MOMEN BERHARGA | STIMULASI MOTORIK HALUS: FIRST TIME LEARNING BAKING WITH MONDE BOROMON COOKIES

| on
December 21, 2018

Halo!

Jika ada yang bertanya apa momen berharga saya dengan Aliyah? Saya mungkin akan kesulitan untuk menjawabnya karena seperti hubungan Ibu dan anak pada umumnya, sangat banyak momen berharga yang kami lalui bersama. Pertama kali mendengar suara tangis Aliyah, menyusui Aliyah sampai usia 2 tahun, memeluknya saat menangis, tertawa bersama, membacakannya buku cerita, menuntunnya belajar berjalan,  menemani bermain di taman setiap hari, membuat mainan bersama, serta memberi stimulasi untuk melatih kemampuan motorik dan sensorik Aliyah adalah sebagian dari momen berharga saya dan Aliyah.
"Saya berusaha untuk selalu ada saat Aliyah pertama kali belajar tentang sesuatu, karena pengalaman pertamanya adalah momen yang berharga bagi kami berdua"
Seiring berjalannya waktu, Aliyah tumbuh semakin besar, semakin aktif, dan sangat senang bermain. Awalnya saya tidak tahu harus bermain seperti apa dengan Aliyah, saya sekedar bermain dan bercanda bersamanya. Sampai ketika saat Aliyah berusia 1,5 tahun saya sempat mengajak Aliyah ke klinik tumbuh kembang anak untuk memantau tumbuh kembangnya. Waktu itu adalah pertama kalinya saya belajar tentang tumbuh kembang anak dan stimulasi yang dapat dilakukan untuk melatih kemampuan motorik dan sensorik Aliyah.
"Sebelumnya saya adalah Ibu yang kurang memperhatikan tentang pentingnya menstimulasi kemampuan motorik dan sensorik anak"
Stimulasi Motorik pada Aliyah

Di usia Aliyah yang saat itu 1,5 tahun, psikolognya menyarankan untuk lebih banyak memberi stimulasi untuk melatih motorik kasar Aliyah seperti mendorong dan memanjat karena lengan dan kaki Aliyah termasuk yang masih sangat halus di anak seusianya. Intinya Aliyah kurang bermain di ruang terbuka. Tujuannya adalah untuk lebih menguatkan otot lengan dan kaki Aliyah. Harapannya dengan otot lengan yang kuat kedepannya kelak Aliyah dapat belajar menulis dengan baik.

Pada saat Aliyah beranjak 2 tahun, saya kembali mengajak Aliyah ke klinik tumbuh kembang anak untuk kembali memantau tumbuh kembangnya. Di kali kedua ini saya lebih banyak dapat PR dari psikolognya karena Aliyah ada indikasi keterlambatan dalam berbicara. Kali ini yang kurang mendapatkan stimulasi adalah oral motor Aliyah. Psikolognya menyarankan untuk melatih Aliyah minum dengan sedotan ulir, latihan meniup lebih banyak, mengajak Aliyah berkomunikasi lebih sering, dan lebih banyak memberi makanan yang dapat dikunyah dengan nyaman oleh Aliyah untuk meningkatkan kemampuan oral motornya dalam belajar berbicara. 

Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, kemampuan motorik dan sensorik Aliyah berkembang pesat. Di usia nya sekarang, saya semakin menyadari pentingnya melatih kemampuan motorik dan sensorik Aliyah. Setiap permainan atau aktifitas yang dilakukan oleh Aliyah sehari-hari sebisa mungkin ada nilai di dalamnya, sesederhana apapun itu. Saat ini, fokus permainan yang kami lakukan adalah untuk melatih motorik halus Aliyah mengingat tahun depan InsyaAllah Aliyah masuk usia sekolah. 

Beberapa kegiatan berikut cukup sering saya dan Aliyah lakukan di rumah untuk menstimulasi motorik halus nya, semoga dapat menjadi tips untuk Ibu di rumah :) 


1. Latihan memegang alat tulis

Latihan memegang alat tulis dapat dimulai dengan mencoret-coret, menggambar bentuk lingkaran, garis lurus, garis miring, menggambar bentuk dan menghubungkan titik. Awal mula Aliyah latihan memegang alat tulis adalah dengan menggambar garis lurus dan mencoret-coret. Selanjutnya saya memberi Aliyah buku wipes and clean dengan mencari gambar benda kemudian meminta Aliyah untuk melingkarinya. 


2. Menempel
Kegiatan menempel dapat dilakukan dengan menempel stiker pada buku, menempel kertas yang diberi lem, sampai pada anak dapat memberi lem sendiri di kertas yang ingin ditempelkannya. Kita juga dapat membuat bentuk hewan dari kertas dan meminta anak untuk menempelkan satu bagian dengan bagian yang lainnya.



3. Merobek
Latihan merobek adalah awal dari anak dapat menggunakan gunting dengan baik. Latihan merobek dapat dimulai dengan merobek bagian yang besar sampai menjadi bagian yang terkecil. Anak dapat mencoba dengan melakukannya pada bermacam-macam jenis kertas, bisa dimulai dari kertas yang paling tipis seperti kertas tisu, kertas koran, sampai jenis kertas yang agak tebal seperti karton warna warni.



4. Memotong
Latihan memotong dapat dilakukan dengan pisau mainan, pisau plastik hadiah dari membeli cake atau pisau peralatan makan anak. Bahan yang dipotong dapat dimulai dengan yang paling mudah seperti tahu, playdough, atau kue. 

5. Memindahkan benda dari satu wadah ke wadah lainnya
Belajar memindahkan benda dari satu wadah ke wadah yang lain dapat melatih konsentrasi, koordinasi dan percaya diri pada anak. Dapat dimulai dengan meminta anak memindahkan air dari wadah yang besar ke dalam wadah yang lebih kecil. Di usia nya sekarang Aliyah sedang belajar memindahkan benda dari satu wadah ke wadah lainnya dengan menggunakan sendok. 

6. Memegang benda kecil dengan dua jari (ibu jari dan jari telunjuk) dan mengambil benda dengan pinset
Latihan memegang benda kecil dengan dua jari (ibu jari dan jari telunjuk) dan mengambil benda dengan pinset dapat membantu Aliyah belajar tentang mekanisme cara memegang alat tulis. Benda kecil yang bisa dimainkan seperti pom-pom ukuran kecil, manik-manik, water beads atau makanan yang berukuran kecil.

7. Menggunting
Bermain dengan gunting seringkali membuat kita was-was karena gunting merupakan benda tajam. Belajar menggunakan gunting dapat dimulai dengan menggunakan gunting plastik khusus untuk anak. Bagusnya lagi saat ini sudah banyak tersedia gunting plastik dengan per khusus untuk memudahkan anak belajar menggunting. Secara bertahap kita dapat mengganti gunting plastik dengan gunting kecil yang tajam tapi tetap dibuat khusus untuk anak. Pertama kali Aliyah belajar menggunting adalah dengan menggunting kertas majalah yang agak tebal agar lebih mudah untuk Aliyah. Selanjutnya dengan kertas yang lebih tipis dengan gunting yang lebih tajam dengan pola guntingan yang masih acak. Lalu kita bisa mulai menggambar garis lurus dan meminta anak untuk menggunting mengikuti pola garis lurus tersebut.


8. Mengoles selai/mentega
Kegiatan mengoles selai dapat membantu melatih koordinasi tangan pada anak. Selain itu dengan belajar mengoles selai anak juga belajar mengenal proses secara berurutan.

Aliyah's First Time Learning Baking With Monde Boromon Cookies



Jika sebelumnya beberapa aktifitas diatas Aliyah lakukan di waktu yang tidak bersamaan, maka kali ini saya mencoba  kembali menciptakan momen berharga antara saya dan Aliyah dengan menggabungkan beberapa dari aktifitas diatas di dalam satu kegiatan yang kami lakukan bersama. Aliyah saya ajak untuk membuat kue bersama saya. Ini adalah kali pertama Aliyah membantu saya membuat kue yang sebagian besar aktifitas membuat kue nya dilakukan oleh Aliyah. Kami membuat kue coklat dari tepung gluten free dengan selai coklat dan topping Monde Boromon Cookies cemilan kesukaan Aliyah, juga buah pisang sebagai topping tambahan.


Stimulasi apa saja yang didapatkan Aliyah melalui momen pertamanya dalam membuat kue?

1. Belajar mengenal bahan, warna dan tekstur
Komposisi kue yang membutuhkan berbagai macam bahan dapat membantu Aliyah belajar untuk mengenal aneka bahan, warna dan tekstur. Aliyah belajar mengenal tepung yang berwarna putih, bubuk coklat yang berwarna cokelat, gula palem yang berwarna coklat muda dengan tekstur yang lebih kasar, dan mentega yang berwarna kuning dengan tekstur lembut namun lengket di tangan.



2. Semakin mahir memindahkan benda dari satu wadah ke wadah lainnya dengan menggunakan sendok.



3. Belajar menggunakan timbangan



4. Mengaduk adonan



5. Menuang adonan ke dalam cetakan

6. Memotong kue yang telah matang

7. Merobek bungkus plastik Monde Boromon Cookies

8. Memegang Monde Boromon Cookies dengan dua jari, ibu jari dan telunjuk.



9. Mengambil Monde Boromon Cookies dengan pinset

10. Mengupas buah pisang



11. Memotong buah pisang



12. Mengoles selai cokelat



13. Memberi topping Monde Boromon Cookies dan buah pisang diatas kue.



Umumnya dari aktifitas membuat kue ini, Aliyah belajar untuk melatih motorik halusnya, koordinasi jari-jari tangannya, belajar mengenal urutan dari sebuah proses, melatih koordinasi mata, tangan dan indra perasa nya, serta mengembangkan kreatifitas Aliyah sendiri. 



Lewat aktifitas membuat kue ini, momen berharga saya dan Aliyah kembali tercipta. Kami berdua saling berkomunikasi, tertawa bersama di dalam bonding yang kuat yang terjalin antara Ibu dan anak. 



Alhamdulillah Aliyah suka sekali dengan kue buatannya :) Selain karena Aliyah suka kue, topping yang digunakan juga merupakan cemilan kesukaan Aliyah, si cookies gemas Monde Boromon Cookies
"Pertama kali mengenal Monde Boromon Cookies dari social media, saya langsung tertarik untuk mencoba memberinya pada Aliyah karena cookies nya gluten free, mengandung sari pati kentang, madu, dan DHA yang terdapat di dalam minyak ikan"

Monde Boromon Cookies adalah makan selingan khusus untuk anak usia 1-5 tahun yang diproduksi oleh PT Monde Mahkota Biskuit. Nama Monde sendiri pastinya sudah sangat familiar karena biskuit produksi Monde rasanya enak-enak dan menjadi favorit kami sekeluarga di rumah :) 


Apa saja sih manfaat Monde Boromon Cookies untuk tumbuh kembang anak?


  • Monde Boromon Cookies terbuat dari sari pati kentang yang kaya manfaat. Kentang merupakan salah satu sumber karbohidrat yang bebas gluten, mengandung antioksidan, baik untuk pencernaan, dan menjaga sistem saraf dan fungsi otak. Jadi, Ibu dengan anak yang memiliki riwayat alergi terhadap gluten tidak perlu ragu untuk memberi Monde Boromon Cookies ke anak ya :)
  • Monde Boromon Cookies mengandung madu yang merupakan sumber energi, vitamin dan mineral. Madu juga dikenal dapat membantu meningkatkan imunitas anak dan menyehatkan pencernaan.
  • Selain itu, Monde Boromon Cookies juga mengandung DHA (Asam Dokosaheksaenoat) yang terdapat di dalam minyak ikan yang sangat bermanfaat bagi pembentukan otak anak. DHA membantu tumbuh kembang anak dalam mengkordinasikan tangan dan mata, mengembangkan kemampuan motorik serta meningkatkan fokus pada anak.


  • Nah, kalau dari segi manfaat untuk oral motor anak, Monde Boromon Cookies mudah meleleh saat kena air liur, melatih motorik yang ada di lidah dan mulut bayi, membantu anak mengeksplorasi rasa, bentuk, tekstur serta kemampuan untuk makan. Manfaat ini sangat baik untuk menghindari indikasi keterlambatan bicara pada anak seperti yang terjadi pada Aliyah.
  • Lalu, dari bentuk Monde Boromon Cookies yang gemas bulat-bulat kecil, dapat membantuk melatih motorik halus pada jari-jari anak, karena secara otomatis anak akan memegang cookies nya dengan kedua jarinya (ibu jari dan telunjuk) saat akan memakan cookies nya
  • Satu kotak Monde Boromon Cookies berisi 6 plastik kecil cookies dengan berat masing-masing 20 gram. Kemasan plastik nya sendiri sangat mudah dirobek oleh Aliyah. Kegiatan membuka kemasan plastik juga dapat menjadi stimulasi bagi motorik halus anak :)

Banyak ya manfaat Monde Boromon Cookies untuk tumbuh kembang anak kita :) Jadi makin yakin kalau Monde Boromon Cookies cemilan yang tepat untuk anak ya :)

Oh iya, Monde Boromon Cookies sangat mudah didapat di supermarket atau pasar swalayan ya Bu :) Untuk pembelian secara online juga bisa di www.mondemart.com  

Info lain tentang Monde Boromon Cookies dapat diakses melalui social media Monde Boromon Cookies di Instagram , Twitter dan Facebook Page :)


Ada yang juga punya momen berharga dengan anak dan Monde Boromon Cookies? Boleh banget sama-sama share disini :) 

Yuk, kita sama-sama ciptakan momen berharga dengan anak dalam melatih kemampuan motoriknya!

Semoga tips dan cerita saya bermanfaat ya :)


Selamat bermain!


Be First to Post Comment !
Post a Comment