Dari Membaca Artikel Di Ibupedia, Saya Belajar Berdamai Dengan Inner Child Yang Terluka

| on
July 12, 2021

 

Saya sadar saya bukan ibu yang sempurna. Saya masih seringkali kelepasan marah ke anak. Sekali waktu saya marah besar ke Aliyah. Hari-hari berlalu, ternyata ia masih mengingat kejadian itu. Satu hal yang selalu ditanyakannya, "Mama, kenapa waktu itu mama marah sekali ke Yaya?" Saya terdiam. Hati saya patah mendengar ucapannya. Pengalaman masa lalu saya terulang kembali"

Halo!

Bagaimana kabarnya teman-teman mama? Semoga sehat selalu ya :) Cerita saya diatas adalah satu dari cerita yang cukup menyedihkan bagi saya dalam menjalankan peran sebagai orangtua. 

Saya percaya tidak ada orangtua yang senang memarahi anaknya, bahkan sampai membuat anaknya trauma dan meninggalkan bekas di dalam ingatan sang anak. Saya pun demikian. Saya sangat sedih ketika sekali waktu saya marah kepada Aliyah, ternyata peristiwa itu meninggalkan bekas di dalam ingatannya. Saya mungkin telah menjadi penyebab trauma masa kecil yang kurang baik bagi Aliyah :'( 

Kondisi ini semakin diperburuk dengan pola pikir saya yang menyalahkan pola asuh kedua orang tua saya di masa lalu yang membentuk saya menjadi ibu yang mudah marah. 

"Tidak salah saya menjadi seperti ini, karena dulu orang tua saya mendidik saya seperti ini" pikir saya waktu itu.


Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai sadar kalau saya tidak boleh terus-terusan seperti ini. Saya merasa ada yang salah dengan pola pikir saya. Tidak seharusnya saya membenarkan tindak amarah saya kepada Aliyah. Apalagi sampai meninggalkan trauma baginya.

Tindak amarah saya kepada Aliyah adalah tanda kalau saya belum bisa memutus mata rantai pola asuh yang kurang baik di masa lalu. 

Saya merasa harus melakukan sesuatu. Memperbaiki apa yang telah terjadi, sebelum benar-benar terlambat. Saya ingin belajar untuk menjadi ibu yang jauh lebih baik untuk Aliyah. 

Belajar Berdamai dengan Inner Child

Sebagai orang awam saya tidak tahu pasti apa istilah untuk trauma masa kecil yang kurang baik. Karena ketidaktahuan ini, maka saya putuskan untuk mencoba mencari tahu apa dan bagaimana cara mengatasi trauma masa kecil. 

Saya lalu membuka situs Ibupedia, sebuah platform dimana saya biasanya mendapatkan berbagai informasi tentang dunia parenting, keluarga, kesehatan anak, bayi dan info seputar kehamilan. Siapa tau ada artikel yang membahas tentang mengatasi trauma masa kecil disini, pikir saya waktu itu.



Akhirnya saya sampai pada sebuah artikel di Ibupedia,  tentang inner child yang berjudul 7 Langkah Mudah Mengelola Inner Child Dalam Mengasuh Anak  Saya pun mulai mengerti atas apa yang saya rasakan dan alami selama ini. 

"Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan petunjuk bagaimana cara mengatasi trauma masa kecil seperti yang saya alami selama ini setelah membaca artikel tentang inner child di Ibupedia "

Trauma masa kecil yang saya alami ternyata adalah inner child yang terluka yang tersimpan di dalam diri saya.

Ya, menurut pakar, inner child adalah pengalaman di masa lalu, tidak hanya di masa kecil melainkan di semua tahap kehidupan yang telah kita lalui.

Pengalaman ini yang kemudian tersimpan menjadi memori positif ataupun negatif di dalam diri kita, yang tanpa kita sadari ternyata mempengaruhi diri kita dalam mengekspresikan diri saat dewasa.

Saat menjalankan peran sebagai orangtua, inner child saya yang tersimpan selama ini menjadi sering muncul ke permukaan. 

Misalnya seperti, saya menjadi ibu yang mudah marah, karena saya merasa sering dimarahi sewaktu kecil dulu, yang mungkin dapat membuat Aliyah juga tumbuh menjadi orang yang mudah marah.

Atau, trauma lain seperti tidak ingin memiliki anak dengan kelahiran jarak dekat karena khawatir Aliyah kurang mendapatkan perhatian seperti yang saya rasakan dulu sebagai anak sulung dari 3 bersaudara dengan jarak kelahiran yang berdekatan. Padahal, mungkin disisi lain, keputusan ini dapat membuat Aliyah merasa kesepian karena tidak ada saudara yang dapat diajak bermain bersama di rumah. 

Jika saya tidak berusaha berdamai dengan trauma-trauma saya diatas, mungkin saja tanpa saya sadari saya  menurunkan trauma tersebut kepada Aliyah. Dan mata rantai trauma masa kecil saya akan terus terjalin bahkan mungkin bisa sampai ke cucu saya kelak.

Pada akhirnya, saya mencoba belajar untuk berdamai dengan inner child saya agar dapat memutus mata rantai trauma masa lalu yang kurang enak ini.


Apa saja sih yang sebenarnya menjadi penyebab inner child kita terluka?

Sebelum memulai untuk berdamai dengan trauma masa kecil, saya lebih dulu mencoba memahami lebih dalam apa yang kira-kira menjadi penyebab seseorang mengalami trauma di masa kecil nya. Apakah benar pola asuh orang tua dan pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan dapat menjadi penyebab inner child dalam diri saya terluka? 

Pada gambar adalah beberapa kemungkinan kejadian di dalam hidup yang menjadi penyebab inner child dalam diri yang terluka dilansir dari Ibupedia dan Better Help,


Kejadian-kejadian diatas mungkin pernah dialami sebagian dari kita yang tanpa kita sadari ternyata bisa jadi  menjadi penyebab trauma masa kecil. Mengetahui penyebab dari trauma masa kecil yang dialami adalah langkah awal untuk berdamai dengan trauma masa kecil. Saya sendiri berusaha belajar untuk menerima bahwa kejadian di masa lalu yang meninggalkan trauma bagi saya merupakan bagian dari perjalanan hidup saya.

Sama seperti memori masa kecil yang menyenangkan yang seringkali dianggap sebagai pengalaman yang berharga, saya pun belajar untuk mengganggap trauma di masa kecil saya sebagai pengalaman yang sama berharganya :) Harapannya, dengan belajar menerima, langkah saya untuk berdamai dengan trauma masa kecil saya menjadi lebih mudah.


Lalu, bagaimana cara untuk berdamai dengan trauma masa kecil?

Saya salah satu yang percaya bahwa setiap orang memiliki "waktu" nya masing-masing untuk dapat berdamai dan pulih dari traumanya di masa kecil :) Meski mungkin tidak secepat apa yang diharapkan, perlahan tapi pasti, tentu usaha untuk berdamai dengan trauma masa kecil ini akan berbuah manis, InsyaAllah :)

Di artikel Ibupedia, 7 Cara Mengelola Inner Child Dalam Mengasuh Anak yang saya baca, ada beberapa tips yang diberikan yang bisa kita lakukan untuk mulai berdamai dengan inner child yang terluka.  Apa saja ketujuh tips nya? Saya sharing garis besarnya saja ya :) Untuk detailnya, teman-teman dapat langsung klik di judul artikelnya ya :)



  1. Berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu terlebih dulu.
  2. Mencoba memaafkan kesalahan pola asuh orang tua di masa lalu.
  3. Memberi perhatian penuh dengan tulus kepada anak kita sebagai bentuk self healing dari inner child yang terluka.
  4. Mengindentifikasi inner child yang kita miliki. Inner child yang negatif yang kita miliki sebaiknya tidak diturunkan ke pola asuh kita ke anak, sebaliknya inner child yang positif dapat kita adaptasi di dalam pola asuh kita.
  5. Mengurangi intensitas berada di dalam lingkungan yang menjadi penyebab trauma di masa kecil.
  6. Mengapresiasi diri sendiri atau melakukan re-parenting sebagai wujud mencintai diri sendiri.
  7. Berbagi cerita kepada orang terdekat yang dapat dipercaya, atau berkonsultasi dengan ahli seperti psikolog.

Oh iya, saya juga membaca artikel lain yang terkait dengan inner child di Ibupedia. Artikelnya berjudul Berdamai Dengan Inner Child, Atasi Luka Yang Tertinggal Tips untuk berdamai dengan inner child di kedua artikel di Ibupedia inilah yang kemudian saya gunakan untuk pelan-pelan belajar berdamai dengan trauma masa kecil, ditambah juga dengan beberapa referensi lain dari jurnal tentang inner child.

Pada intinya saya perlu merangkul inner child saya dan membangun koneksi dengannya agar saya dapat lebih mudah untuk berdamai dengan inner child saya yang terluka.

Tips dari Ibupedia ini menjadi awal bagi saya untuk akhirnya bisa menerima inner child yang terluka sebagai bagian dari diri saya. Ia telah bertumbuh bersama bagian dari diri saya yang lain. Belajar menerima kenyataan ini membuat saya merasa jauh lebih baik :) 


Lalu bagaimana caranya saya dapat berdamai dengan trauma di masa kecil?

Selama ini ada beberapa cara saya coba lakukan untuk mencoba berdamai dengan trauma masa kecil saya. 

Pertama, seperti cerita saya diatas saya mencoba untuk menerima pengalaman masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup, baik itu pengalaman yang menyenangkan ataupun yang kurang menyenangkan seperti trauma di masa kecil. Saya benar-benar berterimakasih pada Allah atas apa-apa yang sudah saya lalui selama ini, dan dari ini rasa ikhlas atas apa yang telah terjadi mulai tumbuh di dalam hati saya.

Kedua, memaafkan kejadian masa lalu yang telah terjadi. Setelah dapat menerima pengalaman masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup saya, pelan-pelan saya mulai dapat memaafkan kejadian di masa lalu yang meninggalkan trauma bagi saya. 

Dari pengalaman saya, untuk dapat lebih legowo dalam memaafkan, mencoba untuk bercerita dari hati ke hati dengan orang-orang terdekat yang ada di sekitar saya seperti suami, orang tua dan adik saya sangat membantu proses ini.

Dari bercerita dengan orang terdekat, saya menjadi lebih mengerti dan memahami jika apa yang menjadi trauma di masa kecil saya bukan sepenuhnya kesalahan dari kedua orang tua saya. Kedua orang tua saya bahkan tidak pernah berniat untuk melukai perasaan saya. 

Yang sebenarnya terjadi adalah mata rantai pola asuh di masa lalu (dari kakek nenek) yang diturunkan kepada kedua orang tua saya, lalu orang tua saya menurunkan pola asuh yang kurang lebih sama kepada saya dan kedua adik saya.

Inilah kenapa, saat ini menjadi penting untuk belajar memutus pola asuh di masa lalu yang kurang baik agar kita tidak menurunkannya ke anak-anak kita, agar tidak menjadi trauma masa kecil anak kita. Mungkin memang bukan hal yang mudah, tapi jika kita mencoba semampu kita, InsyaAllah akan berbuah manis di kemudian hari, Aamiin :)

Ketiga, menulis jurnal tentang apa yang menjadi trauma masa kecil saya, atau apa yang sebenarnya saya rasakan selama ini. Menulis jurnal sebenarnya bukan kebiasaan yang biasa saya lakukan. Namun, setelah mencoba menulis jurnal untuk lebih mengenali diri sendiri, ternyata saya dapat lebih mengerti apa yang saya rasakan. Meski sebelumnya saya sudah mencoba untuk mengerti diri saya dengan cara berpikir dan merenung, namun ternyata dengan menulis jurnal, rasanya menjadi jauh lebih baik dan lebih menyentuh. 




Jika teman-teman mama juga ingin mencoba untuk mulai menulis jurnal, berikut beberapa hal yang dapat ditulis di jurnal yang disadur dari Ibupedia dan artikel di Phsychology Today.com, yang juga saya coba aplikasikan dalam proses berdamai dengan inner child :)
  • Mulai menulis dari hal yang sederhana untuk mengenal diri sendiri seperti aku pencemas karena...
  • Menulis sebuah surat untuk sosok anak kecil yang ada di dalam diri kita. Isinya dapat berupa ucapan terima kasih, atau pernyataan kalau kita sayang padanya.
  • Menulis tentang apa yang kita rasakan dan apa yang menjadi penyebab dari perasaan tersebut.
  • Menuliskan apa yang sebenarnya kita inginkan.
  • Menulis tentang apa yang sebenarnya ingin kita ubah dan bagaimana langkah yang dapat kita tempuh untuk mencapai perubahan itu.
Keempat, belajar mencintai diri sendiri dan berterima kasih ke diri sendiri karena sudah melalui kejadian di masa lalu dan masih mau berjuang sampai sekarang. Tadinya saya tidak begitu tahu bagaiamana cara untuk mencintai diri sendiri. 

Dari tips di artikel Ibupedia, saya mencoba mengaplikasikan bentuk mencintai diri sendiri dengan berbicara kepada diri kalau saya mencintainya dan mau mendengarkan apa yang dirasakannya. Biasanya dilakukan sembari memeluk diri sendiri sambil berbicara dari hati :)

Bentuk lain mencintai diri sendiri juga bisa dengan melakukan 'me time' dan mengisinya dengan hal-hal yang kita senangi agar tangki cinta kita terisi penuh hingga cukup untuk dibagi ke diri sendiri dan orang lain, seperti suami dan anak :)



Apa perubahan yang dirasakan dan manfaat yang didapatkan setelah belajar berdamai dengan trauma masa kecil?

Saya sangat menyadari kalau tiap-tiap individu memiliki trauma masa kecilnya masing-masing dan membutuhkan waktu untuk pulih yang tidak sama satu dengan yang lainnya :) Versi saya, setelah berberapa bulan terakhir mencoba belajar berdamai dengan trauma masa kecil saya dengan keempat cara yang saya sebutkan diatas, saya merasa ada perubahan yang cukup berarti di dalam diri saya dan orang-orang di sekitar saya. Beberapa perubahan yang saya rasakan diantaranya;

  • Menjadi tidak mudah marah kepada anak 
Saya tidak lagi membenarkan tindakan marah saya kepada Aliyah sebagai bentuk dari akibat pola asuh orangtua saya di masa lalu. Saya sadar  jika saya perlu belajar untuk mengelola emosi dengan lebih baik lagi agar tidak mudah marah kepada Aliyah.
  •  Hubungan dengan keluarga menjadi lebih hangat dari sebelumnya.
Belajar tentang inner child membuat saya menjadi lebih mengerti jika orang lain pun punya inner child dan trauma nya masing-masing. 

Saya menjadi lebih sering berbagi cerita dengan suami tentang trauma masa kecil yang ia rasakan dan saya rasakan. Kami tidak lagi mudah untuk bertengkar dan menjadi lebih mengerti satu sama lain. 

Begitu pula dengan kedua orang tua saya. Sekali waktu, Bapak saya bercerita bagaimana kerasnya pola asuh kakek terhadap bapak sewaktu kecil. Dari cerita ini lah saya jadi mengerti kalau orang tua saya tidak pernah benar-benar sengaja untuk membuat saya merasa trauma.

Dan dari adik saya, yang biasanya diantara kami ada siblings rivalvy, setelah kami melakukan pillow talk dan berbagi cerita pengalaman di masa kecil masing-masing, kami akhirnya menyadari siblings rivalvy tidak seharusnya ada diantara kami. Hubungan kami yang tadinya lebih sering diisi dengan pertengkaran, belakangan menjadi lebih hangat karena kami mencoba belajar untuk saling mengerti satu sama lain :)

  • Belajar memperbaiki pola asuh untuk menjadi orang tua yang lebih baik
Setelah belajar berdamai dengan trauma di masa kecil, saya belajar untuk memperbaiki pola asuh saya kepada Aliyah. Sekali waktu saya dan suami mengobrol santai dan saling berbagi tentang hal yang tidak kami harapkan dari pola asuh orang tua kami di masa lalu terjadi kepada Aliyah, misalnya trauma masa kecli suami yang dulu jarang diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya, dari sini kami belajar untuk menjadi orang tua yang terbuka bagi Aliyah untuk berbagi cerita ataupun tentang apa yang sedang dirasakannya.
  • Tidak mudah menjudge atas sikap atau keputusan yang diambil oleh orang lain
Karena mulai memahami jika setiap individu punya pengalaman di masa lalu yang berbeda, maka saya percaya setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang sedikit banyak dipengaruhi oleh pengalamannya di masa lalu. Tidak ada yang salah atau benar dalam setiap obrolan atau berbagi pendapat :)



  • Lebih sering mengajak anak mengobrol dan memahami apa yang dirasakannya
Lebih sering mengajak Aliyah mengobrol dan memahami apa yang dirasakannya menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi saya setelah belajar berdamai dengan trauma masa kecil. Karena pengalaman yang kurang menyenangkan bisa saja muncul di dalam kehidupan Aliyah sampai ia dewasa kelak, yang bisa datang dari mana saja seperti lingkungan pertemanannya atau sekolahnya. 

Sejak peristiwa marah saya kepada Aliyah tempo hari, saya jadi lebih sering mengajaknya mengobrol dan bertanya apa kejadian yang kira-kira selalu ia ingat dan membuatnya merasa sedih. Dari obrolan ini paling tidak, ia tahu ada saya yang menjadi tempat ia berbagi cerita. Harapannya, peristiwa yang kurang menyenangkan yang ia alami tidak meninggalkan trauma yang mendalam baginya.



Pada akhirnya, inilah cerita parenting versi saya, belajar berdamai dengan inner child yang terluka dari membaca artikel di Ibupedia. Ibupedia telah membantu saya belajar tidak hanya untuk menjadi ibu yang lebih baik, tapi  juga menjadi istri, anak dan kakak yang InsyaAllah lebih baik :)

Semoga cerita saya bermanfaat ya :)


Ibupedia
Pusat Informasi Kehamilan, Ibu dan Anak

Situs: www.ibupedia.com | Instagram: @ibupedia.id | Facebook: Ibupedia


Disclaimer:

Cerita saya semata-mata berdasarkan pengalaman pribadi. Saya bukanlah seorang ahli di bidang inner child maupun psikologi. Teman-teman dapat menghubungi ahli untuk mendapatkan penanganan  trauma masa kecil lebih lanjut. :)














REVIEW SCARLETT WHITENING FACE CARE: BRIGHTENING FACIAL WASH, BRIGHTLY EVER AFTER SERUM, BRIGHTLY EVER AFTER CREAM

| on
June 29, 2021

 



Halo!

Bagaimana kabarnya teman-teman mama? Semoga sehat-sehat ya teman-teman mama beserta keluarga :) Oiya, beberapa waktu yang lalu saya sempat sharing pengalaman saya menggunakan rangkaian body care dari Scarlett Whitening.

Kalau ada teman - teman yang belum sempat membaca dan ingin membaca cerita pengalaman saya menggunakan rangkaian body care dari Scarlett Whitening, silakan baca di sini ya :)

Setelah hampir 1 bulan menggunakan rangkaian body care dari Scarlett Whitening, kondisi kulit saya benar-benar jauh lebih baik dari sebelumnya. Jujur kulit saya terasa lebih lembab dan lebih cerah dari biasanya.

Dan dari pengalaman saya tersebut, menurut saya produk dari Scarlett Whitening tergolong bagus dan worth to try.

Nah, dari pengalaman saya menggunakan rangkaian body care dari Scarlett Whitening, saya akhirnya tergoda juga untuk mencoba rangkaian Face Care dari Scarlett Whitening, supaya kulit wajah saya juga menjadi lebih sehat dan lebih cerah ceria, hehehe (karena sering di dapur dan memasak, rasanya kulit wajah saya agak kusam dan kurang shining shimering splendid, hehe)

Lalu, bagaimana hasilnya setelah mencoba satu per satu dari rangkaian face care Scarlett Whitening? Kita coba ulas satu per satu di blog post kali ini ya :)

Rangkaian face care Scarlett Whitening terdiri dari dua series, Acne Series dan Brightly Series. Apa sih manfaat dari keduanya untuk kulit kita?

Acne Series (Acne Serum dengan Acne Day & Night Cream)

Common Ingredients:

CM Acnatu, Poreaway, Double Action Salicylic Acid, Natural Vit C, Natural Squalane, Hexapeptide-8, Aqua Peptide Glow dan Triceramide.

Acne Series adalah solusi face care dari Scarlett Whitening untuk kita-kita yang memiliki masalah dengan kulit yang berjerawat. 

Acne Series yang dikemas dengan packaging berwarna ungu lilac ini punya segudang manfaat seperti melembabkan dan menghidrasi kulit wajah, menyamar kan pori-pori dan garis halus pada wajah, juga membantu meredakan peradangan jerawat dan menyembuhkan jerawat.

Brightly Series (Brightly Ever After Serum dengan Brightly Ever After Day & Night Cream)

Common Ingredients:

Niacinamide, Hexapeptide-8, Glutathione, Rainbow Algae, Aqua Peptide Glow, Roseship Oil, Poreaway, Triceramide, Natural Vit. C dan Green Caviar.

Jika Acne Series adalah solusi untuk masalah kulit yang berjerawat, maka Brightly Series yang dikemas dengan packaging berwarna pink ini adalah solusi untuk kita-kita ingin kulit lebih cerah atau ingin memudarkan bekas jerawat.

Saya sendiri mencoba face care Scarlett Whitening Brightly Series karena kulit wajah saya cenderung kusam.

Oiya, untuk rangkaian face care Scarlett Whitening ini InsyaAllah aman untuk digunakan karena sudah terdaftar di BPOM dan terbukti tidak mengandung Merkuri serta Hydroquinone yang mempunya efek kurang baik untuk kesehatan kulit.




Satu rangkaian face care Scarlett Whitening Brightly Series yang saya coba pakai terdiri dari:

1. Brightening Facial Wash
2. Brightly Ever After Serum
3. Brightly Ever After Cream Day
4. Brightly Ever After Cream Night


Fun fact nya, dari rangkaian Brightly Series ini tidak di launching secara bersamaan. Urutannya dimulai dari Brightening Facial Wash yang di launch sejak awal tahun 2020 yang lalu, kemudian disusul Brightly Ever After Serum, dan yang paling terbaru adalah Brightly Ever After Cream Day & Night.

Menurut kak Felicia Angelista sang owner, Scarlett Whitening selalu melakukan riset yang panjang lebih dulu sebelum akhirnya meluncurkan sebuah produk ke pasaran. Itu karena mereka ingin produk Scarlett Whitening benar-benar bagus dan aman untuk digunakan oleh para konsumen nya.

Mungkin bisa jadi, karena ini juga rangkaian produk dari face care Scarlett Whitening tidak diluncurkan secara bersamaan. Well done, kak Feli.

Oke, kembali ke mengulas produk face care Scarlett Whitening yang saya gunakan. Kita coba ulik satu persatu ya mulai dari Brightening Facial Wash, Brightly Ever After Serum, Brightly Ever After Cream Day dan Brightly Ever After Cream Night.

Brightening Facial Wash

Step pertama dari rangkaian face care Scarlett Whitening adalah mencuci wajah dengan Brightening Facial Wash.


Common Ingredients

Glutathione, Aloevera, Rose Petal, dan Vitamin E



Kemasan

Scarlett Brightening Facial Wash dikemas di wadah botol berukuran 100 ml. Sedangkan untuk packaging luarnya menggunakan kotak karton berukuran sangat compact dengan botolnya, jadi kita tidak perlu khawatir tutup botolnya mudah terbuka.


Sama seperti produk Scarlett lainnya, pada kemasan botol Scarlett Brightening Facial Wash terdapat stiker hologram untuk menunjukkan keaslian produknya.




Cara Pakai

Tuangkan secukupnya facial wash ke telapak tangan. Usap secara merata ke seluruh area wajah. Lalu bilas sampai bersih. Untuk hasil yang maksimal, facial wash ini dapat digunakan secara rutin setiap hari, pagi dan malam (atau kalau saya setiap kali mandi, hehe).

Tekstur, Wangi dan Warna





Scarlett Brightening Facial Wash memiliki tekstur seperti gel dengan buliran scrub halus dan rose petal berwarna merah. Wanginya serupa dengan Scarlett Shower Scrub, namun versi lebih lembut. Warna gel nya transparan cenderung pink muda.


Experience

Kesan saat pertama kali menggunakan Scarlett Brightening Facial Wash saya merasa formula nya cukup ringan di kulit wajah. Hampir serupa dengan sabun wajah yang saya gunakan biasanya. Busa sabunnya tidak begitu banyak.




(sepertinya memang meminimalisir penggunaaan bahan sejenis SLS/SLES yang biasanya berpotensi menimbulkan iritasi/alergi pada beberapa orang dengan jenis kulit sensitif).  Saya sangat suka dengan busa sabun yang sedikit ini. Lebih ramah untuk kulit saya yang agak sensitif dengan beberapa jenis facial wash.

Diawal pakai kulit saya terasa sedikit kering di beberapa area. Lalu memasuki hari ke 3, kulit saya baru mulai terasa lembab. Sampai hari ke 7 Alhamdulillah tidak ada masalah dan kulit saya terasa lebih lembab dari biasanya :)


Brightly Ever After Serum

Mengaplikasikan Brightly Ever After Serum pada wajah adalah step kedua dari rangkaian face care Scarlett Whitening yang saya coba.



Common Ingredients

Glutathione, Phyto Whitening, Vitamin C, Niacinamide, Lavender Water




Kemasan

Scarlett Brightly Ever After Serum dikemas di dalam botol kaca berukuran 15 ml dengan penutup yang dilengkapi pipet seperti botol serum kebanyakan yang beredar di pasaran.




Untuk packaging luar Scarlett Brightening Ever After Serum menggunakan kotak karton berukuran 9,5 x 4 x 4 cm. Pada kemasan kotak ini juga terdapat stiker hologram untuk menunjukkan keaslian produk dari Scarlett.

Cara Pakai


Scarlett Brightly Ever After Serum saya pakai 1 hari 2 kali, pagi dan malam setelah mencuci wajah dengan facial wash, dan sebelum mengaplikasikan Brightly Ever After Cream.

Pakai serum nya cukup 2-3 tetes, lalu diusap dan dipijat secara perlahan sampai merata pada kulit wajah. Setelah itu didiamkan beberapa saat agar serum meresap sempurna ke kulit wajah.



Tekstur, Wangi, dan Warna

Scarlett Brightly Ever After Serum memiliki tekstur seperti gel lembut berwarna putih transparan dengan wangi lavender yang samar (saya  sendiri suka dengan wangi yang samar untuk produk skincare karena tidak begitu menyengat di hidung, sehingga terasa nyaman saat diaplikasikan). Gel nya sendiri tidak terasa lengket di kulit, mudah merata dan cepat kering :)

Experience

Diawal pemakaian, saya menggunakan
Scarlett Brightly Ever After Serum secara tipis lebih dulu untuk mengecek apakah kulit saya menunjukkan tanda reaksi alergi atau tidak. 

Alhamdulillah, tenyata tidak. Langsung deh pemakaian berikutnya saya tancap gas tanpa ragu saya aplikasi kan sesuai anjuran pemakaian, hehe.

Scarlett Brightly Ever After Serum ini menurut saya membantu kulit menjadi lebih lembab dan mempermudah saat  aplikasi Scarlett Brightly Ever After Cream.

Serumnya terserap dengan mudah di kulit dan juga cepat mengering serta terasa sangat ringan di kulit wajah.


Brightly Ever After Cream Day



Nah, step ketiga dari rangkaian face care Scarlett Whitening adalah mengaplikasikan Brightly Ever After Cream Day/Night pada seluruh wajah. Kita ulas yang Brightly Ever After Cream Day dulu ya :)

Kemasan

Brightly Ever After Cream Day dikemas di dalam wadah kaca berukuran 20 gram dengan tutup putar. Saat saya membuka tutup putarnya, ternyata di dalamnya masih ada tutup plastik yang melindungi cream nya. 



Ini ciri khas Scarlett sih menurut saya. Semua produknya yang bertekstur cream (termasuk body scrub) selalu disertai dengan tutup double, jadi kualitas dan higienitas cream nya cukup terjaga dengan baik.





Sama dengan produk face care Scarlett lainnya, Brightly Ever After Cream Day juga dikemas dengan packaging luar berbentuk kotak berukuran 6 x 6 x 5 cm yang juga disertai dengan stiker hologram sebagai tanda keaslian produknya.


Cara Pakai




Brightly Ever After Cream Day saya aplikasikan pada saat pagi/siang hari setelah menggunakan Brightly Ever After Serum. Sebelum mengaplikasikan cream day, pastikan kulit kita dalam keadaan bersih dan kering ya :)

Ambil secukupnya, lalu pijat perlahan ke seluruh area wajah.




Tekstur, Wangi dan Warna

Tadinya saya sempat mengira tekstur dari Brightly Ever After Cream Day akan sangat creamy seperti pengalaman saya menggunakan day cream sebelumnya. Ternyata saya salah. Tekstur Brightly Ever After Cream Day cenderung seperti lotion.

Kelebihan dari tekstur lotion adalah sangat mudah diaplikasikan, mudah terserap dan terasa ringan di kulit. Begitu juga dengan Brightly Ever After Cream Day, cream nya tergolong mudah saya aplikasikan, cepat terserap, terasa ringan dan tidak lengket di kulit.

Wangi Brightly Ever After Cream lumayan enak dan tidak begitu menyengat, sedangkan warnanya lotionnya berwarna putih susu :)


Experience

Sama seperti saat pertama kali mengaplikasikan Brightly Ever After Serum, saya juga mengaplikasikan Brightly Ever After Cream Day secara tipis diawal untuk menguji apakah ada reaksi alergi atau tidak. Alhamdulillah ternyata tidak. Setelah nya langsung deh saya aplikasikan dengan sangat percaya diri hehe.




Dari foto terlihat ya kalau cream nya dapat langsung meresap ke dalam kulit :)


Brightly Ever After Cream Night


Kalau Brightly Ever After Cream Day diaplikasikan pada pagi/siang hari, maka untuk malam hari kita bisa pakai Brightly Ever After Cream Night. Step by step nya sama seperti saat siang hari, pakai facial wash, lalu serum dan kemudian cream night.




Untuk Kemasan dan Cara pakai Brightly Ever After Cream Night kurang lebih sama dengan Brightly Ever After Cream Day, jadi tidak saya bahas detail lagi yah :)








Tekstur, Wangi dan Warna




Berbeda dengan Brightly Ever After Cream Day yang bertekstur lotion cair, Brightly Ever After Cream Night memiliki tekstur lotion namun cenderung creamy.




Wanginya serupa dengan Brightly Ever After Cream Day dengan warna putih susu yang sedikit lebih pekat.


Experience

Masih sama dengan saat pertama kali saya mengaplikasikan Brightly Ever After Serum & Cream Day, saya juga mengaplikasikan Brightly Ever After Cream Night secara tipis-tipis di awal. Alhamdulillah tidak ada reaksi alergi pada wajah saya setelah  menggunakan Brightly Ever After Cream Night.






Efek setelah mengaplikasikan  Brightly Ever After Cream Night wajah saya menjadi sedikit oily namun sejauh ini masih oke karena dengan begitu bisa membantu kulit saya menjadi lebih lembab.

Lalu, bagaimana perubahan kulit wajah saya setelah 1 minggu pakai rangkaian face care Scarlett Whitening?

Di awal sampai hari ke 3, jujur kulit saya sedikit terasa kering dan kasar. Ternyata saat hari ke 3, pori pori saya benar-benar terbuka. Komedo di area hidung yang selalu menjadi masalah kulit wajah saya, tiba-tiba bermunculan. Tapi kali ini benar benar yang keluar dan tinggal diambil saja.


Waktu itu saya tidak berpikiran kalau produk face care dari Scarlett Whitening komedogenic, melainkan memang seperti reaksi untuk membersihkan wajah saya yang memang cenderung berkomedo.




Setelah komedo saya bersihkan, Alhamdulillah hari ke 4 sampai ke 7 hidung saya muluus dan mulai glowing. Hehe. Area kulit di bawah bibir saya yang awalnya cenderung kering dan warna nya tidak rata, pada hari ke 7 mulai menunjukkan perubahan. Kulit saya tidak lagi kering dan warna kulit saya pun mulai merata.

Sedangkan untuk kecerahan kulit, saya merasa kulit saya sedikit lebih cerah dari biasanya (belum begitu banyak perubahan karena memang masih pemakaian 1 minggu)

Overall bisa dibilang saya punya good experience dengan rangkaian face care dari Scarlett Whitening. InsyaAllah ingin saya gunakan rutin untuk mencapai cita-cita kulit wajah yang lebih shining shimering splendid :))

Oh iya selain rutin pakai face care, jangan lupa juga untuk tetap makan makanan yang bergizi seperti buah dan sayur, minum banyak air dan istirahat yang cukup agar kulit kita lebih sehat :) Kurang-kurangin stress juga ya :))

Kalau teman-teman ada yang juga ingin mencoba rangkaian face care dari Scarlett Whitening, teman-teman bisa order melalui Whatsapp di nomor 0877-0035-3000, atau Line @scarlett_whitening, dan via Shopee Mall di Scarlett Whitening Official Shop dengan harga @ Rp 75,000/item :)

By the way, teman-teman mama ada yang juga punya pengalaman cobain face care dari Scarlett Whitening? Yuk, sharing sama-sama disini :)

Semoga bermanfaat ya :)







































REVIEW SCARLET WHITENING BODY SCRUB, BODY WASH & BODY LOTION: MEMBUAT KULIT LEBIH LEMBUT DAN CERAH!

| on
May 27, 2021

Halo!

Bagaimana kabarnya teman-teman mama? Semoga sehat dan bahagia selalu ya :) Saya sendiri Alhamdulillah sehat meski belakangan agak riweuh dengan pekerjaan domestik rumah tangga karena dua bulan belakangan disambi mengurus mama mertua yang sedang sakit. Alhamdulillah pelan-pelan kondisi mertua sudah lebih baik, dan ritme pekerjaan domestik rumah tangga sudah mulai kembali normal seperti biasa :)


Tapi di blog post kali kita tidak akan membahas soal pekerjaan domestik ataupun kondisi mama mertua saya. Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya menggunakan rangkaian Scarlett Whitening, mulai dari body scrubshower scrub sampai body lotionnya untuk membantu melembabkan dan mencerahkan kulit saya yang kering dan kusam.




Jadi, karena dua bulan belakangan saya sering sekali berhubungan dengan detergen dan teman-temannya, tanpa saya sadari ternyata  hal ini lama - kelamaan membuat kulit  tangan saya menjadi sangat kering dan kusam.




Saya akhirnya mencari referensi produk bodycare yang dapat membantu kulit saya kembali lembab dan lebih sehat. Pada intinya, saya mencari produk yang aman dan cara pakainya simpel karena saya kurang begitu telaten untuk urusan perawatan tubuh hehehe. 


Nah, belakangan saya cukup sering melihat updates rangkaian produk Scarlett Whitening di instagram feeds saya karena banyak digunakan oleh teman-teman saya ataupun para influencer. Tadinya saya pikir Scarlett Whitening adalah produk buatan luar negeri, faktanya Scarlet Whitening adalah produk asli buatan dalam negeri :)

Wah, sepertinya bisa nih saya coba produk dari Scarlett Whitening ini pikir saya waktu itu, karena dari review teman-teman saya, produk dari Scarlett Whitening tergolong bagus untuk membantu melembabkan dan mencerahkan kulit.


Singkat cerita, akhirnya saya mencoba rangkaian bodycare Scarlett Whitening mulai dari body scrub, shower scrub sampai body lotionnya. Berhubung produk Scarlett Whitening sudah terdaftar di BPOM dan Not Tested on Animals serta HALAL MUI jadi, InsyaAllah produknya aman untuk saya gunakan sehari-hari :)



Nah, kita coba ulas satu persatu ya dari rangkaian body care Scarlett Whitening yang saya gunakan serta experience yang saya rasakan setelah memakai produknya selama lebih dari satu minggu :)


Scarlett Body Scrub Romansa


Untuk step pertama dari rangkaian bodycare Scarlett Whitening adalah body scrub. Saya coba pakai Scarlett Body Scrub yang varian Romansa.



Ingredients:


Aqua Demineralista, Polyethylene, Cetearyl Alcohol, Cetyl Alcohol, Mineral Oil, Glycol Distearate, Propane123 Triyl, Trinitrate, Propane Diol, Fragrance, Glutathione, Dmdmhydantion, Triisopropanolamine, Acrylates C10 30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Glass Bead Vit. E

Kemasan


Scarlett Body Scrub varian Romansa dikemas di dalam wadah berukuran 400 gram. Di dalamnya ada sealing hologram yang menunjukkan keaslian produknya. Menurut saya, sealing hologram ini juga membuat isi body scrub nya tetap higienis dan tidak mudah tumpah.



Di bagian luar kemasan terdapat stiker hologram serta kode unik sebagai tanda keaslian produknya.


Cara Pakai


Dalam seminggu belakangan sudah terhitung dua kali saya menggunakan Scarlett Body Scrub varian Romansa. Memang dari saran pemakaian nya sebaiknya minimal 2-3 kali dalam satu minggu untuk dapat membantu memaksimalkan proses regenerasi kulit.

Namun, ada baiknya juga tidak terlalu sering untuk menghindari kulit kita over exfoliated :)





Cara pakai Scarlett Body Scrub cukup simpel, langsung dibalurkan ke seluruh tubuh, diamkan 2-3 menit, gosok sebentar lalu dibilas deh dengan air.


Tekstur, Wangi dan Warna


Scarlett Body Scrub Romansa ternyata bulirannya sangat halus dan tidak terasa sakit walau saya mengaplikasikannya dengan menggosoknya berulang kali di kulit saya.



Kombinasi dari kandungan Glutathione dan Vitamin E serta buliran halusnya membantu melembabkan kulit saya sekaligus mengeksfoliasi kulit untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran di tubuh yang menumpuk akibat polusi, debu, asap saat beraktivitas diluar ruangan.


Wanginya pun  juga enak sekali khas aroma bunga-bungaan yang segar. Karena wanginya enak, saya bisa scrubbing sambil healing stress dari aktivitas saya sehari-hari :)




Oh iya seperti scrub kebanyakan, Scarlett Body Scrub Romansa berwarna putih pekat dan berubah menjadi putih keabuan setelah diaplikasikan di kulit sebagai tanda kalau sel kulit mati dan kotoran di kulit terangkat dengan baik.




Nah, di foto adalah before dan after kulit saya setelah menggunakan Scarlett Body Scrub Romansa. Terlihat ya perbedaan nya dari tangan kiri saya yang kering dan tangan kanan saya yang lebih lembab setelah menggunakan Scarlett Body Scrub Romansa.


Selain varian Romansa, Scarlett Body Scrub juga tersedia dalam varian Pomegrante khas wangi buah pomegranate yang juga dikemas di dalam ukuran 400 gram.


Scarlett Brightening Shower Scrub


Mandi dengan Scarlett Brightening Shower Scrub adalah step kedua setelah pengaplikasian body scrub. Yuk, kita coba ulas ya Scarlett Brightening Shower Scrub.




Ingredients:


Aqua, Sodium Laureth-2 Sulfate, Acrylates/Steareth-2-Methacrylate Copolymer, Lauryl Betaine, Coconut Fatty Acid Diethanolamine, Fragrance , Sodium Lauryl Sulfate, Cocamidopropyl Betaine, Ammonium Salt, Collagen, Pomegranate fruit peel extract octenylsuccinate, Glutathione, Polyethylene, Dmdmhydantion, Glass Beads Vit. E, EDTA, Citric Acid, CI 60725


Kemasan


Scarlett Brightening Shower Scrub dikemas di dalam botol plastik kemasan 300 ml dengan isi yang penuh kalau kata orang Jawa notok jedok sama tutupnya, hihi. Ini baru pertama kali sih saya pakai sabun yang isinya full sampai atas.


Untuk pemakaian selama seminggu, milik saya sudah berkurang 1/4 botol, jadi kira kira untuk satu botol 300 ml InsyaAllah cukuplah untuk digunakan selama satu bulan :)

Di luar kemasannya juga terdapat stiker hologram serta kode unik sebagai tanda keasliannya.


Kemasannya tergolong mudah dibawa dengan ukuran botol yang pas, tidak terlalu besar.




Cara Pakai


Mengaplikasikan  Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante sebenarnya sama seperti saat kita memakai sabun biasanya. 


Cukup basahi tubuh dengan air, usap sabun di seluruh tubuh dan bilas kembali dengan air. Saya sendiri lebih suka pakai shower puff agar kulit lebih bersih maksimal, hehe.


Tekstur, Wangi dan Warna


Sesuai dengan namanya Scarlett Brightening Shower Scrub, sabun mandi keluaran Scarlett ini juga terdapat buliran scrub halus untuk membantu agar kulit tubuh kita bersih maksimal.


Busa sabun yang dihasilkan saat terkena air juga tidak berlebihan serta tidak meninggalkan rasa licin di kulit seperti sabun dengan kandungan pelembab yang saya pernah coba sebelumnya.




Dari wanginya khas wangi buah pomegranate yang segar dan menempel di kulit. Oh iya, Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante ini berwarna pink keunguan dengan bulir scrub biru dan merah. Saat diaplikasikan kesemuanya blending menjadi busa sabun yang lembut.




Di foto terlihat ada perbedaan ya setelah saya menggunakan Scarlett  Body Scrub lalu Scarlett Brightening Shower Scrub.



Jadi, tangan kiri saya sengaja tidak pakai apa-apa. Sedangkan tangan kanan saya, saya coba pakai Scarlett Body Scrub dan Shower Scrub untuk dapat membedakan hasil setelah pemakaian Scarlett body scrub dan brightening shower scrub :) Tangan kanan saya terlihat lebih lembab dan lebih cerah ya :) Kandungan Glutathione dan Vitamin E nya benar benar bekerja dengan maksimal nih.


Nah selain varian Pomegrante yang saya pakai, Scarlett Brightening Shower Scrub juga tersedia dalam varian Mango dan Cucumber.


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Jolly


Nah, last but not least dari rangkaian body care Scarlett Whitening adalah si Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion. Saya coba yang varian paling baru nih, Jolly.



Ingredients:


Aqua, Demineralisata, Cetearyl Alcohol, Cetyl Alcohol, Mineral Oil, Glycerin, Perfume, Propylene Glycol, Kojic Acid, Niacinamide, Titanium Dioxide, Glutathione, Dmdmhydantion, Triisopropanolamine, Tocopheryl Acetate, Acrylates Copolymer, CI 14270 & CI 15525.


Kemasan


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Jolly ini dikemas di dalam botol pump kemasan 300 ml. Pump nya sendiri sudah menggunakan teknologi lock-unlock untuk mencegah pump tertekan saat dibawa bepergian atau mencegah si anak kecil di rumah pencet pencet sembarangan hihi.



Saya sendiri sempat tidak ngeh dengan pump yang lock-unlock ini dan sempat berpikiran waduh rusak apa gimana nih, kok ga bisa keluar lotionnya 😅

Oh ya selain teknologi lock-unlock, pump nya juga dilengkapi dengan penyangga di bagian neck pump nya. Jadi double deh safety nya.


Cara Pakai


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Jolly ini saya pakai 2-3 kali sehari setelah mandi dan sebelum tidur malam. 

Biasanya saya tunggu sampai lotionnya benar-benar meresap dan setelahnya kulit saya jadi terasa lebih lembut.

Tekstur, Wangi dan Warna


Tekstur Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Jolly lumayan creamy namun tidak menimbulkan rasa lengket di kulit. Teksturnya menurut saya pas kalau diaplikasikan setelah kita mandi dengan Scarlett Shower Scrub. 




Nah untuk wanginya, waah jangan ditanya. Body Lotion dari Scarlett yang berwarna peach pink ini kayaknya wanginya paling menonjol diantara dua produk Scarlett sebelum nya, body scrub dan shower scrub. Tidak salah kalau body lotionnya memang yang paling wangi, karena memang jenisnya fragrance body lotion.


Untuk varian Jolly ini, wanginya seperti wangi parfum Yves Saint Laurent Black Opium Eau De Parfum. Wangi nya juga tahan lama, bahkan suami saya juga minta pakai karena wanginya yang enak dan tahan lama.




Oh iya selain mengandung Glutathione dan Vitamin E, ternyata Jolly juga mengandung Niacinamide dan Kojic Acid yang menambah nutrisi untuk kulit saya.


Saya sendiri suka sih dengan Jolly karena memang tangan dan kulit saya terasa lebih lembut dan sedikit lebih cerah dari biasanya (untuk kecerahan belum nampak banyak perubahan karena masa pemakaian yang baru satu minggu).




Di foto lumayan kelihatan ya perbedaan kulit tangan saya setelah memakai Jolly, terlihat lebih lembab dan sedikit lebih cerah, hehe.


Selain varian Jolly, Scarlett juga punya Fragrance Brightening Body Lotion variannya lainnya seperti:


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Charming: wangi parfum Baccarat Rouge 540 Eau De Perfume


Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Freshy: wangi parfum Jo Malone Englih Pear & Freesia Eau De Cologne.


Overall, setelah menggunakan rangkaian body care dari Scarlett selama satu minggu, saya bisa merasakan ada perubahan tekstur kulit saya yang tadinya kering dan kusam menjadi lebih lembut dan cerah.


Di foto ini adalah before dan after kulit saya setelah memakai rangkaian body care dari Scarlett. Keduanya sama-sama diambil di waktu yang sama pukul 06.28 agar tone cahaya yang didapatkan sama untuk keduanya :)



Satu satunya tips yang bisa saya bagi ke teman-teman mama, untuk pemakaian body lotionnya akan lebih terasa lembutnya jika digunakan setelah mandi dengan Scarlett Shower Scrub. Untuk sabun lain saya sempat mencoba juga namun rasanya jauh lebih baik saat saya pakai setelah mandi dengan Scarlett Shower Scrub.


Nah, kalau ada teman-teman mama yang juga ingin mencoba rangkaian body care dari Scarlett, pesannya bisa langsung melalui nomor WhatsApp  0877- 0035 -3000 atau line id @scarlett_whitening dan Instagram @scarlett_whitening atau Official Account Scarlett_whitening di Shopee.


Harga dari per item nya lumayan terjangkau sekitar Rp. 75,000 per pcs nya, atau lebih hemat dengan membeli paket hemat 5 item hanya dengan Rp 300,000 include box exclusive yang reusable dan dapat free gift.


Oh iya, untuk packaging kemasan saat pengiriman kemarin, ketiga produk yang saya terima di bubble wrap dengan rapih lalu dimasukkan lagi ke dalam kotak coklat yang cukup tebal menurut saya. 


Jadi semua produk yang saya terima aman, tidak ada yang rusak ataupun bocor. Well done sih untuk packaging nya :)

Satu lagi, setelah terima produk, teman-teman dapat mengecek keaslian produk yang teman-teman terima di website www.scarlettwhitening.com yah. Teman-teman bisa masuk ke menu verifikasi dan input data diri teman-teman. Lalu input deh kode unik yang tertera di stiker hologram pada kemasan produk. Nanti akan ketahuan deh produk yang teman-teman punya asli atau tidak :)


Jadi, siapa nih teman-teman mama yang juga sudah coba pakai produknya Scarlett? Yuk sama-sama sharing disini :)


Semoga bermanfaat yah :)