Misoa Udang Jamur

| on
April 05, 2019
Halo!

Saya mungkin sudah seringkali cerita kalau Aliyah adalah tipikal anak yang picky eater, sering bosan terhadap makanan. Ga seperti mamanya yang cinta mati sama makanan :'D

Salah satu trik yang seringkali saya lakukan untuk mengembalikan selera makan Aliyah adalah dengan mengganti bahan karbohidrat pada menu makanan Aliyah. Dari menu yang nasi melulu, saya ganti dengan karbohidrat lain seperti pasta, mie/misoa, atau roti.

Nah kali ini saya ingin sharing salah satu menu andalan pengganti nasi untuk Aliyah. Misoa dengan bakso udang dan jamur.
Rasanya enak, seperti kaldu pangsit begitu, tapi dengan wortel dan jamur hehe.

MISOA UDANG JAMUR

Berikut resep dan cara membuatnya:

Misoa Udang Jamur

Bahan:
Udang 1 cup
Wortel 2 buah, iris tipis.
Jamur Kuping secukupnya, rebus dan buang airnya
Bawang putih 3 siung, digeprek.
Daun bawang secukupnya
Garam
Lada halus
Minyak wijen

Cara membuat:

Bakso Udang:
1. Kupas udang, bersihkan punggungnya. Sisihkan kepala udang, bersihkan. Kepala udang akan digunakan untuk membuat bahan kuah sup.

2. Blender udang yang telah dikupas tanpa tambahan air. Seasoning dengan garam dan lada. Sisihkan adonan bakso udang.

Kuah sup: 
1. Didihkan -/+ 750 ml air.
2. Masukkan kepala udang yang telah dibersihkan, rebus sebentar sampai kepala udang berwarna kemerahan, angkat kepala udang.
3. Masukkan potongan wortel & bawang putih geprek. Masak wortel selama 4-5 menit, sampai berubah warna. Jangan sampai wortel matang ya.
4. Potong-potong jamur kuping sesuai selera.
5. Bentuk bulat adonan bakso udang, dan masukkan kedalam kuah sup. Lakukan sampai adonan bakso habis.
6. Masukkan daun bawang.
7. Seasoning dengan garam, lada dan minyak wijen.
8. Masukkan potongan jamur kuping.
9. Tes rasa

Misoa:
1. Didihkan 300 ml air.
2. Rebus misoa -/+ 3-4 menit.

Plating:
1. Atur misoa di dalam mangkok.
2. Siram misoa dengan kuah sup udang jamur

Jadi deh, Misoa Udang Jamur nya :)

Untuk jamur kuping nya mengapa saya rebus terpisah lebih dulu, karena rasa jamur kuping cukup kuat, sehingga saya merebusnya untuk mengurangi rasa nya agar tidak mempengaruhi rasa kuah sup sekaligus membersihkan jamur kuping nya :)

Saya salah satu yang juga suka masak dengan jamur kuping karena jamur kuping sangat kaya manfaat. Untuk manfaat jamur kuping teman-teman mama-mama bisa googling atau cek disini yaa. 

Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Selamat memasak :)


BELAJAR MENGENAL HURUF DENGAN BAHAN MAKANAN #2

| on
April 02, 2019
Halo!

Beberapa waktu yang lalu saya sempat blog posting tentang kegiatan Aliyah yang belajar mengenal huruf dengan bahan makanan.

Nah, postingan kali ini, saya masih ingin berbagi tentang kegiatan mengenal huruf Aliyah masih dengan menggunakan bahan makanan, namun dengan sedikit pendekatan yang berbeda.

Biasanya, dalam mengenalkan huruf atau tahap membaca pada anak, kita bisa mulai dari mengenalkan gambar benda yang sangat familiar di mata anak. Umumnya sih benda-benda yang berasal dari alam, seperti nama-nama hewan, tumbuhan, buah, sayur, dan bunga. Atau kalau tidak benda mati seperti alat tulis, kendaraan, atau mainan anak.

Berhubung Aliyah tipikal anak yang picky eater, dan nafsu makannya kadang-kadang, kadang mau, kadang engga, jadi saya mencoba mengenalkan huruf pada Aliyah sekaligus mengakrabkan Aliyah dengan bahan-bahan makanan. Harapannya, selain  untuk lebih mengerti huruf awal suatu benda, Aliyah menjadi lebih antusias mengenal bahan makanan yang sering saya buatkan untuknya.


Untuk bahan dan alat nya tidak ada yang khusus, tergantung persediaan teman-teman mama di rumah saja :)

Kebetulan saya punya bahan seperti beras, tepung, garam, pasta dan mie. Bahan-bahan makanannya bisa ditata di tray, di atas meja ataupun di lantai. Lalu kita buat tulisan beras, tepung, garam, pasta dan mie pada potongan kertas karton. Karena saya ingin mengenalkan huruf awalan bahan makanan kepada Aliyah, maka huruf awalannya saya tebalkan dengan spidol.

Cara bermainnya dengan menjelaskan nama bahan makanan kepada Aliyah, lalu kita bisa menekankan pada awalan hurufnya, seperti beras itu awalannya huruf B, tepung awalannya huruf T dan seterusnya. Sambil mengenalkan huruf awalan, saya juga mengenalkan tekstur bahan makanannya kepada Aliyah. Saya mencoba menjelaaskan tekstur beras, tepung, garam, pasta dan mie serta perbedaan tekstur antara bahan-bahan makanannya tersebut. Seperti tepung yang sangat halus, garam yang lebih kasar dari tepung, pasta yang lebih keras dari mie.


Lalu, setelah bosan bermain huruf, Aliyah dan saya mencoba mengeksplor bahan makanannya untuk belajar hal lain. Mie nya saya potong berbagai ukuran untuk mengenalkan konsep panjang pendek kepada Aliyah. Setelah mengenalkan konsepnya, saya meminta Aliyah untuk mengurutkan mana mie yang yang paling panjang, sampai mie yang paling pendek, atau sebaliknya :)

Selain itu, dari bahan makanan ini Aliyah juga belajar konsep science sederhana. Saya menyediakan air di dalam beberapa wadah, kemudian meminta Aliyah untuk memasukkan pasta, mie dan garam ke dalam masing-masing wadah. Lama kelamaan, pasta dan mie yang keras akan berubah menjadi lunak jika terendam di dalam air. Nah, dari sini Aliyah belajar membedakan bentuk yang keras dan lunak, serta belajar ada beberapa benda keras yang jika terkena air dapat menjadi lunak :)


Untuk garamnya juga sama, saya meminta Aliyah untuk memasukkan garam ke dalam air, lalu mengaduknya. Aliyah agak kaget kenapa garamnya bisa hilang :D Saya lalu menjelaskan pada Aliyah bahwa garam akan larut jika terkena air, dan hilang lalu rasa air berubah menjadi asin :) Oh iya, untuk air garamnya bisa disediakan dari air minum agar anak dapat mencoba rasa asin air karena garam yang larut di dalam air :)

Setelah bermain dengan konsep, Aliyah biasanya bermain bebas sesuai dengan imajinasinya. Yah, sudah pasti mainnya jadi jauh lebih berantakan :')

Kalau dilihat ternyata dari bahan makanan yang sederhana, sudah tersedia di rumah dan tanpa harus membeli, anak dapat belajar banyak hal ya? :) Oh iya untuk video mainnya bisa dlihat disini yaa 

Bagaimana dengan teman-teman mama-mama? Bahan makanan apa yang juga sering digunakan untuk belajar dan bermain di rumah? Yuk share sama-sama disini :)

Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Selamat bermain!







SALAH SATU SALAD ENAK DI SURABAYA | HAPPYSALAD.CO_SBY

| on
April 01, 2019

Halo!

Salad adalah salah satu makanan favorit di keluarga saya. Saya ingat betul saat setiap kali ke salah satu restoran pizza, pasti tergiur untuk memesan saladnya juga,hehe. Zaman dulu, sewaktu masih duduk di bangku SMP, masih sulit menemukan orang/tempat yang khusus berjualan salad. Jadi ya gitu, kadang kalau sedang kepingin makan salad, harus ke restoran pizza. Jangan ditanya kenapa tidak membuat sendiri. Saya ga bakat! Haha.

Lagi-lagi harus berterima kasih kepada teknologi yang semakin maju. Di era digital seperti sekarang, kepingin makan apa saja langsung deh tinggal ambil smarphone, pencet-pencet (tapi pencet-pencet yang harus diiringi dengan saldo yang terisi juga ya :'))) , tunggu sebentar, dateng deh makanan yang dipenginin dianter sama mas ojol baik hati :)

Termasuk juga saat kepingin salad, bisa banget tuh sekarang tinggal pencet-pencet, ga harus lagi pergi ke restoran pizza, yang kadang bikin over budget, karena kepingin salad tapi yang dibeli salad + satu loyang pizza size large, khilafnya kebablasan..

Alhamdulillah, di saat sedang terbayang-bayang salad, eh salah satu teman zaman SMP saya, Mita, yang kebetulan punya usaha di dunia per-salad-an, nge chat saya dan kasih kabar kalau mau kirimin saya salad. MasyaAllah... 


Brand salad punya Mita adalah @happysalad.co_sby. Sebenarnya Happy Salad tersedia juga di Malang dan Sidoarjo, nah Mita, teman saya, pegang yang di Surabaya. Begitu salad nya sampai rumah, langsung deh jadi rebutan orang serumah buat mau dicobain.

Honest review dari saya setelah nyobain salad dari @happysalad.co_sby, saladnya enak beneran. Saya salah satu yang cukup sensitif dengan rasa mayones di salad karena terkadang ada beberapa salad yang mayones nya terasa agak serik di tenggorokan. Tapi mayones punya @happysalad.co_sby rasanya cenderung lebih ringan, dan ga terasa serik di tenggorokan. Menurut saya ini penting, karena dengan rasa mayones yang lebih ringan, rasa buah-buahannya masih sangat menonjol.


Soal isian buah, buah-buahan di salad dari @happysalad.co_sby terdiri dari apel, melon, strawberry, anggur, kiwi, jelly, pear, kelengkeng, dan nata de coco. Rame lah pokoknya isi saladnya :))

Best part nya lagi, taburan keju di salad nya banyak banget. Ga tau lagi deh, ga pelit banget ngasih kejunya. Buat anak-anak teman-teman mama-mama yang suka keju & buah, nih boleh dicoba deh saladnya @happysalad.co_sby. Kalau anaknya ga suka buah, boleh juga tetep dikenalin sama salad ini, siapa tau anak tiba-tiba jadi suka makan buah karena makan salad ;)


Oh iya, salad di @happysalad.co_sby tersedia dalam berbagai macam ukuran. Mulai dari personal size 250 ml, 500 ml sampai family size 650 ml dan 750 ml ada semua :)

Untuk teman-teman mama-mama yang di Surabaya dan sekitarnya kalau ingin order salad di @happysalad.co_sby bisa melalui WhatsApp, nomornya tertera di IG account @happysalad.co_sby yaa.. Atau bisa juga via aplikasi go food, Happy Salad Surabaya, Tenggilis Mejoyo. Soal harga saladnya berapa, InsyaAllah affordable menurut saya :)

Jadi, siapa nih teman-teman mama-mama yang juga salad addict?


Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Happy Salad!

MAMA, IBU, BUNDA atau?

| on
March 27, 2019

"Mbak, aku nanti kalau punya anak mau nya dipanggil Ibu ah sama anakku" begitu kata adik saya saat kami sedang mengobrol.
"Lha, kenapa gitu?"
"Ya ga kenapa-kenapa juga, suka aja. Bagus, seperti orang-orang Jawa gitu." katanya lagi.
"Oh,.."
"Eh, mbak tau ga, ada loh arti-artinya kita manggil anak kita apa. Aku pernah baca di artikel mana gitu, jadi kalau dipanggil Ibu sama anaknya, seperti punya norma-norma yang idealis gitu. Kalau dipanggil Mama, berarti posesif sama anaknya. Kalau Mami itu, seperti memanjakan gitu. Kalau Bunda...ehm apa ya aku lupa. Gitu lah pokoknya" jelas adik saya.
"Lah, Aliyah manggil aku mama, aku posesif dong, hahaha" jawab saya.

Percakapan diatas tidak sekali dua kali kami obrolkan tapi berulang kali, hahaha. Entah kenapa juga sering terulang, dan selalu seru untuk dibahas.

Kalau ditanya kenapa saya memilih dipanggil Mama oleh Aliyah, sebenarnya alasannya sederhana. Menurut saya, kata Mama adalah kata yang paling mudah diucapkan oleh anak bayi, dan saya cuma ingin menjadi kata pertama yang diucapkan oleh anak saya. Dan Alhamdulillah kata pertama Aliyah adalah Mama. Entah karena dia memanggil saya atau sekedar celotehan random si anak bayi :') Tapi saya anggap Aliyah sedang memanggil saya, karena saat mendengar Aliyah mengucap ma-ma ma-ma rasanya terharu sekali. Unforgettable moment lah pokoknya :) 

Panggilan Mama sebenarnya sangat mendarah daging di keluarga besar kami, baik dari keluarga ibu saya maupun ayah saya. Semua tante dipanggil mama oleh saudara-saudara sepupu saya. Dari keluarga suami saya pun begitu, suami saya memanggil ibunya dengan sebutan mama, begitu juga dengan tante-tante dari pihak suami saya, sebagian besar dipanggil dengan sebutan mama oleh anak-anaknya.

Bisa jadi faktor lain saya memilih untuk dipanggil Mama oleh Aliyah karena lingkungan saya yang sebagian besar memanggil ibu nya dengan sebutan mama, lalu masuk ke alam bawah sadar saya, bahwa ibu itu ya manggilnya dengan sebutan mama, hehe.

Kembali ke soal bahasan obrolan saya dan adik, bahwa setiap panggilan anak ke ibu nya memiliki arti, saya jadi penasaran apa iya seperti itu. Lalu saya menemukan artikel di detikhealth dari detik.com yang membahas soal makna dari setiap panggila anak ke ibunya. Valid atau tidak nya artikel itu saya belum tau pasti, namun jika teman-teman mama-mama juga ingin tau seperti apa perbedaan maknanya berikut rangkuman artikelnya:

1. Ma'am atau Nyonya : Tipe orang tua yang otoriter dan disiplin
2. Mama : Tipe orang tua yang posesif
3. Mother/ Bunda: Tipe orang tua yang sering memaksa anak untuk selalu menjadi yang terbaik
4. Mom/ Ibu: Tipe orang tua yang netral, sesuai dengan norma umum yang berlaku di masyarakat
5. Ma/Mak, Emak: Tipe orang tua yang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan anak
6. Nama Asli: Tipe orang tua yang tidak mementingkan norma-norma di masyarakat.
7. Mommy/ Mami: Tipe orang tua yang memanjakan anak.

Saya sebenarnya cukup senang juga membaca artikel dari detikhealth tersebut, karena jujur semakin besar Aliyah, ia semakin sering memanggil saya dengan sebutan Mak.

"Mak... mak dimana, Yaya carii..."
"Mak, main sama Yaya..."
"Mak, Yaya mau pipis..."
"Mak, sudah maakk... cebok maak"
" Mak, lapar, mau makan Yaya"
"Mak, ikuuutt..."

dan seruan-seruan Mak lainnya, kalau kalau saya jabarin satu-satu bisa jadi novel blog post ini :D Namun, yang paling saya percaya sih, Aliyah jadi memanggil saya dengan sebutan Mak, karena meniru saya memanggil ibu saya yang sering saya panggil dengan Mak juga, hehe. Kebetulan kami berasal dari Sulawesi, dan di daerah asal kami mama means mamak :)

Saya pribadi sebenarnya tidak terlalu ambil pusing dengan makna panggilan anak kepada ibunya, karena poin pentingnya adalah bagaimana hubungan antar ibu-anak itu sendiri. Bagaimana kita dapat membesarkan anak dengan penuh cinta, mencintai anak dengan cara kita sehingga anak pun tumbuh dengan merasa dicintai oleh orangtua. Saya yakin, apapun panggilan anak kepada ibunya, pasti akan selalu tetap "kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa".

Bagaimana dengan teman-teman mama-mama? Dipanggil dengan sebutan apa oleh anak?

Yuk sama-sama share disini :)

Semoga sharing saya bermanfaat ya :)


Enjoy!

referensi: www.detik.com



THINGS I LEARNED FROM CATATAN NAJWA SHIHAB WITH MAUDY AYUNDA

| on
March 26, 2019

Halo!

Sudah menjadi rahasia umum betapa hebohnya dunia maya, saat Maudy Ayunda, aktris multi talenta dengan paket lengkapnya, cantik dan pintar, memposting soal dirinya berhasil lolos di dua universitas terbaik di dunia, Stanford University dan Harvard University untuk melanjutkan pendidikan S2 nya. Saya adalah salah satu yang terbawa euforia nya ;') karena jujur i adore her so much. Saya tidak memandang keaktrisannya, atau kecantikannya, tapi betapa dia tidak pernah berhenti untuk belajar, melakukan berbagai hal semampu dia dengan semaksimal mungkin untuk memberi manfaat di lingkungan sekitarnya. She's an ambisious enough yet very humble too. Saya sendiri sangat banyak belajar dari Maudy Ayunda walaupun sebatas melihat berbagai updates nya di Instagram.

Saya juga salah satu yang ikut-ikutan reshare blog post Puty Puar tentang kelulusan Maudy Ayunda di dua universitas terbaik di dunia ini. Bahwa apa-apa yang diraih bisa juga karena previllege yang dimiliki oleh Maudy Ayunda, seperti dia aktris, dia dari keluarga yang sangat mampu, dia lulusan dari British International School sehingga aksesnya untuk sekolah ke Oxford jauh lebih tebuka dibandingkan lulusan sekolah negeri :'), dll. Memang, bahasan di blog tersebut tidak fokus kepada Maudy Ayunda nya, melainkan mengenai makna previllege itu sendiri.  Saya salah satu yang sepakat dengan Puty Puar tentang previllege yang dimilik oleh Maudy Ayunda, sampai saat saya menyaksikan tayangan channel Youtube mbak Najwa Shihab, Catatan Najwa Shibab, dengan Maudy Ayunda sebagai tamu/narasumber nya.

Tayangan yang berdurasi kurang lebih 27 menit itu, membuat saya belajar banyak hal. Banyak sisi lain yang dapat saya pelajari dari seorang Maudy Ayunda dan juga mbak Najwa Shihab. Terutama tentang bagaiamana previllege yang dimiliki oleh Maudy Ayunda ternyata tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan betapa keras usaha yang dilakukannya untuk meraih itu semua. 

Ada beberapa hal yang dapat saya ambil sebagai pembelajaran setelah menyaksikan tayangan tersebut, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk Aliyah kelak:

1. Memvisualisasikan apa yang menjadi impian kita, agar energi, usaha, doa-doa yang terpanjat mengiringi setiap langkah kita untuk meraih mimpi itu. If we believe it, we can do it for sure, InsyaAllah :)

2. Authenticity dalam berkarya. Keaslian, kejujuran atas karya kita. Karya yang asli berasal dari ketulusan dari dalam hati  Motivation letters yang ditulis Maudy Ayunda untuk Stanford University benar-benar berasal dari kejujurannya pada diri sendiri. Saya jadi belajar bagaiamana menjadi diri sendiri tanpa harus terpengaruh oleh orang lain. Saya pun juga belajar untuk menulis blog post yang benar-benar dari dalam hati karena terkadang di beberapa postingan saya lebih ke 'sekedar' menulis :') 

3. Research, research, and research. Melakukan banyak riset atas tujuan/ mimpi yang ingin kita raih. bisa dilakukan dengan belajar dari banyak hal atau pengalaman kita sebelumnya, bertanya kepada banyak orang yang telah berpengalaman sebelumnya, serta membaca dari berbagai sumber. 

4. Lebih banyak baca buku. Saat kecil, buku adalah hiburan satu-satunya yang dimiliki oleh Maudy Ayunda karena di rumahnya tidak ada televisi. Ayahnya bahkan sampai rela ke Singapura khusus untuk membelikan anak-anaknya buku! Diawal tahun ini, saya baru menyadari bahwa saya sangat miskin literasi, dan mulai belajar lebih rajin membaca buku, juga membacakan buku untuk Aliyah. Ternyata memang benar, lebih banyak membaca buku tidak sekedar menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir serta wawasan kita menjadi semakin luas.

5. Berpikir kritis terhadap sesuatu. Saat Maudy Ayunda kecil, sang Ibu selalu mengajaknya berdiskusi secara dalam tentang berbagai hal. Ibunya sering meminta pendapatnya tentang apapun, salah satunya menu makanan apa yang sebaiknya disajikan saat lebaran, mengapa harus menu tersebut, mengapa menganggap menu ini cocok dengan menu itu, dan berbagia pertanyaan mendetail lainnya. Ternyata benar kata akun-akun parenting :) bahwa penting untuk mengajarkan anak berpikir kritis sedini mungkin. Saya jadi belajar untuk mencoba mengajak Aliyah berdiskusi seperti ini. Namun, jawaban Aliyah masih sebatas "iya, engga, iya, engga" dengan diselingi "ndak mau", :'))

6. Belajar mengambil keputusan sedini mungkin. Dari cerita mbak najwa Shihab, mbak Najwa sudah dibebaskan untuk memilih akan bersekolah dimana saat masih SMP oleh orang tuanya. Sedangkan saya, memilih jurusan untuk kuliah masih melibatkan kedua orang tua saya :') Tidak ingin membandingkan karena saya yakin sudah jalanNya saya seperti itu, namun saya ingin belajar untuk mencoba cara yang berbeda kepada Aliyah. Saya ingin Aliyah dapat mengambil keputusan apapun itu atas dasar keinginannya sendiri, dan bertanggung jawab sepenuhnya atas manfaat, resiko, dampak yang mungkin akan timbul dari keputusan yang diambilnya. Harapannya, kelak dia tidak akan menyalahkan kedua orangtuanya atas apa yang telah dipilihnya :)  Saya pun belajar untuk melatih Aliyah dalam mengambil keputusan sejak lama, mulai saat membeli pakaian, memutuskan ingin makan apa hari ini, ingin bermain apa hari ini, ingin pergi kemana, kalau Aliyah memilih ini resikonya seperti ini, kalau begitu resikonya seperti itu, dll. Namun terkadang lingkungan di sekitar saya yang justru keberatan, anak kecil kok ditanyain begitu menurut mereka. Saya tetap pada pendirian saya, tetap mengajak Aliyah berdiskusi, :))


Kurang lebih 6 hal diatas adalah pembelajaran yang dapat saya ambil setelah menyaksikan tayangan channel Youtube Catatan Najwa Shihab bersama Maudy Ayunda. Blog post saya kali ini bukan berarti saya, Aliyah atau kita belajar untuk menjadi seperti Maudy Ayunda ataupun mbak Najwa Shihab.,tetapi paling tidak kita dapat mengadaptasi nilai positif yang ada pada mereka dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari sebagai diri kita sendiri :)


Bagaimana menurut teman-teman mama?


Semoga sharing saya bermanfaat ya :)

Have a nice day!





Pinjam Buku Online Surabaya | @pinjambukuanakdarrel

| on
March 22, 2019

Halo!

Beberapa waktu lalu saya pernah posting tentang Buku Real Mom Real Journey karya Elvina Lim Kusumo.  Buku Real Mom Real Journey tersebut tidak saya beli, melainkan saya pinjam dari salah satu akun di Instagram @pinjambukuanakdarrel. Nah, di postingan kali ini saya ingin cerita tentang pengalaman meminjam buku online di @pinjambukuanamdarrel :)


Meminjam buku secara online dapat dikatakan merupakan salah satu alternatif pilihan dalam proses mengenalkan budaya membaca pada anak. Biasanya buku-buku yang kita/anak baca kebanyakan milik sendiri alias kita beli, atau berkunjung ke perpustakaan kota/perpustakaan keliling, atau bahkan membaca saat sekedar jalan-jalan ke toko buku. Namun,  dengan  meminjam buku secara online,  maka semakin banyak pilihan variasi buku yang dapat kita kenalkan pada anak :) 

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus punya strategi dalam mengatur keuangan keluarga terutama arus kas keluar :'D, maka meminjam buku secara online seperti sumber air di tengah padang gurun bagi saya, hahaha. Saya jadi punya banyak pilihan variasi buku untuk saya dan Aliyah, namun disisi lain saya dapat menghemat anggaran belanja buku :)

Pertama kali tau tentang @pinjambukuanakdarrel dari akun Instagram mbak Iput @iburakarayi yang juga baru saja membuat akun pinjam buku online. Mbak Iput merekomendasikan @pinjambukuanakdarrel untuk peminjaman buku online di daerah Surabaya dan sekitarnya. Saya langsung excited, karena lumayan banget kan, masih satu wilayah jadi bisa hemat di ongkir, hehe.

Setelah melihat-lihat feeds @pinjambukuanakdarrel, saya langsung tertarik untuk meminjam beberapa buku untuk saya dan Aliyah, dan satu mainan. Iya, di @pinjambukuanakdarrel ternyata tidak hanya menawarkan peminjaman buku, tetapi juga mainan edukasi untuk anak. Poin plus banget, untuk kita yang ingin memberi variasi mainan edukasi untuk anak, tapi ga perlu beli, mengingat anak biasanya mudah bosan dengan mainan :')

Langsung deh saya dm ke @pinjambukuanakdarrel untuk mendaftarkan diri sebagai member. Owner nya mbak Heny baik banget. Saat meminjam kita akan dikenakan biaya keanggotaan sebesar 25 ribu/tahun. Hemat banget kan... Kita boleh meminjam berapa kali pun dalam setahun, suka-suka lah pokoknya. Sekali pinjam maksimal 4 buku atau 3 buku dengan 1 mainan untuk jangka waktu 2 minggu. Oh iya saat mendaftar kita diwajibkan untuk mengirimkan foto diri dan KTP yang berlaku.

Untuk peminjaman pertama saya, saya meminjam 2 buku untuk saya, Real Mom Real Journey & Revolusi Makan oleh Dr. Hiromi Shinya, 1 buku tentang angkan dan hitungan sederhana untuk Aliyah (Aliyah sendiri yang milih bukunya :')) dan 1 mainan edukasi superpegs. Karena saya meminjam dengan mainan yang ternyata ukurannya lumayan, saya kena ongkir 2 kg. Ongkos kirim saat meminjam dan mengembalikan keduanya ditanggung oleh peminjam ya :) Tinggal pinter-pinternya kita memilih ekpedisi yang hemat di kantong :)

Tidak ada tips khusus sih dalam meminjam buku secara online, yang paling penting adalah kita perlu hati-hati dalam menjaga buku dan mainan nya agar tidak rusak. Saya juga mengingatkan Aliyah saat sebelum mulai bermain, bahwa buku dan mainannya bukan miliknya, melainkan milik orang lain. Karena Aliyah hanya meminjam, jadi setelah selesai harus dikembalikan. Aliyah juga harus hati-hati dalam bermain karena buku dan mainannya milik orang lain. Mainannya perlu dijaga, disayang seperti mainan Aliyah yang lain. Alhamdulillah Aliyah mengerti, dan benar-benar bermain dengan hati-hati.

Oh iya, saya juga sempat overtime meminjamnya, karena belum selesai membaca buku Revolusi Makan karya Dr. Hiromi Shinya, hehe. Alhamdulillah mbak Heny baik banget, di @pinjambukuanakdarrel kita boleh overtime (tapi ga lama-lama banget juga ya) tapi harus konfirmasinya lebih dulu jika akan sedikit overtime.

Senang sih, sekarang sudah banyak banget alternatif bagi kita untuk menumbuhkan minat baca pada anak dan kita juga tentunya.

Anyway, ada teman-teman mama-mama yang juga punya pengalaman meminjam buku secara online? Atau punya informasi tentang tempat peminjaman buku yang lain? Yuk share sama-sama di sini :)

Semoga sharing saya bermanfaat yaa...

Selamat membaca!