TIPS MENJALANKAN USAHA KULINER BERSAMA RALALI.COM

| on
February 12, 2019

Halo!

Di blog post sebelumnya, saya sempat bercerita bahwa di tahun 2019 ini sangat banyak resolusi yang ingin saya lakukan. Salah satunya adalah menjadi lebih produktif, termasuk mengembangkan usaha kuliner yang keluarga kami jalankan sejak hampir 2,5 tahun lalu. Sejak memutuskan untuk resign dari kerja kantoran dan menjadi ibu rumah tangga, saya membantu adik dan Ibu berjualan pastel.

Awalnya, kami tidak berniat untuk memperjualbelikan pastel andalan buatan Ibu. Namun, setiap kali ibu membuatnya, terutama saat ada tamu yang berkunjung ke rumah kami, pastel buatan Ibu saya selalu dirindukan oleh teman-teman jika lama tidak berkunjung ke rumah. Pastel buatan Ibu memang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan pastel pada umumnya di pasaran. Kulit pastel Ibu cukup renyah, dengan kombinasi isian daging sapi cincang, wortel, kentang, soun, dan telur, dan cocolan saus sambal resep sendiri. 

Alhamdulillah, usaha pastel berjalan dengan baik dimulai dengan orderan yang diterima sedikit-demi sedikit via whatsapp dari teman-teman. Lalu, kami mulai membuat brand dengan logo ikonik, dan memanfaatkan kemudahan era digital saat ini. Kami pun mulai memasarkan pastel kami secara online via instagram. Iya, pastel kami pastel online, dengan sistem delivery order :))  Alhamdulillah orderan dari para sis-sis dan kakak-kakak semakin banyak, sampai membuat tidak lagi sempat tidur karena saat itu kami belum mempunyai freezer untuk penyimpanan. 


USAHA PASTEL KAMI
Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah nama pastel kami semakin dikenal. Kami pun mulai berinovasi dengan membuat pilihan isian daging ayam sebagai alternatif pilihan selain isian daging sapi cincang. Kami mulai berani menyicil freezer untuk penyimpanan yang cicilannya disisihkan dari keuntungan penjualan, Alhamdulillaah....

Sewajarnya sebuah bisnis, tentu juga kami mengalami naik dan turun. Tidak jarang saya dan adik juga berselisih karena berbeda pendapat dalam usaha ini. Adik saya orang yang sangat telaten dan sedikit saklek soal proses memasak. Saya pun memilih untuk menyerahkan sepenuhnya urusan dapur dan produksi kepada adik. Sedangkan saya kebagian mengurusi penjualan, promosi dan mencari alternatif supplier bahan baku yang menawarkan harga yang lebih rendah demi untung yang lebih besar. Alhamdulillah cara ini berhasil, kami jadi jarang berselisih, bahkan sering berdiskusi. Apalagi kalau saya sedang kebagian tugas untuk cari-cari barang atau bahan baku yang dibutuhkan. 

Nah, resolusi bisnis kami di tahun 2019, ini kami berniat untuk mengembangkan usaha kuliner kami. Kami berencana membuat proposal bisnis untuk mengajak teman-teman menjadi investor kecil-kecilan, mendaftar ke aplikasi transportasi online untuk mempermudah delivery service, sampai mencoba mencari tempat untuk penjualan secara offline termasuk bagaimana packaging jika dimakan langsung dan berbagai perintilan lainnya. Salah satu yang sering kami lakukan untuk riset berbagai perintilan yang kami butuhkan adalah dengan browsing, scrolling, browsing, scrolling, and repeat karena hidup di zaman era digital seperti sekarang sangat mudah mencari apa yang kita perlukan tanpa perlu pindah dari sofa nyaman di rumah. 



Informasi yang terbaru yang saya dapatkan adalah, ada sebuah platform e-commerce terbaru yang ditujukan untuk para pemilik usaha untuk mendapatkan berbagai kebutuhan usahanya dengan harga grosir, yaitu Ralali.com

Tentang Ralali.com

Ralali.com adalah platform belanja kebutuhan bisnis pertama di Indonesia dengan konsep online B2B (Business to Business) Marketplace
"Ralali.com sedikit berbeda dengan e-commerce lain yang kebanyakan konsepnya adalah Business to Customer."
Berdiri sejak tahun 2014, Ralali.com telah memiliki 11.000 vendor yang terpercaya, dengan 135.000 pelanggan dan 250.000 produk yang tersedia. Sebanyak 2 JUTA pengunjung dari seluruh penjuru Indonesia mengunjungi website Ralali.com setiap bulannya (sumber: www.ralali.com/tentangkami)

Di Ralali.com para seller dan buyer yang notabene adalah pengusaha,  dapat memperoleh kemudahan untuk bertransaksi jual beli melalui teknologi dan fitur dari Ralali.com sehingga proses bisnis menjadi jauh lebih mudah, aman dan transparan.


Kenapa sih harus bisnis di Ralali.com?

Jadi menurut saya, berjualan ataupun membeli barang di Ralali.com sangat menarik karena saya, sebagai pemilik usaha yang mencari bahan baku untuk usaha pastel saya, katakan saja tepung terigu misalnya, dapat berhubungan langsung dengan pemilik usaha sembako yang berjualan tepung terigu di Ralali.com. Kebayang dong, berapa waktu dan biaya yang bisa saya hemat daripada saya harus berkeliling kota mencari-cari supplier tepung terigu. 


"Jauh lebih efisien dan aman bagi saya bertransaksi via Ralali.com karena Ralali.com memiliki tiga prinsip dasar, yaitu: credible, reliable, dan relationship."

Oh iya, di Ralali.com bahkan tersedia juga berbagai kebutuhan perlengkapan usaha kita, seperti frezeer, oven, dll untuk usaha kuliner!

sumber: www.ralali.com



Apa saja fitur di Ralali.com yang dapat membantu kita untuk mengembangkan usaha?

  • Kolom Kategori
Pada kolom kategori kita dapat dengan mudah mencari barang sesuai dengan kategori usaha kita. Cukup banyak kategori yang dapat kita temukan di Ralali.com mulai dari Agriculture & Food, Automotive & Transportation, Horeca  (Hotel, Restaurant, Cafe), Industrial Parts, dll.

Fitur kategori di www.ralali.com

Disini kategori tepung terigu yang saya cari berdasarkan jenis usaha saya termasuk dalam kategori Agriculture & Food.


  • Business Innovation Group
Di fitur ini kita dapat dengan mudah mencari produk dengan kategorisasi khusus. Misalnya BIG Resto yang mempermudah kita mencari produk dengan kategorisasi khusus kuliner. Tidak hanya tentang produk, di business innovation group kita juga dapat memperoleh infomasi tentang promo dan event terbaru dari sesama pengusaha horeca lainnya, belajar dari cerita inspirasi pengusaha kuliner sukses dan memperoleh rekomendasi brand produk terbaik pilihan Ralali.com

sumber: www.ralali.com
  • Ralali Quotation
Nah, kalau fitur quotation ini dapat membantu kita menemukan produk yang ingin kita cari dengan spesifikasi tertentu secara mudah dan cepat. Kita tinggal mengisi kolom produk sesuai dengan kebutuhan kita beserta dengan jumlah yang dibutuhkan. Nantinya quotation kita akan muncul di halaman depan Ralali.com, jadi akan sangat mudah dibaca oleh para supplier produk yang kita cari. Kita juga akan memperoleh notifikasi jika ada supplier yang mempunyai produk sesuai dengan quotation kita. Seru ya!

sumber: www.ralali.com
  • Transaksi untuk biaya utilitas seperti pulsa, listrik, PDAM dan BPJS
Di dalam menjalankan suatu usaha, pasti tidak lepas juga dari biaya utilitas seperti pemakaian pulsa, listrik, PDAM dan bahkan BPJS. Di Ralali.com juga memberi kita kemudahan untuk melakukan transaksi terkait biaya-biaya tersebut. Jadi intinya, cukup dengan satu platform tapi sudah bisa mencakup sebagian besar kebutuhan usaha kita :)


sumber: www.ralali.com


Transaksi pembelian listrik saya di Ralali.com

Memangnya ga mahal ongkirnya beli terigu kiloan via online di Ralali.com?

Kalau ada yang bertanya seperti ini, jelas jawabannya engga dong. Di Ralali.com banyak promonya termasuk potongan untuk ongkos kirim. Saya sebagai pengguna akun yang baru, langsung dapat promo Free Ongkir sampai dengan Rp 200 rb! Belum lagi potongan harga sebesar 20%! 
Contoh promo potongan ongkos kirim dari Ralali.com

Terus, pilihan jasa ekspedisi di Ralali.com juga sangat variatif. Tapi yang paling terjangkau adalah Ralali Kargo, yang menawarkan biaya ongkos kirim sangat murah. Dari Jabodetabek ke Surabaya, tempat saya saja, hanya dikenakan Rp 50 rb untuk 10 kg pertama. Murah ya!


TARIF ONGKOS KIRIM RALALI KARGO (sumber: www.instagram.com/ralalicom)

Dipikir-pikir biayanya sama seperti biaya transportasi saya kalau keluar rumah, tapi bedanya membeli via online jauh lebih menghemat waktu saya :)


Lalu, kalau daftar untuk menjadi seller bagaimana?

Berhubung Ralali.com adalah B2B Marketplace, jadi selain fitur untuk buyer, tersedia juga fitur untuk seller. Teman-teman mama-mama yang memiliki usaha sebagai supplier kebutuhan usaha, dapat mendaftar sebagai seller di Ralali.com di link berjualan di Ralali.com :)

Sudah kebayang ya semudah itu kita dapat mengembangkan bisnis di era digital seperti saat ini :) 

Nah, saya punya beberapa tips nih yang dapat saya bagi untuk teman-teman mama-mama yang punya resolusi bisnis di tahun 2019  ini dengan memulai usaha kuliner rumahan seperti saya dan adik :)

Tips Menjalankan Usaha Kuliner Rumahan:

1. Produk yang otentik

Setiap orang pasti mempunyai ciri khas atau kemampuan khusus dalam menciptakan sesuatu termasuk membuat makanan. Jadi bisa dicoba untuk diingat-ingat kita paling jago dalam membuat makanan apa, atau yang paling sederhana, apa masakan kita yang paling jadi favorit keluarga di rumah dan tidak ada duanya:)

2. Inovasi

Setelah menentukan produk yang akan kita buat, kita boleh sedikit berinovasi atas produk tersebut. Misalnya kita jago membuat dadar gulung, isian dada gulung umumnya adalah kelapa parut dengan gula merah. Nah, kita boleh berinovasi dengan mengganti isian kelapa parut dengan isian lain yang lebih kekinian misalnya keju, coklat, biskuit, dll :)

3. Uji coba

Sebelum kita memutuskan untuk menjual produk kita, ada baiknya kita lakukan uji coba lebih dulu. Kita bisa membuat dadar gulung dengan berbagai macam isian dan menawarkan ke keluarga, tetangga, dan teman untuk mencobanya dan minta feedback dari mereka apa yang harus ditingkatkan dari dadar gulung buatan kita :)

4. Konsisten dan pantang menyerah

Usaha kuliner dapat dibilang usaha selalu mempunyai peluang yang sangat besar untuk memulainya. Namun, di balik itu semua, usaha kuliner juga usaha yang paling melelahkan karena banyaknya proses yang harus dikerjakan. Belum lagi kalau terkendala takut keburu bahan-bahan jadi basi sehingga harus cepat-cepat dikerjakan. Oleh karena itu, konsistensi dan pantang menyerah sangat dibutuhkan dalam menjalankan usaha kuliner. Konsisten dan pantang menyerah juga sangat diperlukan  saat grafik usaha kita sedang turun, agar kita dapat cepat mencari jalan keluar untuk kembali meningkatkan grafik usaha kita :)

5. Cari partner untuk bekerja sama

Pada hakikatnya, manusia yang dikenal sebagai mahluk sosial. Jadi kita akan selalu butuh partner dalam melakukan apapun, termasuk juga dalam menjalankan usaha. Partner dapat membantu kita memberi sudut pandang lain tentang usaha yang dijalankan. Partner juga bisa membantu kita dalam proses produksi. Tidak harus langsung merekrut karyawan, tapi bisa dimulai dengan berpartner dengan anggota keluarga yang mempunyai passion yang sama. 

6. Bagi jobdesc dengan partner

Walaupun mempunyai passion yang sama, ada baiknya antara kita dan partner mempunyai pemisahan jobdesc yang cukup jelas untuk menghindari sering terjadinya selisih pendapat antara kita dan partner. 

7. Cari info sebanyak-banyaknya tentang produk yang serupa dengan produk kita di pasaran

Informasi tentang produk yang serupa dengan produk kita di pasaran dapat kita gunakan sebagai bahan untuk pengembangan produk kita selanjutnya. Intinya, kita belajar menemukan apa sih ciri khas produk kita jika dibandingkan dengan produk serupa yang lain.

8. Up to date terhadap permintaan pasar

Di era digital saat ini, ada baiknya kita pintar-pintar menyesuaikan produk kita dengan permintaan pasar. Tidak melulu tentang inovasi produk itu sendiri, tapi bisa dengan cara kita berjualan, misalnya seperti yang awalnya kita jualan secara offline kemudian mulai menjual secara online. Yang awalnya pembeli datang ke rumah, kita yang datang ke rumah pembeli dengan sistem delivery order

9. Promosi

Promosi adalah nyawa bagi sebuah usaha. Saat memulai menjalankan usaha kuliner, jangan ragu untuk mempromosikan produk kita ke keluarga, tetangga, teman dan lingkungan sekitar, kalau perlu minta bantuan mereka juga untuk mempromosikan produk kita ke orang lain. Mungkin bisa saja mereka belum membeli diawal, tapi dari mereka kita bisa mendapat orderan dari hasil promosi mouth to mouth para keluarga, tetangga, dan teman ke orang lain. Nah, kalau usaha yang kita jalankan secara online, jangan lupa untuk rajin mengupdate akun media sosial usaha kita dengan foto-foto produk yang menarik. Fast response terhadap komentar dan chattingan juga perlu dilakukan agar calon customer kita merasa puas. Alternatif promosi lainnya juga bisa melalui endorsement food selebgram atau food blogger/youtuber :)

10. Jaga nama baik usaha kita

Menjaga nama baik merupakan salah satu poin yang penting juga dalam menjalankan usaha kuliner. Aspek yang harus kita perhatikan tidak hanya sekedar rasa yang enak tapi juga mencakup kebersihan, tampilan produk, respon kita terhadap komplain customer, kecepatan pelayanan/pengiriman, solusi kita sebagai penjual saat produk tidak sesuai/ saat terjadi keterlambatan pengiriman, dan lain-lain. Kalau kita sudah berusaha memberi yang terbaik, menjaga nama baik usaha kita, InsyaAllah customer dari repeat order akan selalu datang :)


11. Memilih supplier yang tepat

Berhubung kita menjalankan usaha kuliner, memperhatikan suplai bahan baku untuk produk kita juga sangat penting. Terkadang, ada beberapa menu makanan yang sangat tricky dan membuat kita lebih picky dalam memilih bahan baku. Misalnya, kita mengganti merek terigu yang biasa kita pakai dengan merek lain. Tidak jarang perubahan tersebut dapat membuat tekstur makanan yang kita buat menjadi berbeda. Ujung-ujung dapat mempengaruhi kualitas produk kita nantinya. Memilh supplier dapat kita lakukan dengan mudah di era digital seperti saat ini dengan bantuan Ralali.com :)


Demikian beberapa tips yang dapat saya bagi untuk teman-teman mama-mama yang ingin mulai menjalankan usaha kuliner rumahan. Semoga beberapa tips diatas dapat membantu teman-teman mama-mama ya! :)



Jangan lupa juga untuk download aplikasi Ralali.com di app store/playstore untuk kemudahan bisnis kita :) Untuk info dan update terkini tentang Ralali.com,  bisa teman-teman akses di situs resmi Ralali.com dan akun media sosial Facebook Page Ralali.com ,Instagram @ralalicom ,serta Twitter @ralalicom

Semakin yakin ya kalau bisnis itu gampang? Yuk, mulai sekarang! Ini saatnya untuk resolusi bisnis 2019!

Semoga bermanfaat ya!

Selamat berbisnis!




Kaldu Sayur Homemade

| on
January 31, 2019

Halo!

Dua minggu lalu saya sempat mencoba membuat nasi jamur yang salah satu ingredient nya adalah kaldu sayur. Kaldu mungkin salah satu masakan yang paling sering dibuat oleh Ibu-ibu yang sedang memberi MPASI sebagai campuran menu MPASI alami untuk memberi rasa sedap dalam masakan. Biasanya sepengetahuan saya (hasil stalking juga sih, hehe) yang paling sering dibuat adalah kaldu ayam atau kaldu sapi. Nah, kali ini saya coba membuat kaldu sayur :) 

Awalnya saya sendiri kurang yakin bagaiamana rasanya nanti :P karena benar-benar tanpa sumber protein hewani didalamnya, terus gimana mau gurih kaldunya.. Alhamdulillah setelah jadi rasanya enak walaupun tidak pakai sumber protein hewani :))

Bahan-bahan untuk membuat kaldu sayurnya sangat mudah dan biasanya selalu tersedia di kulkas kita, karena basicly bahannya sama seperti membuat sup :)



Berikut bahan dan cara membuatnya:

Bahan-bahan:

Wortel
Bawang merah
Bawang Putih
Bawang prei /batang bawang
Bawang Bombay
Seledri
Thyme (optional)
Oregano (optional)
*Semua takarannya disesuaikan dengan kebutuhan dan selera Ibu yaa :)

Cara membuat:
1. Bersihkan semua bahan,  boleh saja kalau bahan-bahannya tidak dipotong.
2. Rebus wortel bersama bawang merah, bawang putih, bawang Bombay, batang bawang dengan -/+ 1000 ml air. Tutup panci dan masak selama -/+ 15 menit atau sampai airnya sisa 3/4 bagian dari awal merebus.
3. Setelah wortel mulai lunak masukkan seledri, thyme dan oregano. Tutup kembali panci, dan masak sampai seledri layu.
4. Jadi deh kaldu sayur nya :)

Kaldu sayur ini termasuk menu untuk vegetarian. Bagi saya ini menu pengganti saat di kulkas tidak ada protein hewani untuk membuat kaldu :))

Anyway ada yang sering membuat kaldu juga di rumah? Boleh banget bagi resep nya juga disini :))

Semoga sharing saya bermanfaat yaa..

Selamat memasak!



Selamat Datang 2019!

| on
January 24, 2019


Halo!

Bagaimana awal tahun 2019 nya? Sudah 24 hari berlalu di 2019, Alhamdulillah. Di awal tahun ini saya mulai belajar banyak hal. Paling banyak adalah tentang rasa syukur yang benar-benar bisa membawa ketenangan batin serta berkurangnya rasa emosi yang berlebihan.

Sebenarnya, pembelajaran ini bersambung dari pembelajaran yang sangat banyak saya dapatkan di tahun 2018 yang lalu. Di 2018 Allah Maha Baik kepada saya. Banyak kejadian yang diluar prediksi saya, yang mengingatkan bahwa La Hawla Walaa Quwwata Illah Billah, tidak ada upaya kecuali dengan kekuatan Allah. 

Di awal tahun 2019 ini saya mencoba belajar untuk benar-benar mengingat resolusi saya tahun ini dan berusaha belajar menjadi orang yang lebih konsisten dalam menjalani sesuatu. Sangat banyak rencana-rencana yang ingin coba saya lakukan. Mulai dari belajar untuk lebih dekat kepadaNya, belajar mencintai diri sendiri, belajar lebih peduli terhadap keluarga, belajar menghargai orang lain, menjadi lebih produktif, lebih banyak membaca, lebih sayang pada bumi, serta dapat mengatur cashflow dengan baik. Sounds will gonna be much of learnings and doing mistakes.

As a first start, saya mulai belajar untuk self-healing di pagi hari. Keluar rumah, menghirup udara pagi, inhale-exhale sambil mengucap syukur kepadaNya bahwa masih diberi kesempatan untuk bangun pagi ini dengan keadaan sehat walafiat. Percaya atau tidak, rutinitas pagi ini membawa saya jauh lebih tenang dan lebih siap menjalani hari :) Aktifitas ini sempat saya share di IG story saya, dan benar, beberapa teman-teman juga sepakat bahwa self-healing pagi hari sangat membantu untuk memberi ketenangan batin :) Saya salah satu yang percaya bahwa dengan batin yang tenang, kita akan jauh lebih siap dalam melakukan apapun :)


Hal lain yang coba saya lakukan di awal tahun adalah memberanikan diri berteman dengan orang lain. Iya, sesederhana itu, karena saya sebenarnya tipikal orang yang malu untuk menyapa lebih dulu. Bukan apa-apa, saya merasa kurang percaya diri saja untuk berteman dengan orang baru. Ternyata setelah saya mencoba membuka diri, punya teman-teman yang baru sangat menyenangkan :) InsyaAllah semua membawa dampak positif ke kehidupan saya, dan saya bisa banyak belajar dari teman-teman :)

Sebenarnya, apapun dan bagaimanapun kita mulai belajar melakukan sesuatu, InsyaAllah ada nilai dan manfaat di dalamnya sekecil apapun itu :)

Bagaimana dengan teman-teman mama-mama? Yuk, share perubahan positif apa yang teman-teman mama-mama coba belajar lakukan untuk memulai tahun 2019 ini! :)

Semoga sharing saya bermanfaat yaa...

Have a nice day!















Learn To Appreciate Others

| on
December 27, 2018

Halo!

Kali ini saya sharing nya agak berbeda dari biasanya nih. Kalau biasanya tentang parenting, bikin mainan atau masakan untuk anak, sekarang saya ingin sharing tentang pemikiran saya sendiri (banyak gaya kali! :D) Bolehlah dikasih hashtag #mamayayasharingthoughts gitu :P

Bukan untuk sok-sok an sok tau tapi lebih ke pengingat diri sendiri dan InsyaAllah juga bisa untuk bekal ngajarin Aliyah juga. Mudah-mudahan juga bisa memberi manfaat untuk teman-tenan Ibu-ibu, mama-mama sekalian :)

Tentang 'menghargai'. Kalau di artikan, menurut KBI (Kamus Bahasa Indonesia) menghargai adalah kata verba yang dapat berarti memberi harga pada suatu benda, atau menghormati, atau menganggap penting/bermanfaat atas sesuatu. Nah, konteks di blog saya kali ini, tentang menghargai yang berarti menghormati/menganggap penting/bermanfaat.

Pernah tidak sih, kita jadi orang suka banget mencela orang lain? Bukan yang berlebihan bagaimana, mencela receh seperti misal liat orang dandan dengan alis yang super ketebalan, dan kita langsung dalam hati "buset, tebel amat alisnya" gitu? Atau liat postingan IG orang lain yang fotonya kurang instagramable terus dalem hati "duh, ga bisa apa foto bagusan sedikit"

Ada lagi nih, liat anak orang yang kurus nya minta ampun, trus dalem hati "ini bagaimana sih ibunya ga kreatif amat kasih makan anak, sampai anaknya ga mau makan begitu" Atau, anak bayi baru lahir yang langsung dikasih susu formula sama Ibunya, terus dalam hati "ga kasian apa anaknya dikasih formula begitu". 

Ibu bekerja yang dicela karena memilih bekerja daripada menghabiskan waktu dengan anak. Atau Ibu rumah tangga yang dicela, ga mau bantu-bantu suami untuk mencari nafkah. 

Di dunia blogging juga ada, dicela dengan tulisan receh, yang "hhmm nulisnya gitu doang?" Atau seperti "emang penting ya?"

Semuanya tidak keluar dari mulut, tapi dalam hati. Nyinyir nya di dalam hati. Saya juga seperti itu. Seringnya memang tidak sengaja, karena jujur kebiasaan ini termasuk salah satu yang sulit dihilangkan.

Lalu saya berpikir, kenapa tidak saya rubah saja pola pikir saya. Daripada saya nyinyir dan menuntut orang lain sesuai dengan standar saya, lebih baik saya yang belajar untuk menghargai. Saya mulai belajar untuk menghargai bahwa setiap tindakan yang dilakukan orang lain pasti sudah melalui usaha yang susah payah.

Di balik alis yang ketebalan, ada perempuan yang berusaha terlihat cantik di depan suaminya sampai rela berjam-jam di depan cermin demi benerin alis. Belum lagi kalau salah gambar alisnya, harus dihapus, diulang lagi, dihapus lagi, diulang lagi sampai berhasil.

Di balik postingan IG yang kurang instagramable ada orang yang berusaha untuk berbagi manfaat, berbagi kebahagiannya, berbagi cerita dengan caranya sendiri. Di balik postingan yang sekedarnya ada usaha untuk mengambil foto sebisa mungkin, sementara kakinya ditarik-tarik si anak yang minta segera digendong.

Di balik anak yang kurus, ternyata ada Ibu yang berusaha masak dengan 3 menu berbeda setiap hari, mencari resep baru setiap hari, berbelanja dengan doa semoga anakku mau makan hari ini, atau bahkan tidak lelah mencari info sana-sini untuk meningkatkan nafsu makan anaknya.

Di balik bayi yang diberi susu formula, ada Ibu yang berusaha minum segala sesuatu yang bernama ASI Booster. Lalu dengan susah payah mencoba pumping namun belum berhasil. 

Di balik Ibu bekerja, ada keluarga yang harus ditanggung kehidupannya, setiap pagi harus struggling antara berangkat kerja dengan anak yang menangis, bangun lebih pagi demi menyiapkan keperluan untuk anak yang akan ditinggal berangkat bekerja.


Di balik Ibu rumah tangga yang jobless, ada usaha untuk mencari rezeki halal apapun itu tanpa harus keluar rumah, karena anak yang tidak bisa ditinggal. Setiap hari memanjatkan doa agar dicukupkan segala rezekinya, sebesar apapun itu. Ada usaha mengatur keuangan sedemikian rupa agar tercukupi setiap bulannya.

Di balik tulisan blog yang biasa, ternyata ada blogger yang susah payah begadang semalaman (bahkan 2-3 malam), riset sana-sini, foto dengan susah payah untuk menghasilkan tulisan/konten yang bermanfaat untuk orang lain. Sesederhana atau se 'tidak pentingnya' tulisannya, InsyaAllah membawa manfaat, kalau pun bukan untuk orang lain, paling tidak untuk dirinya sendiri.

Masih banyak sekali 'di balik'-'di balik' lainnya. Di balik orang yang tak kunjung menikah ada doa yang tidak henti dipanjatkan setiap hari agar segera dipertemukan dengan jodohnya, atau berusaha menata hati karena pengalaman pernah dikecewakan.

Di balik foto makanan yang wow, ada yang berusaha memasak dengan susah payah, mencari resep sana-sini, berusaha sharing resepnya, atau bahkan usaha tersirat siapa tau ada yang ingin memesan dalam ikhtiarnya mencari rezeki tambahan untuk keluarganya.

Di balik liburan yang menyenangkan, ada usaha susah payah menabung sampai uangnya terkumpul cukup untuk liburan, menghemat pengeluaran harian, dan mencari waktu yang tepat.

Setiap orang memiliki perjuangannya sendiri. Everybody has their own struggle. Kita yang hanya dapat melihat dari luar tidak sepatutnya mencela atau nyinyir atas apa yang mereka perlihatkan. Coba lihat lebih dalam, menghargai bahwa setiap apa yang terlihat pasti ada usaha yang susah payah dibaliknya.

Semoga sharing saya bermanfaat ya!

Have a nice day!





MOMEN BERHARGA | STIMULASI MOTORIK HALUS: FIRST TIME LEARNING BAKING WITH MONDE BOROMON COOKIES

| on
December 21, 2018

Halo!

Jika ada yang bertanya apa momen berharga saya dengan Aliyah? Saya mungkin akan kesulitan untuk menjawabnya karena seperti hubungan Ibu dan anak pada umumnya, sangat banyak momen berharga yang kami lalui bersama. Pertama kali mendengar suara tangis Aliyah, menyusui Aliyah sampai usia 2 tahun, memeluknya saat menangis, tertawa bersama, membacakannya buku cerita, menuntunnya belajar berjalan,  menemani bermain di taman setiap hari, membuat mainan bersama, serta memberi stimulasi untuk melatih kemampuan motorik dan sensorik Aliyah adalah sebagian dari momen berharga saya dan Aliyah.
"Saya berusaha untuk selalu ada saat Aliyah pertama kali belajar tentang sesuatu, karena pengalaman pertamanya adalah momen yang berharga bagi kami berdua"
Seiring berjalannya waktu, Aliyah tumbuh semakin besar, semakin aktif, dan sangat senang bermain. Awalnya saya tidak tahu harus bermain seperti apa dengan Aliyah, saya sekedar bermain dan bercanda bersamanya. Sampai ketika saat Aliyah berusia 1,5 tahun saya sempat mengajak Aliyah ke klinik tumbuh kembang anak untuk memantau tumbuh kembangnya. Waktu itu adalah pertama kalinya saya belajar tentang tumbuh kembang anak dan stimulasi yang dapat dilakukan untuk melatih kemampuan motorik dan sensorik Aliyah.
"Sebelumnya saya adalah Ibu yang kurang memperhatikan tentang pentingnya menstimulasi kemampuan motorik dan sensorik anak"
Stimulasi Motorik pada Aliyah

Di usia Aliyah yang saat itu 1,5 tahun, psikolognya menyarankan untuk lebih banyak memberi stimulasi untuk melatih motorik kasar Aliyah seperti mendorong dan memanjat karena lengan dan kaki Aliyah termasuk yang masih sangat halus di anak seusianya. Intinya Aliyah kurang bermain di ruang terbuka. Tujuannya adalah untuk lebih menguatkan otot lengan dan kaki Aliyah. Harapannya dengan otot lengan yang kuat kedepannya kelak Aliyah dapat belajar menulis dengan baik.

Pada saat Aliyah beranjak 2 tahun, saya kembali mengajak Aliyah ke klinik tumbuh kembang anak untuk kembali memantau tumbuh kembangnya. Di kali kedua ini saya lebih banyak dapat PR dari psikolognya karena Aliyah ada indikasi keterlambatan dalam berbicara. Kali ini yang kurang mendapatkan stimulasi adalah oral motor Aliyah. Psikolognya menyarankan untuk melatih Aliyah minum dengan sedotan ulir, latihan meniup lebih banyak, mengajak Aliyah berkomunikasi lebih sering, dan lebih banyak memberi makanan yang dapat dikunyah dengan nyaman oleh Aliyah untuk meningkatkan kemampuan oral motornya dalam belajar berbicara. 

Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, kemampuan motorik dan sensorik Aliyah berkembang pesat. Di usia nya sekarang, saya semakin menyadari pentingnya melatih kemampuan motorik dan sensorik Aliyah. Setiap permainan atau aktifitas yang dilakukan oleh Aliyah sehari-hari sebisa mungkin ada nilai di dalamnya, sesederhana apapun itu. Saat ini, fokus permainan yang kami lakukan adalah untuk melatih motorik halus Aliyah mengingat tahun depan InsyaAllah Aliyah masuk usia sekolah. 

Beberapa kegiatan berikut cukup sering saya dan Aliyah lakukan di rumah untuk menstimulasi motorik halus nya, semoga dapat menjadi tips untuk Ibu di rumah :) 


1. Latihan memegang alat tulis

Latihan memegang alat tulis dapat dimulai dengan mencoret-coret, menggambar bentuk lingkaran, garis lurus, garis miring, menggambar bentuk dan menghubungkan titik. Awal mula Aliyah latihan memegang alat tulis adalah dengan menggambar garis lurus dan mencoret-coret. Selanjutnya saya memberi Aliyah buku wipes and clean dengan mencari gambar benda kemudian meminta Aliyah untuk melingkarinya. 


2. Menempel
Kegiatan menempel dapat dilakukan dengan menempel stiker pada buku, menempel kertas yang diberi lem, sampai pada anak dapat memberi lem sendiri di kertas yang ingin ditempelkannya. Kita juga dapat membuat bentuk hewan dari kertas dan meminta anak untuk menempelkan satu bagian dengan bagian yang lainnya.



3. Merobek
Latihan merobek adalah awal dari anak dapat menggunakan gunting dengan baik. Latihan merobek dapat dimulai dengan merobek bagian yang besar sampai menjadi bagian yang terkecil. Anak dapat mencoba dengan melakukannya pada bermacam-macam jenis kertas, bisa dimulai dari kertas yang paling tipis seperti kertas tisu, kertas koran, sampai jenis kertas yang agak tebal seperti karton warna warni.



4. Memotong
Latihan memotong dapat dilakukan dengan pisau mainan, pisau plastik hadiah dari membeli cake atau pisau peralatan makan anak. Bahan yang dipotong dapat dimulai dengan yang paling mudah seperti tahu, playdough, atau kue. 

5. Memindahkan benda dari satu wadah ke wadah lainnya
Belajar memindahkan benda dari satu wadah ke wadah yang lain dapat melatih konsentrasi, koordinasi dan percaya diri pada anak. Dapat dimulai dengan meminta anak memindahkan air dari wadah yang besar ke dalam wadah yang lebih kecil. Di usia nya sekarang Aliyah sedang belajar memindahkan benda dari satu wadah ke wadah lainnya dengan menggunakan sendok. 

6. Memegang benda kecil dengan dua jari (ibu jari dan jari telunjuk) dan mengambil benda dengan pinset
Latihan memegang benda kecil dengan dua jari (ibu jari dan jari telunjuk) dan mengambil benda dengan pinset dapat membantu Aliyah belajar tentang mekanisme cara memegang alat tulis. Benda kecil yang bisa dimainkan seperti pom-pom ukuran kecil, manik-manik, water beads atau makanan yang berukuran kecil.

7. Menggunting
Bermain dengan gunting seringkali membuat kita was-was karena gunting merupakan benda tajam. Belajar menggunakan gunting dapat dimulai dengan menggunakan gunting plastik khusus untuk anak. Bagusnya lagi saat ini sudah banyak tersedia gunting plastik dengan per khusus untuk memudahkan anak belajar menggunting. Secara bertahap kita dapat mengganti gunting plastik dengan gunting kecil yang tajam tapi tetap dibuat khusus untuk anak. Pertama kali Aliyah belajar menggunting adalah dengan menggunting kertas majalah yang agak tebal agar lebih mudah untuk Aliyah. Selanjutnya dengan kertas yang lebih tipis dengan gunting yang lebih tajam dengan pola guntingan yang masih acak. Lalu kita bisa mulai menggambar garis lurus dan meminta anak untuk menggunting mengikuti pola garis lurus tersebut.


8. Mengoles selai/mentega
Kegiatan mengoles selai dapat membantu melatih koordinasi tangan pada anak. Selain itu dengan belajar mengoles selai anak juga belajar mengenal proses secara berurutan.

Aliyah's First Time Learning Baking With Monde Boromon Cookies



Jika sebelumnya beberapa aktifitas diatas Aliyah lakukan di waktu yang tidak bersamaan, maka kali ini saya mencoba  kembali menciptakan momen berharga antara saya dan Aliyah dengan menggabungkan beberapa dari aktifitas diatas di dalam satu kegiatan yang kami lakukan bersama. Aliyah saya ajak untuk membuat kue bersama saya. Ini adalah kali pertama Aliyah membantu saya membuat kue yang sebagian besar aktifitas membuat kue nya dilakukan oleh Aliyah. Kami membuat kue coklat dari tepung gluten free dengan selai coklat dan topping Monde Boromon Cookies cemilan kesukaan Aliyah, juga buah pisang sebagai topping tambahan.


Stimulasi apa saja yang didapatkan Aliyah melalui momen pertamanya dalam membuat kue?

1. Belajar mengenal bahan, warna dan tekstur
Komposisi kue yang membutuhkan berbagai macam bahan dapat membantu Aliyah belajar untuk mengenal aneka bahan, warna dan tekstur. Aliyah belajar mengenal tepung yang berwarna putih, bubuk coklat yang berwarna cokelat, gula palem yang berwarna coklat muda dengan tekstur yang lebih kasar, dan mentega yang berwarna kuning dengan tekstur lembut namun lengket di tangan.



2. Semakin mahir memindahkan benda dari satu wadah ke wadah lainnya dengan menggunakan sendok.



3. Belajar menggunakan timbangan



4. Mengaduk adonan



5. Menuang adonan ke dalam cetakan

6. Memotong kue yang telah matang

7. Merobek bungkus plastik Monde Boromon Cookies

8. Memegang Monde Boromon Cookies dengan dua jari, ibu jari dan telunjuk.



9. Mengambil Monde Boromon Cookies dengan pinset

10. Mengupas buah pisang



11. Memotong buah pisang



12. Mengoles selai cokelat



13. Memberi topping Monde Boromon Cookies dan buah pisang diatas kue.



Umumnya dari aktifitas membuat kue ini, Aliyah belajar untuk melatih motorik halusnya, koordinasi jari-jari tangannya, belajar mengenal urutan dari sebuah proses, melatih koordinasi mata, tangan dan indra perasa nya, serta mengembangkan kreatifitas Aliyah sendiri. 



Lewat aktifitas membuat kue ini, momen berharga saya dan Aliyah kembali tercipta. Kami berdua saling berkomunikasi, tertawa bersama di dalam bonding yang kuat yang terjalin antara Ibu dan anak. 



Alhamdulillah Aliyah suka sekali dengan kue buatannya :) Selain karena Aliyah suka kue, topping yang digunakan juga merupakan cemilan kesukaan Aliyah, si cookies gemas Monde Boromon Cookies
"Pertama kali mengenal Monde Boromon Cookies dari social media, saya langsung tertarik untuk mencoba memberinya pada Aliyah karena cookies nya gluten free, mengandung sari pati kentang, madu, dan DHA yang terdapat di dalam minyak ikan"

Monde Boromon Cookies adalah makan selingan khusus untuk anak usia 1-5 tahun yang diproduksi oleh PT Monde Mahkota Biskuit. Nama Monde sendiri pastinya sudah sangat familiar karena biskuit produksi Monde rasanya enak-enak dan menjadi favorit kami sekeluarga di rumah :) 


Apa saja sih manfaat Monde Boromon Cookies untuk tumbuh kembang anak?


  • Monde Boromon Cookies terbuat dari sari pati kentang yang kaya manfaat. Kentang merupakan salah satu sumber karbohidrat yang bebas gluten, mengandung antioksidan, baik untuk pencernaan, dan menjaga sistem saraf dan fungsi otak. Jadi, Ibu dengan anak yang memiliki riwayat alergi terhadap gluten tidak perlu ragu untuk memberi Monde Boromon Cookies ke anak ya :)
  • Monde Boromon Cookies mengandung madu yang merupakan sumber energi, vitamin dan mineral. Madu juga dikenal dapat membantu meningkatkan imunitas anak dan menyehatkan pencernaan.
  • Selain itu, Monde Boromon Cookies juga mengandung DHA (Asam Dokosaheksaenoat) yang terdapat di dalam minyak ikan yang sangat bermanfaat bagi pembentukan otak anak. DHA membantu tumbuh kembang anak dalam mengkordinasikan tangan dan mata, mengembangkan kemampuan motorik serta meningkatkan fokus pada anak.


  • Nah, kalau dari segi manfaat untuk oral motor anak, Monde Boromon Cookies mudah meleleh saat kena air liur, melatih motorik yang ada di lidah dan mulut bayi, membantu anak mengeksplorasi rasa, bentuk, tekstur serta kemampuan untuk makan. Manfaat ini sangat baik untuk menghindari indikasi keterlambatan bicara pada anak seperti yang terjadi pada Aliyah.
  • Lalu, dari bentuk Monde Boromon Cookies yang gemas bulat-bulat kecil, dapat membantuk melatih motorik halus pada jari-jari anak, karena secara otomatis anak akan memegang cookies nya dengan kedua jarinya (ibu jari dan telunjuk) saat akan memakan cookies nya
  • Satu kotak Monde Boromon Cookies berisi 6 plastik kecil cookies dengan berat masing-masing 20 gram. Kemasan plastik nya sendiri sangat mudah dirobek oleh Aliyah. Kegiatan membuka kemasan plastik juga dapat menjadi stimulasi bagi motorik halus anak :)

Banyak ya manfaat Monde Boromon Cookies untuk tumbuh kembang anak kita :) Jadi makin yakin kalau Monde Boromon Cookies cemilan yang tepat untuk anak ya :)

Oh iya, Monde Boromon Cookies sangat mudah didapat di supermarket atau pasar swalayan ya Bu :) Untuk pembelian secara online juga bisa di www.mondemart.com  

Info lain tentang Monde Boromon Cookies dapat diakses melalui social media Monde Boromon Cookies di Instagram , Twitter dan Facebook Page :)


Ada yang juga punya momen berharga dengan anak dan Monde Boromon Cookies? Boleh banget sama-sama share disini :) 

Yuk, kita sama-sama ciptakan momen berharga dengan anak dalam melatih kemampuan motoriknya!

Semoga tips dan cerita saya bermanfaat ya :)


Selamat bermain!