK MELALUI BUKU, AKTIFITAS DAN TAYANGAN #2

| on
April 17, 2020

Halo!

Setelah di blog post sebelumnya saya sharing beberapa rekomendasi buku untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak, kali ini di bagian dua saya akan sharing beberapa aktifitas sederhana yang dapat dicoba di rumah untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak :) Semua aktifitas ini sudah dicoba juga dilakukan bersama Aliyah di rumah dan ternyata dapat membuat Aliyah paham pentingnya menjaga kebersihan dan mencuci tangannya terutama dengan menggunakan sabun. 

  • Hus-Hus Kuman Pergi

Aktifitas ini sebenarnya sudah banyak banget di sharing di media sosial, dan teman-teman mama mungkin juga sudah banyak yang tau ya :) Melalui aktifitas ini, Aliyah jadi punya bayangan wujud dari kuman di tangannya kira-kira sekecil apa (lebih kecil dari serbuk lada/ glitter) dan bagaimana sabun pencuci tangan dapat bekerja mengusir kuman dari tangannya :) Kita hanya perlu menyiapkan serbuk lada/ glitter yang ditaburkan di atas air yang sudah dituang pada piring makan serta sabun cuci tangan. Piring makan yang digunakan sebaiknya yang cenderung lebar dan rata agar serbuk lada/glitter akan lebih jelas terlihat saat menyebar :)

Jadi step by step nya adalah pertama celupkan jari tangan anak kedalam piring yang berisi serbuk lada/glitter. Setelah serbuk lada/glitter menempel di jari, celupkan jari anak ke dalam cairan sabun pencuci tangan. Lalu celupkan kembali jari anak ke dalam piring. Nanti akan terlihat serbu lada/glitter yang diumpakam sebagai kuman akan menyebar menjauhi jari anak karena cairan sabun pencuci tangan :)

Oh iya setelah dicoba, ternyata aktifitas ini hanya dapat dilakukan satu kali. Saat saya dan Aliyah mencoba mencelupkan jari kembali untuk kali kedua, ternyata sudah ga ngefek apa-apa hehehe, jadi kami kembali menyiapkan step by step nya dari awal lagi :) Efeknya bagaimana untuk Aliyah? Aliyah jadi lumayan paham banget pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun :)

  • Germs Puppets

Sebenarnya aktifitas ini berawal hanya dari mewarnai gambar kuman. Saya coba search gambar kuman yang agak gemas untuk diwarnai oleh Aliyah. Berhubung kami tidak ada printer di rumah, jadi saya coba gambar sendiri (Alhamdulillah gambarnya sederhana, jadi ga seberapa bikin pusing pala mamak :')) Aliyah suka sekali dengan gambar kumannya dan sangat antusias saat mewarnai. lalu tiba-tiba dia punya ide dengan mengambil beberapa stik ice cream, meminta saya untuk membantunya menggunting gambar lalu ia menempelkan si kuman gemas ini pada stik ice cream yang diambilnya.

Ternyata jadilah Germs Puppets, hihi. Nah, daripada Germs Puppets nya cuma dipegang-pegang begitu saja, akhirnya saya buat cerita ke Aliyah. Ceritanya sih sederhana saja, karena saya juga ga bakat mendongeng hehe. Kurang lebih intinya ada segerombolan kuman yang sedang berjalan-jalan mencari  tangan yang kotor. Lalu, kumannya menempel ke tangan Aliyah karena tangan Aliyah kotor (dilakukan dengan menempelkan puppetsnya ke tangan Aliyah).

Cerita setelahnya, Aliyah mencuci tangan dan kuman-kuman nya jadi ketakutan dan pergi (dengan pelan-pelan menurunkan puppets nya dari tangan Aliyah). Aliyah sendiri ternyata cukup menikmati cerita sederhanya dari Germs Puppets buatannya, hihihi. Oh iya puppetsnya sampai diberi nama sesuai bentuk/warnanya, ada kuman ulat, kuman stroberi, kuman durian, kuman kacang dan kuman cicak hahaha.

  • Germs Straw Blow Painting Art

Masih seputar aktifitas yang berhubungan dengan seni, kali ini kami mencoba membuat lukisan kuman. Dari contohnya, seharusnya aktifitas ini bisa diberi gambar mata dan tangan untuk lucu-lucuan tapi malah menjadi lukisan semi abstrak karya Aliyah, haha. Kalau melukis biasanya langsung dengan kuas dan cat, di aktifitas ini agak sedikit berbeda karena melukis dengan menggunakan sedotan :) Cara nya dengan menesteskan cat air di atas kertas dan dilakukan satu per satu lebih dulu. Lalu kita bisa meminta anak untuk meniupkan cat tersebut ke segala arah secara acak. Selain melatih imajinasi dan kreatifitas anak, aktifitas ini juga bagus banget untuk membantu melatih kemampuan oral motor anak dengan meniup sedotan (meniup salah satu stimulasi yang dapat dilakukan untuk melatih kemampuan berbicara pada anak :))

  • Benang Kuman

Nah, kalau aktifitas ini versi membuat DIY :) Beberapa anak mungkin kurang suka melakukan DIY, beberapa yang lain mungkin suka banget. Seperti Aliyah, yang sebenarnya kurang suka membuat DIY, tapi tetap dicoba dilakukan sebagai variasi aktifitas selama #dirumahaja. Cara membuat Benang Kuman ini sangat sederhana, benang wol (kalau ada, kalau ga ada pakai benang jahit juga gapapa :), atau tali-talian yang lain yang ada di rumah seperti pita, rafia, dll :)) lalu ditempelkan diatas kertas secara acak saja. Setelahnya bisa dihias dengan manik mata (kalau ga ada bisa pakai gambar mata dari kertas) diberi hidung dan tangan dari tali dengan warna yang berbeda. Bentuk hasilnya akan super gemas sih hehe. Melalui aktifitas ini, untuk adik-adik yang berusia 2-3 bisa belajar menempel dan menggunting  tali :)

  • I had A Flu

Masih di aktifitas versi membuat DIY, I Had A Flu adalah gambar anak yang ceritanya sedang bersin, hihi. Kita cukup menggambar figur si anak bersin (bisa disesuaikan juga dengan karakter anak kita :)) lalu meminta anak untuk mewarnai gambar figur tersebut. Versi saya dan Aliyah adalah gambar anak perempuan dengan poni :)) Gambarnya diwarnai oleh saya (karena Aliyah waktu itu lagi mager :')) lalu kami menempelkannya bersama-sama. Jangan lupa memberi lubang dibagian hidung ya, teman-teman mama :) Nanti kita tinggal ambil selembar tisu (boleh juga kain yang tidak terpakai :)), lalu meminta anak untuk memberi motif pada tisu seolah-olah kuman.

Cara mainnya sederhana, tinggal memasukkan tisu ke dalam lubang dan menariknya keluar sambil membuat suara bersin. Dari DIY I Had A Flu, Aliyah jadi bisa belajar kalau ia sedang bersin, ternyata ada kuman yang keluar dari dalam hidungnya. Aliyah jadi mengerti mengapa ketika ia sedang flu, ia harus menggunakan masker agar tidak menulari teman-temannya :) Satu-satunya tips versi saya dalam membuat DIY, untuk menghindari anak keburu cranky/ bosan saat menunggu kita menggambar, sebaiknya gambar dan bahan disiapkan lebih dulu ketika anak sedang tidur. Jadi saat bangung bisa langsung bebikinan deh :)


Nah, kelima aktifitas diatas adalah aktifitas yang dicoba dilakukan di rumah oleh saya dan Aliyah dalam mengenal kuman dan pentingnya menjaga kebersihan :) Kalau teman-teman mama punya aktifitas seru apa nih buat mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan ke anak? Yuk, share sama-sama disini, siapa tau bisa jadi ide untuk saya dan teman-teman mama yang lainnya :)

Semoga bermanfaat ya :)

Selamat bermain!


MENGENALKAN KUMAN & PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN KEPADA ANAK MELALUI BUKU, AKTIFITAS DAN TAYANGAN #1

| on
April 14, 2020

Halo!

Di blog post kali ini, saya ingin berbagi tentang beberapa rekomendasi buku, aktifitas dan tayangan untuk mengenalkan kuman kepada si anak toddlers. Saya dan Aliyah sudah mencoba nya dan ternyata lumayan dapat membuat Aliyah mnegerti tentang bahaya kuman dan pentingnya menjaga kebersihan dirinya :) Blog post untuk judul ini akan terbagi di dalam tiga bagian. Nah, yang pertama adalah rekomendasi buku yang bisa dibaca bersama anak :)


  • What Are Germs? 
Buku ini adalah buku bacaan pertama Aliyah dalam mengenal kuman (virus, bakteri, dll). Buku ini bagus banget karena gambar di dalamnya sangat kanak-kanak dengan kalimat-kalimat yang sangat sederhana. Karena bukunya juga pop-up, jadi menambah daya tarik anak dalam membacanya.


Setelah membaca buku ini, Aliyah jadi punya gambaran imajinasi bagaimana sih bentuk kuman itu, dimana saja kuman biasa hidup dan singgah, apa yang tidak boleh dilakukan untuk menghindari kuman masuk ke dalam tubuh dan berbagai penjelasan sederhana versi anak-anak lainnya.


Saya sendiri tidak membeli buku ini, melainkan saya pinjam dari @pinjambukuanakdarrel , tempat saya biasa meminjam buku secara online :) Buku ini telah dua kali saya pinjam saking sukanya, hehehe.

ALSO READ: PINJAM BUKU ONLINE SURABAYA | @PINJAMBUKUANAKDARREL


  • Germs Make Me Sick!
Buku ini sebenarnya kurang disuka oleh Aliyah karena gambar ilustrasinya (ini cuma soal selera yaa :'D) Saya sendiri suka dengan isinya yang sangat detail.


Buku ini sama bagusnya dengan What Are Germs? bahkan cenderung lebih detail.  Dari judulnya, Germs Make Me Sick!, sudah ketahuan kalau buku ini ditulis dengan bahasa Inggris,  namun tanpa disertai terjemahan. Ceritanya tersusun dari kalimat yang panjang-panjang serta gambar ilustrasi yang sedikit lebih kompleks.


Buku ini mungkin lebih sesuai untuk si kakak yang duduk di bangku sekolah dasar. Sama seperti What Are Germs?, buku Germs Make Me Sick! juga saya pinjam dari @pinjambukuanakdarrel.


  • Cerita Si Korona
Mungkin sebagian dari teman-teman mama juga sudah sangat familiar dengan Cerita Si Korona. Pertama kali saya tau Cerita Si Korona dari grup Whatsapp. Cerita Si Korona ditulis oleh mbak Watiek Ideo dan mbak Luluk Nailufar sebagai ilustratornya. Ceritanya sangat sederhanya, ilustrasinya sangat anak-anak meski awalnya Aliyah sempat mengernyitkan dahi saat melihat Si Korona, namun buku ini bagus banget karena berhasil memberi gambaran ke Aliyah apa sih Korona yang selalu disebut oleh saya, baba nya bahkan tontotan di televisi.


Dari buku ini, Aliyah jadi mengerti mengapa ia tidak bersekolah dan tidak keluar rumah (dalam konteks ini, Aliyah sudah lebih dulu membaca What Are Germs? Oh iya, Cerita Si Korona milik saya adalah hasil print dari file PDF yang legal dibagi oleh penulisnya :) Saat ini sudah tersedia buku nya dengan harga yang sangat terjangkau untuk versi yang lebih awet disimpan :) Sampai sekarang mbak Watiek Ideo dan mbak Luluk Nailufar terus menulis kelanjutan dari Cerita Si Korona dan rutin mengupdate nya di akun instagram mereka :)

Ga banyak ya ternyata rekomendasinya? hehee. Meski cuma tiga buku, tapi ternyata ketiga buku tersebut lumayan dapat memberi pemahaman kepada Aliyah tentang kuman dan pentingnya menjaga kebersihan. Versi Aliyah yang menjadi favorit adalah What Are Germs? Setelah membacanya, Aliyah jadi ga susah kalau disuruh cuci tangan, bahkan mulai sering sadar-sadar sendiri kalau rajin cuci tangan sangat penting untuk kebersihan dan kesehatan tubuhnya, hihi.

Nah, kalau teman-teman mama ada rekomendasi buku apa nih untuk mengenalkan kuman dan pentingnya menjaga kebersihan kepada anak? Yuk, share di komen siapa tau bisa jadi referensi saya dan teman-teman yang lain :)

Semoga bermanfaat ya :)






6 Tips Menyimpan & Merawat Mainan Anak

| on
March 05, 2020

Halo!

Bermain adalah hal yang paling menyenangkan bagi anak-anak. Tidak terkecuali Aliyah. Aliyah suka sekali bermain-main, entah di rumah, di rumah tetangga, atau diluar rumah saat sedang berpergian. Berhubung anak-anak suka sekali bermain, tentu saja diiringi dengan mereka suka minta dibelikan mainan 😅

Saya sendiri sering tarik ulur dalam membelikan mainan untuk Aliyah. Kalau pas lagi ada rejeki berlebih, dan sepertinya anaknya ingin sekali, lalu di rumah juga belum ada mainan seperti itu,   biasanya saya belikan selama harganya masih wajar menurut kami. 

Di sisi lain, kami juga tidak selalu menuruti keinginan Aliyah untuk membeli mainan. Kami tidak ingin Aliyah tumbuh menjadi anak yang manja dengan keinginan yang selalu dituruti. Tidak jarang kami menolak membelikannya mainan saat memang belum begitu perlu, atau saat kami lihat Aliyah hanya sekedar ingin saja. 

Sering juga kami menundanya dengan mengatakan 'ya udah Yaya menabung dulu ya supaya bisa beli mainan itu' atau ' Yaya berdoa minta sama Allah supaya diberi rejeki untuk punya mainan itu'. Harapannya, Aliyah bisa belajar untuk mengerti kalau ingin sesuatu juga perlu dengan usaha dan berdoa :)

Berhubung mainan Aliyah di rumah juga tidak banyak, bukan pula mainan yang mihil-mihil dan saya juga tidak terlalu sering membelikan, saya ada beberapa tips menyimpan mainan ala saya (yang disesuaikan dengan kondisi jiwa, raga, lahir, batin saya juga hehehe).  Harapannya mainan Aliyah lebih terjaga dan tahan lama, Aliyah lebih mudah memilih mainan yang mau dimainkan, dan Aliyah menjadi merasa punya mainan yang baru (yang ini terinspirasi dari tulisan seorang teman blogger juga :)) Hal ini juga hasil belajar dari pengalaman masa kecil saya yang mengumpulkan mainan random didalam satu kresek besar . Mau cari mainan tertentu, harus keluarin mainan satu kresek dulu supaya bisa ketemu mainan yang dicari 😅

Tips Menyimpan & Merawat Mainan Anak
  • Mengelompokkan mainan berdasarkan tipe/kategorinya. Mainan di rumah dikelompokkan berasarkan tipe/kategorinya untuk memudahkan Aliyah memilih mainan yang akan dimainkan. Saya menyimpan mainan masak-masakan di dalam satu kotak plastik transparan untuk memudahkan Aliyah mengetahui isinya. Oiya untuk tips ini, tidak harus membeli storage khusus. Teman-teman mama bisa memanfaatkan tempat bekas semisal toples plastik dari kue kering atau plastik jala dari membeli buah. Pakai tas kresek bening hasil belanja kue juga tidak masalah :) Ini juga akan membantu banget supaya anak-anak lebih selow dalam bongkar-bongkar, kita pun lebih mudah dalam membereskannya :)
  • Tidak membuang kardus mainan. Mainan yang dibeli dengan kardus, kardus nya tidak pernah dibuang, tetapi tetap dipakai untuk menyimpan mainan tersebut. Kalau pada akhirnya kardusnya rusak, baru deh dipindahkan ke tempat yang lain :)
  • Merawat dan memperbaiki mainan. Kalau mainan Aliyah sudah terlihat mulai berdebu, biasanya langsung deh dibersihkan dengan kain lap basah yang bersih, atau langsung dicuci untuk mainan yang bisa dicuci. Nah untuk mainan yang rusak, saya dan suami coba mengamati dulu kira-kira apa yang rusak, masih bisa diperbaiki atau tidak. Sebisa mungkin kami berusaha untuk memperbaiki, sambil berharap Aliyah dapat belajar bahwa tidak semua yang rusak langsung dibuang dan diganti dengan yang baru. Kalau bisa diperbaiki, lebih baik diperbaiki :)
  • Menyimpan sebagian mainan di tempat tertentu. Mainan Aliyah sebenarnya sebagian besar disimpan di dalam satu kontainer tertutup. Kontainer yang digunakan juga kontainer standard biasa, sehingga kontainernya tidak muat jika harus menyimpan semua mainan Aliyah di dalamnya. Beruntungnya, Aliyah menjadi lupa akan sebagian mainannya yang tersimpan di dalam kontainer. Sesekali saya buka kontainer nya, lalu mengeluarkan salah satu mainan, eh ternyata Aliyah jadi happy karena merasa seolah-olah punya mainan baru, hihi. Nanti, mainan tersebut akan ditaruh diluar terus dalam beberapa lama. Sebagai gantinya, saya menyimpan mainan yang lama diluar ke dalam kontainer. Jadi seperti menukar mainan gitu. Meski sebenarnya Aliyah juga tau sih kontainer tersebut berisi harta karun tersembunyi, hahaha.
  • Mengajarkan Aliyah untuk menyayangi mainannya. Sewaktu Aliyah masih berusia 2 tahun lebih, menjelang usia 3 tahun seingat saya, Aliyah belum bisa mengontrol kekuatannya dalam menggunakan mainannya. Jadi seringkali Aliyah diingatkan untuk lebih hati-hati, atau pelan-pelan dalam memainkan mainannya. Entah mengerti atau tidak, waktu itu tetap terus diingatkan sampai sekarang. Alhamdulillah sekarang mainan Aliyah rata-rata masih bisa digunakan :)
  • Lebih aware dengan printilan mainan. Kalau ini bagian PR buat mamanya nih. Saya suka gemas kalau ada bagian mainan Aliyah yang hilang. Sebisa mungkin dicoba untuk dicari kalau ada bagian yang hilang atau kata orang jawa ketelisut. Ribet ya? Iya ribet banget, tapi entah kenapa kubahagia sekali kalau berhasil menemukan si printilan ketelisut itu 😂 Kalau mainanannya lengkap, anak-anak juga lebih awet main dengan mainannya (menurut mamajeng yang suka ribet 😅). Untuk mengurangi resiko mainan hilang, ketika Aliyah kelihatan sudah tidak memainkan mainannya, saya akan bertanya kepadanya sudah selesai atau belum, mainan mana yang bisa di tidy up, dan mana yang belum. Seketika itu juga langsung di tidy up untuk mainan yang sudah selesai dimainkan :)
Nah, kurang lebih itu sih tips mama Aliyah dalam menyimpan dan merawat mainan. Tadinya ingin menerapkan ala-ala Montessori atau disimpan rapi ala Marie Kondo, tapi apa daya saya hanyalah Mamamia biasa 😂  

Kalau teman-teman mama, punya cerita seru apa nih tentang mainan anak-anak di rumah?

Semoga bermanfaat ya :)

Selamat beberes eh bermain-main :)


DIY Magic Cards

| on
October 22, 2019

Halo!

Kali ini saya dan Aliyah membuat magic cards. Biasanya magic cards ini dijadikan gift celebration gitu, atau hadiah buat teman :) 

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat magic cards ini sangat sederhana, hanya kertas gambar ukuran A4, kertas bufalo/karton berwarna, lembaran plastik mika, spidol hitam serta pensil warna/crayon/spidol warna warni.

Cara membuatnya dapat dilihat disini yaa :)
Seru sih mainnya, bisa bikin Aliyah mikir banget kenapa kok bisa berubah warna tulisannya, hihi :)
Jangan lupa untuk ajak anak terlibat dalam membuatnya yaa :) Kalau Aliyah kebagian mewarnai tulisannya, karena untuk menggunting dan menggaris Aliyah belum begitu mahir :)

Untuk cara mainnya tinggal digeser-geser saja atas bawah, atau bisa dilihat disini :)


Selamat bikin-bikin :) 


Mengenal Huruf Vokal Melalui Permainan Kartu AIUEO

| on
October 02, 2019


Halo!

Saya pernah membaca kalau setiap anak selalu mempunyai 'waktunya' sendiri. Dan iya ya, saya jadi tersadar kalau ternyata anak memang punya 'waktunya' sendiri, seperti Aliyah yang punya waktu belajar berjalannya sendiri, waktu bisa berbicara dengan lancarnya sendiri, walaupun terkadang saya suka kurang sabar menemani Aliyah menjalani semua prosesnya :(

Bermain huruf AIUEO ini salah satu proses saya dan Aliyah yang sama-sama sedang menunggu 'waktunya' Aliyah untuk mulai membaca. Ga tau kapan, tapi saya percaya pada Aliyah kalau Aliyah mempunyai 'waktu' yang tepat :)

Cara membuat permainan ini sangat sederhana, hanya dengan mengunduh gambar hewan dari internet yang namanya berawalan dari huruf AIUEO, lalu dilapisi dengan kertas karton yang agak tebal supaya lebih awet :) Gambar yang diunduh akan lebih baik jika sesuai dengan bentuk nyata hewannya, bukan kartun ataupun sketsa dengan tujuan sekalian mengenalkan jenis hewan kepada anak. 

Ide bermainnya terinspirasi dari buku Montessori Play and Learn :) Permainan pra membaca dengan metode phonic. Saat anak keliru menyebut awalan huruf hewan yang ditunjuk, tidak apa-apa, seperti Aliyah yang menunjuk huruf U pada hewan Ikan. Walaupun gemas, saya mencoba untuk tidak langsung mengoreksinya, tetapi menggiring Aliyah untuk berpikir dan mengoreksinya kesalahannya sendiri dengan menyebut kan "Hmmm apakah namanya Ukan?" Lalu kami tertawa bersama dan Aliyah pun langsung menyebutkan, "bukaan, Ikan! I !! "


Walaupun permainan ini sederhana ternyata it works :)

Untuk video saat saya dan Aliyah bermain bisa dilihat di sini yaa :)

Selamat bermain :)


BELAJAR MENGENAL HURUF DENGAN BAHAN MAKANAN #2

| on
April 02, 2019
Halo!

Beberapa waktu yang lalu saya sempat blog posting tentang kegiatan Aliyah yang belajar mengenal huruf dengan bahan makanan.

Nah, postingan kali ini, saya masih ingin berbagi tentang kegiatan mengenal huruf Aliyah masih dengan menggunakan bahan makanan, namun dengan sedikit pendekatan yang berbeda.

Biasanya, dalam mengenalkan huruf atau tahap membaca pada anak, kita bisa mulai dari mengenalkan gambar benda yang sangat familiar di mata anak. Umumnya sih benda-benda yang berasal dari alam, seperti nama-nama hewan, tumbuhan, buah, sayur, dan bunga. Atau kalau tidak benda mati seperti alat tulis, kendaraan, atau mainan anak.

Berhubung Aliyah tipikal anak yang picky eater, dan nafsu makannya kadang-kadang, kadang mau, kadang engga, jadi saya mencoba mengenalkan huruf pada Aliyah sekaligus mengakrabkan Aliyah dengan bahan-bahan makanan. Harapannya, selain  untuk lebih mengerti huruf awal suatu benda, Aliyah menjadi lebih antusias mengenal bahan makanan yang sering saya buatkan untuknya.


Untuk bahan dan alat nya tidak ada yang khusus, tergantung persediaan teman-teman mama di rumah saja :)

Kebetulan saya punya bahan seperti beras, tepung, garam, pasta dan mie. Bahan-bahan makanannya bisa ditata di tray, di atas meja ataupun di lantai. Lalu kita buat tulisan beras, tepung, garam, pasta dan mie pada potongan kertas karton. Karena saya ingin mengenalkan huruf awalan bahan makanan kepada Aliyah, maka huruf awalannya saya tebalkan dengan spidol.

Cara bermainnya dengan menjelaskan nama bahan makanan kepada Aliyah, lalu kita bisa menekankan pada awalan hurufnya, seperti beras itu awalannya huruf B, tepung awalannya huruf T dan seterusnya. Sambil mengenalkan huruf awalan, saya juga mengenalkan tekstur bahan makanannya kepada Aliyah. Saya mencoba menjelaaskan tekstur beras, tepung, garam, pasta dan mie serta perbedaan tekstur antara bahan-bahan makanannya tersebut. Seperti tepung yang sangat halus, garam yang lebih kasar dari tepung, pasta yang lebih keras dari mie.


Lalu, setelah bosan bermain huruf, Aliyah dan saya mencoba mengeksplor bahan makanannya untuk belajar hal lain. Mie nya saya potong berbagai ukuran untuk mengenalkan konsep panjang pendek kepada Aliyah. Setelah mengenalkan konsepnya, saya meminta Aliyah untuk mengurutkan mana mie yang yang paling panjang, sampai mie yang paling pendek, atau sebaliknya :)

Selain itu, dari bahan makanan ini Aliyah juga belajar konsep science sederhana. Saya menyediakan air di dalam beberapa wadah, kemudian meminta Aliyah untuk memasukkan pasta, mie dan garam ke dalam masing-masing wadah. Lama kelamaan, pasta dan mie yang keras akan berubah menjadi lunak jika terendam di dalam air. Nah, dari sini Aliyah belajar membedakan bentuk yang keras dan lunak, serta belajar ada beberapa benda keras yang jika terkena air dapat menjadi lunak :)


Untuk garamnya juga sama, saya meminta Aliyah untuk memasukkan garam ke dalam air, lalu mengaduknya. Aliyah agak kaget kenapa garamnya bisa hilang :D Saya lalu menjelaskan pada Aliyah bahwa garam akan larut jika terkena air, dan hilang lalu rasa air berubah menjadi asin :) Oh iya, untuk air garamnya bisa disediakan dari air minum agar anak dapat mencoba rasa asin air karena garam yang larut di dalam air :)

Setelah bermain dengan konsep, Aliyah biasanya bermain bebas sesuai dengan imajinasinya. Yah, sudah pasti mainnya jadi jauh lebih berantakan :')

Kalau dilihat ternyata dari bahan makanan yang sederhana, sudah tersedia di rumah dan tanpa harus membeli, anak dapat belajar banyak hal ya? :) Oh iya untuk video mainnya bisa dlihat disini yaa 

Bagaimana dengan teman-teman mama-mama? Bahan makanan apa yang juga sering digunakan untuk belajar dan bermain di rumah? Yuk share sama-sama disini :)

Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Selamat bermain!







BELAJAR MENGENAL HURUF DENGAN BAHAN MAKANAN #1

| on
March 05, 2019
Halo!

Semua ibu pasti sepakat kalau anak dengan usia toddler setiap hari tumbuh semakin aktif. Semakin aktif bermain yang diiringi dengan rasa ingin tahu yang semakin besar. Di usia Aliyah yang menginjak 3,5 th, Aliyah juga tumbuh menjadi anak yang semakin aktif dan semakin sibuk ingin melakukan ini itu :')  Seringkali saya dibuat bingung karena harus menemani Aliyah main setiap hari dan Aliyah tipikal anak yang mudah bosan. 

Berhubung Aliyah sudah mulai mengenal lingkungan sekolah, salah satu aktivitas yang cukup sering kami lakukan bersama adalah belajar mengenal huruf. Sebenarnya Aliyah sudah mengenal huruf A-Z sejak usia 2,5 th lebih seingat saya, melalui nyanyian. Seiring semakin besar Aliyah, saya mulai mencoba menaikkan sedikit level pengenalan huruf kepada Aliyah dari sekedar bernyanyi, bertahap ke aktivitas mulai menulis pelan-pelan dan mengenal huruf besar dan kecil, serta huruf-buruf di dalam ejaan namanya.

Kali ini saya coba mengenalkan huruf dengan bahan makanan, karena tidak perlu beli ini itu, dan bisa diambil langsung dari dapur, hehe. Bahan dasar yang saya gunakan adalah garam dan beras.

Mengenal Huruf Besar dan Huruf Kecil dengan garam



Bahan dan alat:

Garam dapur 250 gr (satu bungkus ukuran kecil)
Wadah kaca
Karton bekas
Spidol
Kuas
Kertas origami ukuran besar



Cara membuat:

1. Potong karton bekas sesuai dengan ukuran wadah kaca. Disini saya memotong karton dengan bentuk persegi panjang sesuai dengan ukuran wadah kaca.

2. Buat tulisan huruf kecil a-z di karton. Tulisan huruf kecil dapat disesuaikan dengan besarnya kertas karton. Tidak apa-apa jika tidak cukup dari a-z, bisa dibuat secukupnya asalkan ukuran tulisan tidak terlalu kecil :) Misalnya cukup dari huruf a-l.

3. Potong kertas origami menjadi empat bagian. Tulis huruf besar di setiap bagian kecil kertas origami. Buat sesuai dengan jumlah huruf yang ada di kertas karton.

4. Letakkan kertas karton dibawah wadah kaca, lalu isi wadah kaca dengan garam.

Cara bermain:

Teman-teman mama-mama bisa menunjukkan huruf besar di kertas origami pada anak, lalu minta anak untuk mencari pasangan huruf kecil dari huruf besar tersebut di dalam wadah kaca yang berisi garam. Mencarinya bisa dengan menggunakan kuas. :) Silakan diulangi dengan mengganti huruf besarnya :)



Selain untuk huruf besar-kecil, wadah kaca & garam ini juga saya gunakan untuk mengenalkan huruf hijaiyah pada Aliyah :) Kebetulan Aliyah punya puzzle huruf hijaiyah yang langsung saya letakkan di bawah wadah kaca. Aliyah tinggal mencari huruf yang sama dengan huruf  yang saya tunjukkan dengan kartu huruf hijaiyah :)

Oh iya, setelah bosan dengan main huruf, garam di dalam wadah digunakan Aliyah untuk berimajinasi dengan mainan bus kecil nya. Ceritanya bus kecil mainannya sedang berada di dalam jalanan bersalju :D Saya pun ikut bermain dengan menabur salju menggunakan saringan dari set mainan pasir pantai :D, seolah-seolah sedang turun salju. Intinya setelahnya bebas lah mau dibuat main apa saja garamnya :) 

Untuk cuplikan video bermainnya dapat dilihat disini yaa :)

Manfaat stimulasi:

1. Anak dapat mengenal huruf besar dan kecil
2. Melatih motorik halus anak dengan memegang kuas, yang bertujuan untuk  melatih jari-jari anak dalam memegang alat tulis.
3. Melatih sensori anak dengan menyentuh garam.
4. Mengenalkan rasa asin garam kepada anak.
5. Melatih kemampuan berpikir pada anak dalam mencari huruf yang tersembunyi.
6. Malatih daya imajinasi anak.


Menulis Huruf dengan Beras warna warni


Sebenarnya menulis huruf dengan beras warna-warni sudah saya upload di akun instagram saya sebulan yang lalu, hehe. Namun baru saya posting sekalian di blog post ini :) Untuk cuplikan video bermain nya dapat dilihat disini yaa :)

Bahan dan alat:

Beras 1 cup
Pewarna makanan (boleh pakai 1 warna saja sesuai dengan stok di rumah :))
Wadah kecil sesuai jumlah pewarna makanan
Air
Piring plastik
Kuas
Wadah untuk alas beras warna-warni (bisa tray plastik/kayu, nampan, dll)
Kertas Origami ukuran besar


Cara membuat:

1. Bagi beras menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah warna yang akan dibuat. Disini saya menggunakan tiga jenis warna.

2. Siapkan air secukupnya di wadah kecil, tidak perlu terlalu banyak. Komposisi air dengan beras kurang lebih 1:1. Teteskan pewarna makanan ke dalam air yang telah disiapkan.

3. Masukkan beras ke dalam air berwarna.

4. Rendam beras -/+ 30-60 menit.

5. Tuang beras ke dalam piring plastik, lalu jemur dibawah sinar matahari sampai kering.

6. Atur beras warna-warni diatas tray.

7. Potong kertas origami menjadi empat bagian. Tulis huruf besar di setiap bagian kecil kertas origami. Disini saya haya membuat beberapa huruf besar dari ejaan nama Aliyah sebagai awal untuk Aliyah belajar mengenal huruf pada namanya sendiri dan kelak dapat menulis namanya sendiri.

Cara bermain:

Teman-teman mama-mama bisa menunjukkan huruf besar di kertas origami pada anak, lalu minta anak untuk menulis huruf nya diatas beras dengan menggunakan kuas :) Silakan diulangi dengan mengganti huruf besarnya :) selain untuk belajar mengenal dan menulis huruf, permainan ini juga dapat digunakan untuk belajar mengenal dan menulis angka dan bentuk. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan anak kita :)

Untuk melatih sensori anak, teman-teman mama-mama dapat meminta anak untuk memegang berasnya, dan bercerita bahwa tekstur beras itu kasar. Selain itu, kita juga dapat bercerita bahwa beras merupakan bahan makanan yang berasal dari padi, dan menjadi cikal bakal nasi yang dimakan oleh anak sehari-hari :)

Seteleh bosan menulis huruf, Aliyah menggunakan beras nya untuk bermain memindahkan beras dari satu wadah ke wadah lainya dengan menggunakan sendok :)

Manfaat stimulasi:

1. Anak dapat mengenal huruf dari ejaan namanya sendiri.
2. Melatih motorik halus anak dengan memegang kuas, yang bertujuan untuk  melatih jari-jari anak dalam memegang alat tulis.
3. Melatih sensori anak dengan menyentuh beras.
4. Mengenalkan konsep bahan makanan beras pada anak.
5. Melatih kemampuan motorik anak saat memindahkan beras dengan menggunakan sendok.


Nah, kalau teman-teman mama-mama bahan makanan apa yang biasanya digunakan untuk bermain dengan anak?

Semoga sharing saya bermanfaat yaa..

Selamat bermain!