MENJELAJAH EKSOTISME BANYUWANGI LEBIH HEMAT DENGAN OYO HOTELS INDONESIA

| on
December 06, 2019

Halo!

Masih segar di dalam ingatan saya ketika bertahun-tahun yang lalu, saat mudik lebaran bersama keluarga ke Banyuwangi untuk mengunjungi orangtua dari Bapak. Jalur pantai utara selalu menjadi pilihan Bapak setiap kali kami mudik ke Banyuwangi. Indahnya cahaya lampu PLTU Paiton di malam hari, putihnya pasir di sepanjang pantai di Situbondo, kokohnya ribuan pohon jati di sepanjang hutan Baluran yang terletak di antara jalur Situbondo - Banyuwangi menjadi pemandangan yang sangat memanjakan mata dan membuat kami selalu rindu untuk pulang. 

"Bertahun-tahun kemudian, Kota Banyuwangi mulai banyak berubah. Banyuwangi mulai membuka diri dengan menunjukkan segala keindahan alam yang dimiliki kepada khalayak."

Teringat  saat  saya, suami dan Aliyah berkesempatan untuk kembali berkunjung ke Banyuwangi di bulan Oktober tahun 2017 yang lalu. Awalnya dengan niat menyambangi kakak ipar yang kebetulan menetap di Banyuwangi dan berujung kami diajak berwisata mengunjungi beberapa tempat di Banyuwangi. Diantaranya adalah Taman Nasional Baluran, Air Terjun Telunjuk Raung, dan Hutan Pinus Songgon. Senangnya bukan main! Selain karena bisa quality time  bersama keluarga,  Taman Nasional Baluran yang hanya saya lewati bertahun-tahun, akhirnya bisa saya kunjungi kali ini. 

Tentang Taman Nasional Baluran

Africa Van Java, begitu julukan untuk Taman Nasional Baluran. Luasnya area padang savana dengan berbagai macam satwa liar di dalamnya membuat Taman Nasional Baluran pantas dijuluki sebagai Africa Van Java. Monyet ekor panjang, banteng, rusa, ular, kerbau dan merak menjadi penghuni tetap di taman yang namanya diambil dari nama Gunung Baluran ini.


Memerlukan waktu tempuh selama kurang lebih 1 jam 30 menit dari tempat kami di Rogojampi untuk sampai di Taman Nasional Baluran. Berangkat dari rumah menjelang siang hari, membuat kami tiba di Taman Nasional Baluran saat matahari sedang terik-teriknya. Kondisi jalan di dalam taman yang penuh bebatuan tidak membuat kami menyerah.  Keringat yang menetes tidak menjadi penghalang kami untuk menikmati indahnya Taman Nasional Baluran.


Sepanjang jalan kami bertemu dengan kelompok-kelompok kera yang setengah kelaparan. Dan sesampainya di pos pertama, MasyaAllah, meski cuaca terik, tetapi keringat kering terkena angin sepoi-sepoi. Gagahnya Gunung Baluran terlihat jelas dengan mata telanjang. Interaksi dengan monyet ekor panjang yang liar, membuat kami belajar untuk peka dan peduli dengan mahluk lain ciptaanNya.



Sejenak berhenti di titik Savana Bekol untuk mengabadikan momen, kami kembali melanjutkan perjalanan ke pantai yang terletak di ujung Taman Nasional. Adalah Pantai Bama, dengan pasirnya yang putih dan deru ombak yang memanjakan telinga.  Aliyah sempat bermain ayunan, meski sesekali digoda oleh si monyet ekor panjang. Ada satu warung yang menjual beberapa cemilan, toilet dan mushola di pantai Bama. Kami tidak berlama-lama karena matahari mulai menjorok ke barat.


Meski tidak lama, namun perjalanan ke Taman Nasional Baluran kali ini membekas dalam ingatan :) Suasana taman dan pantai seindah ini tidak bisa kami dapatkan di kehidupan sehari-hari yang dilalui di tengah kebisingan kota metropolitan. Kali lain, kami akan datang lebih pagi dengan membawa bekal makanan untuk kami, sekaligus untuk teman baru kami, si monyet ekor panjang.

Tentang Air Terjun Telunjuk Raung

Air Terjun Telunjuk Raung menjadi destinasi wisata pada hari kedua kami di Banyuwangi. Satu jam perjalanan kami tempuh dari Rogojampi untuk bisa sampai di Kecamatan Songgon, dimana lokasi Air Terjun Telunjuk Raung berada. Daerah Songgon yang berada di dataran tinggi membuat suhu disekitar lebih sejuk jika dibandingkan dengan suhu di Rogojampi ataupun di Kota Banyuwangi.


Sebelum turun ke bawah air Terjun, kami sempat menaiki rumah pohon dan berswafoto bersama. Tidak menyia-nyiakan kesempatan di alam terbuka seperti ini, saya mencoba menghirup dalam-dalam udara bersih yang masih sangat alami. Segar sekali rasanya.


Setelah dari rumah pohon, kami lalu turun menapaki anak tangga untuk menuju Air Terjun Telunjuk Raung. Berada di kaki Gunung Raung, air terjun yang sangat indah ini memang sekilas berbentuk seperti jari telunjuk. Air nya sangat jernih dan dingin. Meski cukup ngos-ngosan saat menuruni anak tangga sambil menggendong Aliyah,  rasanya terbayar dengan atmosfir alam yang tenang yang sangat jarang kami temui di kehidupan hiruk pikuk perkotaan.



Puas rasanya menikmati keindahan alam di Air Terjun Telunjuk Raung. Kali ini, karena kami datang lebih pagi, maka kami dapat menikmati pesona Air Terjun Telunjuk Raung tanpa perlu berbagi dengan pengunjung yang lain :))

Tentang Taman Pinus Songgon

Masih di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, dari Air Terjun Telunjuk Raung kami lalu melanjutkan perjalanan wisata ke Taman Pinus Songgon yang lokasinya tidak jauh begitu jauh dari Air Terjun Telunjuk Raung. Berbeda dengan dua lokasi wisata sebelumnya yang cenderung masih sangat alami, di Taman Pinus Songgon kita dapat menikmati keindahan alam hutan pinus sambil berswafoto di beberapa spot foto yang telah tersedia. 


Keponakan saya sempat mencoba flying fox dari satu tebing ke tebing lain di hutan ini. Sepertinya seru sekali. Sayangnya saya tidak mencoba karena Aliyah kukuh minta digendong oleh saya. Tidak banyak yang dapat saya lakukan di Hutan Pinus Songgon karena sambil menggendong. Padahal cukup beragam fasilitas yang disediakan di hutan ini. 

Bermain panahan, menaiki kuda atau mengendarai Jeep sambil mengitari hutan, sampai berkemah dan arum jeram tersedia di Hutan Pinus Songgon. Walaupun tidak banyak yang dapat saya lakukan kali ini, namun menikmati barisan pohon pinus di tengah udara sejuk yang masih alami menambah asupan 'vitamin' bagi jiwa dan pikiran saya.

"Ketiga destinasi wisata alam diatas hanya sebagian kecil dari destinasi wisata alam yang ada di Banyuwangi dan sekitarnya. Sebagian yang lain belum pernah saya, suami dan Aliyah kunjungi dan membuat kami penasaraan akan keindahan alam lain yang dimiliki oleh Banyuwangi."

Terngiang cerita orang tentang bagaimana indahnya blue fire di Kawah Ijen, indahnya pantai Plengkung, bercengkrama dengan para penyu di pantai Sukamade  atau bagaimana indahnya alam dan adat budaya di desa Osing, serta Taman Nasional yang belum sempat kami eksplor sepenuhnya.

Rasa penasaran ini membuat kami berencana untuk kembali mengunjungi Banyuwangi dalam waktu dekat, InsyaAllah :) Dan sepertinya kali ini kami akan menginap di hotel untuk menikmati atmosfir yang berbeda di Banyuwangi.

Hotel di Banyuwangi

Omong-omong soal hotel di Banyuwangi, saya masih sangat ingat ketika dulu saat setiap kali mudik di Banyuwangi, pilihan hotel untuk kami menginap tidak begitu banyak. Satu-satunya adalah sebuah hotel melati di seberang jalan rumah mbah. Dengan harga disekitar Rp 175,000 an semalam, dan cenderung naik di saat high season seperti lebaran, fasilitas di dalam hotel tergolong sangat sederhana. Kasur dengan tempat tidur seperti dipan, televisi dan kamar mandi ala kadarnya. Untuk memesan kamar pun harus dilakukan pada saat itu juga, tidak bisa booking jauh-jauh hari. Karenanya pernah kami sampai tidak kebagian kamar karena hotel benar-benar penuh di saat lebaran.

Beruntung di era digital seperti sekarang, semua semakin mudah untuk dilakukan, termasuk untuk memesan kamar hotel. Seiring dengan pertumbuhan Kota Banyuwangi yang semakin pesat, hotel-hotel di Banyuwangi dan sekitarnya pun semakin menjamur. Pengalaman tidak kebagian kamar hotel tidak akan terulang kembali. Apalagi dengan didukung oleh berbagai aplikasi digital, memesan hotel pun dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Pengalaman Menginap di Hotel 

OYO Hotels Indonesia, adalah aplikasi favorit yang paling sering suami dan saya gunakan dalam memesan kamar hotel. Beberapa kali kami iseng staycation di beberapa hotel di Surabaya dengan memesan kamar via OYO. Salah satu pengalaman kami menginap adalah di OYO 204 Blessing Residence di daerah barat Surabaya. Interior kamar di OYO 204 Blessing Residence sangat instagramble. Meski OYO 204 Blessing Residence berada di kawasan elit Kota Surabaya, rate kami menginap saat itu hanya Rp 170,000 an. Murah ya :)

OYO 204 Blessing Residence



Saya tidak khawatir jika lupa membawa perlengkapan mandi karena menginap dengan memesan via OYO saya akan dapat hand & body wash, body lotion, sikat gigi beserta pasta giginya, dan dua botol air mineral.




Tentang OYO 

source: www.oyorooms.com

OYO Rooms umumnya dikenal sebagai OYO  merupakan jaringan layanan perhotelan dan hotel hemat yang berasal dari India. OYO didirikan oleh Ritesh Argawal di tahun 2013. OYO salah satu perusahaan yang berkembang dengan sangat cepat di dunia. OYO menduduki peringkat ke 6 dalam jaringan perhotelan, perumahan, dan perkantoran dunia.

source: www.oyorooms.com

Sampai sekarang OYO telah berkembang menjadi lebih dari 23,000 hotel yang tersebar di 800 kota di 18 negara di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 1000 hotel yang tersebar di 100 kota di seluruh Indonesia tersedia di jaringan OYO.

Memesan kamar hotel via OYO


Berdasarkan pengalaman pribadi kami, memesan hotel via OYO sangatlah mudah. Cukup masuk ke aplikasi OYO, mencari kota yang dituju, memilih hotel yang tersedia dan tanggal menginap yang diinginkan, pembayaran, dan selesai. Tahapannya sangat sederhana, bukan? :)

Pembayarannya pun dapat dilakukan via transfer atau bayar di tempat. Setelah memesan kamar, kita akan mendapatkan sms/email/WhatsApp konfirmasi atas pemesanan kamar yang kita lakukan.


Dan jika ternyata kita tiba-tiba berubah pikiran atau ada keperluan mendadak sehingga harus membatalkan pesanan hotel yang telah dilakukan, kita bisa langsung membatalkan saat itu juga via aplikasi OYO. 


Nantinya, kita akan menerima sms konfirmasi pembatalan sebagaimana sms konfirmasi saat kita melakukan pemesanan. Benar-benar sangat mudah rangkaian proses memesan atau membatalkan pemesanan kamar hotel via OYO.

Eh, tapi bukan hanya karena proses yang mudah yang menyebabkan kami cukup sering memesan kamar via OYO. Yang paling penting sebenarnya karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau plus diskon promo yang gila-gilaan ;)) Ini lah salah satu yang menjadi penyebab mengapa suami saya sangat sering mengajak saya dan Aliyah untuk staycation dadakan :))

Promo teranyar dari OYO adalah diskon 70% untuk pemesanan kamar dimana saja. Tentu saja, saya dan suami tidak akan ketinggalan promo ini. Kami sudah berencana untuk menggunakannya ketika kami kembali berkunjung ke Banyuwangi nanti. 

Rencananya destinasi wisata kami di Banyuwangi dimulai dari yang terdekat lebih dulu, yaitu mengenal adat dan budaya Osing di Desa Wisata Osing, Kemiren. Jarak Desa Wisata Osing tidak begitu jauh jika kami berangkat dari daerah Rogojampi. Kami akan naik kereta seperti biasa dari Sidoarjo dan akan turun di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi. Lalu kami akan melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Osing, yang hanya berjarak -/+ 6 km dari Kota Banyuwangi. 

Tentang Desa Wisata Osing Kemiren

Di Desa Wisata Osing kita bisa melihat bagaiamana kehidupan adat istiadat suku Osing, suku asli Banyuwangi. Di Desa Wisata Osing, Kemiren nantinya kami akan berkunjung ke beberapa anjungan dengan konsep miniatur rumah khas Osing yang dibangun di sebelah utara desa.

source: google.co.id

Lalu menyaksikan beberapa atraksi seni dan budaya seperti Barong Osing dan Tari Gandrung. Keduanya sering dipertontokan sebagai bukti seni dan budaya yang dimiliki oleh suku Osing.

source: google.co.id

Belum lagi Angklung Paglak, permainan musik yang dilakukan di atas gubuk setinggi 10 meter. Pertunjukan seni musik Angklung Paglak ini menjadi salah satu kebudayaan yang dilestarikan di Desa Adat Kemiren Banyuwangi hingga sekarang.

source: google.co.id

Dan berhubung suami saya penikmat kopi, maka menyaksikan bagaimana proses pembuatan kopi khas Osing yang masih tradisional dan terkenal dengan cita rasanya yang nikmat di Desa Wisata Osing juga menjadi salah satu daftar kunjungan kami.

source: google.co.id

Konon, kita tidak hanya sekedar menyaksikan  pembuatan kopi namun bisa langsung ikut praktek mengolah kopi mulai dari menyangrai, menumbuk biji kopi, menyaring bubuk kopi sampai cara menyajikannya.

Capital O 1065 Sahid Osing Kemiren

Karena kali ini kami berencana untuk menginap di hotel, maka kami mulai mencari hotel murah di Banyuwangi via OYO. Capital O 1065 Sahid Osing Kemiren menjadi pilihan kami untuk bermalam di Desa Kemiren. Capital O 1065 Sahid Osing Kemiren yang sangat asri, dengan desain kamar yang mengusung tema Indonesia rasanya sangat pas dengan tujuan destinasi wisata kami.

souce: www.oyorooms.com/id

souce: www.oyorooms.com/id

souce: www.oyorooms.com/id

Alam sekitar yang masih sangat asri khas pedesaan selalu menjadi favorit kami dalam memilih tempat wisata. Dengan harga normal Rp 321,429 an/ malam untuk kamar tipe deluxe, rasanya sangat worthy. Dan harga segitu belum di diskon 70%. Jadi kebayang kan, betapa hematnya memesan kamar dengan memanfaatkan promo dari OYO :)) Menang banyak lah pokoknya :))

souce: www.oyorooms.com/id

souce: www.oyorooms.com/id
Traveling Tips

Saya dan suami punya 5 tips sederhana saat akan melakukan sebuah perjalanan agar perjalanan kami lancar, dan pulang dengan rasa bahagia dan pikiran yang fresh. Berikut tips nya, siapa tahu bisa sedikit membantu teman-teman yang akan melakukan perjalanan :)



  1. Tentukan budget liburan. Bagi kami, menentukan budget untuk liburan sangatlah penting agar biaya liburan tidak mengganggu pos keuangan lain.
  2. Buat rencana liburan sesuai dengan budget sedetail mungkin. Dari besarnya budget yang telah ditentukan, maka selanjutnya kita dapat menyusun rencana liburan secara detail seperti akan berlibur kemana, menggunakan alat transportasi apa, lalu akan menginap dimana, sampai urusan kuliner dimana pun dapat dicatat :)
  3. Cek aplikasi OYO untuk referensi menginap hemat namun nyaman. Kita tentu sudah sama-sama tau kalau pilihan penginapan di OYO sangat variatif dengan harga yang sangat terjangkau. Ini akan sangat membantu kita untuk tetap on budget saat liburan karena telah cermat memilih tempat menginap. Ingin penginapan hemat namun tetap instagramable, pasti ada di OYO :)
  4. Siapkan fisik dan jaga kesehatan. Kondisi fisik dan kesehatan juga sangat perlu diperhatikan sebelum kita melakukan perjalanan panjang. Apalagi jika punya anak kecil seperti kami. Jauh hari sebelumnya saya selalu berusaha menjaga pola makan Aliyah dan memastikan ia cukup banyak istirahat sehingga ketika hari H tiba, Aliyah dalam keadaan fit dan tidak kelelahan.
  5. Jaga mood untuk selalu happy selama liburan. Menjaga mood untuk selalu happy memang tidak mudah. Saya sendiri juga terkadang masih suka tiba-tiba badmood kalau ada yang berjalan tidak sesuai rencana. Namun, suami saya selalu menjadi pengingat bahwa kita sedang liburan, liburan dengan senang hati supaya lebih bahagia. Jadi kalau dibuat badmood, lebih baik di rumah saja, katanya :))
Jadi, mau bagaimana dan kemana pun perjalanan liburan kita, selalu dinikmati dengan senang hati ya :) Dan tidak perlu khawatir untuk akomodasi seperti penginapan/hotel karena di Indonesia Raya tercinta ini #PastiAdaOYO yang membantu kita menemukan penginapan yang kita inginkan.

Untuk detail tentang OYO Indonesia, teman-teman bisa di cek di Instagram OYO @oyo.indonesia dan Twitter @oyoindonesia.


Selamat Liburan!






31 comments on "MENJELAJAH EKSOTISME BANYUWANGI LEBIH HEMAT DENGAN OYO HOTELS INDONESIA"
  1. Suasana di Banyuwangi masih asri ya. Belum sempat ke kota di ujung pulau Jawa ini, kemarin baru sampai di Jember saja. Semoga kedepannya bisa main ke Banyuwangi juga. Amin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin iyaa mbak Okti :) di Banyuwangi banyak tempat wisatanya juga ;)

      Delete
  2. Pengen ke baluran dong, suman pernah lewat doang hahaha.
    Banyuwangi memang penuh eksotisme yak, memanggil untuk di explore.
    Apalagi sekarang makin banyak penginapan macam OYO gini, udah pelayanan terbaik, plus juga banyak promo, saya udah sekali nyobain hotel Oyo dan memang terbaik deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuss lah mbak Rey :) OYO hotels emang the best sih mbak :)

      Delete
  3. Banyuwangi destinasi wisata aku selanjutnya, smoga kesampaian aamiiin

    ReplyDelete
  4. Berarti kalau ke taman baluran itu mending pagi ya mba. Tadi lihat fotonya, keliatan ikh angin berhembus sepoi-sepoinya. MasyAllah aku rindu merasakan angim seperti itu. Enak serta menenangkan ya rasanya. Ngomong-ngomong ya mba ya aku baru tahu kalau OYO itu aikasi ya aku pikir nama hotel gitu. Salah berarti aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak Yeni, kalau pagi enak banget pastinya :) hihi OYO emang aplikasi oenyedia jaringan hotel, dan properti lainnya untuk disewa mbak :)

      Delete
  5. Banyak destinasi wisata menarik di kota Banyuwangi ya. Viewnya juga keren-keren deh. Pastinya asyik sekali kalau bisa travelling ke sana. Apalagi untuk masalah penginapannya juga kita nggaj perlu pusinh-pusing cari karena sekadarang sudah ada hotel yang nyaman ddengan harga terjangkau seperti OYO Hotels ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bangeet mbak Siska, terlove sih kalau pesan hotel via OYO :)

      Delete
  6. Seru banget liatnya mba dan sekeluarga bisa ekplor wisata di kota Banyuwangi, indah ya pesonanya,terlebih lagi traveling makin mudah dan tambah me yenangkan dengan kehadiran OYO Hotel ini yang fasilitasnya lengkap memanjakan pengunjungnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru banget mbak :) dan makin seru karena kalau mau menginap di Banyuwangi makin banyak pilihannya dengan OYO Hotels :)

      Delete
  7. Aku belum pernah ke Banyuwangi dan belum pernah cobain OYO Hotel hehehe mesti dicoba 22nya ini sih :)

    ReplyDelete
  8. Asyik ya sekarang mah mau liburan ke mana2 teh. Budget bisa dipotong banyak. Terutaman budget penginapan atau hotel. Soalnya ada OYO Hotel yang terjangkau. Nyaman dan ada di mana2 pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget mbak, sekarang kalau mau liburan ga perlu budget gede, sudah bisa nyaman dan happy :)

      Delete
  9. Dulu sering khawatir kalau nginep di temlat terpencil tapi sekarang gak perlu khawatir karna jangkauan hotel OYO luas banget ke berbagai daerah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mbak, sampai ke kabupaten pun sudah ada OYO :)

      Delete
  10. Asyik bener liburannya mbak, apalagi ngineonya bisa dengan nyaman di OYO hotel. Puas liburan, lanjut bisa istirahat dengan nyaman. Mantul ^^

    ReplyDelete
  11. Sudah berapa lama yaa...aku gak pernah ke Banyuwangi?
    Hihi...ini kota strategis karena kalo orang Surabaya mau ke Bali, transitnya di Banyuwangi dulu.
    Dan nginepnya jangan lupa, di OYO Hotel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah, kalau sudah lupa berarti waktunya diulang lagi main ke Banyuwangi nya mbak, sekalian nginep di OYO Banyuwangi :))

      Delete
  12. Waah, mupeng deh buat ke banyuwangi. Kemarin ada temen yg ngajak ke Banyuwangi, sayangnya saya blm ada kesempatan kesana. Smg next bisa. Apalagi ada yg lagi viral kan di Banyuwangi

    ReplyDelete
  13. Banyuwangi indah banget ya mom. Pengen banget jalan kemari. Penginapan OYO ini keren abis dan pengen lagi nginap di OYO mom.

    ReplyDelete
  14. wish list banget buat ke Banyuwangi, soalnya aku dari Jakarta jadi cukup berpikir dari segi budget nih dan bisa terbantu dengan OYO hotel yaa

    ReplyDelete
  15. Jadi rindu kampung halaman, kepengen banget deh ke Banyuwangi menyusuri jalan yang di sebut Moms Ajeng. Selama ini kalau mudik selalu malam, jadi ha menikmati pemandangan.

    ReplyDelete
  16. kalau sebut banyuwangi pasti ingetnya KKN desa Penari. hehe. saya ke sini sekitar tahun 2016an, saat itu saja sudah banyak perbaikan dimana2. makin lama potensi wisata makin diangkat dan butuh tempat inap. Oyo jadi alternatif tempat inap pilihan

    ReplyDelete
  17. Ternyata di Banyuwangi udah ada OYO juga yaa kakk. Seneng akuu soalnya OYO tu sering banget promo, jadi ga boros pengeluaran hotel kalo ngetrip

    ReplyDelete
  18. Very efficiently written information. It will be beneficial to anybody who utilizes it, including me. Keep up the good work. For sure i will check out more posts. This site seems to get a good amount of visitors. Oyo Customer Care

    ReplyDelete